
revisi -
#
"Ya, gak gimana-gimana, kita lihat nanti aja semoga kapten Alan gak marah ke dokter Rea. Kalau gitu saya pergi dulu ya dokter Rea yang cantik," ucap Ryan, lalu pergi meninggalkan Rea.
Setelah beberapa saat kemudian, akhirnya Rea dan para relawan yang ada di sana pun naik ke truk militer, Rea duduk di sebelah Qilla dan entahlah Rea merasa kepalanya pusing.
"Lo gapapa, Re?" tanya Qilla.
"Gue gapapa kok," ucap Rea dan menyandarkan kepalanya di bahu Qilla.
Truk yang mereka tumpangi pun akhirnya menuju pengungsian hingga beberapa saat kemudian mereka pun sampai. Namun, Rea masih memejamkan matanya dan tidur di bahu Qilla bahkan truk tersebut hampir kosong.
Qilla berusaha untuk membangunkan Rea, tapi usahanya gagal karena Rea tetap memejamkan matanya, "Re, bangun," ucap Qilla dan menggoyangkan lengan Rea.
"Dia kenapa?" tanya Alvin.
"Rea kayaknya pingsan deh, dia daritadi gak bangun," ucap Qilla dan diangguki Alvin.
"Tunggu di sini sebentar," ucap Alvin.
Alvin pun turun dari truk dan selang beberapa menit setelah itu Alan datang dengan tergesa-gesa bahkan sangat kentara jika ia saat ini sedang khawatir, dengan cepat Alan naik ke truk bahkan tanpa menggunakan alat bantu untuk menaiki truk militer tersebut.
"Rea kenapa?" tanya Alan, yang masih mengatur napasnya karena ia tadi berlari mendengar ucapan Alvin jika Rea pingsan di dalam truk.
"Gak tahu kapten, tadi Rea bilang kalau kepalanya pusing dan pengen tidur, tapi pas udah sampe dan saya bangunin dia gak bangun-bangun," ucap Qilla.
Tanpa basa basi Alan segera menggendong Rea dan menuju ruangan yang sudah di sediakan untuk pasien, karena saat ini Rea pasien tentunya tidak salah bukan Alan membawanya ke tempat tersebut.
"Dokter periksa dia tadi dokter Rea pingsan," ucap Alan.
"Iya, silahkan tunggu sebentar," ucap dokter tersebut.
__ADS_1
Alan menunggu Rea di balik ruangan tersebut hingga beberapa saat kemudian dokter tersebut pun membuka tirai dan berjalan menuju Alan, "Bagaimana dok?" tanya Alan.
"Dokter Rea tidak apa-apa hanya saja dokter Rea kecapean dan mungkin dokter Rea tidak makan secara teratur saya dengar dokter Rea salah satu dokter yang harus menjaga pola makannya bukan, dan mungkin karena itu juga yang membuat dokter Rea kecapean dan pingsan, tapi kapten Alan tidak perlu khawatir mungkin sebentar lagi dokter Rea sadar kok," ucap dokter tersebut dan pergi meninggalkan Alan.
Alan pun menuju Rea yang masih menutup matanya, 'Padahal bunda Nara pernah bilang buat aku suruh jaga pola makan kamu, tapi apa aku justru lupa hal itu dan buat kamu sakit kayak gini. Aku jadi suami gak becus ya Re, sampe buat istri aku sendiri sakit,' ucap Alan dalam hati.
Alan tidak tega melihat Rea yang di sana, jika bisa Alan ingin menggantikan Rea di sana. Saat tengah memperhatikan Rea tiba-tiba tepukan di bahunya membuat Alan terkejut dan menatap sang pelaku yang tak lain adalah sahabatnya.
"Kenapa? ada masalah di luar?" tanya Alan dan mendapatkan gelengan dari Alvin.
"Lo ada hubungan apa sebenarnya sama dokter Rea?" tanya Alvin.
"Kenapa lo tanya itu?" tanya Alan.
"Gue cuma pengen tahu aja sih, soalnya gue denger dari Ryan kalau dokter Rea itu udah punya pasangan dan gue cuma mau bilang ke lo, lo jangan pernah rebut dokter Rea dari pasangannya bahkan Ryan sendiri yang mau deketin dokter Rea pun batal karena dokter Rea secara gamblang mengatakan jika dia udah punya pasangan dan gak mau khianatin pasangannya," ucap Alvin.
