
Beberapa saat kemudian, dokter Zia pun selesai memeriksa Lea dan segera Noah menghampiri dokter Zia.
"Bagaimana dok?" tanya Noah.
"Selamat letnan Noah, sebentar lagi letnan Noah akan menjadi seorang ayah," ucap dokter Zia.
"Istri saya hamil dok?" tanya Noah, ia tidak percaya dengan pa yang ia dengar dari dokter Zia.
Akhirnya setelah musibah yang pernah Noah dan Lea alami saat ini mereka diberi kesempatan kembali.
"Iya letnan, istri letnan Noah saat ini tengah hamil. Untuk pemeriksaan lebih lanjut saya sarankan agar ke rumah sakit dan memeriksanya secara langsung agar kami mengetahui kondisi kandungan istri letnan Noah," ucap dokter Zia.
"Baik, dok. Saya dan istri saya akan secepatnya ke rumah sakit setelah istri saya lebih baik," ucap Noah dan diangguki dokter Zia.
"Kalau begitu saya permisi," ucap dokter Zia.
Setelah itu, dokter Zia pun pergi dan Noah segera menghampiri Lea yang sudah sadarkan diri sejak diperiksa dokter Zia tadi.
"Sayang, terima kasih," ucap Noah dan mengecup seluruh wajah Lea.
"Kak," panggil lirih Lea.
"Iya sayang, kenapa? ada yang sakit? mana yang sakit atau mau aku panggilin dokter Zia lagi?" tanya Noah, ia merasa khawatir dengan istrinya apalagi saat mengetahui Lea tengah hamil.
"Lea baik-baik aja kak hiks hiks," ucap Lea dan ia tidak bisa menahan tangisannya.
"Kenapa hem kok nangis sayang?" tanya Noah.
"Lea gapapa kok kak. Lea cuma bahagia aja karena Lea hamil kak, Lea bisa hamil hiks hiks. Lea gak tau lagi harus apa, Lea takut banget kalau Lea gak bisa hamil setelah keguguran dan kakak justru cari perempuan lain," ucap Lea.
Lea kembali teringat ketakutannya dulu saat baru saja mengalami keguguran dan untung saja Noah mengerti dirinya dan bersabar menghadapi Lea saat itu.
"Sayang, apapun keadaan kamu, aku gak akan pernah ninggalin kamu. Aku juga udah pernah bilang sebelumnya sama kamu kan," ucap Noah dan diangguki Lea.
"Iya, Lea tau. Tadi aku hanya ingat aja gimana takutnya aku dulu," ucap Lea.
"Tapi, tuhan berkata lain bukan. Tuhan ngasih kita kepercayaan lagi, kita harus menjaga kepercayaan yang Tuhan berikan," ucap Noah.
"Iya kak," ucap Lea.
"Besok pagi kita ke rumah sakit ya untuk lihat si baby," ucap Noah.
__ADS_1
"Iya kak, Lea gak sabar pengen lihat gimana si baby," ucap Lea dan mengusap perut ratanya yang juga di usap lembut oleh Noah.
"Kalau gitu, mulai sekarang kamu tidur sama aku," ucap Noah.
"Tapi, nanti yang lain tau gimana?" tanya Lea.
"Gapapa, aku lebih mementingkan kamu dan baby daripada yang lain," ucap Noah dan mengecup perut Lea secara bertubi-tubi.
"Sekarang kamu istirahat aja di sini," ucap Noah.
.
Malam harinya, Noah membantu Lea untuk menuju kamarnya yang setidaknya kasur di kamarnya cukup empuk daripada kasur yang berada di kamar Lea.
"Hati-hati loh, Le," ucap Tyas.
"Iya Tyas yang bawel," ucap Lea.
"Gue gak mau ya lo kenapa-napa terus nanti kak Noah marah-marah ke gue bisa mampus gue. Suami lo kalau lagi marah itu nakutin banget tau, gue kayak mau dimakan aja," ucap Tyas.
Lea yang berada di samping Tyas pun hanya tertawa mendengarnya, Lea setuju dengan ucapan Tyas yang terakhir jika suaminya itu sangat menakutkan jika tengah marah.
Ya, tadi Noah meminta Tyas untuk menjaga Lea karena dirinya ada urusan sebentar. Saat Tyas tau kalau Lea hamil, ia sangat heboh bahkan memeluk Lea dan menangis, Tyas senang mendengar kabar yang sangat bahagia tersebut dan karena Tyas menangis Lea pun ikut menangis bahkan saat Noah datang pun sampai terkejut karena kedua perempuan tersebut menangis.
