Tentara Tampanku

Tentara Tampanku
S2 - Cerita


__ADS_3

Pagi harinya Lea dan Noah tengah terlelap dalam tidurnya hingga mereka berdua tidak menyadari beberapa orang yang sudah ada di sana.


"Malah tidur di sini," ucap orang yang berada di sana.


"Biarin sih, lagian mereka juga udah halal bahkan mereka ngelakuin yang lebih juga gapapa malahan halal, tapi gak disini juga sih, hehehe," ucap orang lainnya.


"Bangunin gih," ucap orang lainnya.


Mereka adalah teman-teman Noah ya siapa lagi jika bukan Tian, Prabu dan Bondan. Mereka memang tau jika Noah terjebak di sini sebab itu mereka menyusul ke sini.


Mereka pun menyusul karena hujan baru saja reda pagi hari sehingga mereka baru bisa ke sini.


"Gue udah bangun, jadi gak usah dibangunin lagi," ucap Noah, dengan suara khas bangun tidurnya.


Noah hanya berucap saja tanpa membuka mata bahkan ia tidak bergerak sama sekali dan masih di posisi yang sama yaitu memeluk Lea yang masih terlelap.


"Buka mata napa woy," ucap Tian.


"Apa sih ganggu aja," ucap Noah dan akhirnya ia pun membuka mata.


"Udah mau jam 4, lo gak mau balik apa lagian hujannya juga udah reda," ucap Tian.


"Hem," ucap Noah.


"Sayang, bangun yuk. Udah pagi nih," ucap Noah pelan, dengan mengusap lembut punggung Lea.


"Eungh, udah gak hujan kak?" tanya Lea, yang masih setia berada di pelukan sang suami.


"Gak kok, hujannya udah reda. Yuk balik," ucap Noah.


Sebenarnya Lea sangat nyaman berada di pelukan Noah, ia merasakan hangat dan tenaga dalam waktu yang bersamaan, tapi karena memang waktu yang tidak memungkinkan akhirnya mau tidak mau Lea pun membuka mata dan melepaskan pelukan Noah.


Lea yang baru saja membuka matanya pun terkejut saya melihat ketiga teman Noah yang berada di sana.


"Loh, kok kalian ada di sini?" tanya Lea.


"Iya dong, kita kan mau jemput pasangan fenomenal," ucap Tian.


"Gue sama istri gue udah bangun, cepet sana pergi. Kalian bertiga ganggu tau gak," ucap Noah.


""Untung lo ketua pelaksana di sini, kalau gak ya gak gue apa-apain juga sih," ucap Prabu.


"Udah ayo kita pergi, kalau di sini kita bakal kena mental," ucap Tian.


Merek bertiga pun akhirnya pergi, bukan pergi jauh sih lebih tepatnya hanya turun saja dan menunggu di bawah.


"Ayo,' ajak Noah dan diangguki Lea.

__ADS_1


Noah dan Lea pun turun ke bawah, dengan Noah yang memegang tangan ke padahal ke atau jika Noah saat ini tengah kesusahan untuk menuruni tangga serta harus menuntun Lea agar tidak jatuh.


Setelah sampai di bawah Noah pun menggenggam tangan Lea dan memasukkannya ke dalam jaket yang sudah ia pakai, ya tadi sebelum turun ke bawah Lea sudah memberikan jaket yang selama Noah berikan padanya.


"Udah kalian berdua gak usah gandengan terus, gak bakal ilang kali istri lo itu," ucap Bondan.


"Gue punya istri, ya kali dianggurin," ucap Noah


"Sabar Tian, dia sahabat lo," ucap Tian.


"Kak, malu dilihatin sama yang lain," ucap Lea, yang berusaha melepaskan tangannya yang masih digenggam Noah.


"Gapapa, anggap aja cuma ada kita berdua dia ini dan yang lainnya itu cuma udara," ucap Noah.


"Makin ngenes ya hidup kita," ucap Tian.


"Gak usah meratapi nasib, kita diam aja kan kita udara," ucap Bondan.


Beberapa saat kemudian, mereka semua pun sampai di lapangan depan asrama, Lea pun lantas melepaskan tautan tangan mereka dan untung saja Noah mau melepaskan tautan tersebut.


"Lo kemana aja astaga Lea, gue khawatir banget sama keadaan lo," ucap Tyas dan memeluk Lea.


