Tentara Tampanku

Tentara Tampanku
S2 - Kamu Hamil?


__ADS_3

Pagi harinya Lea terbangun karena mendengar suara dari luar, suara tersebut cukup kencang sehingga mengganggu tidur nyenyaknya.


"Ke apa sih kok berisik banget," gumam Lea dan bangun lalu menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


Setelah itu, Lea pun keluar kamar dan melihat jika ruang tamunya kedatangan tamu yang sangat ia kenal.


"Lea!" panggil seorang perempuan yang tak lagi muda, tapi tetap cantik.


"Gimana keadaan cucu oma ini hem kok makin cantik aja sih?" tanya perempuan tersebut yang tak lain adalah mama Dira atau sekarang kita panggil oma Dira.


"Bisa aja oma ini," ucap Lea.


"Sayang," ucap seorang perempuan lainnya yang tak kalah cantik di usia yang tidak muda lagi.


"Nenek," ucap Lea dan memeluk perempuan tersebut yang tak lain adalah bunda Nara atau sekarang kita panggil nenek Nara.


"Kangen banget Lea sama oma sama nenek," ucap Lea.


"Maaf ya sayang, nenek sama oma jarang banget loh ketemu sama cucu-cucu nenek sama oma," ucap nenek Nara.


"Gapapa kok nek, harusnya Lea yang ke rumah nenek sama oma. Kapan-kapan deh kalau kak Noah udah pulang nanti Lea pasti ke rumah nenek sama oma, terus nginep deh di sana," ucap Lea.


"Harus dong itu," ucap nenek Nara.


"Ayo, duduk dulu. Kasihan cucu kakek harus berdiri terus," ucap kakek Argi.


"Eh, iya ayo sayang duduk sampe lupa nenek nyuruh kamu duduk," ucap nenek Nara.


Lea pun duduk diantara nenek Nara dan oma Dira, "Gimana sama kehamilan kamu? ada masalah gak?" tanya oma Dira.


"Kehamilan Lea gapapa kok ma, untung aja waktu itu Lea cepet di tangani dan akhirnya Lea sama kak Noah tau kalau ternyata Lea lagi hamil kalau gak Lea gak tau lagi. Bisa jadi kejadian waktu itu bakal terulang lagi dan Lea akan kehilangan anak Lea untuk kedua kalinya," ucap Lea.


"Untung aja gak terjadi apa-apa kan," ucap oma Dira dan diangguki Lea.


"Kamu udah mulai mual gitu kan?" tanya oma Dira.


"Udah oma, hampir setiap pagi Lea mual," ucap Lea.


"Itu wajar kok buat ibu hamil apalagi kamu kan masih 10 minggu nanti kalau udah 13 minggu dan seterusnya rasa mual mulai berkurang kok," ucap oma Dira.


"Iya oma," ucap Lea.


"Kamu ngidam gak sayang?" tanya opa Aldi.


"Ya, kadang-kadang sih opa," ucap Lea.


"Terus siapa yang bakal nurutin ngidam kamu kan Noah gak ada di sini?" tanya nenek Nara.


"Bunda gak usah khawatir kan ada Daisy, dia mah kalau ada imbalan mah gampang buktinya sekarang dia jadi penjaga Lea selama Noah gak ada," ucap bunda Rea.


"Daisy kemana kok gak kelihatan anaknya?" tanya nenek Nara.


"Biasa Bun, dia mah kalau jam segini lagi ke rumahnya Erika," ucap bunda Rea.


"Oh iya, emangnya apa imbalan yang dikasih Noah buat Daisy?"tanya oma Dira.


"Tergantung sih ma, kadang Daisy pengen uang atau gak barang, tapi kalaupun barang sih biasanya dia pengen di beliin jam tangan atau gak sepatu," ucap bunda Rea.


"Astaga anak itu ya, dia nurun dari siapa sih setau bunda kamu gak kayak gitu dulu," ucap nenek Nara.


"Sama setau mama juga Alan gak kayak gitu, tapi kok Daisy beda banget ya," ucap oma Dira.


