
Lea saat ini berada di rumah sakit karena merasakan sakit pada perutnya dan juga bercak darah yang cukup banyak, "Bagaimana keadaan Lea?" tanya bunda Rea.
"Hal ini wajar kok, dokter Rea tidak perlu khawatir," ucap dokter Karin.
"Tapi, bercak darahnya lumayan banyak loh dok terus Lea juga merasakan sakit di perutnya," ucap bunda Rea.
"Dokter Rea tidak perlu khawatir, Lea baik-baik saja kok dan hal seperti ini memang sering terjadi kok di beberapa ibu hamil. Dengan sendirinya nanti akan kembali normal," ucap dokter Karin.
"Beneran dok?" tanya bunda Rea.
"Iya," ucap dokter Karin.
"Tapi, kenapa waktu aku dulu gak ada ya, ada sih tapi gak sebanyak Lea?" tanya bunda Rea.
"Setiap ibu hamil itu kondisi tubuhnya berbeda-beda, jadi itu sebabnya dokter Rea tidak mengalami bercak darah," ucap dokter Karin dan diangguki bunda Rea.
"Untuk beberapa hari mungkin Lea harus istirahat dan dijaga pola makannya," ucap dokter Karin.
"Tuh sayang dengerin kata dokter Karin," ucap bunda Rea.
"Iya, tapi bunda jangan kasih tau kak Noah ya," ucap Lea.
"Kenapa? Noah harus tau keadaan kamu," tanya bunda Rea.
"Lea cuma takut kalau kak Noah marah sama Lea," ucap Lea.
"Noah marah sama kamu itu artinya dia sayang sama kamu sama baby-nya juga," ucap Lea.
"Ayah udah kasih tau Noah," ucap ayah Alan, yang baru saja masuk.
"Ayah, kok kak Noah di kasih tau sih," rengek Lea.
"Dia suami kamu dan dia berhak tau sayang," ucap ayah Alan.
Baru saja Lea akan merespon perkataan ayah Alan tiba-tiba ponselnya yang berada di sampingnya berdering.
"Kak Noah," ucap Lea setelah melihat siapa yang menelponnya.
"Angkat aja," ucap ayah Alan.
Setelah itu, Lea pun mengangkat sambungan telepon tersebut.
Halo, sayang
^^^Halo kak Noah^^^
Gimana keadaan kamu sekarang?
^^^Sekarang Lea baik-baik aja kok kak^^^
Kamu sekarang di rumah sakit kan?
^^^Iya kak, ini Lea di rumah sakit bareng ayah sama bunda^^^
Kamu harus istirahat, aku udah bilang ke ayah, bunda, Nial sama Daisy buat jaga kamu
^^^Lea gapapa kak^^^
Aku gak aku terjadi apa-apa sama kamu, kamu harus di rumah sakit sampe sembuh
^^^Iya kak Noah^^^
Maaf ya karena aku gak bisa ada di samping kamu
^^^Gapapa kak, kan kita udah pernah bahas ini^^^
Tapi, aku gak tenang di sini apalagi setelah denger kami di rawat
^^^Lea beneran gapapa, oh iya kak Noah gak ada urusan setelah ini?^^^
Ada sih, setelah ini latihan tim jurnalis
^^^Yaudah, kakak siap-siap gih^^^
Kamu gak kangen aku?
^^^Kangen, tapi kakak harus siap-siap nanti setelah kak Noah latihan sama tim jurnalis kita teleponan lagi^^^
Yaudah, kalau gitu aku matikan ya
^^^Iya kak^^^
__ADS_1
Setelah itu, Lea pun menaruh kembali ponselnya, "Untung kak Noah gak marah-marah," ucap Lea.
"Noah marah-marah sama kamu itu karena sayang, kamu harus dengerin apa yang dikatakan Noah. Dia pastinya mau kamu sama baby-nya baik-baik aja," ucap ayah Alan.
"Iya ayah," ucap Lea.
"Ayah darimana aja tadi?" tanya Lea.
"Dari kantor," ucap ayah Alan.
