Tentara Tampanku

Tentara Tampanku
S2 - Ketakutan Lea


__ADS_3

"Lan jangan gegabah, apa gak ada cara lain?" tanya daddy Albert.


"Ayah kecewa sama kamu Noah, ayah tidak pernah membentak putri ayah dan aku justru membentaknya, tapi ayah juga sadar kamu seperti itu karena sikap kekanak-kanakan Lea," ucap ayah Alan.


"Daddy yakin untuk masalah ini bisa selesain secara baik-baik, yang kalian butuhkan adalah saling mengobrol dan saling terbuka, keluarkan semua apa yang di pikiran kalian dan tentunya kalian berdua sama salah," ucap daddy Albert.


"Kalau kamu memang sudah tidak sanggup dengan putri ayah, kamu bisa berikan Lea pada ayah," ucap ayah Alan.


"Gak Yah, Noah masih bisa kok, ini semua masih bisa diatasi," ucap Noah.


"Ayah sangat percaya sama kamu, tapi ingat jika ayah tau kamu membentak dan melakukan hal yang melanggar perjanjian kita maka tak segan-segan ayah akan mengambil Lea dan akan menjauhkan kamu dari Lea," ucap ayah Alan.


"Noah janji Yah," ucap Noah.


"Baiklah, ayah percayakan padamu semuanya," ucap ayah Alan.


"Terima kasih Yah," ucap Noah.


Mereka bicara tersebut di luar kamar Lea ya, memang tadi ayah Alan langsung membawa Noah keluar agar Lea tidak melihat dan mendengarkannya.


"Noah bisa bicara sebentar," ucap bunda Rea, yang baru saja keluar dari kamar tersebut.


"Iya bunda," ucap Noah.


Saat ini Noah, bunda Rea, ayah Alan dan daddy Albert duduk di sofa yang berada di ruang keluarga dekat kamar Lea, "Maafin sikap Lea yang kekanak-kanakan," ucap bunda Rea.


"Iya Bun, Noah ngerti kok," ucap Noah.


"Lea kayak gini karena mentalnya sedang tidak baik-baik saja, Lea takut kamu akan mencari perempuan lain yang bisa memberikan keturunan buat kamu," ucap bunda Rea.


"Noah tidak pernah berpikir untuk mencari perempuan lain Bun," ucap Noah.


"Bunda tau, tapi pikiran Lea saat ini tidak baik-baik saja, dia berpikir buruk mengenai hubungan kalian. Bunda tau harusnya Lea percaya sama kamu, tapi Lea mental benar-benar terpukul," ucap bunda Rea.


"Noah akan berusaha untuk membuat Lea seperti dulu Bun," ucap Noah.


"Kamu juga harus tau jika Lea pernah melihat kamu bersama Laura," ucap bunda Rea.


"Laura?" tanya Noah.


"Iya, Laura sepupu kamu. Mungkin karena itu pikiran Lea semakin buruk mengenai hubungan kalian berdua," ucap bunda Rea.


"Sekarang Noah paham kenapa Lea berpikiran jika Noah akan mencari perempuan lain," ucap Noah.


"Harusnya ayah tidak menyalahkan kamu," ucap ayah Alan.

__ADS_1


"Tidak apa Yah, Noah yang harusnya lebih bersabar menghadapi Lea," ucap Noah.


"Selesaikan permasalahan kalian, semuanya bisa dibicarakan dengan baik-baik," ucap daddy Albert dan diangguki Noah.


Noah pun menuju kamarnya dan masuk ke dalam, setelah itu mommy Emma yang mengusap punggung Lea pun menatap putranya dan segera pergi meninggalkan mereka berdua, "Sayang," panggil Noah dan memeluk tubuh istrinya dari belakang.


"Sayang, maaf," ucap Noah dan mengeratkan pelukannya.


Noah tidak mendapat respon dari Lea, justru ia mendengar Lea yang menangis. Dengan cepat Noah membalikkan tubuh istrinya itu, "Kok nangis, maaf sayang aku salah," ucap Noah dan memeluk Lea.


Akhirnya Lea membalas pelukan Noah dan menangis di dada bidang suaminya itu, "Kakak gak salah, yang salah Lea hiks hiks harusnya Lea gak mikir kayak gitu sama kakak hiks hiks hiks," ucap Lea.


"Gak sayang, kamu gak salah. Udah ya gak usah bahas yan lalu, sekarang kita lupain semuanya dan mulai kayak dulu lagi," ucap Noah.


"Hiks hiks, maaf Lea cuma takut," ucap Lea.


"Udah sayang, ada aku di sini kami gak usah takut ya," ucap Noah dan memeluk Lea tak lupa ia juga mengusap punggung istrinya itu.


