Tentara Tampanku

Tentara Tampanku
S2 - Ditinggal?


__ADS_3

"Kenapa?" tanya ayah Alan.


"Ada yang mau Nial katakan ke ayah," ucap Nial.


Saat ini Nial berada di kamar ayah Alan dan bunda Rea dan di sana juga terdapat kedua orangtuanya, Nial sengaja memilih berbicara di kamar orangtuanya agar lebih privasi saja karena memang di luar ada sahabat orangtuanya.


"Kamu mau bicara apa kok gak diluar aja?" tanya bunda Rea.


"Huh, Nial mau serius sama Maudy," ucap Nial.


"Maksudnya?" tanya bunda Rea yang berusaha menutupi keterkejutannya.


"Nial ingin menikahi Maudy dan mungkin untuk Minggu ini Nial akan pergi menemui ayah Maudy dan meminta restu padanya," ucap Nial.


"Maudy udah tau masalah ini?" tanya bunda Rea.


"Iya, Maudy tau Bun," ucap Nial.


"Maudy setuju dengan niat baikmu itu?" tanya bunda Rea.


"Iya Bun, Maudy setuju dan karena itu Nial ingin segera menikahi Maudy, Nial tidak ingin terus-menerus gelisah karena Maudy jauh dari pengawas Nial," ucap Nial.


"Kamu suka Maudy atau kamu hanya main-main?" tanya ayah Alan.


"Maksud ayah?" tanya Nial.


"Kamu yakin apa yang kamu rasakan ke Maudy itu rasa suka bukan hanya sekedar rasa kasihan atau yang lainnya?" tanya ayah Alan.


"Nial yakin Yah, sebelum nial mengutarakan niat baik Nial, Nial juga sudah mengetes diri Nial dan ternyata Nial yakin kalau ini adalah rasa suka," ucap Nial.


"Ayah tidak ingin saat kamu sudah menjalin hubungan apalagi dalam ikatan pernikahan lalu kamu berpisah hanya karena sebuah masalah," ucap ayah Alan.


"Iya Yah, Nial ngerti. Nial akan berjanji pada diri Nial, kalau Nial gak akan mengecewakan siapapun baik itu ayah, bunda, Maudy dan keluarga Maudy," ucap Nial.


"Memangnya kamu yakin jika keluarga Maudy menerima kamu?" tanya ayah Alan dan berhasil membuat Nial terdiam.


"Ayah kok bilang kayak gitu sih, harusnya kita sebagai orang tua itu kasih semangat buat Nial dan berdoa semoga Nial diterima oleh keluarga Maudy," ucap bunda Rea.


"Bukan gitu sayang, aku hanya tanya karena kan aku tau gimana ayahnya Maudy yang tidak suka dengan Nial," ucap ayah Alan.


"Nial tau soal itu dan Nial bakal berusaha untuk meyakinkan ayahnya Maudy," ucap Nial.


"Ayah tidak pernah melarang kamu apalagi ini adalah niat baik kamu, jadi ayah merestui hubungan kamu dan Maudy," ucap ayah Alan.


"Bunda juga, bunda bakal berdoa yang terbaik buat kamu," ucap bunda Rea.


"Makasih ayah, bunda udah mau menerima keputusan Nial," ucap Nial dan diangguki bunda Rea.


"Kamu ke rumah ayahnya Maudy sama siapa? apa kita langsung melamar Maudy Minggu ini?" tanya bunda Rea.


"Rencananya Nial akan bicara terlebih dahulu sama ayahnya Maudy Bun, kalau ayahnya Maudy udah setuju maka setelah itu Nial berencana melamar Maudy secara resmi ke keluarganya," ucap Nial.

__ADS_1


"Ayah setuju, kamu jangan langsung melamar Maudy secara resmi, tapi kamu tanyakan dulu dengan keluarga Maudy," ucap ayah Alan.


"Iya Yah," ucap Nial.


"Kamu ke sana sendirian?" tanya ayah Alan.


"Iya yah," ucap Nial.


"Jangan, kamu ke sananya sama Noah aja," ucap ayah Alan.


"Tapi, Yah. Lea kan lagi hamil, emangnya Lea mau ditinggal sam Noah. Orang yang waktu Noah ke supermarket aja Lea gak mau ditinggal," ucap bunda Rea.


"Kita bicarakan dulu sama Lea soal itu," ucap ayah Alan.


"Nial sih terserah, mau sendiri ataupun sama kak Noah," ucap Nial.


"Nanti setelah semuanya pulang, kita bicarakan dengan Noah dan Lea," ucap ayah Alan dan diangguki Nial.


Malam harinya semua tamu telah pergi dan yang berada di ruang tamu saat ini hanya ada ayah Alan, bunda Rea, Lea, Noah, Nial dan Daisy.


"Jadi gini ada uang mau ayah sampaikan," ucap ayah Alan.


