
Sudah dua Minggu Rea berada di rumah mama Dira, setelah perdebatan yang cukup sengit saat itu akhirnya Alan pun memperbolehkan Rea tinggal bersama mama Dira. Bahkan saat Rea sampai di rumah mama Dira, Rea langsung bersimpuh di hadapan mama Dira dan meminta maaf pada mama Dira. Mama Dira awalnya bingung kenapa Rea minta maaf sampai menangis dan setelah Rea ceritakan semuanya mama Dira pun tersenyum dan memeluk menantu kesayangannya itu, mama Dira paham bagaimana perasaan Rea, mama Dira berusaha untuk tidak menyalahkan Rea.
"Sayang, udah makan?" tanya mama Dira.
"Udah kok ma, tadi Rea makan sama Dea terus sekalian minum susu hamil," ucap Rea.
"Bagus, sekarang Dea kemana?" tanya mama Dira.
"Gak tau, tadi setelah makan Dea langsung ke kamar buat ngambil hp, tapi sampe sekarang belum dateng," ucap Rea.
"Kebiasaan itu anak," ucap mama Dira.
"Mau buat kue gak sama mama?" tanya mama Dira.
"Mau dong, emangnya mama mau buat kue apa?" tanya Rea.
"Kamu maunya kue apa?" tanya mama Dira.
"Gimana kalau kita buat bolu aja soalnya tiba-tiba Rea pengen makan bolu," ucap Rea.
"Boleh, kalau gitu mama siapin bahannya ya," ucap mama Dira dan diangguki Rea.
Mereka berdua pun akhirnya membuat bolu yang diinginkan Rea dan dibantu Dea tentunya karena tiba-tiba Dea datang saya mendengar suara berisik dari luar kamarnya saat ditanya tadi ternyata Dea tengah membalas pesan dari teman-temannya sehingga lupa keluar kamar.
"Udah jadi, kayaknya enak nih," ucap Rea.
"Kamu bersih-bersih dulu ya, terus nanti turun ke bawah buat makan bolu nya," ucap mama Dira.
"Iya, ma," ucap Rea.
Setelah semuanya selesai Rea pun turun ke bawah dan baru saja ia turun ke bawah ternyata bertepatan dengan Alan yang baru saja masuk ke dalam rumah dan hal itu tentunya membuat Rea terkejut dan reflek berlari memeluk Alan, "Sayang, jangan lari astaga aku takut banget lihat kamu lari kayak tadi. Pokoknya lain kali jangan lari kayak gitu ya," omel Alan, saat Rea sudah berada di pelukannya.
"Iya deh, tadi aku seneng banget soalnya," ucap Rea, yang semakin mengeratkan pelukannya.
"Kak Rea ayo makan bolu nya, pelukannya nanti aja ya," ucap Dea.
Akhirnya Rea pun melepaskan pelukan tersebut, "Kamu mandi dulu ya biar aku siapin semuanya," ucap Rea.
"Gak usah, kamu di sini aja biar aku yang siapin sendiri. Lagian gak bagus kalau kamu naik turun tangga," ucap Alan dan diangguki Rea.
Rea pun menuju ruang tamu yang di sana sudah terpampang indah bolu buatannya dan mama Dira, "Kamu tahu gak, dulu itu Alan gak pernah pulang walaupun dia udah selesai tugasnya, mama sama papa harus nelpon dia dulu baru dia mau pulang pokoknya Alan dulu kaya gak betah di rumah, tapi mama seneng banget setelah ada kamu Alan berubah apalagi setelah kamu hamil. Tapi, mama rada takut nanti Alan jadi orangtua yang posesif sama anaknya, mama gak masalah sih kalau emang alan posesif sama anaknya karena itu artinya Alan mau uang terbaik, tapi mama juga khawatir mental anak kalian nanti terganggu kalau terlalu di kekang sama kalian," ucap mama Dira.
"Iya, ma. Nanti coba rea bicarain sama mas Alan," ucap Rea dan diangguki mama Dira.
Rea pun mulai memakan kue bolu buatannya tadi, "Hem, enak ma kuenya kalau kayak gini Rea mah bisa setiap hari makan," ucap Rea.
__ADS_1
"Jangan makan tiap hari juga dong sayang, tapi sesekali aja nanti kalau kamu pengen kamu bilang ke mama biar Mama buatin atau gak kita bikin bareng kayak tadi," ucap mama Dira.
"Iya, ma," ucap Rea.
Beberapa saat kemudian, Alan pun selesai membersihkan tubuhnya dan duduk di samping sang istri yang tengah asik memakan waktu kue bolu nya, "Kayaknya enak banget sampe tinggal dikit kue bolu nya?" tanya Alan.
