Tentara Tampanku

Tentara Tampanku
Balik Ke Kota?


__ADS_3

"Gue tadi pas jaga pasien gue tiba-tiba gue denger ucapan dokter Danu dan dokter Nando yang bakal pulangin beberapa dokter ya walaupun gak semuanya. Tapi, bakal ada yang di pulangin bahkan kata dokter Nando yang kemungkinan pulang itu ada 75 persen dokter," ucap Qilla.


"Semoga gue salah satunya," ucap Rea.


"Heh! jangan dong masa gue harus kepisah dari lo sih," ucap Qilla.


"Emangnya lo yakin bakal tetep di sini?" tanya Rea.


"Ya, gak tahu juga sih, tapi gue berharapnya gue masih di sini biar mata gue seger gitu. Kalau di rumah sakit kan mata gue sempet ketemunya sama Bima, Pandu, Ivan sama dokter Max. Mana mereka udah ada pasangannya lagi," ucap Qilla.


"Itu mah nasib, tapi emangnya lo masih suka sama Pandu?" tanya Nina.


"Gak ya, sorry gue uda move on sekarang gue mau fokus sama para prajurit negara aja deh atau gak gue sama pilot aja, tapi gue takut kalau terjadi apa-apa gimana. Hiii gak mau ah mending sama pengusaha aja deh," ucap Qilla.


"Beneran udah gak suka Pandu?" tanya Nina.


"Beneran, gue aja merasa kalau gue bodoh, kok bisa-bisanya gue pernah suka sama modelannya kayak gitu bahkan gue sampe nembak dia lagi dan sekarang gue nyesel pernah suka sama dia," ucap Qilla.


"Alah, dulu lo pernah marahan sama Rea karena Pandu suka sama Rea padahal mah Rea gak tahu apa-apa," ucap Nina.


"Ya, itukan dulu gitu loh kalau sekarang mah gak dong," ucap Qilla.


Pandu adalah salah satu perawat pria yang ada di Daiva General Hospital. Selain itu, Pandu sendiri saya ini sudah memiliki kekasih bahkan beberapa bulan lagi ia akan menikah dengan kekasihnya. Untuk Qilla sendiri, ia menyukai Pandu sejak pertama kali Pandu magang di ruang sakit tersebut dan akhirnya bekerja di sana. Bahkan, Qilla secara terang-terangan menunjukkan rasa sukanya dengan memberikan makanan atau minuman pada Pandu, tapi karena Pandu tidak enak untuk menolak akhirnya ia menerima segala pemberian dari Qilla dan karena itu juga membuat Qilla merasa jika cinta diterima oleh Pandu dan dengan semangat Qilla pun menembak Pandu, tapi sayang seribu sayang Pandu menolaknya dan mengatakan jika ia sudah bertunangan dengan kekasihnya sejak kuliah.

__ADS_1


Semenjak kejadian itulah Qilla mulai melupakan Pandu dan kembali pada nasibnya yang jomblo. Bahkan Qilla pernah mendengar jika Pandu sempat menyukai Rea, tapi karena tidak ada respon dari Rea Pandu pun menyerah. Qilla yang mendengar hal itu tentunya tidak terima dan memikirkan jika Pandu adalah cowok b******k karena sudah memilih kekasih, tali ia justru menyukai perempuan lain.


Hal itu juga yang membuat Qilla sempat marah pada Rea dan mereka tidak bertegur sapa kurang lebih selama 2 hari, karena Rea merasa tidak melakukan kesalahan apapun ia jadi bingung dan meminta penjelasan dari Qilla, tapi Qilla justru menghindarinya dan mau tidak mau justru bunda Nara yang akhirnya menjadi penengah antara Rea dan Qilla.


Rea sendiri saat itu tidak dapat menahan tawanya karena Qilla cemburu padanya, padahal Rea sendiri tidak terlalu dekat dengan Pandu bahkan untuk mengobrol saja Rea rasa ia tidak pernah dan mungkin jika ia di suruh menebak nama pria yang bernama Pandu itu Rea tidak akan tahu.


