Tentara Tampanku

Tentara Tampanku
Penipuan?


__ADS_3

Disisi lain Qilla dan Ryan sayang saat ini sudah berada di kamar pun terkejut saat mendengar suara dering ponsel miliki Qilla, "Siapa yang nelpon malam-malam kayak gini?" tanya Ryan.


"Gak tau, gak ada namanya," ucap Qilla.


"Yaudah, coba kamu angkat terus loud speaker," ucap Ryan dan diangguki Qilla.


"Halo," ucap Qilla


"Apa benar ini dengan Bu Qilla?" tanya seorang pria.


"Iya, ini dengan siapa ya? kalau boleh tahu ada apa ya?" tanya Qilla.


"Saya pengacaranya Bu Tara dan saya ingin memberitahukan jika ibu anda saat ini berada di penjara dan ditahan karena kasus penipuan dan karena tidak ada kerabat yang dapat dihubungi jadi saya menghubungi Bu Qilla," ucap pria tersebut.


Ucapan pria tersebut tentunya membuat Qilla dan Ryan terkejut, "Kalau boleh tahu dimana tempat mama saya ditangkap pak?" tanya Qilla.


Pria tersebut pun menyebutkan tempatnya, "Kalau begitu saya akan segera kesana dan mengurus semuanya," ucap Qilla, lalu memutuskan sambungan telepon tersebut.


Setelah itu, Qilla pun menangis sejadi-jadinya, ia tidak pernah membayangkan jika orangtuanya yakni mamanya melakukan kejahatan bahkan sekarang sudah ditahan oleh pihak berwajib.


"Kamu yang kuat ya, sekarang ayo kita ke sana," ucap Ryan dan diangguki Qilla.


Mereka pun menuju tempat mama Qilla hinga beberapa saat kemudian, mereka pun sampai di tempat tahanan. Qilla pun bertanya pada penjaga tempat tersebut dan setelah itu ia diarahkan ke sebuah ruangan dimana ruangan sempit da hanya satu orang yang bisa masuk ke sana. Di ruangan tersebut juga terdapat sekat antara bagian luar dan dalam.


Beberapa saat kemudian, masuklah mama Qilla dari bagian dalam, Qilla yang melihat mamanya benar-benar tidak percaya, "Mama apa kabar?" tanya Qilla, yang tersenyum.


"Seperti yang kamu lihat bukan, buat apa kamu ke sini? mau ngehina mama? lebih baik kamu pergi deh mama gak mau lihat muka kamu. Oh iya suami kamu juga ikut ya, bilang ke dia kalau punya anak itu cewek jangan cowok nanti yang ada kamu malah kayak mama, awas aja kalau anak kami cacat kayak si Satria itu," ucap mama Qilla, tanpa rasa bersalah sama sekali.


"Mama ga mau minta maaf gitu?" tanya Qilla.


"Minta maaf buat apa? Mama gak salah apa-apa ya," tanya mama Qilla.


"Mama gak datang waktu Qilla nikah," ucap Qilla.

__ADS_1


"Terserah mama dong, mama mau datang atau gak," ucap mama Qilla, yang masih angkuh saja.


"Huh, mama udah berapa lama di sini?" tanya Qilla.


"Gak tau lupa, kalau mau tau tanya aja sama pengacara atau siapa gitu," ucap mama Qilla.


Qilla berusaha sabar bagaimanapun saat ini keadaan mamanya tidak memungkinkan untuk ia marah, "Mama tahu gak waktu Qilla nikah papa datang dan jadi walinya Qilla," ucap Qilla.


Mamanya sempat menoleh dan setelah itu kembali membuang pandangannya dari Qilla dan hanya ber-o-ria, "Mama tahu gak kalau kak Satria sakit dan sekarang sedang proses penyembuhan," ucap Qilla.


"Syukurlah, kalau bisa mati sekalian, buat apa hidup kalau gak bisa lihat malu-maluin aja, anak gak guna gitu kok hidupnya lama," ucap mama Qilla.


"Ma," tegur Qilla, karena menurutnya perkataan mamanya sudah keterlaluan.


"Kalau udah gak ada yang kamu bicarain lagi lebih baik kamu pergi deh," ucap mama Qilla.


"Qilla akan berusaha buat mama bebas," ucap Qilla.


"Harus itu, awas aja kalau kamu gak bisa bikin mama bebas," ucap mama Qilla dan pergi begitu saja dari ruangan tersebut.


"Aku gak kuat ngelihat sikap mama," ucap Qilla.


"Yang sabar ya, sekarang kita ke pengacara mama kamu dan kita tanya ada apa sebenarnya yang terjadi sama mama," ucap Ryan dan diangguki Qilla.