"Iya, enak banget loh. Kamu cobain deh ini tadi itu aku yang buat sama mama sama Dea," ucap Rea dan menaruh bolu yang ia makan ke dalam mulut lalu mengambil potongan kue bolu yang ada di meja.
Namun, Alan tidak menerima potongan bolu tersebut dan justru memakan bolu yang masih berada di mulut Rea dan hal itu membuat Rea terkejut pasalnya saat ini di ruang tamu bukan hanya ada mereka berdua, tapi juga ada Dea dan juga mama Dira.
"Kok makannya yang punyaku sih, ini kan aku ambilin buat kamu," ucap Rea.
"Lebih enakan yang di mulut kamu," ucap Alan.
"Aduh, sejak kapan sih anak mama bisa manis kayak gitu. Kayaknya dulu papa kamu gak kayak kamu deh," ucap mama Dira.
"Kata siapa, papa itu dari dulu juga manis tau, tapi mama nya aja yang gak peka," ucap papa Aldi yang baru saja datang dan duduk di samping mama Dira dan tak lupa memeluk pinggang mama Dira.
"Kayaknya Dea salah deh di sini, udah ah Dea mau ke kamar daripada di sini gak baik buat mata Dea," ucap Dea, lalu pergi menuju kamarnya dan tentunya membuat semua orang yang ada di sana tertawa mendengarnya.
"Gimana keadaan cucu papa?" tanya papa Aldi.
"Keadaannya baik kok pa," ucap Rea.
"Belum ma, kata mas Alan kita tau nanti aja waktu lahiran katanya biar surprise gitu," ucap Rea.
"Papa pengennya cowok deh, biar ada yang nerusin perusahaan papa," ucap papa Aldi.
"Gak ya, Alan gak mau anak Alan nerusin perusahaan papa. Nanti biar anaknya yang milih sendiri maunya apa," ucap Alan.
"Terus perusahaan papa gimana?" tanya papa Aldi.
"Kan Alan udah pernah bilang papa cari menantu buat Dea yang bisa ngurus perusahaan atau gak papa tinggal jual aja perusahaannya," ucap Alan.
Kamu kalau ngomong enak banget tinggal jual aja perusahaannya, papa ini udah merintis dari nol perusahaan papa, sia-sia dong papa kerja keras selama ini," ucap papa Aldi.
"Yaudah, kalau gitu papa cari menantu cowok yang bisa ngurus perusahaan papa," ucap Alan.
"Udah ah, jangan bahas kerjaan terus mama sama gak ngerti tau," ucap mama Dira dan diangguki Rea.
"Udah ngantuk belum? mau tidur sekarang?" tanya Alan, saya Rea bersandar di lengannya.
"Masih jam segini, kamu mah kebiasaan tanya mau tidurnya jam segini," ucap Rea.
"Yaudah, kalau gitu mau apa hem?" tanya Alan.
__ADS_1
"Aku pengen kue balok ternyata, kayaknya enak deh," ucap Rea.
"Aku cari sekarang kalau gitu," ucap Alan.
"Ikut!" ucap Rea.
"Jangan deh kamu di sini aja," ucap Alan.
"Gak mau, mau ikut," ucap Rea.
"Yaudah, kalau gitu sekalian kita pulang aja ya," ucap Alan dan diangguki Rea.
"Masa kalian mau pulang sekarang sih, besok aja loh," ucap mama Dira.
"Besok Alan ada panahan ma," ucap Alan.
"Ish, tapi masa langsung pulang padahal kan mama belum puas main sama menantu mama," ucap mama Dira.
"Kapan-kapan Alan sama Rea ke sini lagi kok," ucap Alan.
"Biarin lah ma mereka pulang, kan biasanya juga gitu," ucap papa Aldi.
"Yaudah deh, tapi janji ya kapan-kapan ke sini," ucap mama Dira dan diangguki Alan.
Setelah mengambil semua perlengkapan milik Rea dan miliknya, Alan dan Rea pun pergi meninggalkan rumah keluarga Dhananjaya dan menuju rumahnya sendiri yaitu rumah dinas Alan tentunya.
"Semua anggota kamu udah pulang?" tanya Rea.
"Iya, semuanya udah pulang," ucap Alan.
"Kamu pulangnya dari jam berapa?" tanya Rea.
"Aku juga lupa yang jelas sampe di pangkalan itu jam 11 siang terus ada beberapa urusan sebentar dan langsung pergi ke rumah mama," ucap Alan dan diangguki Rea.
"Kalau gitu nanti langsung istirahat aja ya, sama aku buatin teh hijau," ucap Rea.
"Iya, sayang," ucap Alan.
.
.
.
Tbc.
__ADS_1