
"Gak, udah gak usah di bahas itu juga masa lalu," ucap Rea dan Desti pun tersenyum.
"Kapan lo nyusul?" tanya Desti.
"Gue udah nikah kali," ucap Rea.
"Hah, beneran kenapa gue gak tahu padahal gue masih satu komplek perumahan sama lo?" tanya Desti.
"Bukannya Tante Vina waktu itu datang," ucap Rea.
"Gue juga gak tahu sih soalnya kan lo tahu gimana ibu gue kalau cerita tuh banyak banget gue sampe lupa dia pernah cerita atau gak ke gue, btw mana suami lo?" tanya Desti.
"Ini suami gue," ucap Rea dan memperkenalkan Alan yang sejak tadi berada di belakangnya yang senantiasa mengobrol dengan suami dari Desti.
"Oh ini suaminya Rea ya, saya Desti temannya Rea," ucap Desti dan Alan hanya tersenyum.
"Gue ke bawah ya lihat banyak banget yang ngantri," ucap Rea.
"Iya, ayo foto dulu lo sama keluarga lo," ucap Desti dan diangguki Rea.
Setelah berfoto Rea dan seluruh keluarga Bratadikara pun turun ke bawah, saat Rea akan menghampiri dan mengobrol dengan teman-teman perempuan SMA nya tiba-tiba Ayah Argi datang dan menarik Alan, "Rea, ini suami kamu Ayah bawa dulu ya. Mau Ayah kenalin ke rekan kerja Ayah," ucap Ayah Argi.
"Iya deh terserah ayah," ucap Rea.
Akhirnya Rea pun berjalan menuju teman-teman SMA nya, untuk Qilla dan Nina yang juga teman Desti sudah datang sejak tadi, tapi mereka hanya sebentar karena mereka sibuk dengan urusan masing-masing sehingga saat Rea datang ke sini sudah tidak ada Qilla dan Nina.
"Wah, Rea udah lama ya gak ketemu makin cantik deh lo, Re," ucap Kikan.
"Makasih ya Kan, tapi lo juga cantik banget dari dulu sampe sekarang gak berubah tahu," ucap Rea.
"Lo udah nikah Re kok udah punya anak gini," ucap Mita, yang baru saja datang ke Rea dan teman-teman SMA Rea.
Mita adalah salah satu teman SMA nya dan merupakan sahabat dari Desti yang tidak suka dengan Rea.
"Ya, gitu deh," ucap Rea, dengan malas.
"Lo udah berapa lama nikah kok udah punya anak aja? apa jangan-jangan lo hamil di luar nikah kok gak undang-undang kita?" tanya Mita.
"Gue nikahnya emang baru dan gue emang gak ngundang siapapun karena ya gue cuma akad nikah doang gak pake resepsi," ucap Rea.
"Lo nikah sama Ayah dari anak lo kan?" tamat Mita.
__ADS_1
"Gak," ucap Rea asal-asalan.
"Astaga, kasihan banget anak lo," ucap Mita dan tidak ada respon apapun dari Rea.
"Oh iya, tadi gue ketemu sama Riko loh, lo udah ketemu belum Re?" tanya Mita dan lagi-lagi Rea tidak merespon apapun yang dikatakan Mita.
"Lo kenapa sih Re? oh atau jangan-jangan lo udah ketemu sama Riko dan lo belum bisa move on dari Riko?" tanya Mita.
"Bukan urusan lo kali Mit, mending lo pergi deh males gue ngeladenin lo," ucap Rea.
"Jahat banget sih, eh itu Riko," ucap Mita dan menatap ke arah belakang Rea.
"Yuk kita pergi aja kayaknya ada yang mau reunian nih," ucap Mita dan menarik teman-teman SMA Rea.
"Hai Rea," sapa Riko.
Namun, Rea tidak mempedulikannya dan justru kembali mengobrol dengan Kikan, hingga beberapa saat kemudian suara berat seseorang yang menyapanya terdengar di telinga Rea, tapi lagi-lagi Rea berusaha untuk bersikap tenang dan membalikkan tubuhnya lalu hanya mengangguk sebentar.
"Apa kabar, Re?" tanya Riko.
"Alhamdulillah baik, lo gimana?" tanya Rea.
"Ya gitu kali, gue juga lupa soalnya gak penting juga sih buat di inget," ucap Rea.
