Tentara Tampanku

Tentara Tampanku
S2 - Isi Perjanjian


__ADS_3

"Sebenarnya ayah tidak ingin menjodohkan kamu dengan siapa-siapa karena ayah dan bunda ingin kamu memilih sendiri yang terbaik untuk kamu, tapi tiba-tiba Noah datang dan meminta kamu pada ayah. Saat itu kamu masih muda dan ayah belum bisa untuk melepaskan sebab itu ayah meminta Noah untuk bisa naik pangkat padahal sebenarnya ayah hanya mengulur waktu agar bisa lebih lama sama kamu. Selain itu, juga agar kalian menikah di usia yang benar-benar siap dan ternyata setelah Noah naik pangkat ia justru harus ditugaskan ke negara lain cukup lama hingga akhirnya Noah pulang dan langsung menemui ayah lalu kembali meminta kamu, sebab itu ayah terima Noah karena ayah percaya kamu akan bahagia bersama Noah karena Noah sangat mencintai kamu, dia rela melakukan apapun untuk kamu," ucap ayah Alan.


Lea yang mendengar cerita ayah Alan tersentuh, ia tidak tau mengenai Noah yang ditugaskan ke luar negeri dan ternyata setelah tugasnya selesai Noah langsung meminta kembali dirinya.


"Tapi, Lea denger kak Noah ayah tes dulu ya," ucap Lea.


"Oh itu, ya bisa dibilang begitu. Ayah hanya ingin melihat seberapa jauh Noah mau berkorban untuk kamu dan ternyata Noah tidak mengecewakan ayah dan semoga tidak akan pernah," ucap ayah Alan.


"Terus kalau perjanjian?" tanya Lea.


"Perjanjian?" tanya ayah Alan.


"Iya, dulu kak Noah pernah menyinggung soal perjanjian, tapi Lea gak tau apa itu dan saat Lea tanya ke kak Noah. Kak Noah justru mengatakan untuk Lea tanya langsung sama ayah," ucap Lea dan ayah Alan pun tersenyum.


"Untuk masalah perjanjian sebenarnya ayah hanya ingin mengikat Noah saja," ucap ayah Alan.


"Apa memang isi perjanjian ayah dan kak Noah?" tanya Lea.


"Intinya jika suatu saat nanti Noah berselingkuh, melakukan kekerasan dalam rumah tangga ataupun hal lainnya yang membuat kamu sakit hati dan terluka bahkan kamu tidak sanggup lagi dalam pernikahan kamu dan Noah, maka ayah akan mengambil kamu dari Noah dan setengah harta Noah juga akan menjadi milik kamu serta jika kalian memiliki anak maka hak asuh anak akan berada di tangan kamu," ucap ayah Alan.


"Kejamnya," gumam Lea.


"Ayah akan melakukan apapun untuk putri ayah," ucap ayah Alan.


"Jika sebaliknya bagaimana ayah? maksudnya itu Lea yang berselingkuh dan melakukan kekerasan dalam rumah tangga dan lain-lain?" tanya Lea.


"Ayah ingin hal yang sama juga terjadi, tapi itu pilihan Noah bukan, ayah tidak bisa membuat perjanjian dari pihak Noah. Tapi, ayah sudah menyarankan hal yang sama dan Noah menolak untuk itu, Noah mengatakan jika seandainya kamu yang melakukan hal itu maka dia akan memaafkan kamu dan memulai dari awal," ucap ayah Alan.


Tanpa terasa air mata Lea pun menetes begitu saja mendengar perkataan ayah Alan, "Maksud ayah, kak Noah gak bakal melakukan seperti yang akan ayah lakukan?" tanya Lea.


"Iya, ayah tidak mengincar hartanya atau bagaimana. Perjanjian itu hanya agar Noah benar-benar menepati janjinya saja, lagipula ayah yakin Noah tidak akan pernah melakukan itu," ucap ayah Alan.


"Terus ayah nyesel gak setelah nerima kak Noah?" tanya Lea.


"Sekarang ayah tanya, kamu suka gak sama Noah?" tanya ayah Alan.


"Hem, su-suka," gumam Lea.


"Kamu bahagia sama Noah?" tanya ayah Alan.


"Iya, Lea bahagia sama kak Noah," ucap Lea.


"Maka, ayah tidak menyesal telah menerima Noah sebagai menantu ayah," ucap ayah Alan.


Saat mereka tengah mengobrol tiba-tiba pintu kamar terbuka dan menampilkan seorang pria tampan yang sangat Lea sayangi.


Entahlah Lea tiba-tiba merasa bersalah pada Noah dan akhirnya Lea pun berdiri lalu berlari menghampiri Noah dan memeluk sang suami bahkan air matanya saja masih mengalir dan bukannya berhenti air mata tersebut semakin mengalir saja.


"Kenapa sayang kok nangis?" tanya Noah, dengan raut wajah khawatir.


Noah sangat khawatir pada sang istri apalagi tadi Lea berlari menghampirinya.


"Ayah keluar dulu ya," pamit ayah Alan dan keluar dari kamar tersebut.

__ADS_1


Noah pun mendudukkan sang istri di kasur, "Kenapa hem? kok nangis?" tanya Noah.


"Maafin aku hiks hiks," ucap Lea.