"Bunda, Lea pengen jalan-jalan deh," ucap Lea.
"Gak ya, kamu masih butuh istirahat," ucap bunda Rea.
"Ish, tapi Lea bosen loh di sini terus," ucap Lea.
"Yaudah, kamu boleh jalan-jalan, tapi pake kursi roda ya," ucap ayah Alan.
"Masa pake kursi roda sih," ucap Lea.
"Kalau gak mau yaudah," ucap ayah Alan.
"Yaudah iya pake kursi roda," ucap Lea.
Beberapa saat kemudian, Lea pun jalan-jalan bersama dengan ayah Alan karena bunda Rea ada urusan dengan pasiennya.
'Bukannya itu Nial ya, kok dia keluar dari ruan rawat sih,' ucap Lea dalam hati.
Ya, Lea melihat Nial yang keluar dari ruang rawat Maudy dan Nial serta ayah Alan tidak menyadari hal itu.
"Yah, Lea boleh tolong ambilin minuman buat Lea," ucap Lea.
"Kamu haus?" tanya ayah Alan.
"Iya Yah," ucap Lea.
Setelah ayah Alan pergi, Lea pun berdiri dan menuju ruangan dimana ia melihat Nial keluar dari ruangan tersebut.
Lea membuka pintu ruangan tersebut dan mendapati seorang perempuan cantik yang tengah terbaring lemah di brankar, "Maaf, anda siapa ya?" tanya Maudy.
"Anda sendiri siapa?" tanya Lea dan berjalan menuju Maudy.
"Maudy," gumam Lea.
"Kenapa adik saya keluar dari ruangan ini? Anda kenal sama adik saya?" tanya Lea.
"Adik, saya tidak tau siapa adik anda," ucap Maudy.
"Itu pria yang baru saja keluar dari sini," ucap Lea.
Maudy mengerutkan keningnya karena tidak mengerti maksud dari Lea hingga beberapa saat kemudian, ia pun mulai mengerti.
"Maksud anda sersan Nial," ucap Maudy.
"Iya Nial, dia adik saya," ucap Lea.
"Jadi begini, sersan Nial itu adalah orang yang sudah membantu saya dengan membawa saya ke rumah sakit," ucap Maudy.
"Nial mau bantu anda," gumam Lea dan masih dapat di dengar Maudy.
"Iya, sersan Nial yang bantu saya," ucap Maudy.
"Sebelumnya kami udah kenal sama Nial?" tanya Lea.
"Iya, saya kenal saat sersan Nial menolong saya di bus dan juga saat sersan Nial bertugas di daerah pelabuhan karena tempat tinggal saya juga di area pelabuhan," ucap Maudy dan diangguki Lea.
"Maudy, udah makan?" tanya bunda Rea yang baru saja masuk ke dalam ruangan tersebut.
Lea pun menatap bunda Rea dengan tatapan terkejut, begitupun dengan bunda Rea yang terkejut melihat Lea di ruangan tersebut.
"Bunda kenal sama Maudy?" tanya Lea.
"Kamu kenapa dia ini astaga sayang? astaga! kemana kursi roda kamu? kamu harus banyak-banyak istirahat, sini kamu duduk dulu biar kamu gak kecapean," tanya bunda Rea dan menuntun Lea untuk duduk di sofa.
"Bunda belum jawab pertanyaan Lea, bunda kenal sama Maudy?" tanya Lea.
"Iya, dia perempuan yang ditolong sama Nial," ucap bunda Rea.
"Tapi, kenapa bunda sampai kenal?" tanya Lea.
"Ya, gak sengaja soalnya kamu tau sendiri kan Nial gimana kok tiba-tiba dia mau nolongin orang apalagi ini perempuan," ucap bunda Rea.
__ADS_1
"Nial suka Maudy?" tanya Lea, dengan berbisik.
"Gak tau juga, tapi kata Nial dia pengen mastiin dulu dia suka atau gak sama Maudy," bisik bunda Rea.
Setelah itu, Lea pun menatap Maudy, "Gimana keadaan kamu sekarang?" tanya Lea.
