Tentara Tampanku

Tentara Tampanku
S2 - Kedatangan Ayah Alan


__ADS_3

Setelah memeriksa kandungan Lea, Noah dan Lea memutuskan untuk pergi ke salah satu minimarket yang ada di sana tentunya membeli segala kebutuhan Lea selama masa kehamilannya dan untuk susu hamil sendiri mereka hanya membeli beberapa saja karena Noah sudah membelinya kemarin di warung yang ada di dekat asrama.


Setelah membeli semua kebutuhan Lea dan anak yang dikandung Lea. Akhirnya Noah dan Lea kembali ke asrama, saat sampai di sana ternyata asrama cukup ramai tidak seperti biasanya.


"Ini kenapa rame kayak gini?" tanya Lea.


"Aku juga gak tau, ayo kita keluar," ucap Noah dan menuntun Lea menuju kamarnya.


Tapi, belum juga Noah dan Lea sampai di kamar tiba-tiba Tian datang dengan napas yang tersengal-sengal.


"Kenapa?" tanya Noah.


"I-itu ada komandan Alan sama komandan Ivan," ucap Tian.


"Kenapa mereka ada di sini?" tanya Noah.


"Gue juga gak tau, tali tadi sebelum lo pulang tiba-tiba komandan Alan dan komandan Ivan datang," ucap Tian.


"Kalau gitu gue ke sana setelah antar Lea ke kamar," ucap Noah.


"Loh kenapa aku di antar ke kamar? aku juga mau ketemu ayah sama uncle Ivan," tanya Lea.


"Nanti ya sayang, kamu pasti capek kan habis perjalanan jauh," ucap Noah.


"Jauh apanya sih kak kan gak sampai 1 jam bahkan setengah jam aja gak sampe. Lea juga gak capek kok, Lea pengen ketemu ayah rasanya udah setahun gak ketemu," ucap Lea.


"Gak sayang, kamu ketemu ayahnya nanti aja atau gak nanti ayah yang aku suruh nemuin kamu di kamar," ucap Noah.


"Gak sopan deh masa ayah yang nemuin aku sih," ucap Lea.


"Gapapa sayang, nanti kalau aku jelasin ke ayah. Ayah pasti gak masalah," ucap Noah.


"Gak mau, mau ketemu ayah sekarang," ucap Lea.


"Udah bolehin aja, jangan terlalu protektif kasihan juga Lea nya nanti jadi tertekan dan nyaman terus malah berbahaya buat kehamilannya," ucap Tian.


"Huh, yaudah ayo kita ketemu sama ayah sekarang. Tapi, gak lama ya karena kamu harus istirahat inget kan kata dokter," ucap Noah dan diangguki Lea.


"Iya kak, Lea ngerti kok," ucap Lea.


Mereka bertiga pun menuju ruangan Noah karena ayah Alan sudah berada di sana, sedangkan uncle Ivan tengah berkeliling untuk melihat kondisi asrama yang dulu sempat ia gunakan sebelum pensiun.


"Ayah!" teriak Lea dan berlari menghampiri ayah Alan.


Lea sangat bahagia melihat kedatangan ayah Alan, rasanya rindu Lea terobati.


Noah yang melihatnya pun terkejut karena Lea langsung melepaskan genggamannya dan berlari memeluk ayah Alan.


"Ayah Lea kangen," rengek Lea, saat memeluk ayah Alan.

__ADS_1


"Kasihannya putih cantik ayah ini, ayah juga kangen banget," ucap ayah Alan dan mengecup seluruh wajah putri tercintanya.


"Betah di sini?" tanya ayah Alan.


"Betah Yah, soalnya di sini pemandangannya bagus banget," ucap Lea.


"Bukan karena ada suami kamu," goda ayah Alan.


"Ayah mah, ya itu juga sih," ucap Lea dan berbisik di kata terakhir.


"Jangan lari," ucap Noah, yang sudah berada di samping Lea.


"Hehehehe, lupa," ucap Lea.


"Tau nih kalau kamu lari terus jatuh gimana coba," ucap ayah Alan.


"Lupa ayah soalnya Lea udah kangen banget sama ayah. Lea gak pernah loh berada jauh dari ayah lama-lama, biasanya ayah yang tugas eh sekarang Lea yang tugas," ucap Lea.


"Uuuu sayangnya ayah," ucap ayah Alan dan memeluk Lea.


"Tapi, kamu juga harus hati-hati kasihan baby-nya nanti kalau kenapa-napa gimana," ucap Noah dan mengusap punggung istrinya.


Ayah Alan pun melepaskan pelukannya dan menatap baik Noah maupun Lea seperti meminta penjelasan mengenai apa yang dikatakan Noah tadi.


