Tentara Tampanku

Tentara Tampanku
S2 - Proyek Baru


__ADS_3

Sudah dua bulan lamanya Lea ditinggal Noah bertugas, selama dua bulan tersebut baik Lea maupun Noah sering mengirim kabar. Meskipun begitu tidak terlalu sering juga sih, karena memang sinyal di sana yang cukup susah dan untungnya Lea mengerti kondisi tersebut sehingga Lea tidak mempermasalahkan jika Noah tidak bisa mengirim pesan padanya.


Malam ini, Lea begitu senang karena untuk pertama kalinya Lea dan Noah melakukan panggilan video. Karena saat ini Noah berada di ibu kota daerah tersebut dan sinyal pun bagus sehingga memungkinkan untuk melakukan panggilan video.


"Kenapa? kok seneng banget sih?" tanya Noah.


"Gak tau juga, emang gak boleh ya Lea seneng?" tanya Lea.


"Boleh dong, kamu makin cantik kalau kayak gini," ucap Noah.


Lea rasanya ingin berteriak saja, saat ini Lea berharap semoga Noah tidak melihat rona pipinya. Tapi, sayang sepertinya itu hanya harapan karena Noah justru tersenyum dan menggoda pipi merahnya.


"Pipi kamu kenapa merah gitu? masa baru aku bilang kayak gitu udah merah-merah sih, kamu gak sakit kan?" tanya Noah, yang semakin gencar menggoda Lea.


"Lea gapapa kok, udah ah jangan godain Lea terus," ucap Lea.


"Kak Noah lagi apa?" tanya Lea.


"Ini aku baru ke kantor pusat buat laporan," ucap Noah.


"Malam-malam gini," ucap Lea.


"Ya, mau gimana lagi. Kalau pagi, siang atau sore gak bisa," ucap Noah.


"Kak Noah pasti capek ya," ucap Lea.


" Kalau ditanya capek, ya capek. Tapi, ini udah keputusan yang aku ambil saat memilih buat jadi tentara dan ini adalah resikonya, aku gak bisa nyerah gitu aja kan," ucap Noah dan diangguki Lea.


"Kamu udah makan?" tanya Noah.


"Udah dong, tadi aku sama Tyas beli udon. Enak banget kapan-kapan kalau kak Noah udah pulang Lea bakal bawa kak Noah ke sana," ucap Lea.


"Siap," ucap Noah.


"Oh iya, kemungkinan untuk beberapa Minggu ini aku bakal jarang ngasih kabar soalnya di sini sering hujan dan sinyal di asrama juga gak memungkiri untuk menelpon atau mengirim pesan," ucap Noah


"Iya kak, gapapa kok. Lea paham di sana pasti terkendala sinyal. Lea juga dapat berita kalau di sana sering hujan," ucap Lea.


"Iya, makanya itu. Aku akan usahakan buat ngasih kabar, tapi aku gak janji," ucap Noah.


"Iya kak," ucap Lea.


Noah memang mulai berubah tidak sedingin dulu, ya walaupun dia masih dingin dan cuek pada Lea. Tapi, tidak separah dulu bahkan Noah terkesan merubah seluruh sikapnya pada Lea dan ke tentunya senang akan perubahan tersebut.


Mereka pun saling mengobral dan bercerita antara satu sama lain hingga pukul 9 malam dan tanpa terasa Lea pun sampai tertidur karena mendengar cerita panjang dari Noah.


Noah yang melihat Lea tertidur pun tersenyum, "Selamat tidur cantik," ucap Noah, dengan mendekatkan ponsel pada bibirnya dan seolah-olah ia tengah berbisik pada Lea.


.

__ADS_1


Pagi harinya Lea sudah berada di kantor karena tiba-tiba pak Anton menyuruh semua anggota timnya untuk datang lagi hari padahal Lea masuk jam 10, tapi karena pak Anton, Lea pun ke kantor jam 8 pagi.


"Oke, jadi kalian semua udah ada di sini," ucap pak Anton.


"Kenapa sih pak kok tumben banget pak Anton nyuruh kita berangkat pagi-pagi kayak gini?" tanya Lea.


"Jadi, Bu Maya yang nyuruh saya buat ngumpulin anggota tim saya," ucap pak Anton.


"Bu Maya?" tanya Tyas.


"Iya, Bu Maya yang nyuruh saya," ucap pak Anton.


"Ngapain Bu Maya nyuruh kita kumpul pagi-pagi gini?" tanya Tyas.


"Apa jangan-jangan Bu Maya mau ngasih hadiah ya soalnya kinerja tim kita bagus selama beberapa bulan ini," tebak Rudy.


