Tentara Tampanku

Tentara Tampanku
Album Foto


__ADS_3

Pagi harinya Rea sudah bangun dan bersiap-siap untuk menuju rumah Mama Dira, Rea pun turun dan menuju ruang tamu karena di sana sudah ada keluarga yang berkumpul semuanya. "Kamu hari ini jadi mau ke rumah Mama kamu?" tanya Ayah Argi dan diangguki Rea.


"Iya, Yah. Ini Rea kau berangkat, kalau gitu Rea pergi dulu ya," pamit Rea.


"Kamu udah ngabarin Mama kamu?" tanya bunda Nara.


"Udah bundaku sayang," ucap Rea.


"Ku naik apa?" tanya ayah Argi.


"Rea bawa mobil kok," ucap Rea dan diangguki Ayah Argi.


Rea pun menghampiri Ayah Argi dan Bunda Nara lalu mengecup pipi Ayah Argi dan Bunda Nara. Setelah itu, Rea pun menuju kak Ray dan kak Inez lalu menyalami mereka dan selanjutnya Rea ke Gia mengulurkan tangannya dan Gia pun menyalami Rea dengan wajah cemberutnya dan hal itu membuat Rea puas tentunya. Yang terakhir Rea menuju Kaif lalu mengecup seluruh wajah Kaif, karena tindakan Rea membuat Kaif yang awalnya masih tertidur pun membuka matanya dan menangis.


Setelah melihat Kaif menangis barulah Rea berhenti dan lari keluar rumah, "Rea berangkat dulu!" teriak Rea.


"Dasar ya kamu, Re. Sekarang anak kakak nangis nih!" teriak kak Ray dan Rea hanya tertawa mendengarnya, makanya Rea berlari sebelum di teriaki kakaknya itu.


Rea menaiki mobilnya dan setelah itu mengendarai mobilnya menuju kediaman Mama Dira. Ini adalah pertama kalinya Rea pergi ke rumah keluarga suaminya itu, Rea dulu sempat di tawari Mama Dira untuk ke rumah keluarga suaminya, tapi Rea terllau takut karena ia belum kenal dengan suaminya bahkan Rea memang sengaja tidak ingin mengetahui bagaimana suaminya. Tapi, setelah Rea tahu mengenai suaminya, Rea pun memilih untuk ke rumah keluarga suaminya.


Beberapa saat kemudian, Rea pun sampai di depan bangunan yang terbilang cukup mewah dan elegan bahkan rumahnya lebih mahal dari ruang keluarga pikir Rea. "Nona Rea ya," ucap salah satu penjaga rumah tersebut.


"Iya, pak," ucap Rea.


"Silahkan masuk nona," ucap penjaga tersebut dan membuka gerbang rumah tersebut dan Rea pun mengendarai mobilnya menuju depan rumah itu.


Baru saja Rea turun pintu rumah tersebut sudah terbuka lebar dan menampilkan dua perempuan yang saat ini menjadi keluarganya yaitu Mama Dira dan Dea, "Sayang! akhirnya kamu sampai juga, Mama takut banget kalau kamu bohongin Mama!" teriak Mama Dira dan berlari memeluk Rea.


Untung saja Rea dapat menyeimbangkan kakinya jika tidak dapat Rea pasukan jika ia akan terjatuh bersama Mama Dira. "Masa Ra bohongin Mama sih, ya gak dong, Ma," ucap Rea dan membalas pelukan Mama Dira.


"Udah dong, Ma. Gantian Dea juga mau peluk kakak cantik," ucap Dea, yang saat ini berada di samping Mama Dira.


Mama Dira pun melepaskan pelukan tersebut dan berganti lah Dea yang saat ini memeluk Rea dengan erat bahkan membuat Rea terbatuk-batuk karena eratnya pelukan tersebut.

__ADS_1


"Sayang, jangan kencang-kencang meluknya kasihan tahu menantu Mama," ucap Mama Dira.


"Hehehehe, iya Ma. Dea seneng banget karena kakak cantik akhirnya datang ke rumah," ucap Dea.


Mama Dira hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan anak perempuannya itu, "Udah ayo kita masuk ke dalam," ajak Mama Dira.


Mereka bertiga pun masuk ke dalam rumah, "Kamu duduk dulu ya biar Mama ambilin cemilan dulu," ucap Mama Dira dan mendudukkan Rea di sofa yang ada di ruang tamu.


"Kak Rea cantik banget sih, gimana cara kak Rea ngerawat kulit kakak?" tanya Dea.


"Kakak cuma hidup sehat aja sih gak ada perawatan lain," ucap Rea.


