Tentara Tampanku

Tentara Tampanku
Cucu


__ADS_3

Rea benar-benar malu karena Alan secara terang-terangan mengenai apa yang terjadi tadi saat di kamar pada Mama Dira dan papa Aldi, Rea menatap Alan supaya Alan berhenti mengatakannya pada Mama Dira. Namun, sayang Alan tidak menurutinya.


"Emangnya tadi Dea ganggu ya?" tahap Dea, yang tidak mengerti.


"Banget," ucap Alan.


"Gak kok," ucap Rea.


Alan dan Rea mengatakan hal tersebut secara bersamaan dan membuat Mama Dira tertawa, "Astaga, Alan kenapa kamu jadi kayak gini sih, hahahaha," ucap Mama Dira dan tertawa kencang.


Mama Dira tidak menyangka jika putranya yang terkenal cueknya ini bisa melakukan hal seperti pria lain lakukan bahkan Mama Dira juga kaget saat melihat bagaimana kesalnya putranya itu.


"Udah, Ma. Kita makan aja lihat menantu kamu wajahnya udah merah kayak gitu," ucap Papa Aldi.


Setelah sarapan, Rea sekarang berada di ruang tamu keluarga Dhananjaya tentunya bersama seluruh anggota keluarga suaminya itu, "Kamu hari ini mau pulang?" tanya Mama Dira.


"Iya, Ma. Rea rencananya mau pulang hari ini," ucap Rea.


"Kalau gitu sama aku juga," ucap Alan.


"Tapi, kamu gak cepak kan baru pulang kemarin?" tanya Rea.


"Gak kok, aku juga pengen ke rumah kamu biar ketemu Ayah sama Bunda kamu," ucap Alan.


"Bener kata Alan, Alan kan gak pernah ke rumah kamu setelah nikah," ucap Mama Dira.


"Kalau Rea sendiri sih terserah kalau emang akan gak capek ya ayo aja, tapi kalau seandainya Alan capek dan pengen tidur juga Rea gak ada masalah," ucap Rea.


"Aku gak capek kok, setelah ini aku temani pulang," ucap Alan.


Setelah mengatakan itu, Alan dan Rea pun naik ke kamar Alan dan mengambil barang milik Rea, "Nanti kita ke sananya pake mobil sendiri-sendiri kan?" tanya Rea.


"Nanti pake mobilku," ucap Alan.


"Terus mobilku gimana?" tanya Rea.


"Mobil kamu di taruh di sini aja," ucap Alan dan diangguki Rea.


Alan dan Rea pun turun ke bawah dan berpamitan pada Mama Dira, saat di mobil suasana kembali canggung karena baik Alan dan juga Rea tengah memikirkan hal yang sama yaitu kejadian tadi pagi, "Maaf," ucap Alan.


Rea pun menoleh pada Alan, "Maaf untuk?" tanya Rea.


"Maaf, karena tadi pagi aku mencium kamu tanpa izin," ucap Alan.

__ADS_1


"Aku juga minta maaf karena belum memberikanmu apa yang harusnya menjadi hak kamu," ucap Rea.


"Aku gak masalah untuk itu, kita bisa saling mengenal terlebih dahulu," ucap Alan dan diangguki Rea.


Beberapa saat kemudian, mobil yang akan kendarai pun sampai di halaman kediaman keluarga Bratadikara, "Rumah kamu rame banget ya," ucap Alan.


Bagaimana tidak, dari luar saja Alan sudah mendengar teriakan menggelegar Gia dan juga kak Ray, "Banget, aku aja kadang pusing kalau di rumah," ucap Rea.


Alan dan Rea masuk ke dalam ruang tersebut dan saya masuk teriakan dan tawa yang terdengar dari luar tadi pun berhenti dan semua orang yang ada di ruang tamu melihat ke arah Alan dan Rea, "Gak ada yang mau nyambut apa," ucap Rea.


"Aduh, anak Bunda," ucap Nara.


Bunda Nara pun menghampiri Rea dan menepuk bahu Rea sebentar, lalu Bunda Nara memeluk Alan yang berada di samping Rea, "Gantengnya menantu Bunda ini," ucap Bunda Nara.


Rea yang melihatnya tentunya terkejut, beberapa saat kemudian bunda Nara pun melepaskan pelukan tersebut, "Ayo masak, untung ngajak Bunda tadi udah bikin cemilan yang banyak," ucap Bunda Nara dan menarik tangan Alan.


Ingat, hanya tangan Alan. Sedangkan, Rea ditinggal sendirian di dekat pintu, "Bunda ninggalin Rea," ucap Rea, dengan nada yang tidak percaya.


