
Tak terasa sudah 2 bulan pernikahan Noah dan Lea. Selama itu juga kehidupan rumah tangga mereka aman tentram dan damai ya meskipun beberapa kali Noah dan Lea sempat beradu mulut wajarlah namanya juga berumahtangga menyatukan dua karakter yang berbeda, anggap saja itu bumbu agar rumah tangga Noah dan Lea selalu harmonis, tapi meskipun begitu Lea harus bersyukur karena mendapatkan suami seperti Noah yang sangat sabar menghadapi dirinya apalagi akhir-akhir ini sikap Lea semakin susah di mengerti oleh Noah.
"Kak Noah kok pulangnya lama sih?" tanya Lea, saat melihat Noah yang baru saja masuk ke dalam kamar.
Memang hari ini Noah pulang telat jam 9 malam karena memang ada latihan tambahan untuk timnya.
"Iya, tadi ada latihan tambahan," ucap Noah.
"Masa? tadi Lea telpon Nial, tapi gak ada latihan apa-apa tuh," ucap Lea.
"Kan aku sama Nial beda tim," ucap Noah.
"Alah, ngaku aja kalau kak Noah lagi sibuk sama kak Laura kan," ucap Lea.
'Mulai lagi,' ucap Noah, dalam hati.
"Kok Laura," ucap Noah.
"Iya, tadi kata Nial kak Noah jalan sama kak Laura," ucap Lea.
Inilah yang tidak disukai Noah pada Lea akhir-akhir ini, Lea seringkali berburuk sangka pada Noah dan menuduh Noah yang tidak-tidak, "Aku gak ada apa-apa sama Laura, tadi dia ke rayon karena pengen ketemu sama Reyhan," ucap Noah.
"Terus kenapa kamu jalan sama kak Laura?" tanya Lea.
"Tadi Reyhan pamit duluan karena dipanggil kapten terus aku anter Laura karena dia lupa parkir mobilnya dimana," ucap Noah.
"Alasan," ucap Lea dan menatap tajam Noah.
"Kamu kenapa sih akhir-akhir ini aneh banget, kamu gampang banget curigaan sama aku, aku pulang telat kami curiga ini lah itu lah?" tanya Noah.
"Gimana gak curiga orang kamu nya aja gak setia gitu," ucap Lea.
Noah menatap istrinya jengah selalu saja alasan itu yang dikatakan Lea, "Aku udah setia, harusnya kamu percaya," ucap Noah.
"Ka-kamu nyalahin aku," ucap Lea, yang mulai bergetar karena menahan tangisannya.
"Huh, nangis lagi," gumam Noah dan menarik Lea ke dalam dekapannya.
"Udah ya jangan nangis lagi, kamu kenapa sih kok aneh banget akhir-akhir ini?" tanya Noah.
Lea hanya menggelengkan kepalanya, "Aku mau ke rumah ayah hiks hiks," ucap Lea.
"Gak, kamu kemarin baru pulang dari ruang bunda setelah seminggu nginep loh di sana," ucap Noah.
"Kok gitu, tapi aku pengen ketemu sama ayah," ucap Lea.
"Yaudah, kalau gitu nanti ayah aku suruh ke sini," ucap Noah.
"Heh, gak sopan masa nyuruh orangtua yang ke sini," ucap Lea.
"Huh, yaudah kita ke sana besok setelah aku pulang," ucap Noah.
"Lama dong," ucap Lea.
"Mau atau gak?" tanya Noah.
__ADS_1
"Yaudah iya iya," ucap Lea.
"Sekarang kamu mau apa?" tanya Noah.
"Jalan-jalan yuk kak," ajak Lea.
"Gak, diluar hujan dan udaranya juga dingin, jadi kita di rumah aja," ucap Noah.
"Ish, gimana kalau kita ibadah aja," ucap Lea.
"Ibadah?" tanya Noah.
"Iya, ayo," ajak Lea.
"Ibadah apa?" tanya Noah.
Tanpa menjawab pertanyaan Noah, Lea pun mulai melancarkan aksinya dan akhirnya malam itu mereka berakhir dengan kegiatan malam yang tentunya membuat keduanya kelelahan hingga terlelap begitu saja sampai pagi datang.
Pagi harinya Noah sudah bangun dengan terburu-buru karena telat bagaimana tidaklah ternyata mematikan alarmnya dan justru memeluk erat Noah seolah tidak akan membiarkannya Noah pergi dari rumah, tapi untung saja Noah bisa lepas dari pelukan erat Lea meskipun Lea sempat merajuk ingin pergi ke rumah ayah Alan, tapi Noah berhasil mengatasinya.
"Kamu tunggu ya nanti setelah pulang kita ke rumah ayah," ucap Noah, yang akan berangkat.
