Tentara Tampanku

Tentara Tampanku
S2 - Hukuman


__ADS_3

Saat Lea tengah mengarungi mimpi indahnya tiba-tiba merasakan sesuatu di pipinya dan hal itu membuat Lea membuka mata dan melihat suami tampannya yang berada di hadapannya.


"Kenapa kak?" tanya Lea.


"Bangun yuk k, udah jam setengah 6, kamu harus bersiap untuk latihan pagi," ucap Noah, dengan lembut dan tak lupa Noah juga mengusap pipi Lea


"Latihan lagi, capek kak," ucap Lea.


"Selama kamu di sini, kamu akan selalu dilatih baik fisik dan mental, jadi kamu harus siap. Lagian kamu di sini itu untuk pelatihan dasar bukan untuk liburan," ucap Noah.


"Pelatihan dasar, maksud kak Noah?" tanya Lea.


"Kamu tidak tau kalau kalian dikirim ke sini untuk pelatihan fisik dan mental?" tanya Noah.


"Lea tau sih kalau Lea dan yang lainnya di sini untuk di latih, tapi Lea gak tau kalau kegiatan utama kita di sini untuk pelatihan dasar. Bukannya untuk liputan ya," ucap Lea.


"Bukan, kamu dan teman-teman kamu di sini untuk pelatihan dasar dan soal liputan itu kegiatan kedua bulan kegiatan utama," ucap Noah.


"Apa yang dibilang kak Noah beneran?" tanya Lea.


"Iya, emangnya aku pernah bohong," ucap Noah dan Lea menggelengkan kepalanya.


"Udah sekarang kamu bangun dan bersiap untuk ke lapangan," ucap Noah.


Mau tidak mau Lea pun bangun dan berdiri, "Semangat," ucap Noah.


"Iya kak, kak Noah juga semangat ya," ucap Lea.


Noah pun tersenyum lalu mengecup seluruh wajah Lea dan hal itu membuat Lea tersipu malu.


"Udah jangan malu lagi, sekarang kamu siap-siap," ucap Noah dan diangguki Lea.


Lea pun kembali ke kamarnya dan di sana sudah ada Tyas yang juga bersiap-siap sebelum ke lapangan, "Enak banget ya tidur bareng suami," ucap Tyas.


"Enak dong, ada yang bisa dipeluk mana anget lagi," ucap Lea.


"Tapi, lo gak olahraga malam kan?" tanya Tyas.


"Astaga otak lo Yas, ya gaklah. Masa dalam keadaan kayak gini gue sempet buat olahraga malam sih," ucap Lea.


"Ya bisa aja kan," ucap Tyas.


"Gak ya," ucap Lea.


"Tapi, kiss," ucap Tyas dan mendapat tatapan tajam dari Lea.


"Wajar dong kalau suami istri kiss," ucap Lea.


"Wajar banget kok, udah ayo cepetan kita ke lapangan," ucap Tyas.


"Gak mandi dulu?" tanya Lea.


"Gak usah mandi, kemarin aja kita udah mandi ternyata malah disuruh lari," ucap Tyas.


"Iya juga sih, yaudah ayo," ucap Lea.


Mereka berdua saat ini sudah berada di lapangan dan yang menjadi instruktur kali ini adalah Noah, "Kalian sudah tau bukan kalau kalian harus lari pagi terlebih dahulu," ucap Noah.


"Siap letnan," ucap semua orang.

__ADS_1


"Karena kemarin kalian lari dia putaran, maka hari ini kalian akan lari 4 putaran, di mulai dari barisan pertama. Aturannya seperti kemarin," ucap Noah.


"Siap letnan," ucap mereka.


"Dimulai dari barisan pertama lari," ucap Noah dan mereka pun mulai lari seperti kemarin.


Beberapa saat kemudian, mereka pun selesai lari dan kembali ke barisan seperti tadi, "Setelah ini kalian akan berlatih dengan tim tentara yaitu berlatih untuk menggunakan strategi kalian," ucap Noah dan pergi dari tempat tersebut.


.


Pagi berganti sore, semua orang terlihat lelah setelah seharian ini mereka harus berpikir mengenai strategi untuk meliput jika dalam keadaan darurat.


"Gue capek di sini, gue mau pulang," rengek Tyas.


"Yaudah pulang sana, gue denger gak ada transportasi ke kota kecuali izin dari pejabat setempat dan tentunya melalui para tentara," ucap Rudy.


"Ribet banget," ucap Tyas.


"Emang gitu, soalnya daerah ini dibawah pengawasan militer," ucap Rudy.


"Bingung ah gue," ucap Tyas.


"Lea," panggil Mirah, salah satu pegawai stasiun televisi lain yang juga ikut dalam pelatihan kali ini.


"Ada apa Mir?" tanya Lea.


"Tadi kata Ayu kamu di panggil sama pak Anton di pondok dekat hutan," ucap Mirah.


"Pak Anton manggil aku? kamu yakin?" tanya Lea.


"Iya, katanya Ayu gitu," ucap Mirah.


"Oke, makasih ya Mir," ucap Lea.


"Udah gak usah ke sana deh, gue yakin itu cuma akal-akalannya si Ayu," ucap Tyas.