"Lupa Bunda, tapi kamu bisa ke sini sendiri kan, kamu tahulah ini pertama kalinya Bunda ketemu sama menantu Bunda," ucap Bunda Nara.


"Ayah, ituloh Bunda istrinya Ayah," ucap Rea dan menghampiri Ayah Argi yang sejak tadi hanya diam menyaksikan Bunda Nara.


"Iya, Bunda Nara memang istri Ayah, terus?" tanya Ayah Argi.


"Bunda kasih gih sungainya kak Rea nanti yang ada malah ngambek lagi," ucap Gia.


Tentunya hal itu tidak di dengarkan oleh Rea karena Rea justru mengambil Kaif dari gendongan kak Inez.


"Aduh, ganteng banget sih anaknya aunty yang satu ini," ucap Rea, dengan mengecup seluruh wajah Kaif dan untungnya hari ini Kaif tidak sehingga Kaif tidak menangis saat Rea mengecup seluruh wajahnya.


"Nih, Bunda kembaliin suami kamu biar kamunya gak ngambek," ucap Bunda Nara dan mendudukkan Alan tepat di samping Rea.


"Rea gak ngambek ya Bunda," ucap Rea.


"Iya iya bunda percaya kamu gak ngambek kok," ucap Bunda Nara.


"Gimana tugasnya, Lan?" tanya Ayah Argi.


"Ya gitu Yah lancar-lancar aja," ucap Alan.


"Enak ya kak waktu kakak tugas bisa ketemu sama kak Rea?" tanya Gia.


"Enak banget soalnya kakak bisa ketemu sama kak Rea nya terus," ucap Alan.

__ADS_1


Blush, merah sudah pipi Rea. Rea merasa akhir-akhir ini pipinya bermasalah karena mudah sekali terpancing sepertinya Rea harus periksa karena pipinya sudah mulai harus di perbaiki. Untung saja tidak ad ayang tahu pipi merah merona Rea karena Rea memang menunduk dan bermain dengan Kaif.


"Tapi, Rea kan gak tahu kalau kamu itu suaminya waktu itu," ucap Ayah Argi.


"Iya, tapi gapapa kok lagian kan emang Alan sendiri yang sengaja gak mau ngasih tahu," ucap Alan.


"Kamu sih waktu sebelum nikah dulu disuruh lihat fotonya gak mau, kan waktu itu Bunda udah bilang lihat dulu fotonya biar nanti pas ketemu gak salah ngenalin suami. Nah kan bener aja kamu gak tahu kalau kamu ketemu sama suami kamu pas jadi relawan," ucap Bunda Nara.


"Udah sih Bunda, orang itu juga dulu sekarang mah yaudah lagian udah tahu juga," ucap Rea.


"Astaga ini anak ya," ucap Bunda Nara.


Sebenarnya Rea karang sekali mendapat omelan dari Bunda Nara karena Bunda Nara lebih sering mengomel pada kak Ray, tapi setelah Rea menikah justru ia sering mendapatkan omelan dari Bunda Nara.


Karena Rea tidak ingin mendapatkan omelan yang lebih panjang, Rea pun beranjak pergi dari ruang tamu menuju taman bersama dengan Kaif, "Eh, anak kakak mau kamu culik kemana?" tanya kak Ray.


"Anaknya Rea mau Rea culik ke halaman kak," ucap Rea dan pergi ke halaman.


"Anak itu, baru mau di omelin langsung pergi," ucap Bunda Nara.


"Kak Alan yang sabar ya, emang semua keluarga di sini mulutnya kayak toa semua kalau ngomong pada kenceng," ucap Gia dan membuat Alan tertawa.


"Gimana rasanya nikah?" tanya kak Ray.


"Masih baru kak, tapi ya enak juga gitu pas bangun tidur udah ada yang bisa di lihat terus juga sekarang kalau tidur udah ada yang bisa di peluk," ucap Alan.


"Kayaknya Gia salah deh di sini, Gia mau ke kak Rea aja deh," ucap Gia dan pergi dari ruang tamu.


"Soal cucu yang Bunda mau gimana?" tanya Bunda Nara dan Alan pun tersenyum. Sudah ia duga jika akan mendapat pertanyaan seperti ini.


"Doakan saja ya Bunda," ucap Alan.


"Iya Bunda nih gimana, merek aja baru ketemu dan baru tahu wajah satu sama lain masa langsung minta cucu sih," ucap kak Ray.


"Bunda kan udah gak sabar," ucap Bunda Nara.


.


.


.


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2