Tentara Tampanku

Tentara Tampanku
S2 - Bilqis


__ADS_3

"Dek, ayo jalan-jalan yuk," ajak Lea.


"Ini udah malam loh kak, lagian kakak gak capek aja. Kakak kan baru aja datang tadi pagi harusnya Kaka itu sekarang istirahat," ucap Daisy.


"Gak tuh, kakak pengen jalan-jalan. Kayaknya kalau ke pasar malam enak deh," ucap Lea.


"Gak ah, Daisy lagi males keluar, lebih baik kakak ke kamar terus istirahat, inget angin malam gak bagus bait ibu hamil," ucap Daisy.


"Udah sih sayang turutin aja kemauan kakak kamu, pasti kakak kan lagi ngidam ini. Emangnya kamu aku ponakan kamu ileran," ucap bunda Rea.


"Ya, kalau ponakannya Daisy ileran tinggal di lap aja Bun gampang kan," ucap Daisy.


"Hush, kalau ngomong. Udah sana kamu temenin kakak kamu, nanti kamu minta imbalan sama kakak ipar kamu," ucap bunda Rea.


"Iya juga ya, oke deh Daisy mau nemenin kak Lea, tapi nanti Daisy minta imbalan ke kak Noah ya," ucap Daisy dan dengan polosnya Lea menganggukkan kepalanya.


Saat ini Lea ingin sekali jalan-jalan bahkan memborong banyak cemilan, padahal Lea sudah makan tapi Lea rasa ia masih lapar.


"Yaudah yuk kak," ucap Daisy.


"Tapi, nanti pulangnya jangan malam-malam ya," ucap bunda Rea.


"Iya Bun, tapi gak janji ya dah bunda sayang," ucap Lea.


Lea dan Daisy pun menuju pasar malam menggunakan mobil, Lea ingin menggunakan sepeda motor, tapi mereka berdua tidak bisa menggunakan sepeda motor sebab itu mereka berdua memutuskan untuk menggunakan mobil.


"Rame banget," ucap Lea, saat mereka sampai di pasar malam.


"Namanya juga pasar malam kak, pasti rame lah," ucap Daisy.


"Mereka berdua keluar dari mobil dan menuju ke tempat cemilan lebih tepatnya penjual gulali karena Lea ingin tentunya.


"Kamu gak mau beli?" tanya Lea.


"Gak ah, Daisy gak terlalu suka makanan manis," ucap Daisy.


"Yaudah," ucap Lea.


Setelah memesan gulali mereka berdua memilih duduk di salah satu kursi yang ada di sana.


"Kak ini ponselnya kak Lea getar," ucap Daisy.


Ya, Lea memang menitipkan ponselnya pada Daisy karena Lea tidak membawa tas.


"Mana sih," ucap Lea dan mengambil ponsel yang di berikan Daisy padanya.


"Kak Noah," gumam Lea.


"Cepetan diangkat kak, kalau gak nanti Daisy kehilangan pemasukannya Daisy lagi," ucap Daisy.


"Ck, kamu nih," ucap Lea.


Lea pun mengangkat sambungan telepon dari sang suami.


^^^Halo kak!^^^


Masih di pasar malam?


^^^Iya, kenapa emangnya kak?^^^


Jangan lama-lama loh ya, angin malam gak bagus buat kamu dan kamu juga harus istirahat kan tadi baru pulang pasti capek kan selama perjalanan.


^^^Baru juga nyampe di pasar malam kak.^^^


Iya, tapi jangan lama-lama.


^^^Iya kak Noah ku sayang, Lea gak lama kok.^^^


Beneran ya, kalau sampe nanti aku telepon lagi terus kamu masih belum di rumah maka uan jajannya Daisy bakal aku potong!


^^^Eh! jangan dong kak. Kak Noah gak perlu khawatir, Daisy bakal pastiin sebelum jam 8 kak Lea udah ada di rumah kok. (Daisy)^^^


Kakak pegang kata-kata kamu.


^^^Siap kak. (Daisy)^^^


^^^Ish, kok gak asik si kak Noah.^^^

__ADS_1


Semua ini demi kebaikan kamu sayang apalagi kamu kan lagi hamil.


^^^Hem, yaudah deh.^^^


Nanti aku telepon lagi ya.


