
Rea menghentikan kegiatannya dan membalikkan badannya laku menatap beberapa orang yang tadi memanggil nama Alan.
"Dokter Rea," panggilnya, dengan wajah terkejut dan nada tidak percaya.
Rea tentunya terkejut dengan kedatangan mereka semua, "Ini dokter Rea kan, kok dokter Rea bisa ada di sini?" tanya Ryan.
Ya, mereka adalah anggota tim Alan yang berada di daerah perbatasan dan tentunya mereka sudah tahu Rea karena Rea juga pernah menjadi relawan di sana bukan. Semua anggota tim Alan terkejut kecuali Alvin tentunya karena ia tahu perihal hubungan Alan dan Rea.
Saat tengah selain menatap tiba-tiba suara dari kamar mandi mengejutkan Rea dan juga orang-orang yang ada di sana, "SAYANG, TOLONG AMBILIN KAOS YANG BIASA AKU PAKE DONG," teriak Alan dari dalam kamar mandi.
"I-IYA SEBENTAR," teriak Rea.
"Ka-kalian silahkan duduk dulu, kapten Alan lagi mandi," ucap Rea.
Rea pun berlari menuju kamar lalu keluar dengan kaos Alan yang ada di tangannya. Kamar mandi di rumah dinas memang berada di luar kamar lebih tepatnya berada di dekat dapur, dapur sendiri dapat terlihat di ruang tamu karena ada sekatnya sedang kamar mandi tidak karena masuk ke lorong. Sebab itu Rea harus ke kamar terlebih dahulu untuk mengambil pakaian.
Rea mengetuk pintu kamar mandi, "Mas, ini kaosnya," ucap Rea.
Alan pun membuka pintu kamar mandi dan mengambil kaos tersebut, "Makasih sayang," ucap Alan.
Alan mengatakan hal tersebut cukup keras sehingga dapat di dengar oleh anggotanya yang berada di ruang tamu, mereka saling pandang seolah-olah bertanya-tanya apa hubungan Alan dan Rea.
Rea pun menuju ruang tamu, "Ehm, kalian mau minum apa?" tanya Rea.
"Tidak perlu repot-repot dok, cukup teh hangat aja gapapa," ucap Gara.
"Itu namanya ngerepotin bego," ucap Ryan.
"Hehehehe, protes aja sih sersan Ryan ini," ucap Gara.
"Yasudah kalau gitu tunggu sebentar," ucap Rea dan menuju dapur.
"Sayang, udah masak belum," ucap Alan dan menghampiri Rea.
Alan tidak menyadari jika para anggotanya sedang melihat ke arahnya, "Apa sayang?" tanya Alan, saat melihat Rea yang mengerutkan keningnya.
"Apa hem?" tanya Alan lagi. Namun, kali ini ia sudah mendekat ke arah Rea.
"Jangan deket-deket ada anggota kamu," bisik Rea.
"Anggota?" tanya Alan dan diangguki Rea, lalu Rea menunjuk para anggota Alan yang ada di ruang tamu menggunakan dagunya.
Alan lun mengikuti arah dagu Rea dan menatap segerombolan orang yang berada di ruang tamu dan tentu saja hal itu membuat Alan terkejut, "Kalian kenapa di sini?" tanya Alan dan menghampiri para anggotanya itu.
"Kita ini kangen tahu sama kapten Alan dan mau bikin kejutan buat kapten Alan, eh justru kita semua yang di buat terkejut," ucap Ryan.
"Jawab saja kenapa kalian ada di sini? bukannya kalian harusnya masih di daerah perbatasan?" tanya Alan.
"Huh, tim 9 di ganti sama tim lain dua hari lalu dan karena itu sekarang kita semua ada di sini," ucap Ryan.
"Kenapa aku tidak tahu apa-apa?" tanya Alan.
__ADS_1
"Kita memang sengaja bilang ke komandan Ivan untuk gak bilang ke kapten Alan biar kejutan gitu," ucap Raka.
"Oke, sekarang jelasin ada hubungan apa kapten Alan dan dokter Rea? kenapa dokter Rea ada di rumahnya kapten Alan? gak mungkinkan dokter Rea di sini kalau kalian gak punya hubungan, apalagi tadi kapten Alan manggil dokter Ra SAYANG?" tanya Ryan, saat Rea membawa minuman untuk mereka.
Rea pun menaruh minuman tersebut di atas meja dan berniat untuk pergi dari ruang tamu membiarkan Alan uang mengatakan semuanya. Namun, langkahnya terhenti karena tiba-tiba Alan menarik tangannya hingga ia duduk di samping Alan.
