
Sudah 5 hari Lea merasakan bosan yang teramat karena ia berada di kamar sendirian bagaimana tidak Tyas saat ini sudah kembali melaksanakan pelatihan dan Lea akhirnya hanya sendirian.
Lea pun hanya keluar saat pagi hari dimana ia dan Noah berolahraga di pagi hari dan sisanya Lea hanya berdiam diri di kamar karena Noah yang melarangnya keluar, ia sangat bosan karena berada di dalam kamar terus menerus.
Lea ingin sekali keluar kamar, tapi ia takut Noah marah padanya sehingga Lea hanya menurut saat Noah menyuruhnya berada di kamar.
"Gue kayak Rapunzel aja ya dikurung di kamar," gumam Lea.
Lea kembali berdiam diri dengan menonton drama di laptop milik sang suami yang ia pinjam, "Ih, kok gue tiba-tiba pengen anggur ya. Kayaknya enak deh makan anggur sambil lihat orang-orang latihan," ucap Lea dan tersenyum kalah memikirkannya.
Lea pun berdiri dan berniat membuka pintu untuk meminta izin pada sang suami, tapi belum sempat Lea membukanya, pintu tersebut sudah terbuka dan menampilkan sang suami yang baru selesai berlatih.
Lea menelan ludahnya saat melihat sang suami yang begitu tampan dengan keringat yang membasahi tubuhnya bahkan Lea sampai terpaku dan membeku tida bisa berkata ataupun bergerak.
"Kenapa sayang?" tanya Noah dan berjalan menghampiri sang istri.
Lea tidak menjawab pertanyaan Noah dan hanya menatap kagum pada sosok di depannya ini, "Sayang," panggil Noah.
"Kenapa kak Noah ganteng banget sih?" tanya Lea.
Lea keceplosan mengatakan hal itu hingga beberapa saat kemudian ia baru sadar dengan apa yang baru saja ia katakan, Lea pun menutup bibirnya bahkan memukulnya beberapa kali hingga tiba-tiba tangan kekar sang suami menghentikannya.
"Jangan pukul bibir kamu kayak gitu mana pake tangan lagi, kalau mau pukul bibir kamu mending pake bibirku kayak gini," ucap Noah.
Setelah mengatakan hal tersebut Noah pun mencium bibir Lea bertubi-tubi hingga diakhiri dengan ******* dan setelah itu Noah pun menjauhkan wajahnya dan tersenyum pada Lea.
Lea sampai lupa dengan tujuannya tadi yang akan keluar meminta izin untuk memakan anggur di pinggir lapangan karena Noah yang menyerangnya secara bertubi-tubi.
"Lebih enakan dipukul pake bibir kan daripada pake tangan," ucap Noah.
"Ish, mesum," ucap Lea.
"Mesum sama istri sendiri gapapa kok gak ada yang ngelarang juga," ucap Noah dan melingkarkan tangannya pada pinggang istrinya itu.
"Kak, nanti kalau ada yang masuk lagi gimana?" tanya Lea.
Ia masih teringat kejadian beberapa lalu saat mereka berdua kepergok oleh Tyas, bahkan Tyas sedikit canggung jik bertemu dengan Noah dan setiap Tyas akan masuk ke kamar ia selalu mengetuk pintu katanya takut akan melihat hak yang tidak harusnya ia lihat.
"Aman sayang, sudah aku kunci kok tadi," ucap Noah.
Noah pun mendekatkan wajahnya pada wajah Lea, tapi belum sempat bibir kedua menempel tiba-tiba seseorang mengetuk pintu dari luar dan menghentikan kegiatan kedua pasutri yang tengah bermesraan itu.
"Ck, siapa sih?" tanya Noah, dengan kesal.
"Kayaknya sersan Tian atau gak sersan Bondan deh, mendingan kakak lihat dulu siapa tau penting," ucap Lea.
"Kamu tunggu sebentar ya, lebih baik kamu istirahat di kasur," ucap Noah dan diangguki Lea.
Noah pun melangkahkan kakinya untuk membukakan pintu kamar tersebut dan beberapa saat kemudian pintu lun terbuka menampilkan Tian yang tersenyum seolah tak bersalah telah mengganggu Noah.
__ADS_1
"Ada apa?" tanya Noah, dengan ketus.
"Ketus banget lo," ucap Tian.
"Cepetan ada apa?" tanya Noah.
"Ini berkas yang lo minta soal data keuangan saat acara," ucap Tian dan memberikan berkas tersebut pada Noah.
Noah pun mengambil berkas tersebut dan mengeluarkan smirknya, "Emangnya buat apa sih data keuangannya?" tanya Tian.
"Buat pertunjukan," ucap Noah.
"Pertunjukan maksudnya?" tanya Tian.
"Lo akan tau nanti dan gak sekarang," ucap Noah.
"Huh, gitu aja main rahasia-rahasiaan," ucap Tian.
"Kalau gitu lo boleh pergi," ucap Noah.
"Mentang-mentang udah dapat yang di butuhin gue di usir," ucap Tian.
"Huh, yaudah sana pergi," ucap Noah.
"Astaga Noah lo kejam banget sama sahabat lo, eh btw gue lupa ngasih ta kalau surat permohonan soal pemberhentian pelatihan buat istri lo udah selesai dan suratnya udah ada di ruangan lo," ucap Tian.
