
Sudah dua bulan berlalu dan saat ini Nial pun akan kembali ke kota karena ia dan rekan-rekannya sudah selesai melakukan tugas di daerah pelabuhan dan selanjutnya daerah tersebut akan diganti oleh tim lain dan besok pagi Nial dan rekan-rekannya akan kembali ke kota.
"Untuk hari ini kita bebas dong mau ngapain aja," ucap Bobby.
"Iya bebas, tapi setelah latihan sore nanti," ucap Bian.
"Okey," ucap Bobby.
"Mau ke rumahnya Maudy lo?" tanya Bian.
"Gak," jawab Nial.
"Bohong banget, gue tau kok dari Maudy gak kelihatan sampe sekarang lo ke rumahnya Maudy terus, kan udah dibilangin kalau Maudy itu udah kerja di kota," ucap Bian.
"Iya Bian, Nial tau. Tapi Nial kan pengen tau Maudy itu kerjanya dimana biar bisa di apelin gitu kalau Nial udah pulang ya gak," ucap Yudha.
"Apa sih gak jelas lo pada," ucap Nial.
"Halah, gitu aja pake malu segala," ucap Yudha.
"Yal, pacar kegatelan lo tuh datang sama calon mertua lo juga," ucap Bobby.
"Hah siapa?" tanya Nial dan membalikkan badannya.
"Gak anak dan ibu sama aja," ucap Bian.
"Males banget gue," ucap Nial.
"Pasti lo di suruh temenin Freya buat latihan menembak deh," ucap Bobby.
"Ya, apalagi kalau gak olahraga," ucap Nial.
"Eh! sersan Nial udah selesai ya urusannya. Kebetulan banget ya ini saya mau minta tolong buat ajarin Freya naik sepeda motor ya soalnya Freya kan belum bisa naik sepeda motor terus juga kemarin komandan Ade udah beli sepeda motor, tapi kan sayang kalau gak kepake soalnya Freya gak bisa sepeda motor," ucap Bu Nanda.
"Suruh orang lain aja Bu Nanda, soalnya saya juga gak terlalu mahir dalam menggunakan sepeda motor," ucap Nial.
"Tapi, kata komandan Ade, sersan Nial itu yang terbaik loh," ucap Bu Nanda.
"Jangan percaya, kalau begitu saya permisi," ucap Nial dan pergi dari tempat tersebut begitupun dengan rekan-rekannya.
"Ish, kok gagal lagi sih ma," ucap Freya.
"Semua ini pasti gara-gara Maudy, padahal dia udah pergi, tapi sersan Nial tetep aja gak ngelirik kamu," ucap Bu Nanda.
"Mama beneran udah nyuruh Maudy keluar kan?" tanya Freya.
"Udah dong Frey, Mama udah ancam Maudy kalau dia gak segera pergi dari sini maka keluarganya akan mama usir, berani-beraninya dia deketin calon menantu mama yaitu sersan Nial, pokoknya sersan Nial itu hanya untuk kamu sayang," ucap Bu Nanda.
"Saya tidak salah dengar bukan," ucap Nial.
Bu Nanda dan Freya terkejut saya mendengar suara tersebut dan mereka berdua pun menatap Nial dan beberapa tentara lainnya, "Sangat tidak tau diri sekali anda Bu Nanda, siapa anda sampai melakukan hal seperti itu? apa hanya karena anda istri dari komandan Ade yang memiliki kekuasaan atas wilayah ini makanya anda seperti itu?" tanya Nial, dengan tegas dan membuat semua orang yang ada di sana merinding.
"A-anda salah dengar sersan Nial, saya tidak mengatakan hal tersebut, untuk apa juga saya mengancam Maudy supaya pergi dari sini," ucap Bu Nanda.
"Oh, jadi Bu Nanda mengancam Maudy untuk pergi dari sini," ucap Nial.
"Saya tidak melakukan hal itu sersan Nial," ucap Bu Nanda.
"Tapi, tadi anda sendiri yang mengaku telah mengancam Maudy dan menyuruhnya pergi dari sini," ucap Bobby.