"Apa Yah?" tanya Lea, yang bersandar di dada bidang suaminya.


"Jadi, Nial ingin melamar seseorang," ucap ayah Alan.


"Apa! kak Nial mau nikah, sama siapa? Daisy tau gak orangnya?" tanya Daisy.


"Hehehe, iya Bun. Daisy refleks aja tadi," ucap Daisy.


"Siapa calonnya?" tanya Lea.


"Maudy kak," ucap Nial.


"Hah! Maudy yang ngajar satu sekolahan sama Daisy?" tanya Daisy.


"Iya," ucap Nial.


"Kok bisa?" tanya Daisy.


"Ya, bisa ini buktinya," ucap Nial.


"Ish, yang jelas dong kak," ucap Daisy.


"Kan bener emang bisa buktinya ya ini kakak udah serius sama Maudy dan mau nikah sama dia," ucap Nial.


"Terus ada masalah Yah?" tanya Noah.


" yakin masalah juga sih, jadi rencananya Nial akan menemui keluarganya Maudy Minggu ini dan setelah keluarganya Maudy setuju terus kita sekeluarga akan datang melamar Maudy. Terus ayah juga pengennya kamu temenin Nial untuk menemui keluarganya Maudy karena kan di sini yang bisa diandalkan itu kamu," ucap ayah Alan.


"Gak bisa ya kalau ayah?" tanya Lea.

__ADS_1


"Ayah ada acara sayang dan gak bisa ditinggalkan, jadinya ayah minta sama Noah," ucap ayah Alan.


"Tapi, Lea gak mau ditinggal sama kak Noah lagi," ucap Lea dan membalikkan tubuhnya lalu memeluk tubuh Noah.


"Hanya sebentar kok sayang gak sampe dua hari," ucap bunda Rea.


"Kalua gitu kak Lea ikut aja kan jadinya kak Lea gak usah ditinggal sama kak Noah gimana," ucap Daisy.


"Bener ya kata kamu, yaudah kalau gitu Lea ikut aja," ucap Lea.


"Jangan ya sayang, takutnya nanti kamu gak kuat lagi selama perjalanan," ucap Noah.


"Iya kak, masalahnya perjalannya ke desa itu cukup jauh belum lagi jalanan yang berlubang terus kak Lea juga kan lagi hamil," ucap Nial.


"Gapapa kok, daripada kakak harus jauh dari kak Noah kan," ucap Lea.


"Sayang, jangan ya. Kamu di rumah aja biar aku aja yang temenin Nial," ucap Noah.


Lea menatap Noah dan mulai berkaca-kaca, "Jadi, kak Noah pengen ninggalin Lea ya, yaudah kalau gitu kak Noah temenin aja Nial biar Lea sendirian di sini lagipula Lea juga biasa kok sendirian," ucap Lea dan berdiri lalu menuju kamarnya.


Noah menghela napas dan meminta izin pada semua orang untuk menyusul Lea, "Noah ke kamar dulu ya," pamit Noah.


"Iya, kamu ke kamar aja dulu bujuk istri kamu," ucap ayah Alan dan diangguki Noah.


Setelah berpamitan Noah pun masuk ke dalam kamarku dan minat Lea yang tidur dengan membelakanginya, Noah pun tersenyum baginya Lea sangat lucu jika tengah marah seperti ini.


Noah juga sudah tidak asing lagi dengan sikap manja Lea pada dirinya apalagi semenjak Lea hamil sikap manja, ambekan dan keras kepalanya terlihat berbeda dengan sikap Lea yang dulunya takut berubah secara perlahan hingga Lea mulai bersikap biasa pada dirinya walaupun tetap saja Lea sering merasa takut jika bersama adegan Noah.


"Sayang, gapapakan kalau aku nemenin Nial," ucap Noah.


"Hem," jawab Lea, yang masih berada di posisi awalnya.


Noah uang akan kembali bersuara pun terkejut saya mendengar Isak tangisan sang istri, "Loh sayang kenapa kok ku nangis sih? aku salah ya? maaf, aku gak bermaksud buat ninggalin kamu atau semacamnya," tanya Noah.


Noah merasa khawatir melihat air mata Lea dan untung saja Lea segera mengubah posisinya menjadi duduk hingga saat ini Lea berhadapan secara langsung dengan Noah.


"Kenapa hem?" tanya Noah dan menghapus air mata sang istri.


"Kak Noah jangan pergi hiks hiks, Lea gak mau ditinggal lagi sama kak Noah kayak dulu apalagi sekarang Lea kan juga lagi hamil, emangnya kak Noah biarin Lea sendirian gitu," ucap Lea.


"Cuma beberapa hari doang sayang dan setelah itu aku janji bakal langsung pulang kok," ucap Noah.


"Yaudah, kak Noah pergi aja gapapa kok Lea izinin," ucap Lea dan kembali pada posisi sebelumnya yaitu tidur dengan memunggunginya Noah.


.


.


.


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2