Tentara Tampanku

Tentara Tampanku
S2 - Mandi Bersama


__ADS_3

Lea saat ini berada di kamar sendirian karena hari sudah gelap dan ia tengah menunggu kedatangan sang suami yang sangat ia rindukan, entahlah kenapa Lea akhir-akhir ini sering sekali rindu dengan sang suami, tapi mungkin saja bawaan baby.


Lea menunggu cukup lama bahkan jam sudah menunjukkan pukul 9 malam dan sampai sekarang belum ada tanda-tanda sang suaminya datang hingga membuat Lea berkaca-kaca.


"Ish, kok lama sih," ucap Lea.


Beberapa saat kemudian, terdengarlah suara nyaring dari para tentara yang baru saja datang. Bagaimana tidak, mereka bernyanyi cukup keras bahkan Lea sampai terkejut saya mendengar mereka bernyanyi dengan suara kencang mereka.


Meskipun begitu Lea sangat senang karena sang suami datang, Lea pun beranjak dari kasur dan menunggu Noah tepat di depan pintu sehingga saat Noah masuk ke dalam kamar nanti Lea langsung dapat memeluk sang suami.


Membayangkannya saja Lea sudah tidak sabar, ia bahkan tersenyum sendiri saat membayangkannya.


Namun, yang ditunggu-tunggu oleh Lea belum menampakkan batang hidungnya padahal nyanyian mereka sudah selesai dan Lea pun juga sudah mendengar bubar barisan tadi, tapi kenapa sampai sekarang Noah belum datang juga.


Ingin rasanya Lea keluar karena ia bosan menunggu Noah yang tak kunjung datang, Lea pun berniat untuk keluar, tapi hal itu ia hentikan karena tiba-tiba pintu kamarnya terbuka dan menampilkan sang suami yang sejak tadi ia tunggu.


Tanpa basa-basi Lea pun segera memeluk sang suami yang sejak tadi ia rindukan dan ia tunggu.


Noah sendiri yang baru saja datang terkejut karena mendapatkan serangan dari Lea, "Sayang, jangan peluk dulu ya. Lihat tubuhku kotor loh belum mandi terus aku juga bau, pelukannya nanti aja kalau aku udah bersih-bersih," ucap Noah dan berusaha melepaskan pelukan Lea.


"Gak mau, maunya peluk kak Noah," ucap Lea dan semakin mengeratkan pelukannya pada sang suami.


"Jangan kenceng-kenceng sayang nanti baby-nya kegencet loh," ucap Noah dan membuat ke melonggarkan pelukannya.


"Aku mandi dulu aja ya, lihat nih baju kamu ikut basah kan kena keringatku," ucap Noah.


Benar saja apa yang dikatakan Noah jika baju Lea juga basah karena terkena keringat Noah, "Gak mau kak," ucap Lea.


"Sayang, baju kamu juga ikut bau loh ini, kamu ganti baju aja ya terus aku mandi biar bisa peluk kamu lama," ucap Noah.


"Yaudah, kalau gitu mandi bareng," ucap Lea.


Ucapan Lea membuat Noah terkejut dan menatap lekat istrinya itu, "Sayang kamar mandinya di luar dan aku mandinya di kamar mandi pria loh," ucap Noah.


"Mau mandi bareng," rengek Lea.


Lea pun tak tau kenapa ia jadi seperti ini yang jelas ia tidak ingin jauh dari Noah apapun caranya ia harus berada di samping Noah.


"Sayang, jangan ya. Kan kamu tadi udah mandi pasti terus masa sekarang mandi lagi sih nanti kalau kamu masuk angin gimana lagian ini juga udah malam gak bagus buat ibu hamil," ucap Noah, yang harus bersabar dengan perubahan sikap Lea setelah hamil.


"Jadi kak Noah gak mau, yaudah kalau gitu aku balik ke kota sekarang aja. Pasti kak Noah seneng kalau gak ada aku di sini, soalnya beban kak Noah berkurang, hiks hiks hiks," ucap Lea.


Lea sudah tidak dapat menahan tangisannya hingga air matanya pun keluar dan Lea melepaskan pelukannya lalu menuju koper yang sudah ia siapkan sebelumnya.


Noah yang melihatnya pun terkejut dan langsung berlari menahan tangan istrinya yang akan mengambil koper.

__ADS_1


"Yaudah, kita mandi bersama. Tapi, kamu jangan nekat untuk pulang sendirian," ucap Lea.


"Kak Noah gak usah kasihan sama Lea, Lea gapapa kok pulang sendirian. Lea gak mau jadi beban kak Noah apalagi sekarang Lea hamil pasti beban kak Noah bertambah, maafin Lea sama calon anak kita yang udah jadi beban kak Noah, hiks hiks," ucap Lea.


Anggap saja Lea lebay, tapi ya memang begitulah kenyataannya. Lea merasa sangat drama di kehamilannya ini, setiap kondisi ibu hamil itu memang berbeda-beda bukan, jadi wajar jika mengalami hal seperti ini.


"Hush, gak boleh ngomong kayak gitu. Ingat ya, kamu dan calon anak kita itu bukan beban bua aku, kalian berdua itu adalah hadiah terindah dalam hidupku paham, jadi kamu jangan pernah berpikir kalau kalian itu beban ya. Sekarang kamu siap-siap kita mandi bersama," ucap Noah dan diangguki Lea.


