Tentara Tampanku

Tentara Tampanku
S2 - Keluar Rumah


__ADS_3

Hari ini seluruh keluarga ayah Alan sedang berlibur di pantai, ayah Alan dan bunda Rea yang menikmati waktu pacaran mereka di pinggir pantai dengan duduk di atas tikar, Daisy, Vander, Nial dan Maudy tengah bermain air di pantai. Sedangkan Noah dan Lea berada di pinggir pantai tepatnya di ayunan pohon yang ada di sana tentunya bersama dengan putra mereka yaitu Ivan.


"Kamu gak mau main?" tanya Noah.


"Gak deh kak, Lea di sini aja lagian Vian ini seneng banget loh," ucap Lea.


Saat ini usia Vian sudah 1 tahun 2 bulan dan sudah bisa di bawa pergi liburan, bahkan ini adalah pertama kalinya Vian merasakan liburan ke pantai sebab itu Lea ingin mengenalkan alam pada Vian sejak kecil.


"Seneng banget anaknya mommy," ucap Lea.


Iya benar-benar gemas dengan sang putra yang semangat saat berada di pantai, bahkan Vian dengan berani memegang dan bermain pasir tentunya dengan pengawasan Noah dan Lea.


"Kamu gak capek hem?" tanya Noah.


"Gak kok kak, Lea malah seneng banget," ucap Lea.


"Kemarin kan kita habis berhubungan, masa kamu gak capek sih, lebih baik kamu istirahat di sana bareng ayah sama bunda terus Vian biar sama aku," ucap Noah.


Lea yang mendengar ucapan Noah pun menatap tajam sang suami, "Kamu mau aku tinggal biar kamu leluasa di lihatin para cewek-cewek itu ya," ucap Lea dan menatap sekumpulan perempuan yang menatap Noah.


"Astaga sayang ya gaklah, buat apa juga aku kayak gitu. Aku itu cuma takut kamu capek aja," ucap Noah.


"Gapapa kok kak, aku di sini aja," ucap Lea.


"Yaudah, kalau kamu mau di sini juga gapapa kok," ucap Noah.


Disisi lain Nial saat ini tengah gemas dengan istrinya yang tengah bermain air bersama Daisy, "Sayang, jangan main jauh-jauh ya, inget loh kamu lagi hamil," ucap Nial.


Ya, saat ini Maudy tengah hamil dan usia kehamilannya sudah menginjak 6 bulan sehingga perutnya mulai terlihat membuncit bukan hanya Maudy, tapi Daisy pun tengah hamil dimana usia kehamilannya menginjak 2 bulan.


"Yang, mau ke bunda," ucap Daisy.


"Yaudah, ayo," ucap Vander.


"Kok aku ditinggal sih," ucap Maudy dengan kesal padahal ia masih ingin bermain air.


"Kak Maudy mainnya sama kak Nial aja ya," ucap Daisy dan pergi bersama dengan Vander.


"Apa?" tanya Maudy dengan garang pada Nial.


"Ayo main air sama aku," ucap Nial.


"Gak, aku mau ke bunda juga, aku males main sama kamu," ucap Maudy dan pergi.


"Lah kenapa istri gue marah kayak gitu," gumam Nial.


Nial hanya bisa pasrah saja karena semenjak hamil, Maudy menjadi pemarah bahkan dia sering kali marah pada Nial padahal Nial tidak melakukan apapun, tapi Nial berusaha mengerti Maudy yang tengah hamil.

__ADS_1


"Kenapa ini kok ke sini semuanya? udah luas main airnya?" tanya bunda Rea.


"Daisy kangen sama bunda," ucap Daisy dan memeluk lengan bunda Rea.


"Maudy juga," ucap Maudy dan ikut memeluk lengan bunda Rea.


"Ini kenapa kok pada kangen sama bunda sih?" tanya bunda Rea.


"Gak tau, tapi tiba-tiba aja kangen. Nanti kita tidur bareng ya Bun," ucap Daisy.


"Gak bisa dong sayang, kalau kamu tidur sama bunda terus aku sama siapa dong," ucap Vander.


"Kamu tidur sama ayah aja," ucap Daisy.


"Iya, nanti Maudy juga tidur bareng bunda sama Daisy," ucap Maudy.


"Aku gak ngizinin ya, aku gak mau tidur sendirian," ucap Nial.


"Yaudah, kalau gitu nanti kak Nial tidurnya bareng ayah sama Vander aja beres kan," ucap Daisy.