"Kakak pernah makan makanan cepat saji atau gorengan?" tanya Dea.


"Iya, kakak pernah makan bahkan hampir setiap hari," ucap Rea.


"Itu namanya kakak gak hidup sehat, hayo ngaku kakak perawatan kulitnya kayak gimana?" tanya Dea dan berhasil membuat Rea diam.


"Udah jangan tanya kayak gitu ke menantu Mama deh, nanti yang ada menantu Mama ini malah pergi dari rumah lagi gara-gara pertanyaan aneh kamu itu," ucap Mama Dira, dengan membawa beberapa cemilan serta minuman dan di taruh nya ke atas meja yang ada di ruang tamu.


Rea pun mengambil beberapa cemilan yang di sediakan Mama Dira, "Enak, Ma, sesuai selera Rea. Rea suka," ucap Rea.


"Syukurlah kalau kamu suka," ucap Mama Dira.


"Asal kakak tahu, cemilan ini Dea bantu bikinnya loh, mungkin karena itu jadi cemilannya enak," ucap Dea.


"Mana ada, orang kamu cuma masukin gula sama tepung itupun Mama yang udah takar semuanya," ucap Mama Dira.


"Ya, sama aja dong, Ma," ucap Dea.


"Iya deh sama," ucap Mama Dira, yang tak ingin memperpanjang pembahasan tersebut karena ujung-ujungnya juga Mama Dira yang kalah.


"Nah gitu dong, Ma," ucap Dea.

__ADS_1


Rea sendiri pun tersenyum melihat interaksi Mama Dira dan Dea, awalnya Rea takut dan akan merasa canggung di dalam keluarga suaminya. Tapi, tenyata dugaannya salah bahan menurut Rea Mama Dira dan Dea mengingatkannya dengan Bunda Nara dan kak Ray yang selalu saja bertengkar karena hal sepele.


"Sayang, kamu mau lihat foto-fotonya Alan gak?" tanya Mama Dira.


Belum sempat Rea menjawab, Dea sudah berlari dan menuju almari yang ada di ruang tamu lalu Dea membuka salah satu pintu almari tersebut dan mengambil sebuah album foto. Setelah menutup pintu almari, Dea pun kembali ke tempat duduknya yang ada di samping Rea dan menaruh album foto tersebut ke pangkuan Rea.


"Ini kak album fotonya hhhhhh," ucap Dea, dengan napas yang tersengal-sengal.


"Astaga, kenapa kamu lagi sih bahkan kakak aja belum jawab loh mau lihat apa gak," ucap Rea dan Dea hanya tersenyum menampilkan giginya.


"Ayo buka sayang," ucap Mama Dira, yang sangat excited.


Rea pun membuka album foto tersebut, saat baru saja membuka album foto tersebut Rea dapat melihat foto keluarga Dhananjaya, dimana foto tersebut adalah foto yang sama dengan yang Rea temukan saat ini ruangan tempat Alan.


"Ganteng banget ya suami kamu," ucap Mama Dira dan Rea hanya tersenyum mendengarnya.


Memang benar apa yang dikatakan Mama Dira, dalam foto tersebut Alan sangat tampan menggunakan seragam lengkap militernya, dengan wajah bulenya sangat cocok Alan menggunakan pakaian tersebut. "Kak Alan mirip Papa ya kak," ucap Dea.


"Iya, kak Alan mirip banget sama Papa Aldi," ucap Rea.


"Iya dong, Mama kan pinter milihnya," ucap Mama Dira.


Rea kembali membuka halaman selanjutnya dan melihat anak kecil yang sangat tampan tengah berada di kebun binatang bersama dengan burung elang dan hebatnya anak tersebut tidak menunjukkan ekspresi takut sama sekali, "Ini siapa, Ma?" tanya Rea.


"Ini akan pas kecil dulu, dia itu emang anaknya gak takut bahkan dia pernah foto sama harimau dan dia malah santai gitu," ucap Mama Dira dan menunjukkan foto yang ia maksud.


Rea kembali membuka halaman selanjutnya, "Ganteng ya kak," ucap Dea.


Saat ini Rea tepat berada di mana Alan tengah menggunakan seragam lengkapnya yang berbeda dengan foto yang tadi ia lihat, seragam kali ini lebih ke seragam untuk tugasnya di luar seperti ada rompi dan beberapa senjata yang Rea tidak paham. Sedangkan, seragam yang tadi ia lihat lebih ke pada segaram dinas dan lebih rapi karena berbentuk seperti jas dan juga dengan pangkatnya.


.


.

__ADS_1


.


Tbc.


__ADS_2