
"Aku berangkat ya," pamit Noah.
"Iya, hati-hati ya, jangan lupa sering kabari Lea," ucap Lea.
"Iya, kalau gitu aku berangkat dulu ya," ucap Noah.
"Iya," ucap Lea, dengan raut wajah sedih.
"Jangan sedih gitu dong, kan aku jadi semakin gak tega ninggalin kamu," ucap Noah.
"Aku gapapa kok," ucap Lea dan tersenyum manis.
Noah pun ikut tersenyum lalu mencium seluruh wajah istrinya itu di depan semua orang, "Ish, malu tau kak," ucap Lea.
Lea benar-benar malu karena saat ini di sana bukan hanya ada Noah dan dirinya saja, tapi juga keluarga Noah dan juga para tentara lainnya.
Ya, Lea dan keluarga Noah memang saat ini berada di lapangan khusus militer untuk mengantarkan Noah dan tentara lainnya yang akan ditugaskan ke daerah A sebagai tim pelaksana diklat prajurit.
"Untung Daisy punya stok sabar banyak," ucap Daisy.
"Aku berangkat dulu ya," pamit Noah dan diangguki Lea.
Noah dan tentara lainnya pun masuk ke dalam helikopter yang akan membawa mereka, "Kak Lea jangan nangis loh ya," ucap Daisy.
"Gak ya," ucap Lea.
Padahal matanya mulai berkaca-kaca setelah Noah sudah masuk ke dalam helikopter hingga helikopter tersebut pun mulai pergi.
"Jangan sedih, nanti kalau ada waktu Noah pasti hubungi kamu kok," ucap ayah Alan.
Lea pun menatap ayah Alan dan memeluk sang ayah, "Ayah dulu cak pernah tuh ditugaskan ke luar kota sampe 8 bulan, tapi kok kak Noah selama itu sampe 8 bulan," ucap Lea.
"Dulu waktu kamu kecil atau bahkan pernah di tugaskan ke luar negeri selama 2 tahun loh, kamu nya aja yang gak tau. Apalagi dulu kamu masih umur 5 tahun, terus adik kamu juga masih kecil," ucap bunda Rea.
"Beneran Bun?" tanya Lea.
"Iya beneran, dulu kamu itu rewel banget, tapi untung aja ada keluarga bunda sama keluarga ayah kamu, jadi bunda gak terlalu susah buat ngurus kalian bertiga," ucap bunda Rea.
"Udah, ayo pulang. Kamu juga hari ini masuk siang kan," ucap ayah Alan.
"Iya yah," ucap Lea.
Setelah mengantarkan Noah, mereka pun meninggalkan tempat tersebut.
Lea mengendarai mobilnya ke kantor, karena memang tadi ia meminta izin untuk mengantarkan Noah dan ia masuk siang.
"Katanya lo izin kok sekarang udah masuk aja," ucap Tyas.
"Lo gak lihat kurang 15 menit lagi jam istirahat selesai, ya karena itu makanya gue di sini," ucap Lea.
__ADS_1
"Makan yuk," ajak Tyas.
"Lo belum makan?" tanya Lea.
"Tadi gue cuma makan sosis aja belum kemasukan nasi nih," ucap Tyas.
"Tapi, tadi gue udah makan," ucap Lea.
"Gapapa lah, lo nyemil aja di sana," ucap Tyas.
"Huh, yaudah deh ayo," ucap Lea.
Mereka berdua pun sampai di kantin, "Udah mulai sepi ya kantinnya," ucap Lea.
"Iyalah orang kita ke sini aja udah mepet banget bentar lagi juga bakal masuk," ucap Tyas.
"Eh, ada orang gak tau diri nih," ucap Tari, yang batu saja datang dan berdiri di samping Lea.
Lea hanya menatapnya dan setelah itu fokus pada cemilannya, "Kalau orang lagi ngomong itu di jawab, jangan diem aja dong," ucap Tari dan menyenggol lengan Lea.
"Oh, situ bicara sama saya ya. Saya kira lagi bicara sama angin," ucap Lea.
"Puas lo udah buat Mark pergi dari kantor ini hah?" tanya Tari, dengan sewot.
"Ya, bisa dibilang puas sih karena kan gak ada lagi yang ganggu gue, jadi gue puas banget," ucap Lea.
"Kalau bicara jangan ngada-ngada ya, tanya aja sama Mark kenapa dia bisa suka sama gue, gue aja gak suka sama dia kok," ucap Lea.