"Masih sendiri?" tanya Riko.
"Udah gak nih lihat udah punya buntut satu," ucap Rea dan menunjuk Kaif yang berada di gendongannya.
"Kapan nikahnya kok gak ngundang?" tanya Riko.
"Baru kok, tapi emang sengaja gak ngundang banyak orang soalnya cuma akad aja sih gak pake resepsi jadi ya biar keluarga aja sih yang datang," ucap Rea dan diangguki Riko.
"Udah bisa move on dari gue belum?" tanya Riko dan terkekeh pelan.
"Udah kali gak mungkinlah gue gak move on, cowok banyak kali Ko, gue malah bersyukur saat itu lo milih Desti karena gara-gara itu gue bisa kuliah dan jadi dokter. Walaupun saat itu gue patah hati, tapi gak patah hati amat sih, ya gue anggap itu sebagai motivasi buat diri gue sih, gue bisa introspeksi diri dan jadilah Rea yang seperti sekarang ini. Lagian nih ya gue itu malah baru nyadar setelah lo jadian sama Desti kalau selama ini kayaknya gue bukan suka sama lo, tapi kagum karena lo pinter dan baik orangnya. Karena saat itu gue masih polos gak bisa bedain mana yang suka sama mana yang kagum," ucap Rea, panjang kali lebar.
"Iya juga sih, lagian saat itu juga banyak yang suka sama kagum sama gue kan," ucap Riko dan diangguki Rea.
"Btw, boleh minta nomor hp lo?" tanya Riko.
"Buat apa?" tanya Rea.
__ADS_1
"Ya, buat apa gitu atau kalau lo mau curhat juga boleh, apalagi kalau curhat soal hubungan rumah tangga lo nanti kalau ada apa-apa lo bisa kok ke gue ceritanya," ucap Riko.
"Gue punya hp, tapi gue gak mau ngasih nomor hp gue dan kalau masalah curhat kayaknya gak pentinglah ya," ucap Rea.
"Kenapa gitu? bahkan lo gak masuk ke grup?" tanya Riko.
"Males aja sih, gak penting juga kan gue gak punya temen akrab pas SMA kecuali Qilla sama Nina yaudah gue cuma buat grup sama mereka berdua aja," ucap Rea.
"Tapi, lo seolah-olah ngehindar Re," ucap Riko.
"Ya, emang. Udah sana lo pergi takutnya istri lo nungguin," ucap Rea.
"Gue udah cerai, Re," ucap Riko, yang membuat Rea terkejut dan menatap Riko.
Rea sejujurnya terkejut karena setahu Rea Riko menikah dengan seorang aktris yang sangat cantik bahkan aktris tersebut terkenal dengan sifat keibuannya, tapi kenapa Riko justru bercerai dan bahkan jika Rea ingat-ingat saat Nina bercerita mengenai pernikahan Riko itu belum sampai satu tahun. Entahlah Rea juga tidak tahu dan tidak mau tahu tentunya.
"O-oh sorry gue gak tahu," ucap Rea.
"Gue mau ke sini karena gue denger lo juga mau dateng dan rencana gue mau deketin lo, tapi ternyata lo udah ada yang punya, padahal gue udah percaya diri kalau lo masih suka sama gue," ucap Riko.
"Berarti rencana lo gagal Ko, soalnya gue udah punya pasangan bahkan anak dan gue juga gak ada niat buat suka bahkan mau di deketin sama lo" ucap Rea.
"Sayang," panggil Alan dari belakang Rea.
"Loh, kamu udah bicaranya sama temennya Ayah?" tanya Rea.
"Udah, sekarang udah malem kamu gak ngantuk apa, kata Bunda kita bisa tidur di hotel ini atau mau pulang," ucap Alan.
"Kita tidur di hotel aja gimana udah ngantuk banget ini," ucap Rea dan diangguki Alan.
Lalu Alan mengambil Kaif yang tengah berceloteh ria sejak tadi, "Ini kenapa daritadi gak bisa berhenti sih sayang hm," ucap Alan dan mengecup wajah Kaif dan membuat Kaif tertawa.
"Sayang, dia siapa?" tanya Alan dan menatap Riko yang sejak tadi berada di hadap Rea dan Alan serta menyaksikan keluarga harmonis itu.
.
.
.
Tbc.
__ADS_1