Tentara Tampanku

Tentara Tampanku
Rea Sedih


__ADS_3

Tak terasa sudah satu Minggu Rea berada di tempat bencana ini dan dalam waktu satu Minggu ini banyak warga yang benar-benar mulai membaik dan dapat beraktifitas kembali secara normal. Saat ini Rea dan para relawan lainnya berada di tenda untuk membahas mengenai kepulangan beberapa relawan. Selain itu, di sana juga terdapat beberapa tentara termasuk Alan, sedangkan yang lainnya berada di tempat pengungsian untuk menjaga di sana.


"Jadi, karena semuanya sudah berkumpul saya selaku koordinator di sini ingin menyampaikan info mengenai para relawan yang sudah kami pilih untuk kembali ke kota dan bertugas di rumah sakit masing-masing, daftar nama nanti akan kami tempel di papan yang ada di depan tenda, saya sangat berterima kepada semuanya karena telah membantu meskipun hanya beberapa hari saja, tapi bantuan kalian sangat berarti bagi para warga tentunya, mungkin untuk dokter Nando ada yang mau di sampaikan," ucap dokter Danu dan diangguki dokter Nando.


"Saya juga sebagai dokter yang berada di tempat ini mengucapkan banyak-banyak terima kasih dalam waktu satu Minggu ini kalian semua telah membantu para warga yang mengalami kesulitan dan karena bantuan kalian juga kondisi para warga mulai membaik bahkan sangat baik dan dapat melanjutkan aktifitasnya. Saya harap jika suatu saat nanti saya ataupun salah satu dari kita membutuhkan bantuan kembali, kalian mau untuk membantu dan tentunya sebaliknya," ucap dokter Nando.


Setelah itu, para relawan pun keluar dari tenda dan memeriksa namanya yang akan di pulangkan dan tidak. Begitupun dengan Rea yang melihat namanya yang ternyata ia dipulangkan, sesuai dugaan Rea pasti Rea akan dipulangkan. Tentunya Rea tidak sendirian ia bersama beberapa dokter dari Daiva General Hospital tentunya, dari semua relawan yang berasal dari Daiva General Hospital yang dipulangkan sebanyak 8 orang dan itu artinya lebih dari setengahnya dipulangkan begitupun dengan ruang sakit Citra Lestari dan ruang sakit Ambarita.


"Rea, kita berpisah," ucap Qilla dan memeluk Rea.


"Lebay deh, lagian kita pisah juga gak selamanya kali," ucap Rea.


"Ya, tetep aja gitu kita pisah," ucap Qilla.


"Gue itu mau seneng, tapi juga sedih karena gue gak bisa pulang bareng lo, padahal lo bisa di sini juga karena gue," ucap Nina.


"Heh, lo lupa gue itu malah seneng banget kalau gue di pulangin tahu gak serasa beban hidup gue itu hilang tahu gak," ucap Rea.


"Tapi, tetep aja gue masih gak enak apalagi gara-gara gue lo jadi di sini," ucap Nina.


"Padahal gue udah mau lupain kejadian itu, tapi setelah lo ngomong kayak gitu gue jadi keinget wajah direktur gila itu. Rasanya gue pengen bejek-bejek tuh muka," ucap Rea.


"Kenapa lo benci banget sama direktur Bagas?" tanya Qilla.


"Ada lah nanti lo juga tahu," ucap Rea.


"Tapi, nih ya gara-gara gue ada di sini. Gue jadi gak tahu ada berita apa di rumah sakit, siapa tahu nih ya tiba-tiba pas gue pulang gue dapet kabar kalau direktur Bagas sama si Shinta nikah dan hamil," ucap Qilla.


"Baru juga seminggu masa mereka nikah terus hamil sih aneh-aneh aja," ucap Nina.


"Ya, kan gak ada yang tahu," ucap Qilla.


"Gue mau siap-siap dulu deh soalnya kan besok pagi gue harus balik," ucap Rea.


"Ayo gue bantuin," ucap Nina.


"Gak perlu, lagian barang-barang gue gak sebanyak lo kan," ucap Rea.

__ADS_1


"Tapi, gapapa sini gue bantuin," ucap Nina.


"Gak usah, gue bisa bawa sendiri kok beneran," ucap Rea. Mau tidak mau Qilla dan Nina pun mengiyakan saja apa yang diinginkan Rea.


