Tentara Tampanku

Tentara Tampanku
S2 - Bodoh Lo Daisy


__ADS_3

"Eunghh," lenguh Lea dan membuka matanya.


Betapa terkejutnya ia saat melihat Noah yang saat ini menatapnya dan tersenyum manis, ini adalah pertama kalinya bagi Lea melihat senyuman tersebut, "Kak Noah," panggil Lea.


"Iya, sayang kenapa hem masih ngantuk mau tidur lagi atau apa?" tanya Noah dan mendapat gelengan kepala dari Lea.


"Mau mandi," ucap Lea.


"Yaudah, ayo mandi bareng," ucap Noah.


"Gak mau," ucap Lea.


"Kenapa?" tanya Noah, yang menggoda Lea karena melihat rona merah di pipi Lea.


"Kak sama duluan," ucap Lea.


"Duluan kemana?" tanya Noah.


"Ish, jangan godain aku ya," ucap Lea.


Lea menatap garang ke arah Noah, bukannya takut Noah justru tersenyum melihat istrinya yang membuatnya gemas, dengan cepat Noah menggendong tubuh Lea dan membawanya menuju kamar mandi.


"Mau ngapain?" tanya Lea, saat mereka berdua sudah berada d dalam kamar mandi.


"Ya, mandilah sayang," ucap Noah.


Alhasil mereka berdua pun mandi bersama, ingat hanya mandi tanpa melakukan kegiatan lainnya.


Beberapa saat kemudian, Noah dan Lea sudah selesai mandi bahkan mereka sudah berganti pakaian, "Mau makan?" tanya Noah.


"Iya kak," ucap Lea.


"Yaudah, ayo," ucap Noah.


"Tapi, Lea malu," cicit Lea.


"Malu kenapa?" tanya Noah.


"Kemarin pasti banyak yang denger teriakan Lea dan gak suka sama Lea," ucap Lea.


'Mulai sudah,'


"Ga ada sayang, gak ada uang kayak gitu. Ayo keluar," ucap Noah, yang berusaha meyakinkan istrinya itu.


Beruntungnya Lea mau keluar meksipun Noah harus mengeluarkan kata-kata penenang bagi Lea.


Mereka berdua turun ke bawah tepatnya ke meja makan karena di sana sudah ramai tentu saja keluarga dan kerabat mereka berdua yang masih berada di sana.


"Eh, menantu mommy udah turun, ayo makan sayang sini biar mommy yang ambilin. Kamu mau lauk apa hem?" tanya mommy Emma.

__ADS_1


Dengan antusias mommy Emma menarik pelan tangan Lea hingga Lea duduk kursi kosong yang ada di sana begitupun Noah yang berjalan menghampiri istrinya dan duduk di sebelah Lea.


"Biar Lea aja mom," ucap Lea.


"Gapapa sayang, biar mommy aja," ucap mommy Emma.


"Makasih mom," ucap Lea.


"Iya sayang sama-sama, Noah kamu ambil sendiri ya," ucap mommy Emma.


"Biar Lea yang ambilin buat kak Noah mom," ucap Lea dan baru saja kan berdiri tangannya sudah ditahan oleh Noah.


"Gak usah, biar aku aja," ucap Noah dan mengambil makanan untuk dirinya sendiri.


"Aku bisa kok, aku gak perlu dikasihani kayak gini," ucap Lea, yang lagi-lagi membuat semua orang yang ada di sana terkejut.


"Sayang, gak ada yang kasihan sama kamu kok. Mommy ngambilin kamu makanan karena memang mommy mau, kan besok mommy harus ke negara B buat nemenin daddy kerja di sana beberapa bulan dan mommy gak bisa ketemu sama kamu pasti mommy bakal kangen," ucap mommy Emma.


"Maaf mom, Lea terlalu berlebihan," ucap Lea.


"Gapapa sayang, udah ya jangan sedih gitu," ucap mommy Emma dan diangguki Lea.


Noah menarik kursi Lea agar dekat dengannya dan saat Lea sudah dekat dengannya Noah pun memeluk pinggang Lea, "Makan yang banyak ya buat aku bisa mainin pipi ini," ucap Noah.


"Apa sih kak, jangan kayak gini ah malu, mana ada para jomblo lagi," ucap Lea dan memukul bahu Noah.


"Gak usah malu kak, kita mau biasa aja. Inget tiap pagi lihat kebucinan ayah sama bunda," ucap Daisy.


"Iya, dua hari yang lalu baru putus dia sama cowoknya," ucap Nial.


"Ish, diem dong jangan buka kartu," ucap Daisy.


"Kok bisa putus?" tanya Lea.


"Ya bisalah kak," ucap Daisy.


"Alasannya apa? bukannya kamu sama Ardi itu sama-sama bucin ya kok malah putus?" tanya Lea.