Karena terlalu kuatnya pelukan Tyas bahkan Lea hampir saja jatuh ke belakang jika Noah tidak menahan punggungnya.


"Gue gapapa kok," ucap Lea.


"Untuk pagi ini kalian di bebaskan dadi latihan Kren mengingat lapangan yang absah dan untuk aula juga masih digunakan oleh tim prajurit, tapi untuk sore hari kalian akan ada pelatihan lagi. Nanti akan diinfokan lebih lanjut," ucap Noah.


"Siap letnan Noah," ucap mereka serempak.


"Kalian sudah bisa bubar sekarang," ucap Noah.


Setelah semua orang pergi Noah pun mendekat ke arah Lea, "Jangan lupa istirahat, jangan sampai sakit kalau ada apa-apa selalu kabari aku ya sayang," ucap Noah dan diangguki Lea.


Setelah itu, Lea pun menarik tangan Tyas untuk menuju kamar asrama mereka.


"Jujur sama gue, apa aja yang terjadi antara lo sama kak Noah?" tanya Tyas.


"Gak terjadi apa-apa kok," ucap Lea.


"Bohong banget, kalau gak terjadi apa-apa kenapa kok tadi kak Noah beda banget sama lo?" tanya Tyas.


"Beda? emangnya apa bedanya? kayaknya gak ada bedanya deh," tanya Lea.


"Selama ini yang gue tau kak Noah itu orangnya cuek bahkan sama lo, tapi tadi kak Noah justru lembut banget mana pake sayang-sayangan lagi," ucap Tyas.


"Emang yang lo itu tau aja," ucap Lea.

__ADS_1


Lea pun mulai menceritakan semua kejadian tadi malam dimana akhirnya Noah dan Lea mengakui perasaan masing-masing.


"Aaaah, beneran kak Noah suka sama lo duluan," ucap Tyas, yang histeris mendengar semua yang Lea bicarakan.


"Iya beneran, gue sebenarnya juga gak nyangka kalau ternyata kak Noah juga suka sama gue," ucap Lea.


"Berarti cinta lo gak bertepuk sebelah tangan, Le," ucap Tyas.


"Iya, gue seneng banget. Mana kak Noah yang mau nikah sama gua dengan bilang ke ayah buat jodohin gue sama kak Noah lagi, padahal mah kalau kak Noah bilang langsung ke gue juga bakal gue terima kok," ucap Lea.


"Yeeeh, itu mah maunya lo," ucap Tyas.


"Ya iyalah," ucap Lea.


"Tapi, kok kak Noah bisa-bisanya suka sama lo ya," ucap Tyas.


"Emang kenapa gue?" tanya Lea.


"Ya gapapa sih cuma kan lo itu orangnya masih belum dewasa, sikap lo masih kayak anak kecil," ucap Tyas.


"Emang kayak gitu ya gue?" tanya Lea.


"Iya lah," ucap Tyas.


"Parah banget ya?" tanya Lea.


"Ya, lumayan sih, lo ingat waktu lo keguguran. menurut gue itu salah satu sikap kekanak-kanakan lo," ucap Tyas.


"Gue tuh setelah keguguran banyak yang gue pikirin tau, salah satunya kalau gue gak punya anak lagi gimana terus karena gue gak punya anak nanti kan Noah cari cewek lain soal ya banyak yang selingkuh karena si cewek gak punya anak," ucap Lea.


"Gak usah mikir kayak gitu, lo tau gak kalau selama prosesi pemulihan lo waktu itu kak Noah terus ada buat lo bahkan kak Noah sampai sering izin dari kerjanya buat jagain lo. Kak Noah juga selalu bilang ke keluarga sama teman-teman lo termasuk gue buat jangan bahas apapun yang bikin hati lo sedih karena suasana hati lo yang masih sensitif. Tapi, lo malah marah-marah sama kak Noah mana sampai mau cerai lagi," ucap Tyas, yang mengeluarkan semua unek-unek di hatinya.


"Udah deh gak usah dibahas lagi, gue jadi keinget masalah gue sama kak Noah yang udah selesai tau," ucap Lea.


"Emang sengaja gue ingetin lo biar gak terulang kayak dulu lagi," ucap Tyas.


"Gue mau tidur jangan ganggu gue," ucap Lea.


Lea pun merebahkan tubuhnya di kasur dan akhirnya ia terlelap tanpa membersihkan tubuhnya terlebih dahulu.


.


.


.


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2