"Baby?" tanya ayah Alan.


Lea pun tersenyum dan menatap lekat sang ayah, "Iya, sebentar lagi ayah bakal jadi Kakek," ucap Lea.


"Iya Yah, sekarang Lea tengah hamil," ucap Noah.


"Sayang, ayah bahagia sekali," ucap ayah Alan dan kembali memeluk Lea.


Nun, kali ini pelukan ayah Alan cukup erat dan membuat Lea sulit bernapas, "Ayah jangan kenceng-kenceng," ucap Noah.


Noah begitu khawatir saya melihat wajah istrinya yang merah karena ayah Alan yang empuk Lea begitu erat.


"Eh, sayang maafin ayah. Ayah terlalu bahagia mendengarnya," ucap ayah Alan dan Lea hanya tersenyum serta menganggukkan kepalanya.


"Bunda, Daddy sama Mommy kalian belum tau?" tanya ayah Alan.


"Belum Yah, rencananya Noah dan Lea mau kasih tau setelah periksa ke dokter kandungan ini tadi. Tapi, ternyata ayah disini jadi Noah dan Lea belum sempet kabarin bunda, Daddy sama Mommy deh," ucap Noah.


"Kalau begitu nanti kalau berdua kabarin langsung aja pasti mereka bakal seneng karena ini adalah cucu pertama kedua keluarga," ucap ayah Alan.


"Iya yah," ucap Noah.


"Kalau begitu kamu istirahat yang cukup jangan sampai kecapean dan kalau butuh apa-apa bilang sama suami kamu atau Sam ayah selama ayah di sini," ucap ayah Alan.


"Iya, Ayah sayang," ucap Lea.

__ADS_1


"Kalau begitu Noah bawa Lea ke kamar untuk istirahat dulu Yah," ucap Noah.


"Iya, bawa Lea ke kamar biar istirahat. Ayah gak mau cucu ayah kenapa-napa," ucap ayah Alan.


"Ayo sayang," ajak Noah.


Setelah mengantarkan Lea ke kamar dan Lea pun sudah terlelap, Noah pun kembali ke ruangannya karena tadi ayah Alan mengisyaratkan pada Noah untuk kembali ke ruangan setelah mengantarkan Lea.


"Maaf Yah, lama. Tadi Noah juga sekalian nunggu Lea tidur takutnya Lea tidak bisa ditinggal," ucap Noah.


"Tidak masalah," ucap ayah Alan.


"Ada apa ayah menyuruh saya ke sini?" tanya Noah.


"Jadi, alasan kamu mengajukan pemberhentian pelatihan Lea adalah karena Lea hamil?" tanya ayah Alan.


"Iya Yah, Noah gak mau kejadian beberapa bulan lalu terulang lagi. Untuk kehamilan kali ini masih ingin menjaga Lea dan anak Noah, sebab itu Noah mengajukan pemberhentian pelatihan Lea," ucap Noah.


"Kamu tau kan nanti Lea tidak bisa mendapat sertifikat pelatihan dimana perusahaannya butuh sertifikat itu," ucap ayah Alan.


"Iya Yah, Noah tau," ucap Noah.


"Kamu sudah membicarakannya pada Lea?" tanya ayah Alan.


"Belum Yah, Noah akan mengatakannya pada Lea setelah surat alasan pemberhentian keluar dan setelah itu jika Lea setuju maka Noah akan mengajukan permohonan pemberhentian pelatihan," ucap Noah.


"Ayah harap Lea mengerti keadaannya sekarang yang tengah mengandung," ucap ayah Alan.


"Noah juga berharap begitu," ucap Noah.


"Ayah kenapa ada di sini?" tanya Noah.


"Sebenarnya jenderal meminta ayah untuk memantau keadaan di sini secara lagian prajurit libur satu Minggu bukan dan mungkin dia hari atau tiga hari lagi ayah dan uncle Ivan kembali ke kota," ucap ayah Alan dan diangguki Noah.


"Kenapa gak ngasih tau yang ada di sini?" tanya Noah.


"Kata uncle Ivan untuk kejutan," ucap ayah Alan.


"Kejutan itu berhasil," ucap Noah.


"Noah kamu jaga Lea putri ayah ya, biasanya ibu hamil itu sensitif jadi kalau ada sikap atau sifat Lea yang menyebalkan kamu maklumi aja dan sabar karena dulu ayah juga gitu saat bunda Rea hamil Lea," ucap ayah Alan.


"Iya Yah, Noah juga sempat lihat beberapa artikel mengenai ibu hamil. Bahkan Noah udah siap kok dengan segala resiko yang akan Noah hadapi kedepannya," ucap Noah.


.


.


.

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2