"Selamat ya Lea atas kehamilannya," ucap Tian.
"Terima kasih letnan," ucap Lea.
Ya, semua orang sudah tau jika Lea tengah hamil. Bagaimana tidak karena tadi Tyas sangat heboh dan beberapa orang sampai masuk ke dalam ruangan medis lalu Tyas dengan hebohnya mengatakan jika Lea hamil dan karena itu semua orang tau jika Lea tengah hamil melalui mulut ke mulut.
Saat Lea, Tyas dan Noah keluar dari ruangan medis banyak orang yang menatap remeh ke arah Lea.
"Kasihan banget sih hamil, tapi gak ada suaminya," ucap Ayu.
"Heh, kalau punya mulut tuh jangan asal ceplos ya," ucap Tyas.
"Bener kan, hamil anak siapa tuh oh tunggu atau jangan itu anaknya om-om ya. Wah keren ya di hotel mama lo bisa dapet om-om," ucap Ayu.
"Jaga bicaramu!" bentak Noah.
"Letnan Noah belain dia, saya tau letnan Noah perhatian sama Lea. Tapi, letnan Noah jangan mau di bodohi sama dia, dia itu p*lacur sukanya tidur sana sini bahkan dia sampai hamil. Saya yakin pasti dia gak tau yang mana ayah dari anaknya," ucap Ayu.
__ADS_1
"Saya ayah dari anak yang dikandung Lea!" bentak Noah.
"Letnan Noah masih aja ya belain nih orang, gini ya letnan Noah dia ini udah bodohin letnan Noah. Dia pasti ngaku masih single kan padahal dia udah gak perawan dan udah hamil di luar nikah," ucap Ayu.
"Saya suaminya dan anak yang tengah dikandung Lea itu adalah anak saya, kamu berani mengatakan hal buruk mengenai istri dan anak saya. Saya dapat pastikan kamu menyesal dengan apa yang sudah kamu katakan," ucap Noah.
Noah tidak bisa diam saja saat seseorang menghina istri dan anaknya yang sangat ia sayangi dan ia jaga.
"Letnan Noah tidak bercanda kan dengan ucapan letnan Noah?" tanya Ayu.
Ayu mulai takut saat melihat amarah Noah karena itu juga Ayu mulai percaya jika Noah memang ayah dari anak yang tengah dikandung Lea.
"Apa saya terlihat sedang bercanda, menurut saya apa yang saya bicarakan bukan untuk bercanda," ucap Noah, dengan tegas.
"Anda tidak tau kan kapan saya menikah, jadi jangan asal bicara," ucap Noah.
Lea sendiri hanya menyaksikan saja perdebatan tersebut karena tiba-tiba kepalanya pusing, sebenarnya ia juga ingin menampar mulut busuk Ayu yang berani mengatainya p*lacur, tapi saya kondisinya tidak memungkinkan.
Untung saja ada Tyas yang berada di sampingnya sehingga Lea tidak terjatuh, "Ke apa, Le?" tanya Tyas, dengan suara pelan karena ia masih fokus pada perdebatan antara Ayu dan Noah.
"Yas, kepala gue pusing," ucap Lea.
"Letnan, kepala Lea pusing. Sepertinya kita harus cepat bawa Lea ke kamar untuk istirahat," ucap Tyas.
Ucapan Tyas berhasil membuat Noah kembali tenang dan menghampiri istrinya itu, "Kenapa sayang? sakit banget ya kepalanya?" tanya Noah, dengan lembut.
"Iya kak sakit," ucap Lea.
"Yaudah, Tyas tolong kamu bawa barang-barangnya Lea ke alamat saya karena mulai sekarang Lea akan tidur bersama saya," ucap Noah dan menggendong Lea menuju kamarnya.
"Anda harusnya malu sudah menggoda suami orang," ucap Tian dan pergi.
"Haduh, kasihannya ya Ayu. Harusnya lebih berhati-hati lagian mana mau letnan Noah sama situ," ucap Rudy.
Semua orang yang ada di sana pun menatap Ayu dengan tatapan kasihan dan juga kesal karena telah mengganggu Noah dan Lea.
.
.
.
__ADS_1
Tbc.