Tentara Tampanku

Tentara Tampanku
S2 - Ajakan Menikah


__ADS_3

"Siapa?" tanya ayah Alan.


"Gak tau Yah," ucap Daisy.


"Kalau gak tau kenapa dia bisa ngajak kamu nikah?" tanya ayah Alan.


"Daisy beneran gak tau Yah, Daisy kenal dia cuma baru beberapa hari bahkan Daisy ketemu sama dia aja baru dua kali dan yang ketiga kemarin itupun karena dia mau balikin mobil Daisy yang mogok waktu itu. Pokoknya namanya Vander Yah, itu yang Daisy inget," ucap Daisy.


"Vander, namanya keren pasti dia juga ganteng deh," ucap Lea.


"Sayang," panggil Noah.


"Tapi, kak Noah gak usah khawatir soalnya lebih keren nama kak Noah kok sama lebih ganteng kak Noah," ucap Lea dan berhasil membuat Noah salah tingkah.


"Suruh dia temuin ayah, kalau memang dia serius sama kamu," ucap ayah Alan.


"Iya, nanti Daisy bilangin ke dia," ucap Daisy.


# Flashback On #


Saat ini Daisy berada di salah satu bengkel yang ada di kota, tadi pagi Vander mengabarkannya untuk datang karena mobil Daisy sudah bisa.


Awalnya Vander ingin mengantarkan mobil Daisy, tapi Daisy merasa tidak enak jika Vander harus mengantarkan mobilnya hingga Daisy memutuskan untuk mengambil mobilnya sendiri.


"Tunggu di sini," ucap Vander.


Beberapa saat kemudian, Vander pun memberikan kunci mobil Daisy, "Ini kuncinya," ucap Vander.


"Makasih," ucap Daisy dan tersenyum.


"Sama-sama," ucap Vander.


Daisy pun tersenyum dan mengambil kunci mobilnya lalu ia beranjak dari tempatnya dan menuju mobilnya.


Setelah mencoba mobilnya Daisy keluar dan menghampiri Vander, "Mobil saya udah bisa, terima kasih sudah membatu saya," ucap Daisy dan diangguki Vander.


Saat Daisy akan kembali ke mobilnya tiba-tiba tangannya di tahan oleh Vander, Daisy pun berhenti dan menatap Vander dengan tatapan bertanya-tanya.


"Ada apa?" tanya Daisy.


"Emm, anda sudah memiliki pasangan?" tanya Vander.


Daisy tentunya terkejut mendengar pertanyaan tersebut, "Maaf, tapi kenapa anda menanyakan hal itu?" tanya Daisy.


"Tidak, hanya saja saya ingin tau, jadi anda sudah memiliki pasangan?" tanya Vander lagi.


"Saya sudah memiliki pasangan," ucap Daisy.


"Oh ya, siapa namanya?" tanya Vander.


"Kenapa menanyakan hal itu?" tanya Daisy.


"Saya hanya ingin berteman saja dengan pasangan anda," ucap Vander.


'Mampus,' ucap Daisy dalam hati.


"Bagaimana? apa saya bisa berteman dengan pasangan anda?" tanya Vander.


"Huh, saya tidak punya pasangan, jadi tidak perlu anda berteman dengan pasangan saya," ucap Daisy.


"Bagaimana kalau saya menjadi pasangan anda?" tanya Vander.


Lagi-lagi Daisy dibuat terkejut dengan pertanyaan Vander, "Jangan bicara sembarangan anda," ucap Daisy.


"Tidak, saya tidak bicara sembarangan. Saya serius dengan apa yang saya tanyakan tadi, bagaimana kalau kita menikah?" tanya Vander.

__ADS_1


"Gila," gumam Daisy dan berjalan ke arah mobilnya.


Baru saja Daisy akan membuka pintu mobilnya, tapi terhenti karena Vander menahan pintu mobil.


"Saya serius, bilang kalau memang anda setuju dengan ajakan saya untuk menikah maka anda bisa menghubungi saya, tapi kalau anda masih ragu anda bisa bicarakan dulu dengan keluarga anda," ucap Vander.


"Saya pernah gagal dalam percintaan dan saya cukup trauma dengan hal itu padahal saya sudah percaya dengan pasangan saya dulu dan untuk kali ini saya tidak ingin gegabah dalam memutuskan apalagi anda mengajak saya untuk ke tahap yang lebih serius yaitu pernikahan," ucap Daisy.


"Saya tidak memaksa, saya menghargai apapun keputusan anda," ucap Vander.


"Saya akan mengabari anda mengenai keputusan saya," ucap Daisy.


"Iya, saya tunggu kabar tersebut," ucap Vander dan diangguki Daisy.


"Iya, kalau begitu saya permisi," pamit Daisy dan masuk ke dalam mobil lalu pergi dari tempat tersebut.


# Flashback Off #


Setelah satu bulan lamanya dari ajakan menikah tersebut, Daisy kembali menjalani kehidupannya seperti biasa hingga tiba-tiba Vander mengirimkan pesan padanya dan menanyakan mengenai keputusan Daisy.


Daisy pun langsung mengatakan semuanya pada keluarganya dan jika Daisy lihat keluarga tidak masalah dengan ajakan menikah dari Vander, tapi tetap mereka harus melihat bagaimana Vander dan tidak boleh gegabah dalam mengambil keputusan.


#


Dua hari kemudian


Hari ini adalah hari dimana Daisy menyuruh Vander untuk datang ke rumahnya dimana setelah dua hari yang lalu Daisy langsung mengabari Vander untuk menemui ayah Alan karena keputusan yang diambil Daisy ada di tangan ayah Alan.


"Calon kamu jadi datang?" tanya Maudy.


"Iya kak," ucap Daisy.