"Oke, setelah ini gue bakal ngambil suratnya," ucap Noah.
"Gue tau," ucap Noah.
Setelah itu Tian Lin pergi dan Noah kembali masuk ke dalam kamar, "Siapa kak?" tanya Lea.
"Tian," ucap Noah.
"Ada urusan apa sersan Tian ke sini?" tanya Lea.
"Ini ada beberapa urusan mengenai data keuangan," ucap Noah dan Lea pun menganggukkan kepalanya.
"Oh iya, hari ini surat permohonan pemberhentiannya udah keluar dan ada di ruangan ku," ucap Noah.
"Berarti setelah ini bakal ada keputusan kalau Lea dipulangkan atau tetap di sini dong," ucap Lea.
"Iya, sayang. Aku akan usahakan buat kamu tetap di sini ya," ucap Noah.
"Gak usah kak, kalau emang keputusannya Lea di pulangkan yaudah Lea gapapa. Menurut Lea juga lebih aman kalau Lea di rumah karena di sana fasilitas untuk ibu hamil dekat dan mudah dijangkau terus juga Lea ada ayah, bunda sama Daisy terus nanti kalau daddy sama mommy pulang juga makin ramai. Kalau di sini kan Lea sendirian mana Tyas juga udah mulai pelatihan lagi terus kak Noah juga sibuk sama kegiatan kak Noah. Bahkan kita ketemunya jarang kan padahal kita juga masih satu area," ucap Lea.
"Itu juga yang aku pikirkan akan lebih baik jika kamu pulang, tapi aku gak bisa jauh dari kamu dan baby nya," ucap Noah.
"Kan masih bisa panggilan video," ucap Lea.
__ADS_1
"Yaudah, kalau gitu kita lihat keputusannya kamu dipulangkan atau tetap di sini," ucap Noah.
"Iya ayo kak mumpung Lea juga bosen di kamar terus," ucap Lea.
Noah dan Lea pun keluar kamar dan menarik perhatian semua orang yang ada di lapangan ataupun pinggir lapangan, bagaimana tidak Noah menggenggam erat tangan istrinya seolah takut Lea kabur darinya.
Beberapa saat kemudian, mereka berdua sudah sampai di ruangan Noah, "Sebentar ya," ucap Noah.
Noah pun mengambil surat yang berada di lemari paling atas lalu ia duduk di samping ke ayang duduk di sofa ruangan tersebut.
Noah pun membual surat tersebut dan membacanya begitu juga dengan Lea yang mendekat kearah Noah dan ikut membaca keputusan yang ada di surat tersebut.
Setelah mereka berdua membaca surat tersebut mereka pun saling berpandangan kalau Noah menutup surat tersebut dan menutup matanya serta menyenderkan tubuhnya.
"Gapapa kak, kan di rumah ada banyak orang yang nemenin Lea," ucap Lea.
Ya, keputusan yang ada dalam surat tersebut adalah dimana Lea diberhentikan karena alasan tengah mengandung dan akan segera dipulangkan.
"Aku tau, tapi aku gak bisa jauh dari kamu apalagi kamu lagi hamil. Kalau dulu mungkin aku bisa jauh ati kamu, tapi itu sebelum kamu hamil," ucap Noah.
Ia benar-benar frustasi, Noah ingin menjadi calon ayah yang siaga saat Lea membutuhkannya dalam masa kehamilannya, tapi ini ia justru harus bertugas dan jauh dari Lea.
Noah sering mendengar cerita para rekan-rekannya yang berada di samping istrinya selama istrinya hamil dan rasa itu sangat luar biasa apalagi saat sang istri mulai merasakan morning sickness dan juga ngidam dan juga mengusap perut buncit istrinya serta mengajak ngobrol calon baby-nya, tapi ini Noah tidak merasakan semuanya.
Hal yang paling takutkan adakah saat Lea melahirkan dan ia tidak ada di sampingnya, itulah hal yang paling Noah pikirkan saat membaca surat keputusan tersebut, tapi Lea juga tidak bisa berbuat apa-apa.
"Kak Noah nangis," ucap Lea, ia benar-benar terkejut data melihat air mata turun dari mata Noah dan membasahi pipi sang suami.
"Kak noah kenapa nangis?" Lea gapapa kok," ucap Lea.
"Aku gak bisa jauh dari kamu," ucap Noah.
"Kak, kan masih ada handphone nanti kita bisa saling kabarin," ucap Lea.
"Maafin aku, karena gak bisa di sampingmu saya kamu hamil," ucap Noah.
"Gapapa kak, Lea ngerti kok," ucap Lea dan memeluk sang suami.
"Udah ya jangan nangis," ucap Lea.
"Gak kok, aku gak nangis," ucap Noah.
"Hehehe, iya gak nangis," ucap Lea.
Noah pun tersenyum meskipun dalam hatinya masih memikirkan apa yang ia pikirkan tadi, yang jelas ia akan berusaha untuk cepat menyelesaikan kegiatan diklat ini karena jika dalam beberapa bulan ke depan semua prajurit berhasil mendapatkan nilai sempurna maka diklat tidak akan diperpanjang.
.
.
__ADS_1
.
Tbc.