"Maaf untuk apa sayang, kamu gak punya salah loh?" tanya Noah.


Jujur saja Noah masih belum mengerti apa maksud dari sang istri yang tiba-tiba meminta maaf kepadanya.


"Aku udah denger semuanya dari ayah, mulai dari kak Noah yang meminta Lea sama ayah dan juga perjanjian ayah dan kak Noah," ucap Lea.


"Terus kenapa kamu nangis kayak gini hem?" tanya Noah.


"Lea terkesan matre ya kak," ucap Lea.


Noah akhirnya mulai paham ke arah mana pembicaraan sang istrinya ini.


"Sayang, dengerin aku. Aku tidak pernah menganggap kamu matre ataupun keluarga kamu karena aku tau keluarga kamu itu udah kaya bahkan lebih kaya kelurga kamu daripada keluargaku, ayah kamu ngelakuin itu hanya untuk aku menjaga kamu padahal tanpa adanya perjanjian itu aku juga bakal tetap menjaga kamu karena kamu itu istriku," ucap Noah.


"Makasih kak," ucap Lea.


"Sama-sama sayang, udah ya jangan nangis," ucap Noah.


"Tapi, kenapa kak Noah gak mau ngelakuin hal yang sama jika Lea selingkuh?" tanya Lea.


Noah pun tersenyum dan mengecup bibir istrinya, "Karena aku sayang kamu dan aku gak akan tega ngelihat kamu menderita, Kaka memang kamu sudah bahagia dengan orang lain aku akan mencoba mengikhlaskan," ucap Noah.


Lea pun menggelengkan kepalanya dengan kuat, "Lea gak akan kayak gitu, orang Lea aja suka sama kak Noah dari dulu mana mungkin Lea selingkuh," ucap Lea.


"Ish, pede banget sih," ucap Lea.


"Tapi, benar kan yang aku bilang," ucap Noah.


"Ya, iya juga sih," ucap Lea.


"Oh iya, mana ayam bakarnya kak?" tanya Lea.


"Ini sayang," ucap Noah dan kotak makanan yang berisikan ayam bakar.


"Kak Noah dapat darimana?" tanya Lea, yang membuka kotak makanan tersebut dengan mata berbinar.


"Tadi pas banget ada ibu-ibu yang jualan ayam bakar di gang dekat perumahan yaudah aku beli aja," ucap Noah.


"Kok pas banget ya," ucap Lea.


"Tuhan baik karena baby-nya lagi pengen ayam bakar," ucap Noah.


"Iya kak," ucap Lea.


"Mau pake nasi? biar aku ambilin," tanya Noah.


"Gak usah deh kak, aku makan ayam bakarnya aja," ucap Lea.


"Kenapa gak pake nasi?" tanya Noah.

__ADS_1


"Gak pengen," ucap Lea.


"Yaudah, kalau gitu aku ambilin minum ya," ucap Noah dan diangguki Lea.


Noah pun pergi dan mengambilkan air untuk Lea dan Lea sendiri justru memakan ayam bakar tersebut hanya bagian dada saja dan untuk paha Lea sisakan untuk sang suami.


Beberapa saat kemudian, Noah pun datang dengan membawakan air untuk Lea, "Ini minum dulu," ucap Noah.


Lea pun meminum air yang sudah diambilkan oleh Noah, "Ini kenapa gak dihabisin? mau di sisain buat nanti atau besok?" tanya Noah dan mendapat gelengan kepala dari Lea.


"Ini buat kak Noah aja," ucap Lea.


"Gak usah sayang, kamu habisin aja ya," ucap Noah.


"Buat kak Noah aja soalnya aku gak suka bagian paha," ucap Lea.


"Yaudah, kau makan nanti ya waktu istirahat," ucap Noah.


"Iya kak," ucap Lea.


"Udah, sekarang istirahat ya," ucap Noah.


"Lea gak ikut latihan kak?" tanya Lea.


Noah rasa ini adakah waktu yang tepat untuk memberitahukan semuanya pada Lea, lagipula suratnya sudah turun dan Noah hanya tinggal mengajukan permohonan untuk pemberhentian saja.


"Sayang, kamu kan lagi hamil. Jadi rencananya kamu akan aku berhentikan pelatihannya dan otomatis kamu gak kan dapat sertifikat pelatihan apa tidak apa-apa?" tanya Noah.


"Lea gapapa kok kak, sebenarnya Lea juga ingin mengusulkan itu, tapi Lea takut kak Noah marah karena Lea gak iku pelatihan," ucap Lea.


"Gak sayang, aku justru ingin kamu gak ikut," ucap Noah.


"Jadi, aku ini udah bukan peserta lagi dong," ucap Lea.


"Iya, kamu sekarang jadi istri aku," ucap Noah.


"Berarti Lea bakal balik ke kota dong," ucap Lea, dengan raut wajah yang terlihat sedih.


"Ya, mau gimana lagi. Tapi, kamu bisa pergi setelah putusan pemberhentian turun," ucap Noah.


"Tapi, aku gak mau jauh dari kak Noah," ucap Lea.


"Aku akan coba bilang ke komandan ya apakah kamu bisa di sini atau gak," ucap Noah dan diangguki Lea.


"Yaudah, sekarang kamu istirahat dulu," ucap Noah.


.


.


.


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2