
Sekarang Noah tau kenapa Lea tadi meraba perutnya, Noah merasa ada yang aneh dengan istrinya itu. Menurut Noah, Lea terlalu agresif padahal harusnya kan dirinya yang memulai.
"Kamu kenapa kok gini?" tanya Noah.
"Gak kenapa-napa kok, ayo kak sekarang aja," ucap Lea dan mendekati Noah.
"Kamu yakin sudah siap?" tanya Noah.
"Iya, Lea udah siap," ucap Lea.
"Yakin?" tanya Noah sekali lagi untuk memastikan saja.
"Iya kak Noah Raffael Valda," ucap Lea.
"Oke," ucap Noah.
Noah pun mulai mendekatkan dirinya pada Lea dan tanpa basa basi langsung meraup bibir manis istrinya itu, "Kamu gak akan menyesal?" tanya Noah, yang menyatukan kening mereka berdua.
"Iya, gak akan," ucap Lea.
Cup
Noah tentunya belum siap dengan tindakan Lea yang mengecup bibirnya, tapi karena melihat Lea yang begitu agresif hal itu mampu membuat nafsu Noah meningkat. Noah mendekat pada Lea dan mengecup kembali bibir lembut istrinya itu, namun kali ini bukan hanya kecupan, Noah memperdalam kecupan tersebut Samapi mendengar suara d*sahan Lea.
Suara itu tentu membuat Noah hilang akal dan mulai menjelajahi setiap inci bibir istrinya dan berpindah ke bagian wajah Lea, "Eugnhhhh,"
Lea semakin merasakan hal yang tidak pernah ia rasakan, apalagi saat Noah mengecupi telinga dan lehernya, hal itu membuat Lea mengeluarkan suara yang bahkan belum pernah Lea keluarkan sebelumnya.
Setelah puas dengan wajah dan leher Lea, perlahan tapi pasti Noah pun menyentuh dua gundukan yang masih tertutup kain itu, "Ka-kakhhhh noahhh," lenguh Lea, saat merasakan dadanya sedikit nyeri karena diremas begitu saja oleh Noah.
Lagi-lagi mendengar suara sialan itu membuat gairah Noah meluap-luap dan dengan menggebu-gebu Noah membuka pakaian yang dikenakan istirnya itu hingga nampak lah pemandangan yang baru pertama kali ia lihat meskipun dada istrinya itu masih tertutup oleh bra, tapi tetap saja terlihat. Noah meremas begitu saja dada istrinya dan kembali mengecup bibir Lea secara intens.
Lea sendiri pun membalas kecupan Noah dan sesekali m*nd*sah karena tindakan Noah yang begitu agresif bagi Lea. Lea pun bahkan langsung berusaha membuat baju yang di pakai Noah, Noah yang paham pun lantas berhenti dan melepaskan bajunya hingga saat ini tubuh atas mereka berdua benar-benar polos. Noah pun memeluk Lea dan mengecup leher Lea hingga meninggalkan tanda kemerahan di sana.
Setelah puas Noah menatap Lea dan setelah itu mulai membuka celana yang ia kenakan hingga hanya menyisakan boxer nya saja. Lea yang melihat Noah pun berinisiatif membuka celananya, tapi gagal karena Noah menahan tangan Lea dan menaruh tangan Lea di samping. Setelah itu Noah pun membuka celana Lea hingga hanya tersisa ****** ***** saja, Noah pun mendongak menatap Lea dan mengecup perut rata Lea.
Cukup lama Noah bermain di perut Lea, ia kembali berdiri dan melepaskan boxer nya lalu ia juga melepaskan ****** ***** Lea dan setelah itu Noah mendekati Lea dan mengecup wajah Lea secara bertubi-tubi.
"Nanti agak sedikit sakit, taruh tangan kamu di punggung saya atau terserah dimana saja. Lampiaskan semuanya pada saya," ucap Noah sangat lembut bahan Lea sampai terpesona dengan ucapan Noah.
"Dengar saya kan?" tanya Noah dan diangguki Lea.
__ADS_1
Noah pun mulai beraksi dan menatap wajah Lea yang mulai merintih, "Sakithhh," rintih Lea dan mencengkram punggung Noah.
"Kamu tahan ya, saya tidak bisa berhenti begitu saja karena ini benar-benar sudah mulai masuk," ucap Noah dan memasukkan kembali ke dalam Lea.
Hingga beberapa saat kemudian, akhirnya Noah berhasil menerobos masuk pertahanan Lea. Sedangkan, Lea sendiri merasakan sakit yang teramat pada bagian bawahnya bahkan tanpa terasa air matanya jatuh begitu saja, "Saya akan diam terlebih dahulu untuk membiasakan dibawah sana," ucap Noah dan diangguki Lea.
Saat dirasa Lea mulai tenang dan mulai dapat beradaptasi barulah Noah mulai menggerakkannya dan terjadilah pertempuran yang seharusnya sudah dilakukan sejak beberapa hari yang lalu antara Noah dan Lea.
