Tentara Tampanku

Tentara Tampanku
S2 - Hai Daddy!


__ADS_3

Beberapa bulan kemudian


Saat ini usia kandungan Lea sudah menginjak 6 bulan dan perutnya pun sudah terlihat.


"Bunda, gimana ini hiks hiks," tanya Lea, dengan tangisan yang cukup kencang.


"Sayang, pake baju lain aja ya," ucap bunda Rea.


"Tapi, pengen pake baju kembaran sama bunda," ucap Lea.


"Pake baju lain aja ya," ucap ayah Alan.


"Hiks hiks, Lea pengen kembaran sama bunda," ucap Lea.


"Tapi, kan bajunya bunda gak muat kak," ucap Nial.


"Maksud kamu kakak tambah gemuk," ucap Lea.


"Gak kak, kak Lea gak tambah gemuk kok," ucap Nial, yang mulai kelimpungan saat melihat Lea yang akan kembali menangis.


"Kalau gitu Lea pengen pake baju kembaran sama bunda," ucap Lea.


"Gak bisa sayang, baju bunda yang gak muat," ucap bunda Rea.


"Yaaaah, kalian gitu Lea harus pake apa dong?" tanya Lea.


"Pake baju yang kemarin kamu beli aja," ucap bunda Rea.


"Gak suka, warnanya gak bagus," ucap Lea.


"Terus mau pake baju apa?" hanya ayah Alan.


"Gak tau," ucap Lea.


"Yaudah kalau gitu kak Lea gak usah ikut aja buat jemput kak Noah," ucap Nial.


"Enak aja, kak Noah itu suaminya kakak ya jadi kakak harus ada di saat kak Noah pulang," ucap Lea.


Ya, hari ini adalah kepulangan Noah dari tugas diklat prajurit, setelah 8 bulan lamanya akhirnya Lea Alan bertemu dengan Noah.


"Makanya kak Lea harus cepet mau pake baju yang mana biar kak Lea cepet ketemu sama kak Noah," ucap Nial.


"Ish, yaudah Lea pake yang warna biru kemarin aja deh Bun," ucap Lea.


"Yaudah, bunda siapin dulu," ucap bunda Rea.


Beberapa saat kemudian, Lea serta keluarganya sudah siap dan mereka pun masuk ke dalam mobil ayah Alan dengan ayah Alan yang mengendarai mobil tersebut.


"Bun, Lea tambah gemuk gak?" tanya Lea lagi.


Ya, Lea sudah menanyakan hal tersebut berkali-kali bahkan bunda Rea sampai bosan mendengarnya.


"Gini ya sayang, kamu itu wajar kalau gemuk karena kamu kan lagi hamil, malah kalau kamu gemuk itu bagus karena itu artinya kamu sama baby-nya sehat," ucap bunda Rea.


"Gitu ya Bun," ucap Lea.


"Iya, udah ya jangan nangis lagi. Nanti makeup nya luntur lagi, kan katanya mau ketemu sama Noah," ucap bunda Rea.


"Luntur ya Bun," ucap Lea.


"Iya luntur kalau kamu nangis terus," ucap bunda Rea.


Lea pun mulai menghapus air matanya dan berusaha agar tidak menghapus riasannya, "Udah cantik kak," ucap Daisy.


"Iya dong kakak gituloh," ucap Lea.


'Nyesel banget gue bilang kayak gitu,' ucap Daisy dalam hati.


Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 25 menit akhirnya mereka pun sampai di lapangan militer dimana Noah akan melaksanakan upacara penyelesaian diklat.


Lea dan keluarganya pun duduk di tempat yang sudah di siapkan, gak lupa dengan daddy Albert dan mommy Emma yang juga hadir bahkan mereka baru saja pulang pagi tadi dan langsung menuju ke sini.


"Gimana keadaan menantu mommy ini?" tanya mommy Emma yang duduk di samping Lea.


"Lea baik mommy, Lea juga kangen banget sama mommy," ucap Lea dan memeluk mommy Emma.


"Mommy juga kangen banget sama menantu mommy yang cantik ini, apalagi sekarang mommy bakal jadi Oma," ucap mommy Emma.


"Hehehe, halo Oma," sapa Lea dengan menirukan suara anak kecil.

