
"Kok bisa sakit sayang?" tanya mommy Emma, yang sudah berada di kamar bersama Lea.
Mommy Emma khawatir saat Noah menelponnya dan mengatakan untuk menemani Lea karena saat ini Lea sakit dan tidak bisa kerja. Selain itu, Noah juga tidak bisa menemukan karena ada latihan dengan tentara lainnya.
"Itu mom, Lea gak sengaja jatuh di kamar mandi jadi kaki Lea sakit dan gak bisa jalan," ucap Lea, bohong tentunya.
Lea tidak mungkinkan harus mengatakan yang sebenarnya pada mommy Emma jika dia sakit karena Noah uang menggempurnya tadi malam.
"Yaudah, kamu istirahat ya. Kalau butuh apa-apa panggil mommy, mommy ada di luar kok," ucap mommy Emma.
"Iya mom, makasih ya," ucap Lea.
"Iya sayang," ucap mommy Emma.
Lea pun seharian ini hanya berbaring dan menonton televisi tentunya di temani dengan mommy Emma karena tadi mommy Emma dipanggil tidak datang-datang akhirnya Lea memutuskan untuk mengambil minuman sendiri dan Lea tiba-tiba menjatuhkan gelas sehingga membuat mommy Emma terkejut dan memutuskan untuk menemani Lea di dalam kamar.
Saat tengah fokus dengan televisi tiba-tiba pintu kamar terbuka dan mengalihkan atensi Lea dan mommy Emma, "Loh kak Noah kok udah pulang aja, padahal ini masih jam 1 siang?" tanya Lea.
"Latihan saya sudah selesai makanya saya pulang," ucap Noah.
"Sama istri masa manggil nya saya sih, terus Lea sama suami masa manggilnya kak, gak ada panggilan yang lain apa," ucap mommy Emma, yang gemas dengan anak dan menantunya itu.
"Ya terus manggilnya apa?" tanya Noah.
"Sayang kek, atau baby, honey, darling. Banyaklah nama panggil yang romantis gitu," ucap mommy Emma.
"Sama aja," ucap Noah.
"Beda dong," ucap mommy Emma.
"Lebih enakan manggil nama," ucap Noah.
"Ya, gak dong. Rasanya itu lebih enak-an yang ada panggilan khususnya sebutlah itu panggil cinta kalian," ucap mommy Emma.
"Untuk saat ini mungkin Lea sama kak Noah bakal berusaha untuk merubah nama panggilan mom, tapi ya gitu mungkin masih susah karenakan Lea sama kak Noah kenalnya udah lama dan cara panggilannya pun otomatis udah lama kayak gitu. Jadi, agak susah," ucap Lea.
"Yaudah, tapi ya gunakanlah aku-kamu jangan saya gitu," ucap mommy Emma.
"Huh, akan Noah usahakan," ucap Noah.
"Kamu itu ya dasar, yaudah kalau begitu kalian berdua harus sering-sering latihan aja ya biar terbiasa," ucap mommy Emma dan diangguki Lea.
"Yaudah, karena kamu udah pulang kalau gitu mommy pulang ya," ucap mommy Emma.
"Kamu mau kemana?" tanya mommy Emma saat melihat Noah yang mengambil kunci mobil di atas meja sebelah kasur.
"Mau anterin mommy," ucap Noah.
"Gak perlu, mommy udah dijemput sama supir kok, mommy pergi dulu ya. Ingat Noah kalau ada apa-apa kabari mommy dan satu lagi jaga menantu kesayangan mommy ya," ucap mommy Emma.
__ADS_1
"Iya mom," ucap Noah.
Setelah kepergian mommy Emma, Noah pun naik ke ranjang dan duduk tepat di samping istrinya itu lalu merebahkan tubuhnya dan menjadikan paha Lea sebagai bantalannya, "Apakah sesakit itu?" tanya Noah dan mengecup tangan Lea.
"Ya, lumayan sakit kak," ucap Lea.
"Huh, kalau tau begitu saya tidak akan melakukannya kemarin," ucap Noah.
"Jangan dong, kak Noah harus melakukannya," ucap Lea.
"Tapi, kamu jadi sakit kayak gini," ucap Noah.
"Ya, tetep aja," ucap Lea.
"Kenapa saya harus melakukannya?" tanya Noah.
"Karena Lea gak mau kalau kak Noah jajan di luar," ucap Lea.
"Jajan diluar?" tanya Noah dan diangguki Lea.