"Siap kak," ucap Lea, dengan perasaan sedih karena harus ditinggal Noah.
Hari ini jadwal Lea libur karena itu ia hanya santai di rumah, tidak seperti Noah yang sudah terlambat karena memang ada apel pagi ini dan sekarang sudah jam 08:15, Noah sudah yakin ia akan mendapatkan teguran.
Benar saja ternyata apel sudah selesai, "Kenapa telat?" tanya ayah Alan.
"Maaf komandan," ucap Noah.
Ya, memang ayah Alan sudah menjadi komandan di sana sejak Lea berusia 18 tahun.
Ayah Alan selalu bersikap profesional saat bekerja meskipun Noah adalah menantunya, tapi tetap saja jika salah maka Alan akan menegur dan menindaklanjutinya seperti pada prajurit lainnya.
"Maaf komandan, ini semua salah saya," ucap Noah.
"Apa karena istrimu sampai kau telat?" tanya ayah Alan.
"Bukan komandan, ini semua memang karena saya sendiri," ucap Noah.
"Kau bukan tipe orang yang telat bahkan saat aku lihat absensimu, ini adalah pertama kalinya kau telat sampai 1 setengah jam," ucap ayah Alan.
"Sekali lagi saya minta maaf komandan," ucap Noah.
"Salin isi buku ini dengan tulisan tangan lalu hard cover dan terakhir besok sore harus sudah ada di meja saya," ucap ayah Alan.
Ayah Alan pun memberikan sebuah buku mengenai berbagai macam jenis persenjataan pada Noah. Noah pun mengambil buku tersebut dan segera mengerjakannya.
Noah terus menyalin buku tersebut hingga tanpa terasa sudah pukul 4 sore, bahkan ia sampai melewatkan latihan sore hanya untuk menyelesaikan hukumannya. "Lo gak pulang?" tanya Tian.
"Bentar lagi," ucap Noah.
"Gue sama Andrew mau ke apartemen lo," ucap Tian.
"Buat apa?" tanya Noah.
__ADS_1
"Ya, mau ke sana aja, lagian kita udah lama gak kumpul semenjak kita nikah," ucap Tian.
"Tama?" tanya Noah.
"Tama lagi ada kerjaan di luar negeri dan kayaknya dia pulang Minggu depan," ucap Tian.
"Jangan sekarang, rencananya gue nanti mau ke rumah mertua gue," ucap Noah.
"Kenapa ke rumah? bukannya kamu sama Lea baru juga pulang?" tanya ayah Alan, yang baru saja datang.
"Lea yang minta Yah, dari tadi kemarin sih dia ngerengek mau ke rumah ayah," ucap Noah.
"Jadi, alasan kamu telat karen Lea ngerengek minta ke rumah," ucap ayah Alan.
'Mampus!'
"Yaudah, kamu tinggal dikit kan salinannya, lebih baik kamu segera susul Lea dan antar ke rumah sebelum dia marah," ucap ayah Alan.
"Tapi, tanggung Yah," ucap Noah.
"Kamu bawa pulang aja," ucap ayah Alan dan diangguki Noah.
Baru saja Noah berdiri tiba-tiba ponselnya berdering.
^^^Halo, kenapa, Lea?^^^
Maaf pak, saya menemukan ponsel ini di jalan
^^^Hah! istri saya mana?^^^
Pemilik ponsel ini saja dilarikan ke rumah sakit pak
^^^Rumah sakit mana?^^^
Daiva General Hospital, pak.
Noah pun langsung mematikan sambungan telepon tersebut, "Kenapa Lea?" tanya ayah Alan.
"Lea dilarikan ke rumah sakit Yah," ucap Noah.
"Kita langsung ke rumah sakit sekarang," ucap ayah Alan.
Noah, ayah Alan dan juga Tian pun menuju Daiva General Hospital. Noah mengendarai mobilnya seperti kesetanan fan membuat ayah dan serta Tian menahan napas, 'Nih anak mah lebih parah dari aku dulu,' ucap ayah Alan, dalam hati.
Sesampainya di sana Noah langsung memarkirkan mobilnya tidak beraturan dan masuk ke dalam rumah sakit mencari tempat Lea di rawat, "Bunda," panggil Noah, saat melihat bunda Rea yang berada di depan ruangan tempat Lea di periksa.
"Gimana keadaan Lea bunda?" tanya Noah.
"Bunda juga gak tau, kita berdoa ya semoga Lea tidak apa," ucap bunda Rea.
Hingga beberapa saat kemudian, dokter Karin pun keluar, "Dokter Karin bagaimana keadaan anak saya?" tanya bunda Rea.
.
.
__ADS_1
.
Tbc.