Rea segera kembali ke kamp militer dan mengambil ponselnya untuk memberitahukan pada suaminya, ia segera mencari nama suaminya dan mengirim pesan padanya.


*Alan*


^^^Saya besok akan kembali ke kota, apa anda sudah berada di rumah besok?^^^


Saya rasa, saya tidak bisa ke kota karena masih ada pekerjaan yang harus saya kerjanya di sini.


Rea yang melihat balasan dari suaminya hanya menghela napasnya, "Apa sih pekerjaannya kok kayak sibuk banget," gumam Rea.


Rea sedih karena ia belum bisa bertemu dengan sang pujaan hati, meskipun Rea belum mencintai suaminya. Tapi, bagaimanapun Rea tetaplah setia istri yang ingin bertemu dengan suaminya.


.


Disisi lain Alan pun melihat daftar nama relawan yang akan dipulangkan dan ia tidak terkejut sama sekali setelah melihat ada nama istirnya dalam daftar tersebut, Alan sudah menduga Rea pasti akan memilih untuk kembali ke kota daripada di sini.


Saat sedang melihat daftar nama tersebut tiba-tiba ponselnya bergetar dan ia melihat pesan dari istrinya yang menanyakan apakah ia sudah berada di kota besok, dengan berat hati alam pun menjawab tidak. Alan tidak ingin memberikan harapan istrinya untuk bertemu besok saat di kota.


Alan mengedarkan pandangannya dan menatap Rea yang saat ini tengah menatap ponselnya dengan wajah sedihnya, "Apa gara-gara gue gak ada di kota besok makanya Rea sedih gitu?" tanya Alan, pada dirinya sendiri.


"Kapten Alan," panggil Raka.


"Kenapa, Ka?" tanya Alan.


"Oh itu tadi sersan Alvin bilang kalau dia menunggu kapten di ruangan kapten," ucap Raka dan diangguki Alan.


Setelah Raka pergi barulah Alan pergi menuju ruangannya, beberapa saat kemudian Alan pun sampai dan segera masuk ke dalam ruangan tersebut.


"Ada apa sersan Alvin?" tanya Alan.


"Gue di sini sebagai sahabat lo bukan anggota lo," ucap Alvin.


"Ada apa?" tanya Alan.

__ADS_1


"Lo ada hubungan sama dokter Rea?" tanya Alvin.


"Apa maksud lo?" tanya Alan.


"Sorry, kemarin gue gak sengaja lihat handphone lo dan gue lihat galeri di handphone lo itu banyak banget fotonya dokter Rea. Gue cuma pengen tahu lo ada hubungan apa sama dokter Rea," ucap Alvin.


"Gue paham lo pasti penasaran, tapi gue masih belum bisa bilang semuanya sekarang. Tapi, gue janji nanti gue bakal kasih tahu ke lo semuanya," ucap Alan.


"Kenapa gak lo kasih tahu sekarang?" tanya Alvin.


"Ada beberapa hal yang harus gue lakuin sebelum semua orang tahu dan gue harap lo ngertiin gue apalagi sekarang ini bukan waktu yang tepat. Masih banyak tugas yang harus kita kerjain," ucap Alan.


"Tapi, menurut gue dengan lo ngasih tahu semuanya ke gue sekarang gak kan ada masalah," ucap Alvin.


"Ada orang yang harus gue kasih penjelasan terlebih dahulu dan sayangnya orang itu bukan lo, jadi gue harap lo bisa maklumin semuanya ya," ucap Alan.


"Huh, oke. Gue bakal tunggu lo siap buat jelasin semuanya," ucap Alvin dan diangguki Alan.


"Oh iya, bus yang para relawan naiki besok udah ada di lapangan," ucap Alvin.


"Cepet banget," ucap Alan.


"Namanya juga Ryan yang cari makanya cepet," ucap Alvin.


"Tapi, gue denger dokter Rea masuk dalam daftar relewan yang bakal balik ke kota," ucap Alvin dan diangguki Alan.


"Lo gapapa?" tanya Alvin.


"Maksud lo?" tanya Alan.


"Ya, siapa tahu lo sedih gara-gara dokter Rea bakal balik ke kota," ucap Alvin dan Alan hanya tersenyum menanggapi perkataan Alvin.


.


.


.

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2