"Iya, gue juga ngerasain gitu, makanya gue gak ke sana," ucap Lea.


"Lagian nih ya kenapa gak pak Anton sendiri aja yang ke sini, kenapa pak Anton malah nyuruh Ayu buat bilang ke lo," ucap Rudy.


"Bener, gue setuju, biasanya kan pak Anton datang ke lo sendiri.Terus pak Anton kan tau kalau Ayu itu gak suka banget sama lo," ucap Tyas.


Mereka pun kembali dengan kegiatan mereka sebelumnya hingga tiba-tiba pak Dirga datang, "Loh kamu masih di sini, Le," ucap pak Dirga.


"Iya pak, kenapa memangnya?" tanya Lea.


"Tadi kan pak Anton nyuruh kamu buat ke pondok dekat hutan, setau saya tadi pak Anton juga udah di sana," ucap pak Dirga.


"Lagi, pak Anton memang manggil saya pak," ucap Lea.


"Iya, pak Anton manggil kamu tadi," ucap pak Dirga.


"Mampus aku, kalau gitu saya permisi pak," ucap Lea dan berlari menuju pondok dekat hutan tempat pak Anton berada.


Saat Lea sampai di sana benar saja pak Anton masih berada di sana, "Maaf pak saya terlambat," ucap Lea.


"Kamu ya Lea, saya sudah menunggu kamu kurang lebih selama 2 jam tau," ucap pak Anton, yang terlihat jika ia tengah marah.


"Maaf pak, saya kira itu hanya akal-akalan Ayu untuk menjebak saya," ucap Lea.

__ADS_1


"Saya benar-benar merasa kesal dengan kamu, karena kamu tidak tepat waktu. Saya kasih kamu hukuman yaitu videoin binatang yang ada di hutan," ucap pak Anton.


"Tapi, pak untuk apa saya videoin binatang yang ada di hutan?" tanya Lea.


"Sebagai hukuman untuk kamu dan nanti video kamu akan saya kirimkan ke bagian penayangan pengetahuan," ucap pak Anton.


"Tapi, pak. Sekarang udah sore dan gak mungkin saya ke hutan," ucap Lea.


"Saya tidak peduli, kamu tau saya menunggu kamu untuk membahas mengenai beberapa ide dan apa kamu malah datang terlambat, kamu tau kan kalau saya sangat tidak suka dengan orang yang datangnya terlambat," ucap pak Anton.


"Maaf pak, tapi bapak tidak bisa menghukum saya seenaknya seperti ini. Bahkan saya tidak merugikan perusahaan dan untuk keterlambatan saya, sekali lagi saya minta maaf pak," ucap Lea.


"Saya tidak butuh maaf kamu, lebih baik kamu ambil video yang ada di dalam hutan, gunakan ponsel kamu dan besok pagi kamu harus memberikan video itu pada saya kalau tidak maka penilaian kamu bulan ini akan saya turunkan," ucap pak Anton dan pergi begitu saja meninggalkan Lea.


"Ish, ke apa sih pak Anton kok tumben ngeselin kayak gini, masa gue harus ke hutan sih, tapi gue takut," gumam Lea.


Setelah berpikir keras, Lea pun akhirnya memutuskan untuk berjalan menuju hutan. "Lo bisa Lea nanti kalau udah dapet videonya langsung lo lemparin aja nih hp lo ke mukanya pak Anton," gumam Lea.


Beberapa saat kemudian, Lea pun berjalan masuk ke hutan, baru saja masuk ke hutan tiba-tiba seseorang memegang tangannya dan membuat ke terkejut bahkan sampai berteriak.


"AAAAAAAAA," teriak Lea.


"Hush jangan teriak, aku bukan hantu," ucap seseorang yang suaranya sangat tidak asing bagi Lea.


Lea pun membuka matanya dan membalikkan badannya lalu menatap orang tersebut, "Kak Noah," lirih Lea.


"Kamu kenapa di sini?" tanya Noah.


"Lea dapat hukuman dari atasan Lea," ucap Lea.


"Hukuman?" tanya Noah dan diangguki Lea.


"Lea di suruh videoin binatang yang ada di hutan dan besok pagi harus udah dikirim ke atasannya Lea," ucap Lea.


"Kok hukumannya aneh gitu?" tanya Noah.


"Lea juga gak tau," ucap Lea.


"Terus kamu mau videoinnya sendiri ke dalam hutan," ucap Noah.


"Iya, kalau gak nanti Lea gak bisa dapat videonya," ucap Lea.


"Kenapa gak panggil saya atau tentara lain untuk bantuin kamu?" tanya Noah.


"Hehehehe, lupa," ucap Lea.


"Lupa lupa, yaudah ayo sama aku. Aku tau tempat yang aman kalau mau ambil video binatang," ucap Noah.


"Lea gak ngerepotin kakak?" tanya Lea.


"Aku gak pernah merasa direpotkan kalau itu kamu," ucap Noah.


"Makasih kak," ucap Lea, yang tidak dapat menyembunyikan rona merah di wajahnya.


Noah sendiri hanya senyum melihat sikap malu Lea pada dirinya.


.


.

__ADS_1


.


Tbc.


__ADS_2