Saat ini memang pengacara mama Qilla berada di sana dan karena itu mereka berdua bisa bertemu dengan pengacara di ruangan yang sudah di sediakan, "Kalau boleh tahu bagaimana bisa mama saya bisa kayak gini ya pak?" tanya Qilla.


"Sebenarnya Bu Tara ditahan karena terbukti bersalah dalam penipuan arisan yang merugikan ratusan orang dengan total kerugian hampir 1 triliun," ucap pengacara.


"Apa! penipuan? anda tidak salah? mama saya gak mungkin kayak gitu," tanya Qilla.


"Tapi, kenyataannya memang begitu dan saya juga tidak bisa berbuat apa-apa sebagai pengacara karena semua bukti sudah jelas," ucap pengacara.


"Sejak kapan mamanya Qilla di sini?" tanya Ryan.

__ADS_1


"Sudah 3 bulan," ucap pengacara.


"Kenapa baru sekarang saya tau?" tanya Qilla.


"Sebenarnya sudah ada keluarga yang bersama dengan Bu Tara, tapi sudah 1 bulan beliau tidak datang dan akhirnya saya memutuskan untuk meminta Bu Tara memberitahukan anda," ucap pengacara.


"Kalau boleh tahu berapa putusan hukuman mamanya Qilla?" tanya Ryan.


"20 tahun penjara," ucap pengacara.


"Apa! apa tidak ada cara untuk mengeluarkan mama saya dari penjara?" tanya Rea.


"Tidak ada kecuali para korban mencabut laporannya, tapi percuma juga karena Bu Tara Sudja di jatuhi hukuman dan segala upaya hukum juga sudah ditempuh, tapi tetap saja tidak bisa meringankan hukuman Bu Tara. Untuk saat ini kita hanya bisa menerima segala yang terjadi," ucap pengacara.


"Tapi, saya yakin mama saya gak ngelakuin hal itu," ucap Qilla.


"Tapi, buktinya sudah jelas bahkan bukan hanya satu orang yang dirugikan, tapi ratusan orang," ucap pengacara.


"Penipuan dalam bentuk apa yang dilakukan mamanya Qilla?" tanya Ryan.


"Bu Tara melakukan penipuan berupaya arisan di beberapa grup dengan iming-iming 2 milyar, tapi sudah beberapa bulan setelah arisan tersebut para korban tidak mendapatkan kabar apapun dan akhirnya mereka melaporkan Bu Tara, belum ada 24 jam pihak kepolisian sudah menemukan keberadaan Bu Tara di Singapura bersama kekasihnya dan setelah pulang dari Singapura barulah Pihak kepolisian membawa Bu Tara untuk dimintai keterangan dan selama dimintai keterangan Bu Tara tidak dapat menjawab dengan jelas pertanyaan yang diajukan oleh pihak kepolisian dan pada sidang pembuktian kami pihak Bu Tara tidak dapat menunjukkan bukti apapun karena memang tidak ada bukti yang menyatakan jika Bu Tara tida bersalah bahkan Bu Tara sendiri sudah mengakuinya kalau uang arisan tersebut ia gunakan untuk berlibur ke Brazil, Singapura dan juga Inggris," ucap pengacara.


"Mama kenapa jadi kayak gini," gumam Qilla.


"Kalau begitu saya permisi karena saya masih ada beberapa urusan lagi, kalau memang ada bukti jika Bu Tara tidak bersalah maka saya akan mencoba melakukan upaya hukum untuk Bu Tara, tapi kalau tidak ada maka saya juga tidak bisa berbuat apa-apa," ucap pengacara tersebut dan keluar dari ruangan tersebut.


"Gimana ini?" tanya Qilla.


"Kita tidak bisa berbuat apa-apa, kita harus terima jika memang mama kamu bersalah. Biarkanlah mama kamu belajar di sini agar dia tahu apa saja yang telah dia lakukan selama ini adalah sebuah kesalahan, mama kamu harus mempertanggungjawabkan semua perbuatannya dan inilah resiko yang harus ia terima dari perbuatannya," ucap Ryan dan diangguki Qilla.


Qilla dan Ryan pun pergi karena waktu kunjung sudah habis, selama perjalanan Qilla hanya diam memikirkan nasib mamanya. Meskipun selama ini Qilla tidak peduli dengan mamanya, tapi tetap saja ia merasa sedih saat melihat mamanya berada di dalam penjara dan Qilla tidak bisa berbuat apa-apa.


.

__ADS_1


.


Tbc.


__ADS_2