"Btw, nanti kalau Pandu nikah kalian datang gak?" taubat Nina.


"Emangnya kita di undang?" tanya Rea.


"Katanya sih iya, orang nih ya kata perawat lainnya itu semua tenaga medis di rumah sakit bakal di undang. Lo tahukan siapa tunangannya Pandu yang bisa di bilang perempuan cantik, kayak, mandiri, baik dan tentunya idaman banget ya jelas dong Qilla kalah iya gak, La," goda Nina.


"Kok gue sih, padahal gue diem loh dari tadi. Udah ah gue males di sini soalnya kalian semua pada gak asik," ucap Qilla dan pergi meninggalkan kedua sahabatnya yang sedang tertawa itu.


"Dokter Rea," panggil seorang perempuan.


"Dokter Gina, ada apa?" tanya Rea.


Dokter Gina adalah dokter dari rumah sakit Ambarita yang juga menjadi relawan, Rea sendiri tidak terlalu dekat atau kenal dengan dokter Gina karena memang ini pertama kalinya Rea menjadi relawan, jadi ia tidak tahu siapa saja yang menjadi relawan. Selain itu juga, karena Rea juga termasuk orang yang sulit untuk berbaur dengan orang asing.


"Dokter Rea hari ini gak sibuk ya?" tanya dokter Gina.


"Iya, dokter. Hari ini saya gak sibuk karena sebagian pasien yang saya rawat mulai membaik," ucap Rea.

__ADS_1


"Berarti nanti dokter Rea bakal balik ke kota dong," ucap dokter Gina.


Entahlah Rea tidak tahu harus berkata apa terutama setelah melihat ekspresi bahagia dari dokter Gina, Rea dapat melihat dokter Gian tersenyum setelah mengatakan hal tersebut seolah ia senang jika Rea kembali ke kota dan tidak ada di tempat ini.


"Iya, mungkin sebentar lagi saya bakal balik ke kota, memangnya ada apa dokter Gina kok tanya soal itu?" tanya Rea.


"Ah, tidak ada apa-apa kok. Oh iya Hem dokter Rea ada hubungan ya sama kapten Alan?" tanya dokter Gina.


Rea tidak bodoh, ia tahu maksud dari dokter Gina yang menanyakan hal itu. 'Ini kenapa semua orang selalu nanya soal hubungan gue sama kapten Alan, gue itu gak ada hubungan apa-apa sama kapten Alan. Lagian gue udah punya suami tahu gak, ya kali gue selingkuh sih yang ada gak tenang hidup gue terus gue di usir sama keluarga gue. Walaupun gue belum pernah ketemu sama suami gue, tapi gue percaya suami gue itu setia dan gue jadi gue juga harus setia,' ucap Rea, dalam hati.


"Dokter Rea," panggil dokter Gina.


"Ah iya dokter Gina, ehm begini ya saya itu tidak memiliki hubungan apapun dengan kapten Alan, saya jadi bingung kenapa banyak sekali yang tamat ke saya mengenai hubungan saya dengan kapten Alan, padahal saya tidak memiliki hubungan apapun loh," ucap Rea.


"Oh iya, tapi menurut kabar yang beredar dokter Rea dan kapten Alan dekat bahkan saling menyukai dan memiliki hubungan," ucap dokter Gina.


"Kenapa bisa begitu, saya dekat dengan kapten Alan pun cuma karena tugas saja tidak ada hal lain kok," ucap Rea.


"Tapi, saya dengar kapten Alan itu anti dengan perempuan walaupun itu karena tugas nah mungkin karena itu akhirnya banyak yang penasaran dengan hubungan dokter Rea dan kapten Alan," ucap dokter Gina.


"Kalau memang karena itu berarti harus saya tegaskan jika saya dan kapten Alan tidak memiliki hubungan apapun, kamu dekat pun hanya sebatas tugas saja tidak lebih," ucap Rea dan dokter Gina hanya tersenyum mendengarnya.


'Yes, gue ada kesempatan buat deket sama kapten Alan,' ucap dokter Gina, dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2