"Huh, Ardi dijodohin sama perempuan pilihan keluarga besarnya," ucap Daisy.


"Terus si Ardi gak mau perjuangin kamu gitu?" tanya mommy Emma.


"Gak Tante katanya dia takut ngecewain keluarganya dan takut gak tenang hidupnya kalau ngelawan keluarganya," ucap Daisy.


"Move on, masih banyak yang lebih baik dari Ardi," ucap Nial.


"Gue udah move on ya," ucap Daisy.


"Masa," goda Nial.

__ADS_1


"Nanti ayah cariin kamu pasangan kalau kamu gak dapat pasangan kamu sendiri, tapi tunggu Nial dulu," ucap ayah Alan.


"Lah kenapa Nial, Nial masih belum pengen nikah, masih banyak yan belum Nial wujudkan," ucap Nial.


"Sama Daisy juga belum pengen nikah, nanti kalau Daisy nikah yang ada kayak rumah tangganya kak Lea yang hampir hancur gara-gara sikap kekanak-kanakannya kak Lea gimana, ck terlalu berlebihan padahal cuma keguguran doang, gak mau ya Daisy," ucap Daisy, dengan ceplas-ceplos dan sepertinya Daisy lupa jika di sana ada Lea.


Perempuan mana yang tidak sakit hati saat ada orang yang mengatakan hal yang dikatakan Daisy tadi, bohong jika Lea baik-baik saja. Tapi, Lea berusaha untuk terlihat kuat dan tidak merasakan sakit hati atas ucapannya Daisy, ia sudah berjanji pada dirinya untuk tidak berlarut-larut dalam pemikiran buruknya meskipun kadang-kadang pemikiran buruk tersebut datang dengan sendirinya.


Daisy sendiri yang menyadari atas ucapannya pun menutup mulutnya dan menatap semua orang yang saat ini menatap tajam dirinya dan beralih pada Lea yang masih memakan makanannya, "Kak, maafin Daisy. Daisy gak mau buat bicara kayak gitu," ucap Daisy.


Daisy benar-benar merasa bersalah atas ucapannya yang tidak dapat ia kontrol dan ia yakin pasti ucapannya menyakiti hati Lea.


"Gapapa kok," ucap Lea, dengan tersenyum.


Semua orang yang ada di sana terkejut dan bingung karena mereka kira Lea akan menangis seperti kemarin, tapi Lea justru tersenyum dan kembali menyantap makanannya seolah tidak terjadi apa-apa.


Daisy yang melihat senyuman itu semakin merasa bersalah, 'Bodoh lo Daisy,' ucap Daisy dalam hati.


"Kak, Daisy beneran minta maaf bukan maksud Daisy bilang kayak gitu," ucap Daisy.


"Iya, kakak ngerti kok," ucap Lea dan lagi-lagi ia menunjukkan senyumannya.


Mereka memutuskan untuk makan dan setelah itu mereka berlatih pada kerjaan masing-masing, saat ini Lea dan Noah duduk di balkon kamar dengan Lea yang bersandar pada dada bidang Noah.


"Mau jalan-jalan?" tanya Noah.


"Kemana?" tanya Lea.


"Terserah kamu, kamu mau kemana. Lagian ini hari terakhir aku izin kan besok aku harus kembali kerja," ucap Noah.


"Hem, gimana kalau ke pantai, tapi kalau pantai agak jauh mana besok kamu masuk lagi. Hem, lebih baik kita di rumah aja deh kak istirahat biar besok gak capek," ucap Lea.


"Gak sayang, hari ini khusus untuk kamu, aku bakal turutin apapun yang kamu mau. Kalau gitu sekarang kita siap-siap ya ke pantai," ucap Noah.


"Beneran kita bakal ke pantai?" tanya Lea.


"Iya sayang, ayo," ajak Noah.


Akhirnya setelah beberapa saat kemudian, mereka pun saya ini berada di mobil menuju pantai, tadi mereka berdua sudah meminta izin pada para keluarga dan mereka mengizinkannya supaya mental Lea membaik.


"Nanti kalau kakak capek, biar Lea yang gantiin ya," ucap Lea.


"Kamu istirahat ya, untuk masalah itu kamu gak perlu khawatir oke," ucap Noah.


Mau tidak mau Lea pun setuju saja dan melihat ke sekelilingnya selama perjalanan dan sesekali mengobrol dengan Noah karena ia tidak bisa tidur. Ingatkan jika Noah adalah manusia sedingin kutub meskipun Noah mulai hangat padanya, tapi tetap saja Noah masih belum bisa bersikap hangat sepenuhnya pada Lea salah satunya ya saya di mobil Noah hanya menjawab seadanya saja. Entahlah, Lea tidak tau suaminya itu jelmaan siluman apa.


.


.

__ADS_1


.


Tbc.


__ADS_2