"Sa-saya tidak bilang begitu kok," ucap Bu Nanda.
"Dengan sikap anda yang menjadi gugup seperti itu sudah sangat jelas dengan dugaan kita mengenai anda yang menyalahgunakan kekuasaan komandan Ade," ucap Nial.
"Lagipula di sini masih ada cctv yang akan menunjuk bagaimana kelakuan anda selama ini," ucap Bobby.
__ADS_1
"Saya akan segera melaporkannya pada komandan Ade," ucap Bian.
Nial dan yang lain pun pergi, "Ma, gimana ini? nanti kalau sersan Nial gak mau sama Freya," tanya Freya.
"Sekarang kita jangan mikir itu, kita harusnya mikir gimana kalau papa kamu tau, mama gak mau ya jika semua fasilitas kita di cabut," ucap Bu Nanda.
Disisi lain setelah semua bukti sudah di dapat, Nial dan rekan-rekannya menuju ruangan komandan Ade, "Selamat siang komandan," sapa mereka.
"Selamat siang juga sersan Nial, sersan Bobby, sersan Bian dan sersan Yudha," jawab komandan Ade.
"Ada apa ya kalian ke sini? bukannya besok kalian akan kembali ke kota ya. Apa ada sesuatu yang harus dibicarakan dengan saya?" tanya komandan Ade.
"Iya, kami ingin membicarakan mengenai Bu Nanda," ucap Nial.
"Memangnya ada apa dengan istri saya?" tanya komandan Ade.
Nial pun mulai menjelaskan apa saja yang dilakukan oleh Bu Nanda dan tentu dengan bukti cctv dimana saat Bu Nanda berbicara dengan Freya serta bukti cctv di rumah dinas saat Maudy memohon pada Bu Nanda agar keluarganya tidak di usir.
"Keterlaluan, saya mau meminta maaf pada pak Ruslan karena kelakuan istri saya," ucap komandan Ade.
"Saya harap Bu Nanda mendapatkan sanksi meskipun Bu Nanda adalah istri komandan Ade, tapi tetap saja apa yang dilakukan Bu Nanda merugikan orang lain," ucap Nial.
"Iya, saya akan mencari sanksi yang bisa membuat istri saya menyesal," ucap komandan Ade.
"Saya harap begitu," ucap Nial.
"Kalau begitu kami permisi komandan," ucap Bobby.
"Iya, terima kasih karena sudah memberitahukannya pada saya," ucap komandan Ade.
"Lo gak keluar?" tanya Bian, saat melihat Nial yang masih berada di tempatnya.
"Kalian keluar aja dulu, ada hal pribadi yang mau gue bicarain sama komandan Ade," ucap Nial.
"Ada apa?" tanya komandan Ade, setelah semua orang pergi sehingga saat ini yang tersisa hanya Nial dan komandan Ade.
"Saya ingin memberikan masukan mengenai sanksi yang di terima istri komandan," ucap Nial.
"Apa?" tanya komandan Ade.
"Bagaiman kalau istri komandan Ade di asingkan ke pulau B," ucap Nial.
Mendengar ucapan Nial, komandan Ade pun terkejut, "Tidak bisa sersan Nial, apa yan dilakukan istri saya belum masuk ke dalam kategori oran yang di asingkan," ucap komandan Ade.
"Istri anda termasuk ke dalamnya, anda pasti tau bukan mengenai uang yang hilang saat acara peresmian," ucap Nial.
"Iya, bukankah itu ulah salah satu prajurit perempuan," ucap komandan.
"Tidak ada prajurit yang masuk ke dalam ruangan keuangan dan yang masuk serta memiliki kuncinya adalah istri komandan Ade dan ternyata Bu Nanda tidak tau jika di sana ada cctv. Ini adakah rekaman bagaimana Bu Nanda mengambil uang tersebut dan menaruh uang tersebut ke tas milik prajurit perempuan tersebut," ucap Nial.
"Untuk apa istri saya seperti itu?" tanya komandan Ade, ia benar-benar terkejut melihat bagaimana rekaman cctv tersebut.
