Tentara Tampanku

Tentara Tampanku
S2 - Calon Istri


__ADS_3

Saat ini, Lea dan bayinya sudah berada di rumahnya lebih tepatnya rumh ayah Alan dimana setelah tiga hari di rawat di rumah sakit.


Banyak orang yang datang menjenguk baby Vian, "Kok anak lo bisa se gemes ini sih Le," ucap Tyas yang sejak tadi menatap kagum pada baby Vian.


"Iya dong, anak gue gitu loh," ucap Lea.


Saat ini Lea duduk di sofa dengan Noah yang berada di sebelahnya, Noah selalu menggenggam tangan Lea seolah menyalurkan rasa cintanya pada sang istri.


"Maudy boleh gendong baby Vian kak?" tanya Maudy.


"Boleh dong, sini kakak ajarin gendongnya," ucap Lea.


"Kamu duduk aja biar bunda yang ajarin ajarin Maudy," ucap bunda Rea.


"Iya Bun," ucap Lea.


"Sini sayang bunda ajarin buat gendong baby Vian," ucap bunda Rea.


Beberapa saat kemudian, Maudy pun sudah bisa menggendong baby Vian, "Ternyata kayak gini ya gendong bayi," ucap Maudy.


"Seru kan, nanti kamu juga bakal gendong anak kamu sama Nial kok," ucap bunda Rea.


"Bunda," peringat Nial.


"Bunda gak maksa kok, bunda cuma bilang aja," ucap bunda Rea.


"Maudy gapapa kok kak," ucap Maudy dan Nial pun menghela napas.


"Tapi, bunda jangan bahas itu lagi," ucap Nial.


"Iya, bunda gak bahas itu lagi," ucap bunda Rea.


"Aw," rintih Lea.


"Kenapa sayang?" tanya Noah.


"Gapapa kak, tadi cuma tiba-tiba nyeri aja," ucap Lea.


"Mau istirahat aja di kamar?" tanya Noah.


"Gak usah kak, di sini aja deh. Lea gapapa kok," ucap Lea.


"Kamu ke kamar aja," ucap ayah Alan.


"Terus baby Vian gimana?" tanya Lea.


"Baby Vian di sini aja kan banyak yang pengen lihat baby Vian, nanti kalau baby Vian rewel bakal bunda kasih ke kamu," ucap bunda Rea.


"Yaudah, kalian gitu Lea ke alamat dulu ya Bun," ucap Lea dan diangguki bunda Rea.


"Mau jalan-jalan?" tanya Nial, pada Maudy yang tengah menggendong baby Vian.


"Kemana?" tanya Maudy.


"Terserah kamu atau gak ke taman aja yang deket," ucap Nial.


"Kak Nial gak capek apa?" tanya Maudy.


"Gak kok, gimana mau jalan-jalan?" tanya Nial.


"Mau, tapi baby Vian gimana?" tanya Maudy.


"Sini biar baby Vian aunty aja yang gendong," ucap Qilla.


"Ini aunty," ucap Maudy dan menyerahkan baby Vian.


Beberapa saat kemudian, Nial dan Maudy pun sampai di taman dekat rumah dengan jalan kaki, "Gimana?" tanya Nial.


"Gimana apanya?" tanya Maudy.


"Jalan-jalannya, capek gak?" tanya Nial.


"Gak kok kak, malahan Maudy seneng bisa jalan-jalan kayak gini. Dulu juga waktu Maudy masih kos, Maudy sering jalan-jalan sendiri kayak gini," ucap Maudy.


"Kenapa kamu dulu gak bilang kalau kamu kos di dekat sini?" tanya Nial.


"Ya, buat apa juga Maudy bilang. Dulu aja Maudy kira kak Nial pacaran sama Daisy," ucap Maudy.

__ADS_1


Nial pun mengerutkan keningnya dan menatap bingung ke arah Maudy, "Maksudnya?" tanya Nial.


"Dulu itu, Maudy pernah ngelihat kak Nial sama Daisy mesra gitu di taman ini juga, dulu Maudy lihat Daisy yang nyium pipi kak nial jadi karena itu Maudy kira kak Nial pacaran sama Daisy dan Maudy juga mutusin buat menjauh dari kak Nial," ucap Maudy.


"Hah! aku sama Daisy pacaran, ya gak mungkinlah aku sama Daisy pacaran, aku sama Daisy itu kan saudara kembar," ucap Nial, yang terkejut dengan ucapan sang istri.


"Ya, kan dulu Maudy gak tau, jadi Maudy kira kak Nial sama Daisy pacaran," ucap Maudy.