__ADS_1


"Halo juga cucu Oma," ucap mommy Emma.


"Kamu ngerasain mual gitu gak?" tanya mommy Emma.


"Kalau mual sih gak mommy, eh tapi waktu masih ikut pelatihan itu pernah deh kayaknya Lea juga lupa," ucap Lea.


"Kok bisa lupa sih," ucap mommy Emma.


"Gak tau mom, tiba-tiba aja lupa," ucap Lea.


"Kak itu kak Noah," ucap Daisy.


Lea pun menatap pria tampan yang sedang berada di lapangan, "Ganteng ya suami kakak," ucap Lea.


"Iyalah, lihat masa di sana yang paling menonjol kegantengannya cuma kak Noah, tapi kak Tian juga ganteng kok," ucap Daisy.


"Jangan jelalatan," ucap Nial.


"Siapa juga yang jelalatan, orang Daisy biasa aja kok," ucap Daisy.


Setelah ucap selesai, Lea dan yang lainnya pun menghampiri Noah yang berjalan keluar lapangan menghampiri Lea.


"Kak Noah," panggil Lea dan langsung memeluk sang suami.


Noah pun membalas pelukan hangat sang istri, "Kangen banget sama kamu," ucap Noah dan menghirup aroma tubuh Lea yang sudah menjadi candunya.


"Lea juga kangen banget sama kak Noah, kak Noah sih pulangnya lama," ucap Lea dan mengeratkan pelukannya.


"Jangan kenceng-kenceng sayang nanti baby-nya gak bisa nafas," ucap Noah.


Mendengar ucapan Noah, Lea pun melepaskan pelukannya dan setelah itu ia mengusap lembut perutnya.


"Uh kasihannya anak mommy," ucap Lea.


"Hai sayang, ini daddy," ucap Noah dan menyamakan wajahnya dengan perut Lea.


"Hai daddy!" sapa Lea dengan menirukan suara anak kecil.


"Dunia serasa milik berdua ya sampe yang lain cuma bisa ngelihatin doang," sindir Daisy.


"Oh, ada orang ya," ucap Noah.


"Baik-baik dad, mom," ucap Noah menyalimi dan memeluk daddy Albert dan mommy Emma.


"Haruslah kalau kamu pulang gak baik-baik, daddy bakal hajar kamu," ucap daddy Albert.


"Jangan dong dad, nanti kak Noah gak ganteng lagi dong," ucap Lea.


"Bercanda sayang, daddy gak mungkin kayak gitu," ucap daddy Albert.


"Yah, Bun," panggil Noah dan menyalimi atau Alan dan bunda Rea setelah itu ia juga memeluk mereka berdua sama seperti yang dilakukan pada daddy Albert dan mommy Emma.


Merek pun mengobrol dengan tentara lainnya yang berada di samping mereka, lebih tepatnya hanya ayah Alan, daddy Albert, Nial dan Noah saja. Sedangkan para perempuan hanya melihat dan mendengar apa yang mereka bicarakan dan tentunya yang mereka bicarakan adakah seputar militer.


Hingga akhirnya Lea menarik lengan Noah dan bertanya mengenai Tyas karena memang ia cukup lama tidak mendengar kabar Tyas bahkan Lea pesona Rea yang dua hari lalu belum di baca.


"Tias udah pulang kak?" tanya Lea.


"Teman kamu bukannya udah dari seminggu yang lalu dia pulang," ucap Noah.


"Loh iya kah? kok Tias gak bilang ke aku ya?" tanya Lea.


"Mungkin dia lupa atau mungkin dia capek soalnya yang pelatihan terakhirnya itu cukup berat," ucap Noah.


"Masa sih, tapi kan dia pulang udah semingguan," ucap Lea.


"Aku juga tau sih, nanti coba kamu tanyain ke Tias," ucap Noah dan diangguki Lea.


"Ini kita langsung pulang atau gimana?" tanya ayah Alan.


"Kita makan-makan dulu aja Yah, sekalian kumpul keluarga gitu," ucap bunda Rea.


"Boleh itu, udah lama juga kan kita gak kumpul," ucap mommy Emma.


"Kalau gitu, Noah sama Lea naik mobil Noah aja yang ada di sini," ucap Noah.


