Tentara Tampanku

Tentara Tampanku
S2 - Ngambek


__ADS_3

Saat ini Noah dan Lea berada di kamar, sejak tadi Lea tidur di dada bidang sang suami. Merek berdua sedang berbincang-bincang mengenai apa yang mereka lakukan saat LDR lebih tepatnya hanya Lea karena memang sejak pulang tadi Lea langsung mengajak Noah ke kamar dan bersandar di dada bidang suaminya itu.


Sejak tadi pula, Noah dengan setia mendengarkan cerita Lea dan terus mengusap perut Lea.


Mereka berdua sendiri memang memutuskan untuk pulang ke apartemen karena tiba-tiba saja Lea ingin pulang ke apartemen, lagipula Lea jarang ke sini saat Noah bertugas.


"Nanti kak Noah mau baby-nya cewek apa cowok?" tanya Lea.


"Aku terserah sih mau baby-nya cewek apa cowok yang penting sehat," ucap Noah.


"Kalau Lea pengen cowok deh," ucap Lea.


"Kenapa?" tanya Noah.


"Ya, biar nanti bisa ngelindugin adik-adiknya gitu," ucap Lea.


"Jadi kamu mau punya anak lebih dari satu," ucap Noah.


"Emangnya kak Noah gak mau ya punya anak lebih dari satu, yaudah kalau gitu kita punya anak satu saja," ucap Lea, dengan mata yang mulai berkaca-kaca.


"Eh, bukan gitu maksud aku sayang," ucap Noah.


Belum sempat Noah menjelaskan semuanya Lea pun berdiri dan keluar dari kamar, "Kamu mau kemana sayang?" tanya Noah dan mengikuti langkah Lea.


Noah dibuat terkejut saat Lea berjalan menuju pintu apartemen, "Kamu mau kemana?" tanya Noah lagi dan menahan tangan Lea yang sebentar lagi akan membuka pintu.


"Lea ke rumah bunda aja," ucap Lea dan menghempaskan tangan Noah.


Noah dibuat terkejut dengan ucapan sang istri, "Kenapa harus ke rumah bunda?" tanya Noah.


"Kamu marah sama aku tadi, maaf sayang maksud aku gak gitu," ucap Noah.


"Iya, Lea tau kok," ucap Lea.


"Terus kenapa mau pulang hem?" tanya Noah.


"Gapapa, mau aja. Kak Noah ke kamar lagi aja biar Lea pulang sendiri ke rumah bunda," ucap Lea.


"Mau naik apa kamu ke sana hem?" tanya Noah.


"Kalau itu gampang, Lea bisa pesen taksi atau jalan kaki," ucap Lea.


"Gak ya, aku gak izinin kamu pergi ke rumah bunda," ucap Noah dan menarik pelan tangan Lea hingga merek berdua saat ini berada di kamar.


"Kenapa gitu? Lea pengen ke rumah bunda hiks hiks," tanya Lea, yang diiringi dengan isak tangisnya.


"Kok nangis sih, sayang jangan nangis lagi ya," ucap Noah dan mengusap lembut punggung Lea.

__ADS_1


"Kenapa kak Noah gak ngebolehin Lea ke rumahnya bunda?" tanya Lea.


"Yaudah, kalau emang kamu pengen ke rumahnya bunda sama aku aja," ucap Noah.


"Gak mau," ucap Lea.


"Kenapa?" tanya Noah.


"Kan Lea ke rumahnya bunda pengen ngehindarin kak Noah," ucap Lea.


"Kenapa gitu?" tanya Noah.


"Ya gapapa," ucap Lea.


Noah sangat gemas dengan tingkah istrinya yang ngambek, Noah pun membaringkan tubuh istrinya dan menyelimutinya lalu tidur di samping Lea serta memeluk Lea dari belakang karena Lea memiringkan tubuhnya hingga membelakangi Noah.


"Kok malah tidur," ucap Lea.


"Iya, soalnya aku gak bisa kalau harus jauh dari kamu apalagi kamu kan lagi hamil, nanti kalau baby-nya pengen ketemu sama aku gimana," ucap Lea.


Noah tidak mendengar respon dari Lea justru ia mendengar isak tangis dari sang istri, Noah pun segera membalikkan tubuh Lea dan langsung menatap bidadari nya yang tengah menangis.


"Kenapa hem? aku ada salah ya? maaf sayang," tanya Noah.


Kak Noah gak salah, Lea yang salah. Harusnya Lea ngertiin kak Noah bukannya malah kayak gini, sikap Lea tadi kekanak-kanakan banget," ucap Lea.


"Gak kak, Lea aja yang sifatnya emang kekanak-kanakan," ucap Lea.


