Tentara Tampanku

Tentara Tampanku
S2 - Nakal


__ADS_3

Malam harinya Lea sudah berada di lapangan bersama yang lainnya, entah apa alasannya karena tadi Disna menyuruh semuanya untuk kumpul.


"Ngapain sih malam-malam kita di suruh ke sini?" tanya Tyas.


"Mana gue tau," ucap Lea.


"Dingin banget ya," ucap Tyas.


"Iya, padahal udah pake jaket loh, tapi masih dingin aja," ucap Lea.


"Selamat malam semuanya," ucap Noah yang berada di depan.


"Selamat malam letnan Noah," ucap mereka semua.


"Jadi alasan kenapa kalian berada di sini karena kami ingin memberitahukan sesuatu pada kalian, dimana besok kalian akan mulai menjelajahi hutan serta melakukan beberapa aktifitas untuk menguji keberanian kalian. Kalian harus mempersiapkan semua yang kalian butuhkan malam ini karena kalian akan berada di hutan kurang lebih selama 3 hari 2 malam, mengerti? atau ada yang mau ditanyakan?" tanya Noah.


"Apa saja aktifitas yang akan kami lakukan di sana letnan?" tanya Bu Marsya.


"Kalian akan tau besok, kalian tidak bisa menolak karena aktifitas ini adalah yang disarankan oleh direktur kalian sendiri dan kami hanya menjalankan saja," ucap Noah.


"Bagaimana dengan tugas meliput kami letnan?" tanya Rudy.


"Untuk liputan, kalian tidak perlu khawatir karena pak Anton dan pak Dirga akan menyelesaikannya di sini," ucap Noah.


"Apa cuma pak Anton dan pak Dirga yang berada di sini letnan?" tanya Tyas.


"Iya, hanya pak Anton dan pak Dirga karena itupun atas saran dari direktur," ucap Noah.


"Ada lagi yang ingin ditanyakan sebelum saya bubarkan?" tanya Noah.


"Tidak ada letnan," ucap merek serempak.


"Kalau begitu kalian semua bisa menyiapkan keperluan kalian setelah ink dan jangan lupa besok pagi kalian harus baris kembali di lapangan," ucap Noah dan pergi dari tempat tersebut.


"Kalian bisa balik ke asrama dan beristirahat," ucap Tian dan diangguki semua orang.


"Males banget deh, kita di sini kayak daftar mau jadi tentara aja," ucap Tyas.


"Bukan daftar jadi tentara, tapi jadi petualang kita," ucap Rudy.


"Apa sih gak jelas banget, yuk Le kita ke kamar aja," ucap Tyas dan menarik lengan Lea.


Saat mereka akan memasuki area astam perempuan tiba-tiba suara seseorang yang memanggil nama Lea pun menghentikan langkah mereka berdua.


Lea dan Tyas pun membalikkan badan mereka dan menatap Noah yang berada di belakang mereka.


"Kenapa kak?" tanya Lea.

__ADS_1


"Hari ini kamu tidur sama aku," ucap Noah.


"Tapi, kak kalau ada yang tau gimana?" tanya Lea.


"Ya gapapa. Oh ya hari ini Lea aku culik lagi," ucap Noah pada Tyas.


"Iya kak, ini culik aja gak dikembaliin juga gapapa kok," ucap Tyas dan memberikan Lea pada Noah.


Noah pun menggenggam tangan Lea dan membawa Lea menuju kamarnya hingga beberapa saat kemudian mereka berdua lun sampai di kamar Noah.


"Ayo masuk," ajak Noah.


Noah dan Lea sudah memasuki kamar tersebut, "Kamu langsung tidur aja pasti capek kan karena tadi sore kamu juga latihan terus besok kan kamu bakal latihan juga," ucap Noah.


"Iya kak, Lea tidur dulu ya," ucap Lea.


"Iya, kamu tidur dulu. Aku masih ada beberapa yang harus di periksa," ucap Noah dan diangguki Lea.


Lea pun akhirnya memejamkan matanya dan mulai memasukinya alam mimpi, tapi sayang saat ia benar-benar akan terlelap tiba-tiba ia merasakan sebuah tangan yang bertengger indah di perutnya dan jangan lupakan dengan tengkuknya yang diendus dari belakang bahkan sesekali dikecup oleh orang yang berada di belakang. Siapa lagi pelakunya jika bukan suaminya sendiri bahkan Lea tau karena aroma mint dari sang suami cukup tercium.