^^^Iya daddy.^^^


Setelah itu, Lea pun memutuskan sambungan telepon tersebut, "Kalau gitu sekarang kakak mau beli apa lagi biar Daisy yang beliin?" tanya Daisy.


"Tumben banget," ucap Lea.


"Iya lah kak, biar kita cepet sampe rumah atau gak nanti makannya di rumah aja kak," ucap Daisy.


"Ga mau, makannya di sini aja," ucap Lea.


"Yaudah, kalau gitu Daisy beliin aja," ucap Daisy.


"Tapi, ini gulali kakak belum habis dan kakak juga gak tau ada makanan apa aja di sini. Jadi, Kaka belinya nanti duluan nunggu gulalinya habis terus kita jalan bentar sekali lihat-lihat makanannya," ucap Lea.


"Iya deh, tapi pokoknya jam setengah 8 kita harus udah pergi dari sini ya," ucap Daisy.


"Ck, iya iya," ucap Lea.


Setelah gulali Lea habis barulah mereka berdua keliling ke pasar malam untuk melihat makanan, "Lea," panggil seseorang.


Lea dan Daisy pun menatap orang tersebut, "Loh om Riko," ucap Lea.


Kalian pasti masih ingatkan dengan Riko bukan, jadi author tidak perlu menjelaskan lagi siapa itu Riko ya. Kalau ada yang gak tau siapa Riko, jadi baca season 1 dulu.


"Kamu udah lama pulangnya?" tanya Riko.


"Baru tadi pagi kok om," ucap Lea.


"Kalian cuma berdua?" tanya Riko.


"Iya om, bundanya lagi berduaan sama ayah," ucap Daisy.


Ya, Daisy tidak terlalu suka dengan Riko karena ia tau jika Riko menyukai bunda Rea.


Riko sendiri sudah menikah satu tahun setelah bunda Rea melahirkan Nial dan Daisy dan dari pernikahannya, ia dikaruniai seorang putri bernama Bilqis. Namun, sayang pernikahannya harus hancur karena sang istri berselingkuh dan memilih tinggal bersama selingkuhannya di luar negeri.


Sampai sekarang Riko sendiri bahkan banyak yang ingin dengannya, takut entahlah kenapa Riko tetap memilih sendiri. Tapi, Daisy yang emang dasarnya tidak suka Riko, ia meyakini jika riko belum bisa move on dari bunda Rea dan berniat menghancurkan hubungan bunda Rea dan ayah Alan.


"Om Riko sendirian?" tanya Lea.


"Gak, saya lagi sama Bilqis. Itu dia lagi beli minum," ucap Riko dan diangguki Lea.


"Kalau gitu, kita berdua permisi ya om," pamit Daisy.


"Kenapa buru-buru banget, om udah lama loh gak ngobrol sama kalian terutama kamu Lea. Kayaknya udah satu tahun lebih gak sih," ucap Riko.


"Lea juga lupa om," ucap Lea.


"Ya udah, kalia gitu kita ngobrol sebentar," ucap Riko.


"Gak bisa om, soalnya dedek bayinya lagi pengen buah pizza. Kita pamit ya om," ucap Daisy.


"Bunda kamu hamil lagi?" tanya Riko.


"Ayah terlalu sering sih mainnya," ucap Daisy dan menarik tangan Lea.


"Bunda hamil?" tanya Lea.


"Kata siapa?" tanya Daisy.


"Kata kamu tadi," ucap Lea.


"Oh iyalah, Daisy gak bilang kalau dedeknya jadi ya," ucap Daisy.


"Terus kata kamu yang dedek bayinya pengen pizza itu apa?" tanya Lea.


"Maksudnya dedek bayi itu ya Daisy. Daisy pengen pizza kayaknya enak deh," ucap Daisy.


"Astaga, kakak kirain bunda hamil lagi," ucap Lea.


"Gak ya, Daisy gak mau kalau sampe bunda hamil lagi. Cukup Daisy aja yang terakhir dan gak boleh ada yang lain," ucap Daisy.

__ADS_1


"Yaudah, deh kamu beli pizza kakak juga tiba-tiba pengen, kamu suruh penjualnya banyakin kejunya ya," ucap Lea.


"Oke kak," ucap Daisy.


"Kakak beli minuman sama beli cemilan di sana ya," ucap Lea dan diacungi jempol oleh Daisy.


