
Malam harinya semua keluarga dan kerabat Noah dan Lea barbeque di taman rumah Alan, "Noah, duduk di sana jangan di sini," ucap Alan, yang menunjuk kursi di sebelah Lea.
"Kenapa Yah? lagian di sana kan udah ada yang duduk," tanya Noah.
"Tyas pindah didekat tante Rea ya," ucap Alan.
"Eh, iya om," ucap Tyas dan pindah.
"Udah sana," ucap Alan.
Noah pun akhirnya pindah tepat di sebelah Lea, "Tawarin apa gitu," bisik Andrew.
"Kamu mau paprika?" tanya Noah.
"Lea tadi udah kok kak," ucap Lea dan diangguki Noah.
"Yaampun Noah, maksud gue gak gitu," bisik Andrew.
"Kan lo bilang suruh nawarin," ucap Noah.
"Ya, tapi masa lo nawarinnya paprika, nawarin yang lain kek," bisik Andrew.
"Di piringnya udah ada semua, yang gak ada cuma paprika," ucap Noah.
Sudahlah, Andrew menyerah dengan sikap Noah. Author pun menyerah.
"Oh iya, nanti kalian berdua bakal tinggal dimana?" tanya Gia.
"Rencananya, Noah bakal tinggal di apartemen milik Noah," ucap Noah.
"Kenapa gak tinggal di rumah aja?" tanya mommy Emma.
"Kalau tinggal di rumah mommy, jauh dari tempat kerja Noah sama Lea," ucap Noah.
"Iya juga sih, terus kenapa gak tinggal di rumah dinas kamu aja?" tanya mommy Emma.
"Gak, Noah gak suka tinggal di rumah dinas. Emangnya mommy pernah lihat Noah nginep di rumah dinas," ucap Noah.
"Terserah kamu deh, yang penting kalian berdua harus sering mampir lo ke rumah," ucap mommy Emma.
"Iya, mom," ucap Noah.
"Kapan nih kalian mau ngasih Daddy cucu?" tanya Daddy Albert.
"Sahnya aja baru kemarin masa udah minta cucu aja," ucap Noah.
"Gapapa dong, lagian ayah juga mau cucu," ucap Alan.
"Gak, Noah sama Lea mau pacaran dulu," ucap Noah.
"Kan kalau udah punya anak masih bisa pacaran," ucap mommy Emma.
"Nanti setelah satu atau dua tahun," ucap Noah.
"Semoga kebobolan," ucap Daddy Albert dan mendapat tatapan datar dari Noah.
__ADS_1
Mereka pun kembali menikmati waktu bersama, "Mau nambah?" tanya Noah, saat melihat piring Lea kosong.
"Udah kak, Lea udah kenyang," ucap Lea.
"Mau tidur?" tanya Noah.
"Gak deh kak, kan tadi bangunnya sore jadi sekarang gak ngantuk," ucap Lea dan diangguki Noah.
Saat ini sudah jam 10 malam, Noah dan Lea masih berada di taman. Sedangkan, keluarga lainnya sudah masuk ke dalam rumah dan beberapa juga sudah pulang ke rumah masing-masing.
"Dingin, pake ini," ucap Noah dan memberikan kemejanya pada Lea sehingga saat ini Noah hanya memakai kaos hitam.
"Kak Noah gak kedinginan kalau kemejanya Lea pake?" tanya Lea.
"Kalau saya gampang," ucap Noah lalu memeluk Lea.
"Kenapa kak Noah meluk Lea?" tanya Lea, sejujurnya Lea sangat gugup, tapi sebisa mungkin Lea menyembunyikan kegugupannya.
"Kalau saya kedinginan, saya tinggal peluk kamu. Udah kan gak dingin lagi," ucap Noah.
"Kak Noah tadi gombal ke Lea ya?" tanya Lea.
"Gak, saya bicara jujur kok," ucap Noah.
"Kak Noah gak bisa romantis ya?" tanya Lea.
"Gak, saya ya kayak gini gak bisa romantis Kalau kamu pengen saya romantis, kamu bilang nanti saya bakal romantis ke kamu," ucap Noah.
'Sabar Lea,' ucap Lea, dalam hati.
"Saya tau, ayo masuk," ajak Noah dan menarik pelan tangan istrinya itu.
"Kakak mau teh atau minuman hangat gitu?" tanya Lea.
"Lemon tea," ucap Noah.
"Oke, kalau gitu Lea bikinin," ucap Lea dan menuju dapur. Sedangkan, Noah menuju kamarnya.
Beberapa saat kemudian, Lea pun selesai membuat lemon tea untuk Noah dan langsung menuju kamar, saat masuk ke dalam kamarnya Lea dapat melihat Noah yang tengah fokus pada laptopnya, "Kak, ini minumannya," ucap Lea.
