Tentara Tampanku

Tentara Tampanku
I Love You


__ADS_3

Rea saat ini sudah berada di depan rumah, ia dapat melihat jika Alan sudah pulang karena motor Alan terparkir rapi di garasi. Rea masuk ke dalam rumah dan tidak melihat ruang tamu sepi akhirnya ia memilih untuk masuk ke dalam kamar dan benar saja ternyata Alan berada di dalam kamar dan sepertinya baru saja mandi.


"Loh, kamu udah pulang kok gak kedengaran?" tanya Alan dan menghampiri Rea.


"Masa sih, mungkin telinga kamu yang mulai bermasalah deh," ucap Rea.


Alan pun tertawa mendengarnya dan mengecup bibir Rea yang tentunya membuat sang empunya terkejut, "Gak usah melotot gitu sayang, kayak pertama kali aja," ucap Alan dan melenggang pergi meninggalkan Rea yang masih terkejut karena tindakan Alan tadi.


Apa Alan tidak tahu jika jantung Rea saat ini tidak aman, "Apa sih Re, jangan lebay deh," gumam Rea.


Rea pun membersihkan dirinya terlebih dahulu setelah itu memutuskan untuk keluar dari kamar dan menuju dapur karena ia yakin Alan belum makan. Namun, sebelum itu Rea terlebih dahulu mencari keberadaan suaminya karena Rea tidak mendengar suaranya, "Mas Alan kemana ya kok gak ada di ruang tamu?" tanya Rea pada dirinya sendiri.


Entahlah Rea tidak tahu, akhirnya Rea memilih untuk menyiapkan makan untuknya dan Alan. Beberapa saat kemudian, Rea pun selesai dengan masakannya dan segera mencari keberadaan suaminya, setelah tidak menemukan Alan dimanapun akhirnya Rea memutuskan untuk keluar dari rumah siapa tahu suaminya itu ada di luar rumah.


Saat Rea membuka pintu rumah dan melihat ke sekeliling rumah ternyata dugaannya benar, Alan berada di luar rumah lebih tepatnya ia berada di halaman rumah yang ada di depannya bersama dengan anggota lainnya. Ruang tersebut adalah rumah Alvin dan memang Alan beberapa kali ke sana berkumpul bersama anggota lainnya.


"Eh, dokter Rea," ucap Ryan, uang membuat semua atensi orang-orang berganti kearahnya.


Rea hanya tersenyum canggung dan menghampiri Alan berserta anggota lainnya, "Tadi aku cari di dalam kok gak ada makanya aku keluar eh ternyata di sini, aku cuma mau bilang tadi aku udah masak," ucap Rea.


"Iya, ini aku mau pulang kok," ucap Alan.


"Dokter Rea gak nawarin kita semua gitu?" tanya Ryan.


"Hem, sebenarnya pengen nawarin sih, tapi sayangnya saya cuma masak buat dua porsi," ucap Rea, yang merasa tidak enak karena tidak memasak untuk anggota lainnya.


"Ini uang buat beli makan kalian," ucap Alan dan memberikan beberapa lembar uang di atas meja.


"Tahu aja sih kapten Alan ini," ucap Gara dan mengambil uang tersebut.


Alan dan Rea pun kembali ke rumah, "Kamu gapapakan?" tanya Alan.


"Maksudnya?" tanya Rea.


"Gak kok, aku tadi cuma tiba-tiba khawatir sama kamu," ucap Alan.


"Aku gapapa kok," ucap Rea dan diangguki Alan.

__ADS_1


Alan dan Rea pun mulai makan masakan yang tadi Rea masak, hingga beberapa saat kemudian selesai makan mereka memilih untuk duduk santai di ruang tamu sambil menonton televisi.


"Oh iya gimana sama tugas kamu?" tanya Rea.


"Ya, gitu gak ada lancar-lancar aja, tapi tetep aku harus awasi daerah perbatasan karena daerah tersebut masih cukup rawan terjadi konflik," ucap Alan.


"Tapi, kan di sana udah ada tim lain," ucap Rea.


"Ya, tapi mereka juga kan batu belum terbiasa jadi aku harus tetep ngasih arahan dan saran gitu," ucap Alan.


"Susah gak sih jadi tentara?" tanya Rea.


"Ya, gimana ya sebenernya sih susah," ucap Alan.


"Kenapa kamu gak milih kerja di perusahaannya Papa aja?" tanya Rea.


