Tentara Tampanku

Tentara Tampanku
Lupa Lagi


__ADS_3

Hari ini Rea sudah berada di rumah sakit, Rea cukup sibuk bagaimana tidak dalam kurun waktu 6 jam, ia sudah melakukan operasi sebanyak dua kali dan hal itu tentunya membuat Rea lelah apalagi semalam ia tidak bisa tidur karena kegiatan malam yang ia lakukan bersama sang suami, bahkan saat bangun tadi Rea harus di bangunkan lebih dari 3 kali oleh Alan.


"Kenapa lo, Re? kok kayak lemes gitu?" tanya Nina.


"Gapapa, cuma ngantuk aja sih biasa," ucap Rea.


"Loh, lagi gak nonton video operasi lagi kan?" tanya Nina.


"Gak lah gue udah gak nonton video operasi lagi," ucap Rea.


"Ya, siapa tahu. Kan lo dulu suka banget nonton video operasi sampai lo harus begadang dan paginya sudah di bangunin," ucap Nina.


"Laper nih gue, tolong beliin sandwich dong di kantin," ucap Rea.


"Oh, males banget," ucap Nina.


"Lo gak kasihan sama gue, gue udah operasi dua orang dalam waktu 6 jam, bayangin gue sampe belum makan nih," ucap Rea.


"Ck, yaudah mana uangnya?" tanya Nina dan mengulurkan tangannya.


"Uang sama kartu gue ada di dompet, jadi pake uang lo dulu ya," ucap Rea dan tersenyum manis.


"Lo mah kalau ada maunya aja senyum gak jelas gitu," ucap Nina.


"Udah sana gue bener-bener laper," ucap Rea.


"Huh, untung gue baik ya," ucap Nina, lalu pergi meninggalkan Rea.


Rea duduk di lantai depan ruang operasi karena kakinya yang merasa lemas, "Dokter Rea gapapa?" tanya Fafi.


"Gapapa kok, hari ini saya gak buka praktek dulu ya," ucap Rea dan diangguki Fafi.


"Iya, dok. Nanti saya bilang ke pasien dan dokter Syifa," ucap Fafi.


Beberapa saat kemudian, Nina pun datang dengan sandwich di tangannya, "Nih sandwich nya," ucap Nina dan memberikannya pada Rea.


"Makasih ya sahabatku," ucap Rea.


Rea dan Nina duduk di sana untuk mengistirahatkan tubuh mereka yang sama-sama lelah, "Gue capek, rasanya gue pengen berhenti jadi dokter dan milih jadi ibu rumah tangga deh," ucap Nina.


"Sama, gue kadang mikir mendingan jadi ibu rumah tangga soalnya gue gak perlu capek-capek kerja buat dapet uang karena gue tinggal minta suami gue," ucap Rea.


"Udah lah gue habis ini mau cari suami aja," ucap Nina.


"Sama direktur Bagas sana, dia kan kayak tertarik gitu sama lo," ucap Rea.


"Heh! ogah ya, udah gila kali kalau gue sama tuh cowok. Lagian nih ya gue gak mau sama direktur Bagas, gue trauma kalau ngelihat dia bahkan denger nama dia aja gue udah takut Re, gue gak bisa ngelupain apa yang dia lakuin ke gue terakhir kali," ucap Nina.


"Sorry, bercanda gue keterlaluan," ucap Rea.

__ADS_1


"Gapapa kok, tapi gue bener-bener gak bisa kalau ketemu sama dia. Gue gak tahu apa yang ada di otaknya, padahal dia udah punya dokter Shinta, tapi kenapa direktur Bagas justru ngelukain hal itu ke gue," ucap Nina.


"Udah gak usah dipikirin cowok kayak gitu emang gak punya otak," ucap Rea.


Cukup lama mereka diam dan saling mengobrol, "Kalian ini astaga, gue cariin juga dari tadi," ucap Qilla, yang baru saja datang.


"Kenapa lo cariin kita? kangen ya lo sama kita berdua?" tanya Nina.


"Gak lah najis banget, gue cuma mau bilang kalau rapat besok jadi," ucap Qilla.


"Ya, bukannya di undur?" tanya Nina.


"Gak tahu, tadi katanya besok rapat setelah istirahat kalau gitu gue pergi dulu soalnya ada urusan," ucap Qilla.