"Hem, makasih," ucap Noah tanpa melirik pada Lea.
Karena melihat suaminya yang terlalu fokus pada laptopnya, Lea pun memutuskan untuk bersiap tidur. "Kak, Lea tidur dulu ya," ucap Lea dan Noah hanya menanggapinya dengan deheman saja.
Baru saja terlelap tiba-tiba Lea merasakan berat pada perutnya dan setelah itu merasakan hembusan napas di lehernya, Lea berusaha untuk tetap tenang dan kembali tidur dan lagi-lagi baru saja ia terlelap tiba-tiba tubuhnya di balik oleh orang yang ada di belakangnya siapa lagi kalau bukan suaminya. Setelah itu, Noah memeluk Lea dan menenggelamkan kepalanya di leher Lea, Lea pun membuka mata dan melihat kepala Noah yang berada di lehernya.
'Astaga, kak Noah kenapa harus kayak gini sih, kan bikin deg-degan aja. Semoga aja kak Noah gak denger jantung gue,' ucap Lea, dalam hati.
.
Pagi harinya Lea terbangun dan menatap di sebelahnya yang ternyata sudah tidak ada suaminya, "Loh kak Noah mana kok gak ada?" tanya Lea, pada dirinya sendiri.
Lea pun bergegas bangun dan membersihkan dirinya dan setelah itu Lea keluar kamar, "Loh sayang udah bangun," ucap mommy Emma.
"Iya mom, oh iya kak Noah mana mom?" tanya Lea, karena tidak melihat Noah di sana.
__ADS_1
"Oh Noah lagi jalan-jalan sama Daddy sama ayah kamu," ucap mommy Emma.
"Jalan-jalan?" tanya Lea.
"Iya sayang jalan-jalan pagi biasalah kalau jiwa-jiwa tentara bawaannya olahraga muluh," ucap mommy Emma dan Lea pun tersenyum mendengarnya.
(Mulai saat ini author pake ayah Alan sama bunda Rea aja ya)
Disisi lain Noah saat ini bersama dengan Daddy Albert dan juga ayah Alan do taman dekat rumah, "Bagaimana rasanya menikah?" tanya ayah Alan.
"Ya, begitu Yah," ucap Noah.
"Noah, cobalah bicara santai sedikit jangan terlalu kaku, lagian ini juga bukan di area militer," ucap Daddy Albert.
"Susah dad, Noah udah terbiasa seperti ini," ucap Noah.
"Tidak apa-apa, dulu ayah juga begitu dan lama-kelamaan berubah seperti sekarang," ucap ayah Alan.
"Tapi, lebih para anakku, dia sama istrinya sendiri saja masih kaku," ucap Daddy Albert.
"Cobalah berubah, Lea itu anaknya manja dan setelah kalian menikah dan tinggal berdua mau tidak mau dia pasti ingin bermanja-manja dan sikap buruk dia, jago kamu harus sabar dengan sikapnya, Lea pastinya akan membuat salah dalam menjalani rumah tangga jadi tolong tuntun dia, kalau kamu sudah tidak sanggup tolong bilang ke ayah jangan pernah bilang ke Lea, nanti ayah yang akan mengambil Lea," ucap ayah Alan.
"Saat Noah sudah meminta Lea pada ayah, Noah sudah yakin dan terima semua kebaikan dan keburukan Lea dan Noah juga penegak berjanji pada ayah bukan, Noah akan membuktikan janji Noah yang tidak akan memberikan Lea pada ayah dan Noah juga akan membuktikan janji Noah yang akan selalu membahagiakan Noah," Noah.
"Ayah percaya sama kamu," ucap ayah Alan.
"Bagaimana dengan cucu untuk Daddy?" tanya Daddy Albert.
"Kalian sudah berhubungan bukan?" tanya ayah Alan.
"Noah akan melakukannya saat Lea sudah siap," ucap Noah.
"Lea sudah siap," ucap ayah Alan.
"Belum, Lea masih takut dengan Noah," ucap Noah.
"Ya, gimana gak takut, orang muka kamu aja masih datar gitu kalau sama Lea," ucap Daddy Albert.
"Dari dulu Noah kayak gini, jadi akan sulit merubah Noah," ucap Noah.
"Makanya berusaha, Daddy pengen punya cucu. Kamu tau kan kalau kamu itu satu-satunya anak Daddy, jadi hanya kamu yang menjadi harapan bagi Daddy dan mommy," ucap Daddy Albert.
"Daddy belajar sama ayah Alan dong biar punya anak banyak," ucap Noah, dengan wajah datarnya.
"Nanti kalau di rumah ayah kasih tutorialnya," ucap Alan.
Merek pun mengobrol hingga tanpa terasa hari mulai panas dan memutuskan untuk kembali ke rumah.
.
.
.
Tbc.
__ADS_1