"Sangat sederhana, alasannya adalah karena prajurit perempuan tersebut mendekati saya padahal dia hanya bertanya mengenai rundown acara selanjutnya karena saat itu dia sakit," ucap Nial.
"Saya tidak tau lagi harus berbuat apa, kalau memang sanksi yang harus diambil istri saya diasingkan maka saya pun menerimanya karena memang apa yang dilakukan istri saya cukup fatal," ucap komandan Ade.
"Iya komandan, tapi komandan tidak perlu khawatir karena istri komandan tidak akan sendirian selama diasingkan," ucap Nial.
"Maksud sersan Nial? apa Freya anak saya juga akan diasingkan?" tanya komandan Ade.
"Tidak, anak komandan tidak ikut campur dalam kasus ini sehingga dia tidak perlu di hukum, takut mungkin dia hanya perlu diberi peringatan saja," ucap Nial.
"Kalau, apa maksud sersan Nial tadi yang mengatakan jika istri saya tidak sendirian saat diasingkan?" tanya komandan Ade.
"Karena ada salah satu prajurit perempuan yang harus diasingkan juga," ucap Nial dan tersenyum sinis.
__ADS_1
"Apa kesalahan yang dilakukan prajurit tersebut?" tanya komandan Ade.
"Dia telah menjebak saya untuk masuk ke dalam kamar anak komandan, tapi untung saja saya segera sadar dan pergi dari sana. Setelah saya selidiki ternyata prajurit tersebut juga suruhan dari istri komandan," ucap Nial.
"Saya sangat malu sekarang, saya akan menerima semua sanksi yang akan diberikan pada istri saya," ucap komandan.
"Memang seharusnya begitu," ucap Nial.
"Berapa lama sanksi tersebut?" tanya komandan Ade.
"Komandan pasti tau bukan minimal pengasingan," ucap Nial.
"Iya, 2 tahun," ucap komandan.
"Nanti saya akan sampaikan kasus ini ke majelis hakim dan sekaligus merekomendasikan sanksinya, kalau begitu saya permisi," ucap Nial.
Nial pun keluar dari ruangan tersebut, "Gimana?" tanya Bobby.
Ternyata rekan-rekannya tidak pergi dari sana, mereka justru berdiri dan menunggu di depan ruangan komandan Ade.
Kalian tenang aja, istrinya komandan Ade bakal dapat sanksi yang sesuai dengan kesalahannya.
"Di gantung aja deh," ucap Yudha.
"Langsung mati dong," ucap Bobby.
"Biarin, orang kayak gitu mah pantes mati, jahat banget menindas orang lemah," ucap Yudha.
"Atau gak kita ceburin ke laut aja nih biar hiu nya kenyang," ucap Bian.
"Ide bagus," ucap Nial.
"Sadis amat," ucap Brandon.
"Gue gak bisa ngebayangin deh gimana jadi Maudy, pasti dia sedih banget," ucap Bian.
"Iya, gue juga. Gue kadang kalau lihat Maudy itu kasihan gitu, dia cantik bahkan bisa dibilang untuk rupa hampir sempurna, tapi kehidupannya berbanding terbalik dengan rupanya," ucap Bobby.
"Gak ada yang tau gimana nasib seseorang, gue doain semoga Maudy sukses nantinya," ucap Bian.
"Terus Maudy juga dia jodoh yang baik contohnya kayak gue," ucap Yudha.
"Kenapa lo ngelihatin gue?" tanya Yudha, saat melihat Nial yang melihatnya juga.
"Lo mah ga peka Dha, si Nial cemburu tau gak kalau Maudy sama lo," ucap Bian.
"Gak jelas," ucap Nial dan berlalu meninggalkan rekan-rekannya.
"Oh jadi Nial suka Maudy ya!" teriak Yudha.
"Gak jelas lo pada!" teriak Nial.
"Gengsi banget tuh orang," ucap Yudha.
"Namanya juga Nial," ucap Bian.
.
.
.
Tbc.
TYPO bertebaran dimana-mana ya!!!!!!
__ADS_1