"Sifatnya Daisy itu campuran antara sifatnya Rea sama Alan Bun, Ma. Makanya itu kenapa kok ada sifat baru yang gak ada pada Rea dan Alan. Sifat Rea nurun ke Lea dan sifat Alan nurun ke Nial, bisa dibilang sifatnya Daisy itu sifat campuran antara Rea dan Alan," ucap ayah Alan.

__ADS_1


"Iya juga sih, tapi kalau bunda perhatiin sifatnya Daisy justru lebih ke sifatnya Rey loh," ucap nenek Nara.


"Iya, sih Rea juga sempat mikir kayak gitu. Eh tiba-tiba Rea kangen deh sama kak Rey," ucap Rea.


"Iya, Lea juga kangen sama uncle Rey, kayaknya Lea udah lama banget gak ketemu sama uncle Rey," ucap Lea.


"Uncle Rey masih kerja di luar negeri dan gak bisa pulang apalagi kalau dadakan," ucap nenek Nara.


"Yahhhh, padahal Lea udah kangen loh sama uncle Rey," ucap Lea.


"Gak kangen sama untuk Dea nih," ucap seorang perempuan yang bagus saja masuk ke dalam rumah ayah Alan.


"AAAAAAAAA! aunty Dea, Lea kangen banget sama aunty Dea!" teriak Lea dan berlari menghampiri Dea.


"Lea!" teriak semua orang yang ada di sana saat melihat Lea yang berlari ke Dea.


Lea pun berhenti saya mendengar semua orang meneriaki namanya bahkan Dea pun ikut berteriak dan alhasil Lea pun langsung tersenyum dan menunjukkan giginya.


"Maaf, Lea lupa," ucap Lea.


"Jangan lari-lari gitu, lagipula kan aunty Dea bisa ke Lea," ucap Dea.


"Hehehe, lupa aunty," ucap Lea.


Dea pun menuntun Lea untuk duduk kembali di kursinya tadi, saya duduk Lea mendapat tatapan tajam dari semua orang terutama oma Dira dan nenek Nara.


"Maaf, Lea lupa kalau lagi hamil. Tadi Lea terllau semangat waktu lihat aunty Dea," ucap Lea.


Nenek Nara pun menghela napasnya dan mengusap lembut tangan sang cucu, "Untung kamu gak kenapa-napa. Nenek itu takut kalau kamu sama baby-nya kenapa-napa, bukannya nenek mau membatasi ruang gerak kamu atau gimana, tapi nenek cuma takut aja," ucap nenek Nara.


"Iya nek," ucap Lea.


"Bunda jadi ngebayangin gimana kalau Noah ada di sini," ucap bunda Rea.


"Kalau Noah di sini bisa-bisa Lea di kurung di kamar," ucap oma Dira.


"Iya lah, suami kamu itu posesif banget," ucap oma Dira.


"Ngomong-ngomong, ini aunty bawain kamu marsmallow," ucap Dea.


"Wah, makasih banyak aunty. Lea udah lama banget loh gak akan marsmallow," ucap Lea dan mengambil marsmallow tersebut.


"Inget, gak boleh makan banyak-banyak," ucap ayah Alan.


"Iya ayah, belum juga makan udah di bilangin gak boleh makan banyak-banyak aja," ucap Lea.


"Kamu itu lagi hamil, jadi wajar kalau ayah kamu bilang kayak gitu," ucap bunda Rea.


"Iya bunda," ucap Lea.


Hari ini Lea pun tidak sendirian karena seharian ini semua keluarganya datang untuk menemaninya hingga malam hari Lea merasa sangat lelah dan memutuskan untuk ke kamar dan mengistirahatkan tubuhnya.


"Bunda, Lea ke kamar ya udah ngantuk ini," ucap Lea.


"Yaudah, kamu ke kamar aja," ucap bunda Rea.


"Iya sayang, kamu ke kamar istirahat. Lagian ini kita juga harus pulang takutnya kemaleman sampe rumah," ucap nenek Dira dan diangguki Lea.


Lea pun berjalan menuju kamarnya dan istirahat, "Mama sama bunda gak mau nginep di sini aja daripada pulang?" tanya bunda Rea.