"Selamat tidur sayang," bisik Noah.


Setelah mengucapkan itu, Noah tetap tidak berhenti melakukan aktifitasnya tadi yaitu mengendus tengkuk Lea bahkan saat ini tangan Noah yang berada di perutnya tadi sudah berpindah ke punggung Lea.


Noah mengusap lembut punggung ke layaknya ingin membuat Lea tertidur, tapi sayang tindakan Noah justru membuat Lea merinding bahkan sedikit tidak nyaman untuk tidur, semakin lama Lea merasakan merinding dan langsung mengubah posisinya menjadi duduk.


"Kak Noah jangan nakal ya," ucap Lea.


"Nakal, nakal kenapa?" tanya Noah.


"Tangan kak Noah gak bisa dikondisikan," ucap Lea.


"Emang tangan aku kenapa?" tanya Noah.


"Tangan kak Noah tadi usap-usap punggung Lea mana tengkuk Lea tadi diendus sama kak Noah," ucap Lea.


"Oh karena itu, emangnya tanganku nakal ya harusnya tuh tadi kayak gini aja," ucap Noah dan menaruh tangannya pada dada Lea.


"Ish, kak Noah," ucap Lea dan menyingkirkan tangan sang suami dari dadanya.


"Kenapa sih sayang? lagian kan kita udah sah juga gak dosa kok," ucap Noah lalu mendekatkan tubuhnya pada Lea hingga saat ini tubuh mereka hampir menempel.


"Tapi, malu tau," cicit Lea.


"Malu kenapa sih? gak ada siapa-siapa di sini dan cuma ada kita berdua. Lagian kalaupun kamu full naked di depan aku pun gak masalah, aku juga gitu," ucap Noah.


"Kak Noah kenapa sekarang jadi mesum gini sih?" tanya Lea, pasalnya ia merasa aneh karena sikap Noah yang benar-benar berbeda dengan yang dulu.

__ADS_1


"Aku kayak gini itu karena kamu," ucap Noah.


"Kok gara-gara aku sih?" tanya Lea.


"Iya, karena aku udah jujur sama kamu soal perasaanku dan aku mau berubah buat hubungan kita makanya aku sekarang kayak gini, aku berusaha buat hangat sama kamu dan membuat kamu gak takut lagi sama aku," ucap Noah dan mengecup bibir Lea.


"Maafin Lea," ucap Lea.


"Kenapa kamu minta maaf? kamu gak salah sayang," tanya Noah.


"Harusnya Lea juga sama kayak kak Noah yang mulai berubah, Lea harusnya gak takut sama kak Noah. Tapi, harus menghormati dan menghargai kak Noah sebagai suami," ucap Lea.


Noah pun tersenyum dan memeluk erat Lea, "Aku gak pernah maksa kamu buat berubah karena perubahan kamu itu harus dari diri kamu sendiri. Kalau kamu berubah karena gak enak sama aku atau karena orang lain itu gak akan bertahan lama dan gak akan buat orang lain bahagia," ucap Noah.


"Gak kok, mulai sekarang Lea juga akan berubah karena Lea pengen jadi istri yang baik buat kak Noah," ucap Lea.


"Kamu itu udah jadi istri yang terbaik buat aku sayang," ucap Noah.


"Gak, Lea belum bisa jadi istri terbaik untuk kak Noah, kalaupun memang kak Noah nganggep Lea udah jadi istri terbaik, tapi Lea belum puas karena ke merasa Lea belum bisa jadi istri terbaik untuk kak Noah," ucap Lea.


"Kalau begitu mulai sekarang mari kita berdua berubah dan menjadi yang terbaik untuk hubungan kita," ucap Noah dan diangguki Lea.


"Yaudah, sekarang kamu tidur ya udah malam loh," ucap Noah.


"Iya, kak Noah juga tidur. Tapi jangan kayak tadi Lea kan gak bisa tidur," ucap Lea.


"Gak janji ya sayang," ucap Noah.


"Ish, kak Noah mah," ucap le.


"Sayang banget loh kalau kamu dianggurin," ucap Noah.


"Dipikir aku apa coba dianggurin segala," ucap Lea.


"Hehehe, kalau aja besok gak ada latihan. Aku bakal ajak kamu olahraga malam di ranjang sekarang," ucap Noah.


"Gak boleh ya, nanti kalau Lea capek gimana," ucap Lea.


"Iya sayang, aku tau," ucap Noah.


.


.


.


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2