"Oke, salah kita berdua. Kita masih baru dalam menjalin sebuah hubungan jadi kita berdua belum bisa dewasa, jadi karena itu kita harus sama-sama belajar bukan hanya kamu, tapi aku juga dan yang salah bukan hanya kamu, tapi aku juga," ucap Noah dan diangguki kepala oleh Lea.


"Makasih ya kak," ucap Lea dan memeluk Noah.


"Makasih kenapa sayang?" tanya Noah.


"Makasih karena kak Noah udah jadi suami yang pengertian dan baik banget buat Lea," ucap Lea.


"Itu adalah kewajiban aku sebagai suami sayang," ucap Noah.


"Sayang kak Noah," ucap Lea.


"Aku juga sayang banget sama kamu," ucap Noah.


"Oh iya, ini kamu jadi nginep di rumah bunda gak? kalau emang jadi yaudah sama aku aja," tanya Noah.


"Gak usah kak, Lea gak jadi ke rumah bunda," ucap Lea.


"Loh kenapa gak jadi?" tanya Noah.

__ADS_1


"Maksud kak Noah, kak Noah gak suka kalau Lea di sini dan gak ke rumah bunda?" tanya Lea.


'Salah ngomong lagi, baru juga baikan,' ucap Noah, dalam hati.


"Gak gitu sayangku, cintaku, manisku da belahan jiwaku," ucap Noah.


"Terus kenapa?" tanya Lea.


"Karena kan tadi kamu mau ke rumah bunda, siapa tau kamu mau ke rumah bunda itu ngidam gitu," ucap Noah.


"Gak kok kak, tadi Lea pengen ke rumah bunda soalnya marah sama kak Noah, tapi karena sekarang kita udah baikan jadi Lea gak jadi deh ke rumah bunda," ucap Lea.


"Yaudah, kalau gitu sekarang kita tidur ya," ucap Noah dan diangguki Lea.


#


Disisi lain, Nial uring-uringan karena Maudy tidak mengangkat sambungan telepon tersebut. Untuk hubungan Nial dan Maudy memang tidak ada perkembangan, hubungan mereka sama seperti dulu bahkan masih sangat canggung dan kaku.


Nial sendiri sudah mengubungi Maudy dan berniat untuk mengantarnya ke sekolah besok ya seperti biasanya Nial yang mengantar Maudy, tapi karena tadi Maudy berangkat terlebih dahulu sehingga sia-sia Nial menjemput Maudy di kos karena Maudy tidak ada.


Saat ia mengubungi Maudy, Maudy tidak mengangkat teleponnya hingga akhirnya Nial menelpon Daisy dan mengatakan jika Maudy sudah berada di sekolah sejak tadi bahkan saat pulang Nial pun menjemput Maudy, tapi lagi-lagi Maudy sudah pulang sehingga sia-sia Nial menjemput Maudy ke sekolah.


Bukan hanya itu, saat Nial ingin menemui Maudy di kos. Dena mengatakan jika ia Maudy belum pulang karena ia tidak melihat Maudy sama sekali dan karena itulah Nial sejak tadi menghubungi Maudy, tapi sampai sekarang Maudy tidak mengangkat teleponnya.


"Makanya sayang, kalau suka sama perempuan itu jangan di gantung, kan kayak gini jadinya," ucap bunda Rea yang baru saja masuk ke dalam kamar Nial.


"Maksud bunda gini, kalau kamu suka sama Maudy kerja dong, jangan diem doang nanti kalau Maudy diambil orang gimana. Kamu jadi cowok itu harus tegas kalau suka ya bilang ke Maudy kalau suka kalau gak yaudah kamu juga bilang biar Maudy bisa jadi cowok lain," ucap bunda Rea.


"Nial cuma temenan sama Maudy Bun," ucap Nial.


"Yakin cuma temenan," ucap bunda Rea.


"Iya lah Bun," ucap Nial.


"Terus kenapa kamu terus antar jemput Maudy padahal kan kamu juga sibuk di kantor militer?" tanya bunda Rea.


"Ya, karena Nial kasihan aja Bun," ucap Nial.


"Gak ada orang kasihan kayak gitu Nial, terus kenapa kamu uring-uringan waktu Maudy gak angkat telepon kamu karena kamu gak bisa antar jemput Maudy atau kamu gak bisa ketemu sama Maudy. Kamu harus cari tau apa yang kamu rasakan ini masuk ke dalam kategori kasihan atau kategori lainnya," ucap bunda Rea dan Nial hanya diam saja karena benar apa kata bunda Rea jika apa yang ia lakukan ini bukan hanya sekedar kasihan.


.


.


.


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2