"Iya, Lea gak mau kalau sampe kak Noah jajan diluar sana karena Lea belum bisa melayani kak Noah," ucap Lea.
Noah tidak habis pikir dengan apa yang dikatakan istrinya itu, "Kamu takut saya selingkuh gitu?" tanya Noah.
"Iya," jawab Lea.
"Astaga! kenapa kamu bisa mikir kayak gitu, saya gak akan pernah selingkuhin kamu walaupun kamu belum memberikan hak saya," ucap Noah dan duduk di hadapan Lea.
"Kamu tau saya buka orang seperti itu, saya menerima kamu apa adanya, saya juga tau kita menikah terkesan mendadak mau tidak mau saya harus menerimanya dan bersabar akan hal itu," ucap Noah, lalu memeluk Lea dan mengusap lembut punggung Lea.
"Kak Noah beneran gak bakal selingkuh?" tanya Lea.
"Iya, selama saya hidup baru kamu perempuan pertama yang dekat dengan saya, kamu tau kan gimana susahnya saya berdekatan dengan lawan jenis. Apalagi dengan keadaan saya yang terbilang tidak bisa berbaur dan sangat kaku dengan siapapun," ucap Noah.
"Beneran?" tanya Lea lagi.
"Iya, saya tidak tau apa yang membuat kamu ragu akan hal itu. Apa kamu mau tau sesuatu?" tanya Noah.
"Apa?" tanya Lea.
"Sebelum saya menikahi kamu, saya membuat perjanjian dengan ayah Alan," ucap Noah.
"Perjanjian?" tanya Lea.
"Iya, saya membuat perjanjian diatas kertas dengan ayah Noah dimana jika dalam berumahtangga saya melakukan kekerasan baik secara fisik maupun mental, berselingkuh dan membuat kamu sakit hati. Maka jaminannya saya akan mendapat hukuman dari ayah Alan," ucap Noah.
"Hukuman apa?" tanya Lea.
"Hukuman yang akan membuat saya menyesal telah membuat kamu terluka," ucap Noah.
__ADS_1
"Apa?" tanya Lea.
"Maaf, untuk saya tidak bisa memberitahukannya. Saya memberitahukan ini agar kamu percaya jika saya tidak akan melakukan apa yang kamu pikirkan," ucap Noah.
Lea pun membalas pelukan Noah, "Lea akan mencoba percaya sama kak Noah, walaupun Lea penasaran dengan apa hukuman yang akan diberikan ayah," ucap Lea.
'Hukumannya sangat berat, sampai saya tidak bisa membayangkannya,' ucap Noah dalam hati.
"Terima kasih karena sudah percaya padaku, aku akan berusaha menjadi lebih baik," ucap Noah.
Lea pun melepaskan pelukannya dan menatap Noah dengan tatapan bingung dan terkejut, "Kenapa?" tanya Noah.
"Kak Noah tadi pake aku," ucap Lea.
Noah lun tersenyum dan membuat Lea membeku, 'Gila ganteng banget suaminya Lea kalau lagi senyum kayak gitu,' ucap Lea dalam hati.
"Sekarang aku akan berusaha berubah dan memperbaiki sikap serta sifatku dan itu dimulai dengan cara aku memanggilnya kamu, mulai sekarang aku akan mencoba menggunakan aku-kamu. Untuk nama panggilan kita gunakan yang biasa kita gunakan saja, nanti perlahan-lahan kita juga ubah semuanya," ucap Noah.
"Iya kak," ucap Lea dan kembali memeluk Noah.
"Aku bahagia karena bisa bersamamu," ucap Noah.
"Lea yang bahagia karena bisa bersama kak Noah, Lea juga berterima kasih karena kak Noah mau menerima Lea menjadi istrinya kak Noah," ucap Lea.
"Itu memang sudah seharusnya," ucap Noah.
"Mau tidur?" tanya Noah dan mendapat gelengan kepala dari Lea.
"Aku dari tadi udah tidur terus masa sekarang tidur lagi," ucap Lea.
"Terus mau apa?" tanya Noah.
"Gak tau," ucap Lea.
"Huh, yaudah. Mau makan?" tanya Noah.
"Tadi aku juga udah makan loh, masa sekarang makan lagi," ucap Lea.
"Terus apa dong, masa diem-dieman gini?" tanya Noah.
"Hem, ya deh makan aja. Lea pengen sup yang dimasak mommy tadi" ucap Lea.
"Yaudah, aku ambilin dulu ya," ucap Noah.
.
.
.
__ADS_1
Tbc.