"Gak usah sayang, mama pulang aja soalnya besok kan papa kamu mau ke luar kota dan Mama temenin papa kamu," ucap oma Dira.


"Yaudah, kalau gitu Rea gak maksa," ucap bunda Rea.

__ADS_1


Setelah itu, semua orang pun pergi dan tinggallah bunda Rea dan ayah Alan di ruang tamu. Ayah Alan pun memeluk Lea dari samping, "Kamu kenapa?" tanya bunda Rea.


"Kayaknya kita udah lama banget ya gak berduaan kayak gini, terus kita juga jarang mesra-mesraan kayak gini. Sekarang aku seringnya lihat Lea sama Noah yang mesra-mesraan," ucap ayah Alan.


"Hehehe, kamu iri?" tanya bunda Rea.


"Iya lah," ucap ayah Alan.


"Kenapa harus iri sih kan udah punya tiga loh masa masih iri aja sih," ucap bunda Rea.


"Ya, tetep aja lah aku iri," ucap ayah Alan.


"Sini aku peluk," ucap bunda Rea dan membalas pelukan ayah Alan.


Saat mereka tengah berpelukan tiba-tiba pintu rumah diketuk oleh seseorang dari luar, "Aku buka dulu ya siapa yang datang," ucap bunda Rea dan melepaskan pelukan tersebut.


"Ck, siapa sih yang ganggu acara mesra-mesraan kita?" tanya ayah Alan.


"Aku juga gak tau, makanya aku cek dulu," ucap bunda Rea.


Bunda Rea pun berjalan menuju pintu dan diikuti ayah Alan, bunda Rea membuka pintu tersebut dan menampilkan Riko, "Ada apa ya?" tanya bidan Rea.


"Oh iya ini aku bawa jeruk," ucap Riko.


"Jeruk buat aku?" tanya bunda Rea.


"Iya, buat kamu," ucap Riko.


"Maaf kita gak bisa nerima jeruknya," ucap ayah Alan.


"Terima aja jeruknya, itung-itung sebagai ucapan selamat dari aku," ucap Riko.


"Selamat? selamat buat apa?" tanya bidan Rea.


"Selamat soalnya kamu hamil lagi kan, selamat ya karena kamu hamil anak keempat. Aku doain semoga kamu sehat selalu sampai lahiran nanti, ini kamu ambil jeruknya. Kalau gitu aku pergi dulu," ucap Riko dan setelah itu pergi dari rumah bunda Rea dan ayah Alan.


Sedangkan, ayah Alan dan bunda Rea lun saling menatap, "Kamu hamil?" tanya ayah Alan.


"Gak, aku gak hamil kok. Kamu kan tau kalau aku udah minum obat pencegah kehamilan," ucap bunda Rea.


"Terus kok kata si Riko kamu hamil," ucap ayah Alan.


"Aku juga gak tau makanya aku bingung sekarang, kapan aku hamil anak keempat," ucap bunda Rea.


"Kayaknya ada yang aneh deh di sini," ucap ayah Alan.


"Apa jangan-jangan ini perbuatan anak-anak, tapi buat apa juga mereka kayak gitu sampe bilang aku hamil lagi," ucap bunda Rea.


"Udah kamu gak usah pikirin, nanti aku coba cari tau kenapa Riko bisa bilang kamu hamil," ucap ayah Alan dan diangguki bunda Rea.


"Jeruknya aku taruh di kulkas ya," ucap bunda Rea.


"Jangan," ucap ayah Alan.


"Terus jeruk ini aku taruh mana?" tanya bunda Rea.


"Nanti berikan ke pak Diki aja," ucap ayah Alan dan diangguki bunda Rea.


Bunda Rea tau jika ayah Alan saat ini tengah cemburu karena bunda Rea mendapatkan jeruk dari seorang pria yang sampai saat ini masih menyukainya, sebab itu ayah Alan menyuruh bunda re memberikan jeruk tersebut pada pak Diki supir keluarga mereka dan bunda Rea pun menurutinya saja karena ia tidak ingin terjadi masalah dengan keluarganya.


.


.

__ADS_1


.


Tbc.


__ADS_2