"Kalau nanti Lea gak bisa hamil lagi gimana hiks hiks?" tanya Lea dan semakin histeris.


"Kamu tau, aku menikahi kamu itu bukan untuk mendapatkan keturunan dan kalaupun memang tuhan memberikan kesempatan kita untuk mendapatkan keturunan aku anggap itu bonus dalam rumah tangga kita, aku terima kamu apa adanya sayang," ucap Noah dan mengecup kening Lea.


"Tapi, gimana sama orang-orang pasti mereka kecewa sama aku yang gak bisa ngasih kamu keturunan?" tanya Lea.


"Sayang, dengar. Aku tidak peduli masalah keturunan yang aku inginkan hanya bersama kamu sampai maut yang memisahkan kita," ucap Noah dan mengecupi bibir Lea bahkan **********.


"Kak Noah," panggil Lea.


"Iya kenapa sayang? ada yang sakit?" tanya Lea.


"Kak Noah panggil Lea sa-sayang," ucap Lea dan Noah pun tersenyum.


"Iya, mulai sekarang aku akan berusaha untuk memanggil kamu sayang," ucap Noah.


"Tapi, Lea manggilnya tetep kakak gak masalah kan?" tanya Lea.


"Sayang, aku tidak mempermasalahkan itu," ucap Noah dan memeluk Lea menyalurkan kehangatan untuk istrinya itu.


"Sekali lagi maaf kak, ketakutan Lea membuat rumah tangga kita berantakan," ucap Lea.


"Udah gapapa sayang, buat ini sebagai pembelajaran untuk kedepannya," ucap Noah.


"Hem, kalau boleh tau apa yang kamu pikirkan?" tanya Noah.


Lea pun mulai menceritakan semuanya ketakutannya pada Noah mulai dari Lea yang takut jika tidak bisa hamil lagi untuk selamanya dan juga mengenai pendapat orang-orang tentang wanita yang mengalami keguguran dimana banyak orang rumah sakit yang menyalahkannya karena tidak dapat menjaga kandungannya serta ketakutan Lea yang paling besar dimana Noah mencari perempuan lain yang lebih baik dari dirinya dimana perempuan yang bisa memberikannya keturunan dan menjaga kandungannya tidak seperti Lea.

__ADS_1


Noah mendengar semua ketakutan Lea dan memeluk Lea saat Lea mulai menangis, "Sayang, kamu jangan mikir kayak gitu lagi ya, kamu harus ingat aku gak pernah menuntut kamu untuk segera hamil, kita berjuang bersama-sama ya kalaupun memang kita tidak memiliki momongan nantinya itu tidak jadi masalah yang terpenting kita sudah berusaha," ucap Noah dan Lea menganggukkan kepalanya.


"Satu lagi, aku dan Laura tidak ada hubungan apapun, Laura sudah punya tunangan dan mereka akan segera menikah. Jadi, tolong berhenti berpikiran yang tidak-tidak mengenai aku dan Laura, aku hanya menganggap Laura sepupu tidak lebih," ucap Noah.


"Maaf kak," lirih Lea.


"Gapapa sayang, kamu gak salah. Aku aja yang kurang peka sama situasi yang kamu hadapi," ucap Noah.


"Kamu gak marah?" tanya Lea.


"Marah?" tanya Noah.


"Iya, marah," ucap Lea.


"Marah kenapa?" tanya Noah.


"Karena kamu kehilangan anak kamu," lirih Lea.


"Huh, bohong kalau aku gak sedih, marah sama kecewa. Tapi, apa boleh dibuat semuanya udah terjadi, yang harus kita lakukan saat ini kembali berusaha dan berhati-hati," ucap Noah.


"Maaf," ucap Lea.


"Sayang, aku gak suka ya kalau kamu minta maaf terus. Di sini bukan hanya kamu yang salah, tapi juga aku. Anggap ini pembelajaran bagi kita," ucap Noah.


"Makasih, sayang," ucap Lea dan memeluk Noah.


"Kamu tadi manggil aku apa?" tanya Noah.


"Malu," ucap Lea, dengan menggelengkan kepalanya.


"Kenapa harus malu?" tanya Noah.


"Gak mau, malu," cicit Lea.


Noah pun tersenyum mendengarnya dan memeluk erat Lea yang berada di pelukannya, "Tidur ya sayang," ucap Noah.


Akhirnya mereka pun tertidur dengan saling memeluk menyalurkan kerinduan karena beberapa hari ini memang hubungan mereka renggang.


Pagi harinya Noah bangunan terlebih dahulu dan melihat istrinya yang masih tertidur dalam dekapannya, "Kamu tau, aku beruntung bisa menikahi denganmu dan aku tidak akan pernah melepaskanmu," gumam Noah.


.


.


.

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2