Tentara Tampanku

Tentara Tampanku
S2 - Meratapi Nasib


__ADS_3

Pagi harinya Lea sudah berada di kamar Alan dan Rea. ya, sebelum ia pergi bekerja ia ingin membicarakan mengenai keputusannya, "Ada apa kak?" tanya Alan.


"Hem, i-tu. Huh, Leamaudijodohin," ucap Lea, dengan satu kali tarikan napas.


"Apa? ayah gak denger dengan jelas," ucap Alan, bohong tentunya. Alan sebenarnya sangat mendengar dengan jelas apa yang dilakukan putrinya itu, tapi air ingin kembali mendengarnya saja.


"Lea mau dijodohin sama pria pilihan ayah sama bunda," ucap Lea.


"Ayah gak mau maksa kamu, kalau kamu gak mau juga gapapa," ucap Alan.


"Gak kok, Lea mau nikah sama pria pilihan ayah bukan karena terpaksa, tapi karena memang Lea mau," ucap Lea.


"Kenapa kamu mau? bukannya kemarin kamu bilang gak mau?" tanya Alan.


"Ya pokoknya karena Lea mau, Lea juga pikir ini lebih baik soalnya Lea gak tau kapan punya pasangan yang sesuai dengan keinginan Lea dan juga ayah sama bunda," ucap Lea.


"Kalau begitu ayah akan bilang ke calon suami kamu," ucap Alan dan diangguki Lea.


"Hem, ayah udah bilang ke dia kalau Lea bolak dia kemarin?" tanya Lea.


"Iya, ayah udah bilang dan keluarganya sangat sedih mendengarnya, tapi mereka juga gak bisa berbuat apa-apa kalau kamunya gak mau," ucap Alan.


"Yaudah, kalau gitu Lea pergi dulu ya," pamit Lea.


"Hati-hati ya sayang," ucap Rea dan diangguki Lea.


'Bismillah semoga keputusan gue bener,' ucap Lea, dalam hati.


Lea pun mengendarai mobilnya menuju kantornya, tapi tiba-tiba saja Lea merasakan aneh pada mobilnya dan ia segera menepikan mobilnya lalu keluar untuk memeriksanya dan benar saja ternyata ban mobilnya kempes, "Mampus, kenapa gak gue periksa dulu sih. Terus ini gimana coba mana gue gak bawa cadangan," gumam Lea.


Ia melihat ke sekelilingnya dan ternyata sepi, "Kenapa coba sepi, biasanya juga ramai loh," gumam Lea.


Saat Lea berusaha untuk mencari tumpangan tiba-tiba sebuah mobil berhenti di depan mobilnya, "Apa jangan-jangan gue mau diculik ya, hiiiiii serem," gumam Lea dan membalikkan tubuhnya untuk melihat ke belakang agar tidak melihat orang yang berhenti tersebut.


"Kenapa dengan mobilnya?" tanya seorang pria, yang sangat Lea kenali suaranya.


Lea pun membalikkan tubuhnya dan melihat orang yang berada di hadapannya itu, "Ka-kak Noah," panggil Lea, dengan gugup.


"Ada apa dengan mobilnya?" tanya Noah.


"I-itu kak, ban mobilnya kempes," ucap Lea.


"Ada ban serep?" tanya Noah dan mendapatkan gelengan kepala dari Lea.


"Huh, yaudah sebentar," ucap Noah dan menuju mobilnya entahlah Rea juga tidak tau.


Hingga beberapa saat kemudian, Noah pun menghampiri Lea, "Ayo ikut aku biar aku antar kamu," ucap Noah.

__ADS_1


"Gak usah kak, Lea bisa berangkat sendiri kok," ucap Lea.


"Ikut aku aja, jam segini masih sepi," ucap Noah.


Mau tidak mau Lea pun ikut Noah, saat akan membuka pintu mobil depan tiba-tiba Noah menghentikannya, "Kamu duduk di kursi belakang aja gapapakan?" tanya Noah.


"I-iya kak, gapapa kok," ucap Lea.


Lea pun masuk ke dalam mobil tersebut dan betapa terkejutnya ia ternyata di dalam mobil tersebut bukan hanya ada dirinya dan Noah saja, tapi juga ada seorang perempuan yang ia lihat bersama dengan Noah kemarin di taman.


"Hai, Lea," sapa perempuan tersebut.


"Ha-hai juga, maaf ya ganggu kalian," ucap Lea.


"Gapapa kok, oh iya kenalin aku Laura," ucap Laura.


"Oh iya, aku Lea," ucap Lea.


"Udah tau kok," ucap Laura.


"Eh, iya. Tadi kamu panggil nama aku ya, tapi kamu tau darimana?" tanya Lea.


"Ada lah, oh iya aku lebih tua dari kamu dua tahun loh," ucap Laura.


"Iya kah, ma-maaf kalau saya kurang sopan," ucap Lea.


