Tentara Tampanku

Tentara Tampanku
S2 - Sepiring Berdua


__ADS_3

Lea saat ini sedang berada di ruang tamu sendirian karena mommy Emma dan bunda Rea berada di rumah tetangganya biasalah para ibu-ibu, saya tengah asik menonton televisi tiba-tiba pintu terbuka dan menampilkan ketiga pria yang tak asing baginya ya siapa lagi kalau bukan Daddy Albert, ayah Alan dan sang suami Noah.


"Loh kamu sendirian mana bunda kamu sama mommy kamu?" tanya Daddy Albert.


"Bunda sama mommy lagi di rumah tetangga sebelah gak tau deh kenapa," ucap Lea dan diangguki Daddy Albert dan juga ayah Alan.


"Dad, Yah. Noah sama Lea mau siap-siap ya buat pindahan," ucap Noah.


"Kamu pindahannya jadi sekarang?" tanya Daddy Albert.


"Iya, soalnya kan besok Noah udah mulai kerja lagi, Lea juga kan kerja," ucap Noah.


Akhirnya Noah dan Lea pun mempersiapkan barang-barang yang akan di bawa ke apartemen, Lea hanya membawa sedikit barang karena memang Lea berniat untuk mengambilnya secara bertahap lagipula Lea tidak mungkin menggunakan barang-barangnya secara bersamaan bukan.


Saat tengah memasukkan baju-bajunya ke koper tiba-tiba pintu kamar terbuka secara kasar, "Kenapa kamu pindah gak bilang-bilang?" tanya mommy Emma pada Noah uang berada di ranjang.


"Daddy udah bilang kan," ucap Noah.


"Iya," jawab mommy Emma.


"Yaudah, selesaikan," ucap Noah.


"Astaga punya anak satu gini banget sih," ucap mommy Emma, dengan mencubit pipi Noah.


"Sayang kamu beneran mau pindah?" tanya mommy Emma.


"Iya mom, lagian kan besok Lea sama kak Noah juga mulai kerja," ucap Lea.


"Kapan-kapan mampir ke rumah ya, mommy tunggu kedatangan kamu," ucap mommy Emma.


Beberapa saat kemudian, Noah dan Lea pun turun ke ruang tamu dan berpamitan pada kedua keluarga, "Hati-hati loh ya, awas kalau menantu kesayangan mommy lecet," ucap mommy Emma.


"Gak akan mom," ucap Noah.


"Bagus deh," ucap mommy Emma dan memeluk Lea.


"Inget pesan ayah," ucap ayah Alan, dengan tegas.


"Iya Yah, Noah ingat dan akan selalu ingat dan ayah juga ingat kata-kata Noah," ucap Noah.


"Ayah tunggu kata-kata kamu sampai terwujud," ucap ayah Alan.


"Pasti," ucap Noah, dengan percaya diri.


"Akhirnya putri cantiknya bunda udah nikah ya, bunda ga nyangka kamu bakal tinggal sama suami kamu dan ninggalin bunda sendirian di rumah hiks hiks," ucap bunda Rea dan memeluk Lea.


"Bunda jangan nangis, kan Lea jadi pengen nangis. Lagian kan Lea bakal sering mampir ke sini sama ke rumahnya mommy Emma juga," ucap Lea, karena sekarang kedua wanita itu menangis siapa lagi kalau bukan bunda Rea dan mommy Emma.

__ADS_1


"Yaudah, kalau gitu Noah sama Lea pamit dulu," ucap Noah dan masuk ke dalam mobil begitupun dengan Lea yang mengikuti suaminya itu.


"Udah gak usah nangis, kita masih satu kota. Kita juga bisa mampir kapan-kapan," ucap Noah, yang fokus mengendarai mobilnya.


"Iya kak," ucap Lea dan menghapus air matanya.


Kurang lebih selama 30 menit perjalanan menuju apartemen Noah, akhirnya mereka berdua pun sampai di apartemen tersebut. "Masuk dulu," ucap Noah dan membawa koper Lea.


"Kopernya biar Lea bawa aja kak," ucap Lea.


"Masuk," ucap Noah, dengan tegas dan akhirnya mau tidak mau ke pun menurut dan masuk ke dalam apartemen.


Saat masuk ke dalam apartemen Noah, Lea dapat melihat apartemen tersebut yang dominan dengan warna putih dan tampak bersih, "Kalau mau istirahat, istirahat aja. Kamarnya ada di sebelah sana," ucap Noah dan menunjuk pintu berwarna putih.


"Iya kak, tapi Lea mau lihat-lihat dulu apartemen kak Noah, boleh?" tanya Lea.