"Makasih ya kak," ucap Lea.


Beberapa saat kemudian, Noah dan Lea pun keluar dari kamar dan menuju kamar mandi pria. Saat sampai di sana ternyata di almari mandi pria banyak sekali para tentara yang tengah mandi, bukan hanya rekan kerja Noah ,tapi juga para prajurit yang melaksanakan diklat.


Dimana beberapa dari mereka mandi bersama di bawah guyuran air dan untungnya mereka masih memakai celana, tapi ada juga yang hanya memakai dalaman saja.


Semua orang terkejut saya Noah dan Lea datang bahkan mereka langsung menutup aset mereka yang masih terhalang kain.


"Lea kenapa di sini? ini kamar mandi pria kalau kamar mandi perempuan di sebelah?" tanya Tian, yang masih memakai seragam sama seperti Noah.


"Aku mau mandi di sini," ucap Lea, dengan semangat.


"Hah! mandi di sini!" pekik semua orang yang ada di sana.


"Iya, kenapa emangnya gak boleh ya?" tanya Lea, yang merubah raut wajahnya menjadi sedih.


"Gapapa kok, ehmm letnan Noah, apa perlu kita buatkan penghalang untuk Lea?" tanya salah satu tentara.


"Masa kamu mau mandi di sini nanti kalau kelihatan tubuh kamu gimana?" tanya tentara lainnya.


Baru saja Lea akan menjawab, tapi ia urungkan saya mendengar jawaban Noah.


"Istri saya tidak akan mandi di luar, dia akan mandi di dalam kamar mandi. Saya tidak bodoh dengan membiarkan istri saya mandi dengan para buaya seperti kalian," ucap Noah dengan tegas bahkan membuat semua orang seketika meneguk kasar ludahnya.


"Oalah, yaudah. Kalian gitu harus antri," ucap Tian.


"Iya, gapapa kok," ucap Lea.


Setelah mengatakan hal itu Lea sangat terkejut karena Noah memeluknya sehingga saat ini Lea dapat melihat bentuk dada bidang Noah yang tercetak dengan jelas pada kaos militernya.


"Kalau mau buka celana itu bilang-bilang ingat di sini bukan hanya ada pria saja," ucap Noah dengan dingin bahkan tanpa ekspresi.


"Maaf letnan saya lupa," ucap orang yang berada di belakang Lea.


Entahlah Lea tidak tau siapa yang dimarahi Noah, yakin yang jelas Lea takut saat melihat raut wajah Noah yang begitu menyeramkan sama seperti dulu saat Lea mulai menyukai Noah yang sangat takut jika bertemu dengan Noah.


Beberapa saat kemudian, tibalah Noah dan Lea yang masuk ke dalam kamar mandi, hal itu membuat semua orang yang ada di sana menatap pasangan tersebut.

__ADS_1


"Lo juga ikut mandi di dalam?" tanya Bondan.


"Iyalah, gue udah punya istri yang bisa diajak mandi bareng, nanti kalau denger suara-suara aneh di dalam, kalian tutup telinga aja pura-pura gak denger," ucap Noah dan menutup pintu kamar mandi tersebut.


"Astaga, gue kira Noah bakal mandi di luar ternyata mereka mandi bersama," ucap heboh Bondan.


Noah dan Lea berada di dalam kamar mandi dan hanya mandi tidak melakukan apapun sesekali Lea memang menggoda Noah, takut ia masih bisa menahannya dan alhasil mereka memang hanya mandi padahal Lea ingin lebih, tapi ia juga tau jika kondisinya masih belum bisa untuk melakukan hal lebih dan masalahnya ia benar-benar tidak bisa tahan, entahlah kehamilan kali ini juga sangat berdampak pada hubungan intimnya.


"Udah ya mandinya," ucap Noah saat mereka selesai membasuh busa yang ada di tubuh mereka.


"Kak," panggil Lea.


"Kenapa?" tanya Noah.


"Main yuk kak," ucap Lea.


"Sayang, kamu gak inget kalau kehamilan kamu belum 13 Minggu, aku takut kalau melakukannya saat belum 13 Minggu," ucap Noah.


"Tapi, Lea pengen," ucap Lea.


Noah pun memeluk Lea dimana mereka berdua saat ini full naked, "Nanti ya setelah 13 Minggu," ucap Noah.


"Nanti keburu Lea pulang," ucap Lea.


"Besok kita coba ke dokter lagi gimana terus kita tanya boleh gak melakukannya," ucap Noah dan diangguki Lea.


"Beneran ya kak?" tanya Lea.


"Iya, sayang. Sekarang kita selesaikan mandinya ya biar kamu gak masuk angin," ucap Noah.


"Iya kak," ucap Lea.


Setelah itu Noah pun memakai pakaiannya dan memakaikan pakaian untuk Lea.


Saat keluar dari kamar mandi, Noah dan Lea melihat para tentara yang berada di depan pintu kamar mandi yang mereka gunakan.


"Kenapa?" tanya Noah.


"Kenapa gak denger suara anehnya?" tanya Tian.


"Gue mainnya pelan-pelan, istri gue juga lagi hamil," ucap noah dan memeluk pinggang Lea lalu berlalu dari tempat tersebut.


.


.

__ADS_1


.


Tbc.


__ADS_2