"Gapapa kok, santai aja," ucap Laura.


"Oh iya, kak Noah ganti mobil ya soalnya setau Lea mobil kak Noah bukan ini?" tanya Lea.


"Bukan, ini mobil Laura, makanya tadi aku izin ke Laura boleh atau gak kamu ikut dan Laura ngebolehin yaudah sekalian juga kan bareng soalnya kita juga satu arah," ucap Noah dan berhasil membuat Lea terdiam.


Beberapa saat kemudian, mereka pun sampai di kantor Lea, "Terima kasih kak Noah dan kak Laura atas tumpangannya kalau begitu saya permisi," ucap Lea dan pergi meninggalkan mobil tersebut.


Ia tidak bisa lama-lama berada di sana, jika ia lama di sana hatinya pasti tidak baik-baik saja. Disisi lain, Noah dan Laura yang masih berada di mobil pun menatap kepergian Lea hingga tidak terlihat lagi Lea, "Dia orangnya?" tanya Laura, tanpa ekspresi.


"Hem," jawab Noah.


Disisi lain, Lea saat ini berada di kamar mandi, "Gini banget ya hidup gue. Orang yang gue sukai ternyata udah punya pacar dan gue malah nerima perjodohan gila ayah gue," gumam Lea dan tertawa miris melihat nasib percintaannya.


Saat tengah meratapi nasibnya tiba-tiba ia mendengar suara beberapa orang dari luar yang tengah membicarakannya.


"Lo tau Lea gak?" tanya perempuan pertama.


"Lea, yang tim kreatif itu?" tanya perempuan kedua.


"Iya," jawab perempuan pertama.

__ADS_1


"Kenapa emangnya?" tanya perempuan ketiga.


"Katanya dia lagi deket sama Mark," ucap perempuan pertama.


"Mark yang tim editor?" tanya perempuan ketiga.


"Iya, tua gak sih katanya mereka itu punya hubungan gitu terus mereka juga udah pernah booking hotel loh," ucap perempuan pertama.


"Masa sih?" tanya perempuan kedua.


"Iya kok, bahkan Mark sendiri yang bilang kalau Lea itu udah gak perawan lagi soalnya pernah dicobain sama dia," ucap perempuan pertama.


"Ya, wajar sih orang Lea aja cantiknya gak ketulungan," ucap perempuan ketiga.


"Tapi, gue denger katanya Lea gak pernah ngaku kalau ada yang tanya hubungan dia sama Mark," ucap perempuan kedua.


"Ya iyalah, nanti ketauan dong kalau dia gak perawan," ucap perempuan ketiga.


"Makanya dia sering banget ke tim editor ternyata eh ternyata ada sang pujaan hati toh," ucap perempuan kedua.


"Udah kita pergi yuk," ajak perempuan ketiga.


Setelah tidak mendengar suara perempuan-perempuan tidak jelas itu barulah Lea keluar dari toilet, "Apa mereka bilang, gue ada hubungan sama Mark terus gue udah pernah booking hotel sama Mark dan satu lagi mereka bilang gue udah gak perawan, gila kali ya mereka. Gue gak ada hubungan apapun sama tuh orang, gue aja gak nyaman deket sama dia, jadi mana mungkin gue booking hotel sama dia lagian ngapain juga gue gak perawan gara-gara Mark, gue aja gak tau gimana rasanya, gue aja dipegang sama tuh orang males," gumam Lea.


"Huh, pagi-pagi udah banyak banget cobaan hidup gue," lanjut Lea dan memutuskan untuk keluar dari kamar mandi.


"Lama banget lo datangnya," ucap Tyas.


"Biasa gue mah orang sibuk, jadi Tuhan lagi ngasih kerjaan buat gue pikirin," ucap Lea.


"Ck, sibuk meratapi nasib," ucap Tyas.


"Tau aja lo," ucap Lea.


"Iya dong, gue gituloh," ucap Tyas.


Mereka pun masuk ke dalam ruangan karena memang mereka satu tim yaitu tim kreatif, "Eh ada Lea. Le, tuh pacar lo datang," ucap Rara.


Lea dan Tyas pun menatap orang tersebut yang saat ini tengah tersenyum menatap Lea, "Lo lagi, lo lagi. Sampe bosen gue, udah sana deh lo pergi males banget kalau ngelihat muka lo," ucap Lea.


"Kok gitu sih Yang," ucap Mark.


"Hiiii, sayang pala lo, gue gak ada hubungan apa-apa ya sama lo. Satu lagi gue udah punya pacar dan gue gak pernah suka sama lo, lo nya aja yang suka sama gue, gue kasihan ya sama lo soalnya cinta lo bertepuk sebelah tangan, cari yang lain dan dan jangan nyebarin berita yang gak-gak soal gue sama lo," ucap Lea dan meninggalkan Mark.


.


.

__ADS_1


.


Tbc.


__ADS_2