"Males banget gue rapat besok," ucap Nina.


"Semangat ya," ucap Rea.


"Lo mah enak besok libur," ucap Nina.


"Ya, enak dong. Lagian kan kalau Sabtu lo yang libur, gue yang masuk," ucap Rea.


"Hehehehe, iya sih," ucap Nina.


"Udah sekarang gue mau ke ruangan dulu ya," ucap Rea.


"Oke, hati-hati. Gue juga mau keluar bentar," ucap Nina.


^^^[Iya halo]^^^


[Sayang dimana?]


^^^[Aku lagi di rumah sakit, ada apa emangnya?]^^^


[Hari ini bukannya kamu gak ada jadwal malam]


^^^[Iya, emang gak ada kenapa emangnya?]^^^


[Huh, kamu lihat jam]


Rea pun mengikuti apa yang akan katakan dan sontak Rea terkejut karena melihat jam yang sudah menunjukkan pukul 8 malam.


^^^[Astaga! aku terlalu fokus sam kerjaanku sampe aku gak lihat jam]^^^


[Mau aku jemput]


^^^[Gak perlu deh, ini aku langsung pulang aja. Lagian aku kan bawa mobil]^^^


[Yaudah, aku tunggu di rumah]

__ADS_1


^^^[Iya, bye]^^^


Rea segera memutuskan sambungan telepon tersebut dan meraih barang-barangnya, ia lupa jika Qilla dan Nina hari ini ada jadwal malam sebab itu mereka tidak ke ruangan dan alhasil tidak ada yang mengingatkan Rea waktunya pulang.


"Kok gue bisa lupa waktu sih, astaga belum apa-apa udah kayak gini gue jadi istri," gumam Rea.


Rea mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang meskipun Rea sedang terburu-buru, tapi keselamatan tetaplah penting. Beberapa saat kemudian, Rea pun sampai di depan rumah yang sudah ia tempati jurang lebih selama 4 hari. Rea masuk ke dalam rumah dan mendapati suaminya yang tengah menonton televisi dengan menggunakan kaos rumahan yang mencetak jelas tubuh kekarnya dan tak lupa celana pendek selutut.


"Maaf ya aku lupa lagi," ucap Rea, yang duduk di sofa samping Alan.


"Gapapa, tapi lain kali jangan di ulangi lagi ya," ucap Alan dan memegang tangan Rea.


"Apa aku berhenti aja ya dari kerjaanku, aku takut kalau aku gak bisa bagi waktu," ucap Rea.


"Aku terserah sama kamu, tali aku saranin jangan dulu karena kamu udah kerja keras sampai kamu berada di titik seperti ini dan kalau kamu memutuskan untuk berhenti gitu aja apalagi karena rumahtangga kita, aku jadi ngerasa gak enak dan bersalah sama kamu. Kayak aku seolah-olah sebagai penghalang kerja keras kamu selama ini," ucap Alan.


"Tapi, aku takut aku gak bisa bagi waktu, kayak gini aja udah Snape lupa sama tugas aku sebagai istri," ucap Rea.


"Kamu gak perlu ngerasa kayak gitu, kamu udah berhasil kok jadi istri yang terbaik buat aku, nanti aku bakal ingetin kamu kok," ucap Alan.


"Makasih ya, selama ini kamu udah sabar banget sama aku," ucap Rea.


"Sama-sama sayang," ucap Alan dan memeluk Rea.


"Tapi, aku belum mandi," ucap Rea.


"Gapapa, kamu tetep wangi kok. Bahkan aku aja Snape kecanduan gini," ucap Alan.


"Apa sih, bikin orang salah tingkah aja kamu," ucap Rea.


"Padahal aku gak ada niat buat kamu salah tingkah loh, tapi kalau kamunya salah tingkah sih itu bonus aja buat aku," ucap Alan dan semakin mengeratkan pelukannya.


"Kamu belum makan?" tanya Rea.


"Belum, aku sengaja nunggu kamu," ucap Alan.


"Yaudah, aku masakin," ucap Rea.


Baru saja Rea lama beranjak pergi, takut Alan menaham tangannya, "Kenapa?" tanya Rea.


"Kamu bersih-bersih dulu baru masak," ucap Alan.


"Nanti aja setelah masak baru mandi biar seger pas tidur," ucap Rea dan diangguki Alan.


.


.


.

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2