Memang mobil Noah berada di sini, dimana ia menitipkan mobilnya sejak ia ditugaskan untuk pelatihan diklat.


Noah dan Lea saat ini berada di mobil dan mengikuti mobil ayah Alan yang berada di depannya.

__ADS_1


Hingga beberapa saat kemudian, mereka pun sampai di restoran yang mereka pesan sebelumnya dimana salah satu restoran bintang lima di kota bahkan pemilik restoran ini pun sangat terkenal karena memang pemilik restoran ini adalah seorang aktris yang sangat terkenal di seluruh negeri.


Mereka pun memesan sup ikan yang sangat populer di restoran ini, setelah makanan datang tanpa aba-aba Lea langsung mengambil nasi dan sup ikan tersebut.


"Sayang jangan buru-buru gitu, gak akan ada yang ngambil makanan kamu kok," ucap Noah.


"Lea laper kak," ucap Lea.


"Kamu ya Lea, kayak udah berapa lama aja bunda gak kasih kamu makan, padahal kamu tadi sebelum ke sini makan dua porsi loh," ucap bunda Rea.


"Namanya juga laper Bun," ucap Lea.


Wajar kali Re, kalau ibu hamil nafsu makannya jadi bertambah," ucap mommy Emma.


"Iya sih, tapi Lea itu kayak berlebihan," ucap bunda Rea.


"Udah gapapa kok," ucap mommy Emma.


"Pengen apa lagi?" tanya Noah setelah selesai makan dan minat mata Lea yang menatapnya secara intens.


"Mau lihat kamu aja emangnya kenapa? gak boleh ya?" tanya Lea dengan sedih.


"Gak sayang, kamu boleh lihat sampai kamu puas," ucap Noah dan berhasil membuat ke tersenyum.


"Gantengnya sih suami aku," ucap Lea dan mencubit gemas pipi Noah.


"Kak jangan mesra-mesraan di depan jomblo dong," ucap Daisy.


Semua orang pun tersenyum geli mendengar ucapan Daisy kecuali Noah dan Nial tentunya dan jangan lupakan ayah Alan. Mereka bertiga hanya diam dan tidak mengeluarkan ekspresi apapun.


"Kan ada Nial, jadi kamu gak sendirian jomblonya," ucap Noah.


"Gak bisa kak," ucap Daisy.


"Gak bisa kenapa?" tanya Noah.


"Soalnya Nial sekarang udah punya pasangan juga, jadi cuma Daisy yang jomblo," ucap Lea.


"Kamu udah punya pasangan?" tanya Noah.


"Gak kak, jangan percaya Daisy dia mah ngarang," ucap Nial.


"Gak kak, Daisy gak ngarang ya. Kalau gak percaya tanya aja sama kak Lea, iya kan kak kalau kak Nial udah lainya pasangan," ucap Daisy.


"Kakak gak tau pasti sih, tapi kayaknya iya deh," ucap Lea.


"Siapa namanya?" hanya Noah dan menatap tajam Nial.


"Gak ada kak, Nial masih sendiri dan gak punya pasangan," ucap Nial.


"Gak kak jangan percaya kak Nial, kak Nial itu udah punya pasangan namanya Maudy," ucap Daisy.


"Gak ada ya, kakak gak ada hubungan apapun sama Maudy," ucap Nial.


"Iya, bukan ga ada hubungan, tapi belum ada hubungan," ucap Daisy.


"Apa sih jangan bikin bertiga yang gak gak ya," ucap Nial.


"Iya iya kak," ucap Daisy dan tersenyum karena berhasil membuat Nial salah tingkah.


"Kamu inget kan apa yang pernah kakak bilang ke kamu?" tanya Noah.


"Iya kak inget," ucap Nial.


"Apa?" tanya Noah.


"Harus bersikap gentleman, kalian suka ya temui dan bilang kalau suka daripada diem aja dan gak ada hasil apapun buat perasaan kamu," ucap Noah.


"Iya kak, ucap Nial.


.


.


.


Tbc.


Maaf ya semuanya author belum sempat up banyak soalnya author baru aja diterima kerja jadi sekarang lagi sibuk-sibuknya jadi anak baru🤭 doain author ya semoga betah dan tidak ada masalah di tempat baru author 🥰

__ADS_1


__ADS_2