"Udah deh jangan ribut di sini. Bikin gue pusing aja tau gak, lo itu Ri harusnya berhenti ganggu Lea, cari cowok lain sana," ucap Tyas.
"Lo gak usah ikut campur ya," ucap Tari.
"Ya gue harus ikut campur karena Lo udah ganggu waktu makan gue, bentar lagi masuk tau gak," ucap Tyas.
"Awas aja lo, urusan lo sama gue belum selesai," ucap Tari dan pergi dari tempat tersebut.
"Tuh anak kenapa sih bawaannya emosi terus sama lo," ucap Tyas.
"Mana gue tau, dia itu orangnya kayak gak suka sama gue apapun yang gue lakuin pasti di komentari sama dia," ucap Lea.
"Dah lah gak usah ngurus tuh ikan," ucap Tyas.
Beberapa saat kemudian, Tyas dan Lea sudah berada di ruangannya, "Nanti lo ikut makan malam gak?" tanya Tyas.
"Ikut kok, tadi aku juga udah bilang ke kak Noah dan kak Noah setuju, tapi nanti lo sama gue ya, kak Noah gak ngizinin gue buat sendirian," ucap Lea.
"Siap, untung aja tadi gue ga bawa mobil," ucap Tyas.
"Kemana lagi mobil lo?" tanya Lea.
__ADS_1
"Mobil gue di pake papa buat ke rumah saudara gue di luar kota dan gue ditinggal sama kakak gue di rumah, tapi ya lo tau lah gimana kak Ardan sama kak Nesya, mereka mah gak betah kalau di rumah dan lebih Suak kerja," ucap Tyas.
"Cuma lo doang yang gak suka kerja pengennya di rumah terus," ucap Lea.
"Betul sekali," ucap Tyas.
"Kalau gitu, gimana kalau nanti malam lo tidur sama gue aja dirumah kemarin gue sempat bilang sih ke kak Noah dan kak Noah juga gak mempermasalahkannya malahan kak Noah seneng karena gue gak sendirian," ucap Lea.
"Hem, boleh deh daripada gue di rumah sendirian juga, kan kalau di rumah lo masih ada orangnya," ucap Tyas.
"Yaudah, kalau gitu nanti lo yang nyetir ya," ucap Lea.
"Siap," ucap Tyas.
Mereka pun kembali ke pekerjaan masing-masing, memang nanti perusahaannya akan mengadakan makan malam lebih tepatnya hanya tim kreatif saja, dimana tim kreatif dibagi menjadi beberapa tim salah satunya tim Lea yang diketuai oleh pak Anton.
Makan malam kali ini dilakukan karena pencapaian tim kreatif pada bulan ini yang cukup memuaskan terutama tim pak Anton atau biasa dipanggil tim 9. Dimana diketuai pak Anton dan memiliki 4 anggota yakni antara lain, Rudy, Arka, Tyas dan Lea.
Arka sendiri memang tengah cuti karena ia beberapa bulan yang lalu mengalami kecelakaan dan koma sehingga membutuhkan beberapa waktu untuk pemulihan pasca koma.
"Kalian udah siap?" tanya pak Anton, yang baru saja keluar dari ruangannya.
"Langsung sekarang pak?" tanya Tyas.
"Iya, soalnya tim lain udah berangkat," ucap pak Anton.
"Rudy gimana pak? masa di tinggal?" tanya Lea.
"Rudy udah duluan sama timnya Dedi," ucap pak Anton.
"Yaudah, ayo pak," ucap Tyas.
Akhirnya mereka pun menuju restoran tempat makan malam, restoran tersebut berada di dekat kantor, jadi mereka tidak perlu menggunakan kendaraan menuju restoran tersebut.
"Eh, udah datang yuk masuk," ucap Bu Marsya, selaku ketua tim 5.
Akhirnya mereka pun berbaur dengan semua orang yang sudah ada di sana, "Eh, gimana nih Lea udah seneng dong kan gak ada Mark di sini," ucap salah satu anggota tim lain.
"Udah gak sudah bahas kayak gitu deh, ini kita mau merayakan keberhasilan tim kreatif, jadi gak sudah bahas yang kayak gitu," ucap Tyas.
Mereka pun mulai perayaan tersebut tanpa ada yang menyinggung masalah Lea dan juga Mark sampai acara selesai.
.
.
.
Tbc
__ADS_1