
"Terus gimana caranya kak Noah minta izin ke ayah?" tanya Lea.
Lea masih setia berada di pelukan sang suami apalagi ditambah hujan yang semakin deras bahkan hari pun mulai gelap.
"Sebenarnya aku minta izin sama ayah Alan itu saat aku selesai studi di militer, tapi ayah Alan nyuruh aku buat naik pangkat terlebih dahulu baru aku bisa nikah sama kamu dan alhasil aku sekarang bisa menikah dengan kamu," ucap Noah.
"Kalau kak Noah selesai studi berarti Lea masih sekolah dong," ucap Lea.
"Iya, waktu itu kamu baru mau ujian kelulusan," ucap Noah.
"Berarti lama dong jaraknya antara kak Noah minta Lea ke ayah sama nikahin Lea," ucap Lea.
"Iya, aku itu juga harus melalui beberapa pelatihan seperti dulu saat masuk jadi tentara, tapi kali ini ayah Alan sendiri yang melatih dan akhirnya setelah perjalanan panjang itu aku bisa menikah denganmu," ucap Noah.
"Memang apa aja yang kak Noah lalui dan apa aja latihan yang diberikan ayah sama kak Noah? susah gak?" tanya Lea.
"Ya, lumayan susah sih, apalagi ayah kamu itu seorang tentara jadi dia bakal ngajuin persyaratan serta nguji soal fisik gitu," ucap Noah.
"Apa aja kak?" tanya Lea.
"Banyak dong, mulai dari latihan fisik sampai aku harus jalan kaki dari rumah sampai rumah kamu," ucap Noah.
"Masa kayak gitu sih, ayah jahat banget," ucap Lea.
"Aku gak masalah untuk itu karena aku juga seorang tentara, jadi aku udah terbiasa buat latihan kayak gitu," ucap Noah.
"Tapi, tetep aja kasihan kak Noah, pasti kaki kak Noah sakit banget ya waktu itu," ucap Lea.
"Seneng deh kalau kamu perhatian," ucap Noah dan mengecup bibir Lea bertubi-tubi.
"Kak Noah mah," ucap Lea.
Lea saat ini malu karena melihat perlakuan manis dari sang suami.
"Terus gimana kak?" tanya Lea.
"Terus apa?" tanya Noah.
"Ya, cerita kok kak Noah bisa di izinin ayah buat nikah sama aku," ucap Lea.
"Ya, gitu deh. Kamu ingat yang malam-malam aku datang ke rumah kamu dan bawa buah melon?" tanya Noah.
"Iya inget banget kak, waktu itu kak Noah tiba-tiba datang ke rumah dan bawa buah melon mana kak Noah bawa 6 lagi buat apa banyak kayak gitu," ucap Lea.
"Waktu itu aku jalan kaki dari rumah ke rumah
kamu dan bawa buah melon atas suruhan ayah Alan," ucap Noah.
"Pasti capek banget deh kak Noah, mana bawa buah melon lagi," ucap Lea.
"Gak kok, kalau melon doang mah gak ada apa-apanya sama tas yang biasa aku pake," ucap Noah.
"Terus kenapa kak Noah bawa buah melon?" tanya Lea.
"Karena ayah suka sama buah melon," ucap Noah.
"Hah, sejak kapan ayah suka buah melon?" tanya Lea.
"Emang salah ya?" tanya Noah.
__ADS_1
"Iya, ayah itu sukanya anggur sama kayak Lea. Kalau melon itu uncle Ryan yang suka," ucap Lea.
"Tunggu! jangan-jangan itu mom yang uncle Ryan bawa waktu kumpul di rumahnya Oma Dira," ucap Lea.
"Bisa jadi sih," ucap Noah.
"Maafin ayah ya kak," ucap Lea.
"Gapapa sayang, aku gak pernah mempermasalahkan hal itu kok," ucap Noah.
"Terus gimana lagi kak?" tanya Lea.
"Setelah semua yang ayah Alan suruh aku lakukan akhirnya beberapa saat lalu ayah Alan bilang ke aku kalau aku sudah bisa menikah dengan kamu, tapi karena aku takut ditolak akhirnya aku bilang ke ayah Alan dan Daddy untuk menjodohkan kita berdua," ucap Noah.
"Kenapa kak Noah bisa kepikiran buat kita dijodohkan?" tanya Lea.
"Karena aku yakin, kamu gak akan menolak ucapan ayah Alan. Kamu akan terima apapun itu selama ayah Alan dan bunda Rea bahagia," ucap Noah.
"Ish, kak Noah tau aja. Lea itu ngerasa bersalah kalau sampai gak nurut ucapan ayah sama bunda, walaupun mungkin mereka kecewa doang. Tapi, tetep aja Lea selalu terbayang-bayang rasa penyesalan karena Lea dulu pernah gak nurut saat bunda bilang kalau Lea gak boleh keluar rumah mau makan-makan bareng temen saat SMP dan akhirnya Lea sampai kecelakaan saat mau ke sana bahkan Lea sampai di rumah sakit kurang lebih selama 5 bulan dan setelah itu Lea yakin kalau apapun yang dikatakan ayah dan bunda itu yang terbaik buat Lea," ucap Lea.
"Apa yang kamu pikirkan itu benar, buktinya sekarang mu mendapatkan yang terbaik untuk kamu," ucap Noah.
"Tapi, harusnya kak Noah gentle buat bilang kalau kak Noah suka sama Lea, untung aja Lea gak punya pasangan," ucap Lea.
"Aku akui aku kurang gentle, tapi kamu harus tau kalau aku akan berubah dan akan selalu terbuka untuk kamu. Aku akan memperbaiki semuanya," ucap Noah.