"Kamu cemburu?" tanya Nial.


"Menurut kak Nial?" tanya Maudy.


"Menurutku sih kamu cemburu," ucap Nial.


"Itu udah tau, jadi gak usah tanya lagi," ucap Maudy.


"Kamu udah suka sama aku dari dulu ya?" tanya Nial.


Maudy pun menatap tajam sang suami, "Kakak gak inget waktu dulu Maudy sempat ngejar kakak pas di rayon," ucap Maudy.


"Inget, waktu itu aku nyuruh kamu buat menjauh kan," ucap Nial.


"Iya, waktu itu kakak galak banget. Terus yaudah deh Maudy mulai ngejauhin kak Nial," ucap Maudy.


"Setelah kamu menjauh, aku baru sadar kalau aku mulai gak bisa kalau gak ada kamu," ucap Nial.


"Kak Nial waktu itu mulai suka sama Maudy?" tanya Maudy.


"Gak suka juga sih, tapi udah mulai tertarik," ucap Nial.


"Terus kapan kak Nial yakin kalau kak Nial suka sama Maudy?" tanya Maudy.


"Waktu kamu hindarin saya," ucap Nial.


"Waktu di rayon karena Bu Nanda itu?" tanya Maudy.


"Bukan, yakin waktu aku udah ketemu sama kamu di kota dan setelah kamu sakit kamu ngehindarin aku terus bahkan aku chat sama telepon gak ada respon dari kamu," ucap Nial.


"Oh karena itu," ucap Maudy.


"Iya, kamu waktu itu kenapa ngehindarin aku gitu?" tanya Nial.


"Tapi, tau-taunya malah nikah ya," ucap Nial.


"Iya kak, tau-taunya malah nikah," ucap Maudy.


Saya mereka tengah asik mengobrol tiba-tiba seorang perempuan datang dan memeluk Nial dari belakang.


Sontak saja Nial dan Maudy terkejut, Nial langsung menghempaskan tangan perempuan tersebut dan menatap tajam ke arahnya.


"Kak Nial, Bilqis kangen tau sama kak Nial. Udah lama ya kita gak bertemu Gianna keadaan kak Nial? pasti kak Nial kangen ya sama Bilqis sama kok Bilqis juga kangen banget sama kak Nial, tapi tenang aja kak sekarang Bilqis udah pulang dari luar negeri jadi kak Nial bisa ketemu sama Bilqis," ucap Bilqis.


Ya, perempuan yang tiba-tiba memeluk Nial adakah Bilqis, kalian ingat bukan siapa Bilqis. Siapa lagi jika bukan putri dari Riko yaitu pria yang pernah menyukai bunda Rea bahkan sampai sekarang ia masih menyukai bunda Rea.


"Siapa kak?" tanya Maudy.


"Kau gak kenal siapa dia, dianya aja yang sok kenal," ucap Nial..


"Kok kak Nial bilang kayak gitu sih sama calon istrinya," ucap Bilqis.


"Calon istri?" tanya Maudy.


"Iya, kenalin gue Bilqis calon istrinya kak Nial," ucap Bilqis.


Maudy pun tersenyum dan menatap Nial, "Bukan, dia ngarang sayang buat apa aku punya calon istri kalau aku aja udah lainya istri," ucap Nial.


"Maksud kak Nial apa coba, calon istrinya ini di sini loh," ucap Bilqis.


"Saya bingung ya sama kamu, kenapa kamu dari dulu selalu bermimpi untuk menjadi pasangan saya sih padahal saya gak pernah ada perasaan sama kamu yang ada saya malah risih dan berharap kamu pergi dari hidup saya. Asal kamu tau ya saya sudah menikah dan ini adalah perempuan yang berhasil membuat saya jatuh cinta," ucap Nial dan menggandeng tangan Maudy.


"Kak Nial kalua bercanda gak lucu deh," ucap Bilqis.


"Saya gak bercanda, ini istri saya namanya Maudy Azzurri. Saya sudah berjanji di hadapan tuhan dan menjadikan Maudy istri saya dimata hukum dan agama," ucap Nial.


"Kenapa kak Nial lakuin ini ke Bilqis? Bilqis selalu nunggu kak Nial buat nikahin Bilqis, tapi kak Nial justru jahat kayak gini ke Bilqis hiks hiks," tanya Bilqis dan menangis.


"Saya tidak pernah ada niatan untuk melamar kamu, jadi untuk apa kamu menunggu saya untuk nikahin kamu," ucap Nial.