"Jangan gugup ya," ucap Maudy.


"Gak bisa kak, Daisy tiba-tiba jadi takut gini," ucap Daisy.


"Gak tau, tiba-tiba aja jadi takut," ucap Daisy.


"Pasti gara-gara takut calon kamu di tolak sama ayah ya," ucap Maudy.


"Gak ya kak," ucap Daisy.


Beberapa saat kemudian, terdengarlah suara bel, "Apa itu ya," gumam Daisy.


"Gak tau, buat kakak lihat," ucap Maudy.


"Gak usah kak, ini Vander udah kirim pesan kok kalau dia udah di luar dan biar Daisy aja yang bukain pintunya," ucap Daisy.


"Yaudah deh," ucap Maudy.


"Sayang, ganti baju kamu dulu ya jangan oke baju kayak gini," ucap Nial karena memang Maudy saat ini menggunakan baju rumahan dan bahunya cukup terbuka.


"Iya kak," ucap Maudy.


Disisi lain, Daisy membukakan pintu rumahnya dan benar saja Vander datang dan membawa bingkisan yang entahlah Daisy pun tak tau.


"Ayo masuk," ucap Daisy.


"Orangtua kamu ada di dalam?" tanya Vander.


"Iya, mereka udah nunggu kamu," ucap Daisy.


Ya, saat ini panggilan mereka berdua sudah berubah dari yang awalnya saya dan anda sekarang berubah menjadi aku dan kamu. Hal ini karena mereka ingin lebih akrab saja dan tidak kaku jika berbicara nantinya.


Daisy dan Vander sudah berada di ruang tamu dan Vander dapat melihat wanita cantik yang meskipun sudah tidak muda lagi, tapi tetap terlihat awet muda bahkan sangat cantik dan Vander yakini bahwa wanita tersebut adalah orangtua Daisy.

__ADS_1


"Ini Vander ya," ucap bunda Rea.


"Iya tante," ucap Vander.


"Ayo duduk dulu, sama dimakan juga cemilannya," ucap bunda Rea dengan ramah.


"Iya tante," jawab Vander, entahlah tapi tiba-tiba saja Vander gugup bahkan Vander menjawab dengan jawaban yang sama.


Saat Vander tengah gugup tiba-tiba saja suara berat seorang pria mengejutkannya dan Vander pun segera menatap pemilik suara tersebut.


"Komandan Alan," panggil Vander.


"Sersan Vander," panggil ayah Alan yang cukup terkejut karena melihat pria yang ia kenal di dunia militer.


Ya, Vander adalah seorang tentara yang memiliki pangkat sersan, ia satu angkatan dengan Nial. Tapi, beda divisi serta daerah penempatan.


"Jadi pria yang mengajak putri saya menikah adalah sersan Vander," ucap ayah Alan.


"Iya komandan," ucap Vander, dengan yakin.


"Kenapa kau mengajak putriku menikah?" tanya ayah Alan.


"Karena saya menyukai putri komandan dan entah kenapa, tapi saya rasa saya memang berjodoh dengan putri komandan," ucap setan Vander.


"Disini saya tidak ingin basa basi, jadi kau pasti tau bukan latar belakang keluarga Daisy apalagi setelah kau tau siapa yah dari Daisy," ucap ayah Alan.


"Iya komandan," ucap Vander.


"Apa kau yakin tetap dengan pendirianmu yaitu menikah dengan Daisy?" tanya ayah Alan.


"Iya komandan, saya yakin dengan pendirian saya. Saya tetap akan mengajak putri komandan Alan yaitu Daisy untuk menikah," ucap Vander.


"Tapi, kau bakal di uji denganku, letnan Noah dan sersan Nial, bagaimana?" tanya ayah Alan.


"Saya tetap dengan pendirian saya untuk menikahi Daisy komandan," ucap Vander.


Meskipun Vander sedikit takut saat mendengar ia akan diuji dengan ayah Alan, Noah dan Nial. Tapi, ia tidak boleh mundur setelah mengajak menikah Daisy perempuan yang berhasil membuatnya jatuh cinta pada pandangan pertama.


Nama ayah Alan, Noah dan Nial sendiri sudah tidak asing di kalangan para tentara apalagi Noah yang dikenal cukup tegas dan kejam.


'Semoga semuanya berjalan lancar,' ucap Vander dalam hati.


"Saya rasa, saya tidak perlu mengujimu," ucap ayah Alan.


"Maksud komandan?" tanya Vander.


"Saya sudah mengenalmu jauh sebelum kau ingin menikahi putriku bahkan saya dan ayahmu memiliki rencana untuk menjodohkan kalian berdua, tapi saya melihat Daisy yang tidak suka dengan perjodohan pun diam dan tidak melanjutkan rencana perjodohan itu," ucap ayah Alan.


"Jadi, komandan kenal dengan ayah saya?" tanya Vander


"Tentunya, dia juga salah satu tentara yang cukup terkenal saat itu dan ya kami juga satu pangkat jadi karena itu kita bisa kenal," ucap ayah Alan.


"Apa ayah merestui hubungan Daisy sama Vander?" tanya Daisy.


"Tentu, Vander tidak perlu diuji oleh ayah, Noah sama Nial karena ayah sudah tau bagaimana sikap, karakter dan juga Katar belakang keluarganya," ucap ayah Alan.


"Terima kasih komandan, saya akan segera melamar Daisy secara resmi dengan membawa keluarga saya," ucap Vander.


Akhirnya mereka pun saling mengobral hingga tak terasa sudah sore hari, di sana hanya ada ayah Alan, bunda Rea, Nial, Maudy dan Daisy saja karena Noah dan Lea saat ini berada di rumah daddy Albert dan mommy Emma.


.


.


.

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2