"Aku dari dulu gak pernah tertarik sama bisnis gitu, aku malahan lebih tertarik sama dunia militer dan mungkin karena itu aku jadi tentara sekarang," ucap Alan.


"Hem, kamu langsung lolos tes Hadi tentara atau kamu coba beberapa kali?" tanya Rea.


"Untungnya aku langsung lolos sih," ucap Alan dan diangguki Rea.


"Loh, kok mendadak bilangnya," ucap Rea.


"Maaf kalau mendadak, aku baru tahu tadi pas ke rumahnya Alvin. Soalnya aku gak ikut rapat kemarin yang rapat bareng tim lain itu Alvin makanya aku gak tahu," ucap Alan.


"Yaudah deh gapapa," ucap Rea.


"Kok kamu kayak gak ikhlas gitu, aku kan jadi gimana kalau berangkatnya. Kalau emang kamu gak setuju nanti aku biar suruh Alvin aja yang gantiin aku buat tim deh," ucap Alan.


"Aku gapapa kok, Mas kalau mau ikut juga gapapa aku bolehin, aku ikhlas kok Mas ikut," ucap Rea.


"Beneran nih?" tanya Alan dan diangguki Rea.


"Udah mulai gelap kita istirahat di kamar aja ya," ajak Alan dan tentunya Rea menurut saja.


Alan dan Rea masuk ke dalam kamar, "Mas gak pengen ke kamar mandi gitu?" tanya Rea, saat Alan sudah berbaring di sampingnya.

__ADS_1


"Hah, Mas ngapain ke kamar mandi orang Mas gak pengen ke kamar mandi juga?" tanya Alan.


"Ish, masa Mas gak pengen ke kamar mandi sih biasanya kan Mas suka banget ke kamar mandi kalau mau tidur," ucap Rea.


"Iya nanti sayang Mas ke kamar mandinya, kalau sekarang Mas masih pengen peluk kamu," ucap Alan dan menaruh kepalanya di leher Rea.


"Ih, gak seru kamu," ucap Rea dan membalikkan tubuhnya hingga membelakangi Alan.


Alan yang melihatnya cukup terkejut, ia rasa tidak ada yang salah dengan dirinya. Tapi, kenapa Rea malah ngambek padanya, "Oke oke Mas ke kamar mandi sekarang, tapi Mas ngapain ke kamar mandi?" tanya Alan, yang beranjak dari tempatnya.


"Ya, ngapain gitu," ucap Rea.


"Huh, iya Mas ke kamar mandi sekarang," ucap Alan dan berjalan menuju kamar mandi.


'Ngapain gue kamar mandi?' tanya Alan, dalam hati.


Alan pun masuk ke dalam kamar mandi dan hanya berdiam diri aja hingga beberapa saat kemudian, Alan kembali membuka pintu kamar mandi dan keluar dari kamar mandi, "Sayang, aku udah dari kamar mandi," ucap Alan.


Rea yang ternyata sudah menatapnya pun mengerutkan keningnya, "Kamu ngapain aja di dalam kamar mandi?" tanya Rea.


"Ya, diem aja. Aku kan gak mau ngapa-ngapain di kamar mandi," ucap Alan.


Rea kembali tidur membelakangi Alan dan tentunya membuat Alan heran, 'Gue salah ya?' tanya Alan, dalam hati.


Alan pun masuk ke dalam kamar mandi. Namun, kali ini ia mulai menyalahkan shower hingga beberapa saat kemudian bertanya menangkap sesuatu yang tampak aneh di kaca kamar mandi, matanya melotot saat melihat apa yang ada di kaca kamar mandi, "I-ini gak bohong kan," gumam Alan dan mengambilnya lalu keluar dari kamar mandi.


Sebelum itu tentunya Alan sudah mematikan shower terlebih dahulu, setelah mematikan shower Alan pun keluar dan masih mendapati istrinya yang tidur membelakanginya, "Sayang," panggil Alan.


"Apa sih panggil-panggil?" tanya Rea, yang tetap pada posisinya yang membelakangi Alan.


"Galak banget sih istriku ini," ucap Alan.


Dengan cepat Alan memeluk Rea, "I love you," bisik Alan, yang mampu membuat Rea terdiam bahkan tubuhnya saat ini tidak dapat ia gerakkan hingga akhirnya Alan membalikkan tubuh Rea agar berhadapan dengannya.


.


.

__ADS_1


.


Tbc.


__ADS_2