Beberapa saat kemudian, mereka berdua pun selesai memesan minuman dan mereka akan kembali ke parkiran, tapi lagi-lagi Riko datang dan membuat mereka berdua tertahan di sana.


"Kalian mau pulang ya," ucap Riko.


"Iya om," ucap Lea.


"Om boleh titip Bilqis gak soalnya om ada kerjaan dan arahnya juga beda," ucap Riko.


"Boleh om," ucap Lea.


"Kak," Daisy tidak terima jika harus satu mobil dengan si ular berbisa Bilqis.


"Udah gapapa, ayo Bilqis," ucap Lea.


Daisy memang tidak suka Bilqis karena Bilqis sering mencari gara-gara padanya salah satunya saat ia semester 4 dimana Bilqis saat itu masih semester 2 dan tiba-tiba saja Bilqis menyebar berita buruk mengenai Daisy yang menggoda Kevin yang merupakan ketua tim basket di kampus dan sekaligus pacar Bilqis padahal Daisy tidak mengenal secara pasti mengenai Kevin.


Sejak saat itu, banyak yang tidak suka dengan Daisy karena dianggap sebagai penggoda, bahkan selama perkuliahan Daisy hanya memiliki dua sahabat saja itupun mereka kenal sejak SMA.


Untung saja Nial tidak satu kampus dengannya bahkan tidak ada yang tau masalah ini kecuali dua sahabatnya itu, jika keluarganya tau pasti nasib Bilqis tak tertolong, tapi bagi Daisy itu bukan apa-apa sebab itu Daisy tidak ingin memperpanjang hal ini.


"Kak Lea kenapa pulang bukannya pelatihannya masih lama ya?" tanya Bilqis.


"Ya, gapapa. Kak Lea pengen pulang aja," ucap Lea.


"Oh, gitu ya," ucap Bilqis.


"Kak Lea punya uang gak?" tanya Bilqis.


"Kenapa emangnya?" tanya Lea.


"Bilqis mau pinjem," ucap Bilqis.


"Pinjem buat apa? bukannya om Riko kaya ya masa lo pinjem uang ke kakak gue sih?" tanya Daisy.


"Gue pinjem buat beli tas," ucap Bilqis.


"Bukannya tas kamu banyak ya, kok beli lagi?" tanya Lea.


"Bilqis udah bosen kak sama tasnya Bilqis, lagipula kakak kan tau kalau Bilqis ini model jadi harus punya banyak tas yang bagus," ucap Bilqis.


"Minta sama pacar lo sana jangan minta sama kakak gue," ucap Daisy.


"Gue baru putus sama pacar gue," ucap Bilqis.


"Lah putus kenapa? gue lihat di postingan lo sama cowok lo kayak gak ada masalah gitu?" tanya Daisy.


"Iyalah gue putus soalnya gue minta beliin apartemen masa gak boleh padahal kan rencananya apartemen itu nanti buat gue sama dia tempati, eh dia malah minta putus dasar cowok gak modal. Kalau gak mampu tinggal bilang aja gitu malah diputusin gue harusnya tuh gue yang mutusin dia," ucap Bilqis.


'Ya jelas lah cowok lo mutusin lo dodol banget nih orang,' ucap Daisy dalam hati.


"Maaf ya, bukannya kakak gak mau pinjemin kamu uang atau gimana gitu, tapi kakak kan udah nikah jadi semua uang yang kakak pegang juga harus atas izin suaminya kakak, jadi kakak gak berani pinjemin kmu uang sebanyak itu," ucap Lea.


"Huh, yaudah deh kak gapapa. Kalau lo mau gak pinjemin gue uang," ucap Bilqis.


"Gue? ya ogah lah, gue masih sayang sama uang gue ya," ucap Daisy.


"Kalau lo sih gue masih maklumin soalnya kan gaji guru dikit," ucap Bilqis.


"Ck, udah minjem banyak gaya," ucap Daisy.


Beginilah bagaimana Daisy dan Bilqis jika bertemu, mereka tidak kan pernah akur entahlah kapan mereka akur.


.


.


.


Tbc.


Jangan lupa dukung author ya semuanya dengan follow, komentar, like dan favorit. Supaya author semangat nih buat nulis!!!!!🤭

__ADS_1


__ADS_2