(Udah itu aja, sisanya kalian terusin sendiri gimana ceritanya)
Pagi harinya Lea terbangun saat merasakan pelukan erat dari orang yang berada di sampingnya, "Eunghh," lenguh Lea dan membuka matanya lalu menatap pria tampan yang tak lain adalah suaminya sendiri.
Lea tiba-tiba teringat kejadian kemarin malam dimana akhirnya dia memberikan dirinya sepenuhnya pada Noah, pria yang selama ini ia sukai dan kagumi, 'Lea gak nyangka ternyata orang uang selama ini Lea sukai adalah suami Lea dan saat ini kakak adalah orang yang memiliki Lea sepenuhnya,' ucap Lea dalam hati.
Lea mengusap lembut tahan tegas milik suaminya itu bahkan dengan berani Lea mengecup pelan rahang tersebut dan tersenyum sendiri, "Sudah puas ngelihatin saya terus?" tanya Noah, dengan suara khas bangun tidurnya.
Noah pun membuka matanya dan menatap istrinya yang sudah benar-benar miliknya, Noah mengusap rambut Lea dan menenggelamkan kepala Lea di dada bidangnya karena ia melihat pipi merona Lea yang sangat menggemaskan bagi Noah.
"Kenapa hem?" tanya Noah.
"Malu," cicit Lea dan memeluk Noah, Noah pun lantas membalas pelukan hangat istrinya itu
Lea pun mendongak menatap Noah, "Izin? izin kenapa?" tanya Lea.
"Bawah kamu emangnya gak sakit?" tanya Noah.
"Gak kok, Lea masuk aja," ucap Lea, yang merasa malu karena tiba-tiba Noah membahas kejadian kemarin.
"Yaudah, kalau gitu kamu mandi karena udah mulai pagi, takutnya telat," ucap Noah dan diangguki Lea.
Noah pun berdiri dengan santai dan memakai boxer nya, "Kak Noah kenapa pakenya di sini sih?" tanya Lea, dengan menutup matanya menggunakan tangannya.
"Kan memang boxer saya ada di sana, lagian kamu udah lihat semuanya bahkan kamu udah nyobain," ucap Noah.
"Ish, gak sudah di bahas lagi," ucap Lea.
Noah pun tersenyum dan menghampiri Lea lalu menggendong Lea dan tentu membuat Lea terkejut lantas ia pun mengalungkan tangannya di leher Noah, "Kakak mau bawa aku kemana?" tanya Lea.
"Mandi, kamu pasti susah buat jalan," ucap Noah dan menaruh Lea di bathroom, lalu menyiapkan air untuk Lea mandi.
Nanti kalau sudah selesai panggil saya," ucap Noah dan keluar dari kamar mandi.
__ADS_1
Beberapa saat kemudian, Lea pun berusaha untuk berjalan sendiri karena ia tidak mau merepotkan Noah. Tapi, sayang, bagian bawahnya benar-benar ngilu bahkan perih.
"Awsh, sakit," rintih Lea.
Baru saja Lea berjalan beberapa langkah tiba-tiba kakinya terpeleset dan terjatuh bahkan beberapa alat mandi pun ikut terjatuh karena mengenai tangan Lea. Disisi lain Noah yang selesai mengenakan seragamnya pun terkejut saat mendengar suara benda jatuh dari kamar mandi.
Dengan cepat Noah berlari menuju kamar mandi dan tanpa bilang apapun langsung masuk ke dalam kamar mandi, betapa terkejutnya ia saat melihat Lea yang terduduk di lantai bahkan Lea sudah menangis, "Kenapa gak panggil sih?" tanya Noah dan mengangkat tubuh Lea lalu merebahkan tubuh polos Lea ke kasur.
Dengan telaten Noah mengelap tubuh Lea bahkan Noah memakaikan baju pada Lea, "Maaf," ucap Lea.
"Kenapa gak panggil?" tanya Noah, dengan tegas.
"Lea gak mau ngerepotin kakak," ucap Lea.
"Huh, saya tidak pernah merasa repot, kamu sepertinya juga kan karena saya," ucap Noah.
"Hari ini kamu izin," ucap Noah dan diangguki Lea.
Benar, ia harus izin hari ini karena ia tidak bisa berjalan.
"Kak Noah udah mandi kok udah pake seragam aja?" tanya Lea.
"Iya, tadi saya mandi di kamar mandi luar," ucap Noah.
"Kalau ada apa-apa kabari saya, Nanti mommy akan datang," ucap Noah.
"Iya kak," ucap Lea.
"Maaf ya karena kemarin saya kasar sampai kamu sakit kayak gin," ucap Noah.
"Gak kok kak, kak Noah udah lembut banget," ucap Lea.
"Yasudah saya berangkat dulu," ucap Noah dan mengecup kening Lea.
.
.
.
Tbc.
__ADS_1