"Hem," jawab Noah dan membawa koper Lea menuju kamar.


Lea pun keliling apartemen, sejujurnya Lea sangat suka dengan model apartemen Noah karena tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil sesuailah lagipula yang tinggal disini kan hanya Noah dan Lea.


Setelah puas mengelilingi apartemen, Lea lun menuju dapur untuk memasak sesuatu karena saat ini perutnya benar-benar tidak bisa dikondisikan, "Mau masak apa ya? Hem, mending cari dulu deh bahan makanan apa yang ada di dapur," gumam Lea dan membuka kulkas.


"Wah, banyak banget bahan makanannya," gumam Lea dan mengambil beberapa bahan untuk ia masak.


Lea pun menikmati acar masak memasaknya bahkan ia tidak menyadari seseorang sejak tadi tengah memperhatikannya, setelah selesai Lea lun menyajikan masakannya, baru saja Lea akan menaruh piring tersebut tiba-tiba ia dikejutkan dengan seorang pria yang sudah duduk di kursi meja makan.


"Hem," jawab Noah.


"Kalau gitu kak Noah pasti lapar, ini Lea masakin ayam sama udang," ucap Lea dan diangguki Noah.


Lea pun mengambilkan makanan untuk Noah, "Banyakin," ucap Noah dan diangguki Lea.


Lea mengambil cukup banyak nasi dan lauk pauk sesuai dengan perintah Noah tentunya, 'Kak Noah, emang bisa abisin semua itu,' ucap Lea dalam hati.


Lea tidak habis pikir bagaimana bisa Noah menghabiskan makanan tersebut seorang diri, entahlah lea hanya mengambilkannya sesuai dengan apa yang dikatakan Noah, jadi jangan salahkan Lea jika Noha tidak habis dan Lea sendiri lebih memilih untuk bergegas ke kamar.


"Mau kemana?" tanya Noah, saat melihat Lea yang beranjak pergi dari meja makan.


"Mau ke kamar," ucap Lea.


"Ngapain ke kamar?" tanya Noah.


"Mau bersih-bersih dulu kak," ucap Lea.


"Gak makan?" tanya Noah.


"Nanti aja deh kak nunggu kakak selesai," ucap Lea.

__ADS_1


"Kenapa?" tanya Noah.


"Hah kenapa? maksudnya kenapa?" tanya Lea.


"Kenapa harus nunggu saya selesai?" tanya Noah.


"Gapapa kak," ucap Lea.


"Duduk," ucap Noah dan menunjuk kursi yang ada di sebelahnya.


Lea pun duduk tepat dia sebelah Noah, "Makan," ucap Noah dan memberikan sendok yang tadi di ambilkan oleh Lea.


"Hah maksudnya?" tanya Lea.


"Kamu makan setelah itu kamu suapi saya," ucap Noah.


Ucapan Noah tentunya membuat Lea terkejut bukan main, "Maksud kak Noah kita makan satu piring dan satu sendok?" tanya Lea, untuk memastikan saja.


"Hem," jawab Noah.


"Cepetan," ucap Noah.


Akhirnya Lea pun memakan masakannya dan setelah itu menyuapi Noah menggunakan sendok bekasnya, "Kak, apa gapapa kita pake satu sendok? gini aja gimana kalau Lea ambil sendok lagi biar kita makan sendiri-sendiri?" tanya Lea.


"Gak usah, kita makan sepiring berdua aja," ucap Noah, yang lagi-lagi mampu membuat Lea bungkam seribu bahasa dan hanya menuruti perintah Noah.


Beberapa saat kemudian, Noah dan Lea pun selesai makan lalu Lea memutuskan untuk ke kamar karena ia merasa tidak gerah. Sedangkan, Noah memilih untuk santai diruang tamu, sambil beberapa melihat tugasnya di militer.


"Kak Noah," panggil Lea.


"Kenapa?" tanya Noah dan mendongakkan menatap sang istri yang sudah segar karena selesai mandi.


"I-itu kak, tadi ponsel kak Noah bunyi terus ada telepon dari Ira," ucap Lea.


"Oh, yaudah nanti biar saya hubungin lagi dia," ucap Noah.


'Ira, siapanya kak Noah?' tanya Lea dalam hati.


Sebenarnya Lea merasa aneh karena tadi ia sempat melihat profil orang yang bernama Ira tersebut, dimana perempuan tersebut berada di Jerman apalagi perempuan yang juga sangat cantik, 'Guw gak boleh mikir yang gak-gak, bisa aja itu cuma temennya kak Noah kan,' ucap Lea dalam hati.


.


.


.


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2