"Makasih ya kak," ucap Lea dan mengusap rahang tegas sang suami.
"Terimakasih untuk apa?" tanya Noah.
"Terima kasih karena udah mau memperjuangkan Lea," ucap Lea.
"Kamu memang pantas untuk diperjuangkan," ucap Noah.
Le masih penasaran mengenai cerita Noah yang bisa menikahinya, apalagi saat ia tau jika Noah juga mencintainya.
"Kamu ingat saat kita ke rumahnya uncle Ryan?" tanya Noah.
"Yang waktu itu Lea sekeluarga telat gara-gara nungguin Daisy?" tanya Lea.
"Iya, waktu itu adalah hari dimana ayah Alan tiba-tiba bilang kalau aku boleh nikahin anak perempuan pertamanya yang sangat aku cintai bahkan aku rela melakukan apapun untuk dia," ucap Noah.
"Tapi, waktu itu kak Noah di jodoh-jodohin sama salah satu anak jenderal kata uncle Ryan," ucap Lea.
"Gak ada itu, itu semua cuma omong kosongnya uncle Ryan, kamu kayak gak tau aja uncle Ryan sekeluarga gak ada yang beres," ucap Noah.
"Ihhh, harusnya saat itu Lea deket sama ayah biar Lea tau kalau kak Noah suka sama Lea," ucap Lea.
"Gak perlu, nanti aku makin gak percaya diri kalau kamu tau aku suka sama kamu," ucap Noah.
"Aku itu suka sama kak Noah tau, aku dulu berpikir bahwa kak Noah jadi pasangan Lea itu kayak mustahil, tapi ternyata kak Noha juga suka sama Lea malahan kak Noah lebih dulu suka sama Lea," ucap Lea.
"I love you," bisik Noah dan mengeratkan pelukannya.
"I love you too," bisik Lea dan menenggelamkan wajahnya di dada bidang suaminya.
Noah dan Lea pun menikmati keheningan yang ada saat ini tak lupa dengan suara hujan yang semakin deras serta diikuti petir dan geledek yang saling bersahutan.
Noah pun melihat sang istri yang berada di dekapannya dan terlihat dengan jelas jika Lea saat ini kedinginan. Noah pun merenggangkan pelukannya lalu melepaskan jaket seragamnya dan ia kenakan pada Lea hingga saat ini Noah hanya memakai kaos tipis yang memperlihatkan ototnya.
__ADS_1
"Gak usah kak, Lea udah pake jaket juga kok, ini kak Noah pake aja. Kak Noah pasti dingin," ucap Lea dan melepaskan jaket tersebut.
Namun, belum sepenuhnya jaket tersebut lepas, tangan Noah sudah menghentikannya terlebih dahulu dan kembali memasangkan jaket tersebut pada Lea.
"Aku udah biasa di udara dingin kayak gini, bahkan lebih dingin dari ini. Jadi, aku tidak masalah dan lebih penting kamu," ucap Noah.
"Tapi, dingin kak, nanti kalau kak Noah sakit gimana," ucap Lea.
"Gampang," ucap Noah dan memeluk Lea.
"Ini udah hangat," ucap Noah.
"Bohong banget yang hangat mah Lea, kan kak Noah yang meluk Lea kecuali kalau gini kak Noah pasti sedikit hangat," ucap Lea dan melepaskan pelukan Noah padanya dan beralih ia yang memeluk Noah.
"Aku suka kalau kamu peluk aku kayak gini, tapi kalau di kamar. Kalau di sini aku lebih suka jika aku yang peluk kamu," ucap Noah dan kembali memeluk Lea.
Lea pun pasrah dan semakin menenggelamkan wajahnya pada dada bidang Noah.
"Dada kak Noah keras," gumam Lea, yang masih dapat didengar Noah.
Noah pun tersenyum, "Wajar kalau tentara dadanya keras, kamu kan pernah lihat bahkan kamu juga penegak pegang dadaku," ucap Noah.
"Kak noah denger?" tanya Lea.
"Iya dong sayang," ucap Noah.
"Malu," gumam Lea.
"Gak usah malu sayang, aku suka kok," ucap Noah.
"Ish, itu mah kak Noah," ucap Lea dan Noah pun tersenyum.
Mereka pun kembali terdiam dan memeluk satu sama lain, "Kayaknya kita harus bermalam di sini," ucap Noah.
"Ini beneran gak bisa balik kak," ucap Lea.
"Iya, kamu lihat sendiri kan gimana derasnya hujan terus masih petir sama geledek, kau gak mu ambil resiko yang membahayakan kamu. Kalau aku gak masalah, tapi kamu," ucap Noah.
"Lea gapapa kok, kan ada kak Noah," ucap Lea.
"Gak sayang, kita lebih baik bermalam di sini. Udah kamu tidur," ucap Noah.
"Terus kak Noah?" tanya Lea.
"Aku bakal jaga-jaga siapa tau ada binatang yang datang," ucap Noah.
"Kalua gitu nanti kita gantian aja kak," ucap Lea.
"Iya, kamu tidur sekarang. Nanti aku bangunin kamu buat gantian," ucap Noah dan diangguki Lea.
Lea pun mulai terlelap dalam pelukan hangat sang suami. Sedangkan, Noah masih berjaga-jaga di sana, bohong jika Noah membangunkan Lea.
Noah mengatakan hal itu agar Lea cepat tidur, ia tidak ingin membuat Lea sampai bangun dan berjaga untuk menggantikan dirinya.
"Selamat tidur cantiknya Noah," bisik Noah dan mengecup kening Lea.
.
.
__ADS_1
.
Tbc.