"Wah! bisa jadi itu. Gue harus menarik nih di depan Bu Maya biar dapat hadiah yang bagus," ucap Tyas.


"Palingan juga kita di kasih proyek baru lagi," ucap Lea.


"Eh, jangan dong. Masa proyek lagi, baru aja liputan mendaki gunung masa kita harus liputan lagi," ucap Tyas.


"Ya, bisa jadi kan. Bu Maya selalu ngasih kita proyek yang out of the box," ucap Lea.


"Jangan-jangan nanti proyek kita bakal liputan hutan," ucap Rudy.


"Lo gak tau ya kan waktu itu ada gosip kalau di hutan C ada orang yang bunuh diri di sana terus pas timnya Bu Marsya mau liput di sana gak bisa dan bisa jadi kita yang di kasih proyek itu," ucap Rudy.


"Wah, gak mau ah gue. Takut, kalau ada apa-apa gimana, gue kan belum nikah, gue belum ketemu sama calon suami gue masa gue ketemu sama hantu dulu sih," ucap Tyas.


"Udah, jangan berpikir yang gak-gak dulu, semoga aja sih Bu Maya baik hati dan ngasih hadiah daripada proyek baru lagi," ucap pak Anton.


"Semoga saja," ucap Rudy.


"Yaudah, ayo kita ke ruangannya Bu Maya, kita udah ditunggu sama Bu Maya do ruangannya soalnya," ucap pak Anton dan diangguki semua orang.


Beberapa saat kemudian, mereka pun sampai di depan ruangan Bu Maya dan pak Anton segera mengetuk pintu ruangan tersebut dan setelah mendapat izin untuk masuk, mereka semua pun masuk ke dalam ruangan tersebut.


Ternyata di dalam ruangan tersebut bukan hanya ada Bu Maya, tapi juga terdapat tim dari Bu Marsya.


"Oh kalian udah datang, silahkan duduk," ucap Bu Maya.


Mereka pun duduk di sofa yang ada di ruangan tersebut, "Baik, jadi saya mengumpulkan kalian di sini karena saya ingin menyampaikan hal penting untuk kalian," ucap Bu Maya dan semua orang hanya menganggukkan kepalanya.


"Tapi, sebelum itu saya ingin mengucapkan selamat kepada semua tim kreatif karena berhasil mendapatkan hasil yang memuaskan dimana semua target tim kreatif tercapai," ucap Bu Maya.


"Terima kasih atas ucapan dari Bu Maya, semua ini dapat tercapai juga karena bantuan dan dukungan dari Bu Maya," ucap pak Anton.


"Saya tidak melakukan apapun, ini semua adalah kerja keras kalian," ucap Bu Maya.

__ADS_1


"Terima kasih Bu," ucap Bu Marsya.


"Hal yang ingin saya sampaikan adalah dimana kalian akan ditugaskan untuk meliput salah satu kegiatan besar," ucap Bu Maya.


"Kegiatan besar?" tanya Bu Marsya.


"Iya, kegiatan besar. Jadi, direktur secara langsung menunjuk tim kalian untuk mengikuti sebuah kegiatan," ucap Bu Maya.


"Kalau boleh tau kegiatan apa ya Bu?" tanya Bu Marsya.


"Kalian untuk itu, kalian akan tau saat kalian tiba di sana. Kalian hanya bersiap-siap saja seperti liputan biasanya hanya saja untuk kali ini kalian harus lebih menyiapkan secara matang-matang dan nanti untuk ketua tim akan berdiskusi dengan saya dan direktur mengenai apa saja yang dibutuhkan dalam kegiatan tersebut," ucap Bu Maya.


Bu Maya pun mulia menjelaskan secara umum apa yang harus dilakukan oleh anggota kedua tim.


"Apakah sudah mengerti atau ada yang ditanyakan lagi?" tanya Bu Maya.


"Sudah Bu," ucap Bu Marsya.


"Ya sudah kalau begitu, semuanya silahkan pergi kecuali ketua tim," ucap Bu Maya.


Akhirnya semua anggota tim pun keluar dari ruangan tersebut.


"Kan apa gue bilang pasti kita bakal di kasih proyek baru," ucap Lea.


"Huhuhu, sedih," ucap Tyas.


"Semoga aja tempatnya bisa buat liburan," ucap Rudy.


"Kalian tempatnya bagus ya gak jadi sedih gue," ucap Tyas.


"Tapi, kira-kira apa yang harus kita liput ya?" tanya Rudy.


"Gak tau," ucap Lea.


"Gue jadi penasaran deh," ucap Tyas.


"Gue gak tuh," ucap Lea.


"Gue gak nanya lo," ucap Tyas.


"Gitu aja sewot," ucap Lea.


.


.


.


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2