"Itu Ryan yang terlalu pengecut buat gak mau rebut dokter Rea dan beda sama gue," ucap Alan, yang tentunya mendapat tatapan tajam dari Alvin.
"Jangan bilang kalau lo bakal tetep nekat deketin dokter Rea meskipun dokter Rea udah punya pasangan?" tanya Alvin.
"Itu lo udah tahu," ucap Alan.
"Tumben banget sih lo bacot hari ini, biasanya aja lo males banget buat bacot," ucap Alan.
"Ya, lo sih bikin gue emosi," ucap Alvin.
"Gue gak bakal ngerebut Rea karena dia udah jadi milik gue," ucap Alan.
"Lan, tolonglah lo hargai pasangannya dokter Rea," ucap Alvin.
"Gimana kalau pasangannya dokter Rea itu gue?" tanya Alan.
"Lo mau jawaban dari gue?" tanya Alvin dan diangguki Alan.
"Oke, jadi jawabannya adalah mustahilun. Lo itu gak punya pasangan meskipun berapa banyak cewek lo deketin gue gak percaya oke," ucap Alvin.
"Yaudah, kalau lo gak percaya," ucap Alan.
__ADS_1
Baru saja Alvin akan merespon perkataan Alan tiba-tiba terdengar suara lenguhan seorang perempuan dan dengan cepat Alan dan Alvin lun menatap orang tersebut yang tak lain adalah Rea.
Rea baru saja mengerjapkan matanya dan melihat dua pria yang saat ini tengah menatapnya, "Kamu gapapa? ada yang sakit?" tanya Alan.
Rea hanya menggelengkan kepalanya karena kepalanya yang masih sedikit pusing bahkan tenggorokannya seperti gurun.
"Haus?" tanya Alan, saat melihat Rea yang meneguk ludahnya.
Rea hanya menganggukkan kepalanya dan menerima minuman yang diberikan Alan lalu meminumnya setelah beberapa saat tenggorokan Rea pun lebih baik.
"Saya dimana?" tanya Rea.
"Kamu tadi pingsan di truk dan di bawa ke sini, ini makan buburnya," ucap Alan dan memberikan semangkok bubur pada Rea.
"Tapi, saya kenyang," ucap Rea.
Alan yang ingin merespon perkataan Rea harus menelan kembali kata-katanya karena seorang perempuan yang dengan tidak sopan ya datang dan berteriak di sana yang tentunya membuat telinga Alan dan Alvin sakit.
"Rea! lo gapapa? astaga gue kaget banget baru aja gue dateng ke sini terus nyari lo, tapi lo gak ada dan pas gue tanya sama yang lain katanya lo pingsan dan di bawa ke dalam ruangan ini. Masa gue tinggal semalam aja lo udah kangen banget sih sama gue, gimana kalau gue nikah terus lo gue tinggal bertahun-tahun coba," ucap Nina dan memeluk Rea dengan erat.
Rea memeluk pelan lengan Nina karena ia tidak bisa bernapas, "Nina, gue mau mati tahu gara-gara lo meluknya kenceng banget," ucap Rea dan sontak membuat pelukan Nina melonggar.
"Hehehe, maaplah habisnya gue khawatir banget tahu gak. Udah gue di sini aja buat jagain lo, lagian lo sama gue gak ada jadwal kan," ucap Nina, yang tidak menyadari jika di sana bukan hanya ada dirinya dan Rea, tapi juga ada dua pria yang menatap ke arah dua perempuan tersebut dengan tatapan heran.
"Ekhem."
Nina yang mendengar suara deheman pun segera membalikkan badannya dan menatap dua pria yang saat ini juga menatapnya, ralat hanya satu pria. Sedangkan, pria lainnya tengah menatap Rea dengan tatapan yang sulit diartikan.
"Ada kapten Alan sama sersan Alvin," ucap Qilla dan tersenyum untuk mengurangi rasa gugupnya.
Alan hanya diam lalu meninggalkan Rea, tapi sebelum itu Alan terlebih dahulu memberikan air minum untuk Rea.
"Minum obat bait cepet sembuh," ucap Alan, lalu pergi meninggalkan Rea yang tentunya diikuti Alvin.
.
.
__ADS_1
.
Tbc.