__ADS_1


"Semua ini gara-gara lo, lo kan yang udah ngehasut kak Nial buat milih lo," ucap Bilqis dan mendorong Maudy.


Untung saja tubuh Maudy ditahan oleh Nial sehingga Maudy tidak jatuh. Nial yang melihat itu pun langsung menatap tajam Bilqis.


"Gak ayah, gak anak sama-sama gak tau diri ya, saya sudah bersabar selama ini, tapi sepertinya kesabaran saya udah habis. Saya harap anda dan ayah anda tidak lagi ikut campur dalam urusan keluarga saya karena anda dan ayah anda itu bukan siapa-siapa bahkan di keluarga saya tidak menganggap anda dan ayah anda," ucap Nial.


"Kak Nial kok bilang kayak gitu sih, Bilqis sakit hati loh kalau kak Nial bilang kayak gitu," ucap Bilqis.


"Saya tidak peduli, mau kamu sakit hati atau gak yang saya harapkan adalah anda dan ayah anda tidak lagi menampakkan diri di keluarga saya karena kalian berdua itu tidak dianggap di sana," ucap Nial.


Bilqis yang mendengarnya pun sampai meneteskan air mata, Maudy sendiri yang melihat Bilqis menangis pun tak tega dan berniat untuk mengusap pundak Bilqis, tapi tindakannya terhenti karena Nial yang tiba-tiba menarik tangannya.


"Ayo sayang kita pulang, aku males di sini lihat orang gak tau diri," ucap Nial lalu menarik lembut tangan Maudy.


"Apa gue gak pantes ya buat kak Nial, tapi gue lebih dulu suka sama kak Nial," gumam Bilqis dan menatap Nial dan Maudy yang pergi.


.


Malam harinya tangsi bayi terdengar dan membaut seorang yang berstatus daddy bangun dari tidur nyenyaknya, ya dia adalah Noah.


Noah bangun dan menatap istrinya yang masih terlelap, dengan peka Noah menyingkirkan tangannya yang berada di perut Lea.


Setelah berhasil, Noah pun berjalan menuju box bayi putranya, "Anak daddy kenapa hem?" tanya Noah dan mengangkat tubuh Vian.


Namun, cukup lama Noah mencoba menenangkan Vian, tapi Vian tetap tidak berhenti menangis.


"Mau ***** ya, tapi mommy nya lagi tidur," ucap Noah.


"Vian kenapa kak?" tanya Lea dengan suara khas bangun tidurnya.


"Kayaknya Vian haus deh," ucap Noah.


"Yaudah bawa sini Vian kak," ucap Lea.


Noah pun menyerahkan Vian ke Lea dan setelah itu ia pun duduk di hadapan Lea yang saat ini sudah memberikan asi untuk Vian dan benar saja sekarang Vian berhenti menangis.


"Ke apa tadi gak bangunin Lea aja?" tanya Lea.


"Aku gak tega sayang, apalagi kamu kan capek karena seharian ngurus Vian belum lagi rasa sakit setelah melahirkan," ucap Noah.


"Lea gapapa kok kak, lain kali kalau kayak gini bangunin Lea aja ya," ucap Lea.


"Iya, sayang," ucap Noah dan mengecup pipi Lea.


"Sayang," panggil Noah.


"Kenapa kak?" tanya Lea.


"Mulai sekarang bisa gak ya kamu jangan manggil aku kakak," ucap Noah.


"Terus kalau gak kakak, aku harus manggil apa dong?" tanya Lea.


"Panggil yang lain aja kayak sayang, honey atau apa gitu jangan panggil kakak. Nanti yang ada kamu malah kayak adik aku bukan istriku," ucap Noah.


"Hehehehe, gimana kalau aku panggilnya mas aja biar sama kayak bunda ke ayah yang juga manggil mas," ucap Lea.


"Gak masalah juga sih, tapi masa harus sama kayak ayah sama bunda sih," ucap Noah.


"Terus Lea harus manggil apa dong?" tanya Lea.


"Manggil sayang mau? biar samaan gitu," tanya Noah.


"Eeemmmm, tapi malu kak," ucap Lea.


"Kenapa harus malu sih kan kita udah nikah sayang, lagipula wajar banget kok kalau suami istri punya panggilan sayang," ucap Noah.


"Yaudah, Lea coba ya," ucap Lea.


"Iya sayang, coba kamu panggil aku," ucap Noah.


"Sayang," panggil Lea.


Noah pun tersenyum dan mengecup seluruh wajah Lea, "Kenapa istri aku gemes banget sih," ucap Noah.


.


.

__ADS_1


.


Tbc.


__ADS_2