"Saya sudah baik-baik saja kok...," ucap Maudy.
"Panggil aja kak Lea biar sama kayak Nial," ucap Lea dan diangguki Maudy.
"Kalau boleh tau, sersan Nial itu saudara kak Lea?" tanya Maudy.
"Iya, dia adik saya, oh iya sampe lupa. Ehm umur kamu berapa?" tanya Lea.
"26 tahun kak," ucap Maudy.
"Oh, berarti seumuran dong sama Nial dan Daisy," ucap Lea.
Disisi lain Maudy yang mendengar nama Daisy pun lagi-lagi hanya tersenyum miris, 'Ternyata hubungan antara sersan Nial sama Bu Daisy sudah jauh ya sampai seluruh keluarga sersan Nial kenal dengan Bu Daisy, mungkinkah mereka bakal nikah,' ucap Maudy dalam hati.
Saat Lea tengah mengobrol dengan Maudy serta bunda Rea tiba-tiba pintu ruangan tersebut terbuka dan menampilkan Nial yang menatap terkejut pada Lea.
"Kok kak Lea ada di sini?" tanya Nial.
"Kenapa? emangnya kakak gak boleh di sini?" tanya Lea.
"Bukan gitu tadi Nial mau ke ruang rawatnya kakak eh gak ada malahan Nial ketemu sama ayah yang lagi nyariin kakak," ucap Nial.
"Astaga! ayah! kakak lupa kalau kakak tadi nyuruh ayah ngambil minuman," ucap Lea dan baru saja Lea berdiri tiba-tiba pintu ruangan tersebut kembali terbuka dan menampilkan sang ayah dengan raut wajah panik.
"Ayah cari kamu kemana-mana sayang, kok gak ada," ucap ayah Alan dan menghampiri Lea serta melihat apa Lea terluka atau tidak.
"Lea gapapa Yah, maaf ya tadi itu Lea lupa mau pamit ke ayah," ucap Lea.
"Iya gapapa sayang, tapi lain kali kamu harus bilang mau kemana. Ayah gak mau kamu pergi sendirian apalagi kamu kan lagi hamil ," ucap ayah Alan.
"Iya Yah," ucap Lea.
"Oh iya, ayah kenapa sama Maudy?" tanya Lea.
"Iya, ayah kenal karena waktu itu bunda kamu ngenalin Maudy temannya Nial," ucap ayah Alan.
"Berarti yang belum tau Maudy cuma Lea sama Daisy dong," ucap Lea.
"Daisy tau soalnya kan Maudy guru di sekolah tempat Daisy ngajar," ucap bunda Rea.
"Oh ya, kamu guru di sekolah tempat Daisy ngajar?" tanya Lea.
"Iya kak," ucap Maudy.
.
Malam harinya Lea kembali ke ruang rawatnya, "Bunda Lea pengen banget pulang, di rumah sakit bosen," ucap Lea.
"Tapi, kamu gak inget apa kata dokter Karin, kamu harus banyak-banyak istirahat," ucap bunda Rea.
"Kan di rumah bisa Bun," ucap Lea.
"Iya, tapi kan lebih efektif kalua dor umah sakit," ucap bunda Rea.
"Iya deh, oh iya Bun Daisy kemana kok dia gak jenguk Lea?" tanya Lea.
"Daisy kan lagi nginep di rumah Oma karena di rumah gak ada orang," ucap bunda Rea.
"Kebiasaan kalau nginep di rumah Oma atau nenek selalu aja gak pulang-pulang," ucap Lea.
"Namanya juga Daisy, adik kamu yang satu itu kan gak bisa diem pengennya diluar terus," ucap bunda Rea.
"Iya Bun, setuju. Tapi, sayang dia ditinggal nikah," ucap Lea.
"Berarti dia bukan jodoh adik kamu, mungkin nanti jodoh adik kamu bakal keliatan," ucap bunda Rea.
"Iya Bun, Lea berharapnya sih jodohnya Daisy sama kayak Daisy, kocak," ucap Lea dan bunda Rea hanya tersenyum.
.
.
.
Tbc.
__ADS_1