
Saat ini Alan, Rea dan beberapa anggota tim Alan tengah menikmati makanan yang tadi di masak Rea. "Wah, masakan dokter Rea enak banget," ucap Kino.
"Makasih," ucap Rea.
Beberapa saat kemudian, mereka pun selesai makan dan mengobrol santai di ruang tamu, "Tapi, kenapa tiba-tiba ada pergantian tim di daerah perbatasan?" tanya Alan.
"Sampai sekarang kita gak tahu, tapi yang jelas semuanya karena komandan Arga," ucap Alvin.
"Komandan Arga? kenapa memangnya dengan komandan Arga?" tanya Alan.
"Aku dengar ini permintaan dari menantu komandan Arga," ucap Alvin.
"Memang ya hubungan kekeluargaan sangat erat," ucap Alan.
"Bahkan hubungan kekeluargaan mampu mengalahkan segala hal," ucap Ryan.
"Padahal nih ya kapten saya denger kalau menantu komandan Arga itu memiliki catatan kriminal, tapi dia malah lolos seleksi prajurit," ucap Raka.
"Mungkin dia memiliki kompetensi," ucap Alan.
"Ya, semoga aja sih," ucap Raka.
Akhirnya mereka pun saling mengobrol dan Rea sendiri hanya menyaksikan dan mendengarkan apa yang mereka bicarakan hingga ia merasakan kantuk dan mulai terlelap cantik di samping Alan dengan menyender pada sofa. Alvin sendiri yang melihat Rea tertidur segera memberitahukannya pada Alan dengan suara pelan agar Rea tidak terbangun.
"Lan," panggil Alvin, dengan suara pelan.
"Apa?" tanya Alan.
"Tuh," ucap Alvin, dengan menunjuk Rea menggunakan dagunya.
Alan yang paham maksud Alvin pun segera menghadap ke istrinya yang tengah tertidur pulas di sana, Alan yang melihat istrinya tidur pun tersenyum dan membenarkan rambut yang menghalangi wajah cantiknya.
"Gue bawa Rea ke kamar dulu ya," ucap Alan.
"Iya, jangan lama loh. Awas aja kalau lo olahraga dulu di kamar," ucap Ryan.
__ADS_1
"Ck, berisik lo," ucap Alan.
Alan pun menggendong Rea dengan perlahan agar tidak membangunkannya, setelah itu Alan menuju kamar dan sesampainya di kamar Alan segera membaringkan tubuh Rea di kasur dan menyelimuti Rea, "Selamat tidur cantik, mimpi yang indah ya, i love you," bisik Alan, lalu mengecup pelipis, hidung, pipi dan terakhir bibir Rea.
Setelah itu, Alan keluar dari kamar dan menghampiri anggotanya, "Berarti nanti kapten Alan balik ke divisi 9 atau tetap di divisi 1?" tanya Raka.
"Gak tahu juga, kita lihat besok gimana keputusannya. Tapi, sepertinya aku akan tetap di divisi 1," ucap Alan.
"Kenapa gitu?" taubat Alvin.
"Ya kali divisi 1 mau melepaskan prajurit teriak sepertiku," ucap Alan.
Lagi-lagi ucapan Alan membuat seluruh anggota terkejut, "Lan, kok lo jadi berubah gini sih. Gue inget banget lo dulu gak pernah segitu percaya dirinya ya walaupun lo tahu lo ganteng," ucap Ryan dan Alan hanya mengangkat bahunya.
"Tapi, gue sebenernya agak males buat balik ke sini," ucap Ryan.
"Kenapa?" tanya Gara.
"Ya, nanti kita ketemu lagi sama timnya si Timothy itu," ucap Ryan.
"Iya juga sih, lagian Timothy umurnya kan sama kayak aku, Raka, Iko gitu," ucap Gara.
"Udah gak usah bahas kayak gituan gak penting juga, lagian kita semua bis akibat bukan gimana kinerjanya," ucap Alvin.
"Kalian lebih baik pulang deh, kita bicara lagi kapan-kapan lagian rumah kita juga tetanggaan," ucap Alan.
"Biasanya kita di rumah lo sampe jam 11 gak ada masalah loh, sekarang masih jam 9 udah di usir aja," ucap Ryan.