"Ini pasti keinginan cucu oma deh," ucap bunda Rea.


"Iya nih Bun," ucap Daisy.


Nial dan Vander hanya pasrah saja karena ini merupakan keinginan anak mereka, ayah Alan pun tersenyum minat semuanya.


.


Memang Lea, Nial dan Daisy memutuskan untuk tetap tinggal di rumah ayah Alan meskipun mereka semua sudah menikah dan memiliki rumah sendiri, tapi mereka tidak tega jika harus meninggalkan kedua orangtuanya di rumah.


Untung saja mereka memiliki pasangan yang mengerti sehingga tidak ada masalahnya dan semuanya pun setuju untuk tinggal di sana meskipun begitu mereka juga beberapa kali pulang ke rumah masing-masing dan tentunya sudah dijadwal sebelumnya.


Untuk Lea sendiri memang memutuskan untuk tinggal di rumah ayah Alan karena jarak antara kantor Noah dan rumah cukup dekat dan juga karena Lea sudah memiliki Vian sehingga kadang ia takut jika ditinggal sendirian di rumah yang baru saja mereka beli beberapa bulan lalu, Lea memang tipe orang penakut sehingga Noah pun akhirnya memutuskan untuk setuju tinggal di rumah ayah Alan.


Lea juga tidak bisa tinggal di rumah daddy Albert dan mommy Emma karena kedua orangtua Noah sudah pindah ke luar negeri untuk mengurus masalah perusahaan yang sedang kacau di sana.


"Bun, Lea titip Vian dulu ya," ucap Lea.


"Kamu mau kemana emangnya?" tanya bunda Rea.


"Lea ke minimarket depan dulu buat beli cemilan Bun soalnya Lea pengen ngemil, tapi di rumah gak ada cemilan yang enak di makan," ucap Lea.


"Belinya nanti aja nunggu suami kamu pulang," ucap bunda Rea.


"Masih lama Bun, ini aja masih jam 10 pagi lah kak Noah kan pulangnya nanti jam 3," ucap Lea.


"Mau bunda teleponin Noah biar dia pulang," ucap bunda Rea.

__ADS_1


"Gak usah bun, Lea bisa sendiri kok lagian kan minimarketnya gak terlalu jauh dari rumah," ucap Lea.


"Kamu kabarin dulu suami kamu, dia ngizinin gak kalau dia ngizinin ya bunda juga ngizinin," ucap bunda Rea dan diangguki Lea.


^^^Kak, aku mau ke minimarket boleh ya^^^


Selang beberapa saat, Noah pun membalas pesan dari Lea.


Ngapain ke minimarket?


^^^Pengen beli cemilan kak, mau nyemil tapi di rumah gak ada yang enak cemilannya^^^


Nunggu aku pulang nanti aja ya


^^^Gak mau kak, pengen ngemilnya sekarang loh^^^


Nanti kalau kenapa-napa gimana sayang


^^^Gak kok kak, masa Lea beli cemilannya aja gak boleh sih^^^


Huh, yaudah iya ku boleh ke minimarket beli cemilan, tapi kamu harus cepet pulangnya jangan lama-lama di luar


^^^Iya kak Noah yang ganteng, kalau gitu Lea matiin ya dah!^^^


"Gimana Bun? boleh gak Lea ke minimarket?" tanya Lea.


"Iya boleh, tapi inget kamu pulangnya yang deket jangan diluar lama-lama," ucap bunda Rea.


"Iya Bun, ini aja Lea belum keluar rumah loh," ucap Lea.


Lea sudah berada di minimarket dan mengambil beberapa cemilan yang ia inginkan sejak tadi.


Saat selesai mengambil cemilan Lea pun pergi menuju kasir dan akan membayar cemilannya, tapi baru saja Lea menyerahkan cemilan tersebut pada kasir tiba-tiba segerombolan pria dengan menggunakan penutup kepala datang dan menodongkan pistol ke pengunjung minimarket termasuk Lea.


Lea dan beberapa pengunjung serta pegawai minimarket kemudian di dorong hingga ke pojok minimarket. Mereka berteriak, tapi segerombolan pria tersebut justru menampar mereka semua termasuk Lea karena Lea berteriak lalu mereka diikat dan mulut mereka di tutup menggunakan lakban.


"DIAM KALIAN! kalau tidak nyawa kalian akan menjadi taruhannya," ancam salah satu pria.


Ancaman tersebut membuat mereka takut hingga akhirnya mereka diam dan tidak melawan.


.


.


.


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2