"Dokter Rea itu istriku," ucap Alan.
"APA! ISTRI!' pekik semua anggota tim Alan kecuali Alvin.
"Hem." Alan hanya menjawabnya dengan berdehem saja.
"Kapan nikahnya kok gue gak tahu?" tanya Ryan.
"Udah dari dulu," ucap Alan.
"Iya, tepatnya kapan?" tanya Ryan.
Belum sempat Alan menjawab, Kino terlebih dahulu mengatakan sesuatu yang kembali membuat semua orang terkejut, "Berarti waktu saya jemput kapten Alan itu, kapten Alan nikah sama dokter Rea?" tanya Kino.
"Hem."
"Hah! Kino jemput Alan pas nikah, tunggu berarti sebelum dokter Rea jadi relawan dong?" tanya Ryan.
"Hem."
"Sumpah gue gak nyangka Alan udah nikah," ucap Ryan, dengan heboh.
"Berarti kapten Alan dan dokter Rea selama ini pura-pura gak kenal waktu dokter Rea jadi relawan?" tanya Raka.
"Hah! dokter Rea gak tahu dong kalau selama ini kapten Alan itu suaminya?" tanya Ryan, pada Rea.
"I-iya," ucap Rea, dengan menganggukkan kepalanya.
"Wah! sumpah kaget banget gue, lo juga kaget kan Vin?" tanya Ryan, dengan menyenggol lengan Alvin.
"Gak," ucap Alvin, dengan wajah datarnya.
"Kenapa lo gak kaget, gue aja kaget banget?" tanya Ryan.
"Gue udah tahu kali," ucap Alvin.
"Lo tahu? lo tahu sejak kapan?" tanya Ryan.
"Ya, beberapa hari sebelum dokter Rea balik ke kota," ucap Alvin.
"Parah sih sahabat gue ini! gue kayak di anak tirikan tahu gak," ucap Ryan.
"Lebay," cibir Alan.
"Tapi, kenapa lo gak kasih tahu geu atau yang lainnya kalau lo udah nikah?" tanya Ryan.
__ADS_1
"Rencananya gue mau ngasih tahu nanti kalau Rea udah tahu gue suaminya dan karena sekarang dia udah tahu gue suaminya, jadi gue kenalin ke kalian ini Rea atau dokter Rea dia istri gue," ucap Alan.
"Jahat banget sumpah kapten Alan," ucap Gara.
"Udah gak usah drama sekarang mendingan kalian ke rumah kalian," ucap Alan.
"Dih, ngusir nih ceritanya," ucap Ryan.
"Iya, gue ngusir," ucap Alan.
"Keganggu ya kalau ada di rumah lo?" tanya Ryan.
"Tuh udah tahu, masih juga nanya," ucap Alan.
"Kapten Alan," panggil Kino.
"Kenapa?" tanya Alan.
"Hem, nikah enak ya?" tanya Kino.
"WAH! ENAK BANGET!" pekik Alan.
"Enaknya apa?" taubat Kino.
"Nih ya kalau kalian nikah kalian bisa peluk pasangan kalian kayak gini," ucap Alan dan memeluk Rea dengan erat.
"Terus kapan juga bakal terjamin hidupnya karena ada yang ngatur semuanya dan yang terpenting sekarang kalian gak perlu guling karena udah ada istri yang bisa dijadiin guling," ucap Alan.
"Gak sekalian lo ceritain malam pertama," ucap Ryan, yang merasa panas karena Alan yang sombong telah memiliki istri.
"Kalau itu rahasia, kalua mau tahu mendingan kalian nikah aja," ucap Alan.
"Dokter Rea kok mau sama kapten Alan?" tanya Gara.
"Heh! ya iyalah karena gue ganteng dan baik hati," ucap Alan.
"Lan, sejak kapan lo jadi banyak omong kayak gini?" tanya Ryan, dengan raut wajah terkejutnya.
"Kayaknya sejak kapten Alan nikah deh," ucap Gara.
"Kalian udah menghadap ke komandan Ivan?" tanya Alan, uang sengaja mengalihkan pembicaraan mereka.
"Belum, kita bakal menghadap Komandan Ivan besok," ucap Alvin.
"Yaudah, kalau gitu kalian makan di sini aja biar saya masakin," ucap Rea.
"Wah, boleh tuh dokter Rea. Kapan lagi kan ya makan masakan perempuan cantik," ucap Ryan, dengan tidak tahu dirinya.
.
.
__ADS_1
.
Tbc.