"Sekarang keadaannya udah beda, gue udah punya tanggung jawab sebagai kepala keluarga. Gue sekarang punya istri yang harus gue temenin kalau tidur, ya dulu gue tidur di ruang tamu sampe pagi gak masalah sekarang kan gak bisa kayak gitu lagi. Nanti kalian pasti tahu kok setelah kalian nikah," ucap Alan.
"Yaudah deh kita pergi, ayo semuanya kita ke rumah masing-masing aja soalnya kapten Alan lagi pengen bobo sama istrinya lah kita bobo sendiri-sendiri aja ya," ucap Ryan.
Akhirnya rumah Alan pun kembali normal tidak ada segerombolan pria yang tidak jelas itu, "Huh, akhirnya bisa berduaan sama Rea," gumam Alan, setelah membersihkan ruang tamu.
Alam pun menghampiri Rea yang masih tertidur pulas, dengan cepat Alan juga merebahkan tubuhnya di samping Rea dan memeluk Rea serta memejamkan matanya. Alan belum sepenuhnya tidur, ia kembali membuka matanya dan mengusap perut rata Rea.
__ADS_1
"Baby, cepet hadir ya, ayah tunggu loh," ucap Alan dan mengecup pipi Rea, lalu menyusul Rea menuju alam mimpi.
Pagi harinya Rea terbangun dan melihat Alan yang masih tertidur di sampingnya, Rea ingat jika hari ini ia dan suaminya akan melakukan joging di sekitar perumahan pun segera membangunkan Alan. Memang Alan dan Rea memiliki jadwal olahraga pagi bersama yaitu hanya satu kali seminggu itu pun juga karena keinginan Alan makanya Rea mau, jika ditanya Rea suka atau tidak dengan olahraga maka jawabannya tidak bahkan saat sekolah dulu hal yang paling ia benci adalah saat pelajaran olahraga dan hari yang paling ia benci adalah hari Jumat karena setiap hari Jumat ia harus mengenakan pakaian olahraga. Entahlah Rea tidak tahu kenapa dia bisa membenci olahraga, tapi karena ini keinginan Alan, maka area tidak bisa menolaknya atau lebih tepatnya takut untuk menolak.
Sebelum membangunkan Alan, Rea terlebih dahulu mencuci mukanya serta menggosok gigi dan setelah itu barulah ia membangunkan Alan, "Mas Alan bangun," ucap Rea.
"Eungh." Alan tetap pada kegiatannya yaitu tidur bahkan saat Rea membangunkannya tadi Alan hanya pindah posisi menjadi terlentang.
"Ish, mas Alan bangun, ini jadi joging atau gak," ucap Rea.
"Jadi sayang," ucap Alan, dengan suara khas bangun tidurnya.
"Yaudah, kalau jadi ayo cepetan keburu siang," ucap Rea.
Alan pun mulai mengerjapkan matanya dan melihat ke arah Rea, Alan pun akhirnya beranjak dari kasur dan melangkah menuju kamar mandi. Namun, sebelum itu ia menghampiri istrinya terlebih dahulu dan mengecup singkat bibir manis milik istrinya.
"Cantik banget sih istriku pagi ini," ucap Alan, lalu melangkahkan kakinya menuju kamar mandi.
Disisi lain Rea yang mendapat serangan tiba-tiba pun menjadi salah tingkah, runtuh sudah pertahanan Rea. Padahal ia sering kali merasa tidak tenang data berada di dekat akan meskipun Rea pernah lebih intim daripada tindakan Alan tadi, tapi tetap saja jantung Rea tidak baik-baik saja. Untung saja Alan tidak melihat Rea saat ini, jika saja Alan melihatnya maka dapat Rea pastikan Alan akan menggodanya terus.
Sambil menunggu Alan, Rea membereskan kamarnya terlebih dahulu dan juga menyiapkan segala kebutuhan kerjanya dan Alan, Rea melihat tasnya yang sudah rapi, "Nanti aku pake baju ini aja deh," ucap Rea dan menaruh baju yang akan ia kenakan di kasur begitupun juga barang-barang serta pakaian milik Alan.
Beberapa saat kemudian, Alan pun selesai, "Ayo udah selesai kan?" tanya Alan.
"Udah kok," ucap Rea.
Alan pun menggandeng tangan Rea dan mereka berdua keluar dari rumah untuk melakukan kegiatan pagi mereka dengan joging. Saat mereka baru saja keluar dari rumah tiba-tiba segerombolan pria yang kemarin malam bertamu di rumah mereka tengah berolahraga juga.
.
.
.
Tbc.
__ADS_1