Tentara Tampanku

Tentara Tampanku
S2 - Udah Izin?


__ADS_3

Saat ini Lea berada di kantor, "Le, nanti ke taman yuk soalnya gue denger nanti bakal ada bazar gitu," ajak Tyas.


"Gak ah males," ucap Lea.


"Ayo dong, Le. Lo kan satu-satunya sahabat gue, masa lo gak mau sih," ucap Tyas.


"Yaudah, tapi pulangnya gak malam-malam ya," ucap Lea.


"Oke," ucap Tyas, dengan mengacungkan jempolnya.


"Yaudah, sana lo kerja dulu nanti malah kena tegur sama Bu Sarah lagi," ucap Lea.


"Bu Sarah lagi sibuk ngurusin berita selebritis," ucap Tyas.


"Ada-ada aja lo," ucap Lea.


"Btw, gimana sama Mark?" tanya Tyas.


"Mark? kenapa emangnya dia?" tanya Lea.


"Dia udah nembak lo belum?" tanya Tyas.


"Gak tuh," ucap Lea.


"Masa sih, kayaknya kemarin dia bilang kalau dia suka sama lo deh bahkan dia juga bilang ke Bu Sarah loh," ucap Tyas.


"Orang gak jelas kayak gitu, ogah banget gue sama dia," ucap Lea.


"Awas loh ya nanti kualat," ucap Tyas.


"Udah sana lo kerja daripada di sini gak ngapa-ngapain," ucap Lea.


"Huh, iya iya gue balik kerja dulu, dadah Lea sayang," ucap Tyas.


"Hii jijik," ucap Lea.


Lea pun mengerjakan tugasnya dimana ia sedang menyusun berita yang telah diambil timnya beberapa waktu lalu, "Akhirnya selesai juga," gumam Lea dan menutup laptopnya.


Sore harinya Lea pun keluar kantor dan batu saja Lea masuk ke dalam mobilnya tiba-tiba pintu mobilnya diketuk seseorang dan Lea pun menatap orang tersebut, siapa lagi kalau bukan sahabat satu-satunya yaitu Tyas.


Ya, Tyas memang sahabat satu-satunya yang dimiliki Lea, mereka sudah bersahabat sejak kecil karena memang rumah Tyas berada tepat di depan kompleks perumahan Lea sehingga hanya membutuhkan beberapa saat saja untuk ke sana bahkan Lea bisa berjalan kaki menuju ruang Tyas. Selain itu, mereka juga satu sekolah mulai dari TK sampai dengan kuliah apalagi sekarang mereka satu pekerjaan juga. Lea memang sangat sulit untuk delta dengan siapapun entah itu laki-laki atau perempuan, Lea cenderung menutup diri bahkan saat pertama kali kenal dengan Tyas pun karena Tyas yang menyapa terlebih dahulu dan mengajak Lea mengobrol dan sejak saat itu mereka semakin akrab hingga saat ini.


"Ngapa lo disana?" tanya Lea dan membuka jendela mobil.


"Nebeng," ucap Tyas dan langsung membuka pintu mobil tersebut.


"Mana mobil lo?" tanya Lea.

__ADS_1


"Di pake abang gue," ucap Tyas.


"Dasar, ini kita langsung pulang atau gimana?" tanya Lea.


"Tadi kan gue udah bilang kalau mau ngajak lo ke taman," ucap Tyas, dengan kesal.


"Biasa aja dong gak usah ngegas, gue kira lo lupa," ucap Lea.


"Gak dong, yaudah cepet ke sana keburu rame nanti terus kita kehabisan makanannya lagi," ucap Tyas.


"Sabar dong, udah nebeng gak tau diri," ucap Lea dan Tyas hanya tersenyum padanya.


Beberapa saat kemudian, Lea dan Tyas pun sampai di taman tempat dimana diadakan bazar, "Wah, udah rame aja. Lo sih pelan banget tadi ngendarainnya," ucap Tyas.


"Kan macet Tyas," ucap Lea.


"Hehehehe."


"Nyengir aja terus," ucap Lea.


"Yaudah ayo masuk, gue itu udah penasaran sama croffle di sini, katanya sih enak," ucap Tyas dan menarik tangan Lea hingga ke penjual croffle.


"Lo mau rasa apa?" tanya Tyas.


"Apa ya?" tanya Lea, pada dirinya sendiri.


"Gak deh, gue mau rasa cookies & cream," ucap Lea.


Mereka pun memesan sesuai apa yang mereka inginkan, "Kita duduk di dekat penjual pada yuk," ajak Tyas dan langsung menarik tangan Lea.


Merek berdua mulai memakan pesanan mereka, "Gimana rasanya?" tanya Tyas.


"B aja sih, gak terlalu enak banget, tapi mungkin gara-gara harganya murah makanya jadi banyak yang bilang enak. Menurut gue sih masih enakan yang di kedai Croff di dekat Daiva General Hospital," ucap Lea.


"Yaelah, iyalah Le. Disana mah mahal harganya dan rasanya juga enak soalnya mereka pake bahan-bahan berkualitas lah ini kan cuma bazar, jadi wajar dong kalau mereka jualnya murah dengan kualitas yang sedang lah gak terlalu buruk," ucap Tyas.


"Kan menurut gue," ucap Lea.


"Iya deh iya, gak bakal menang gue lawan lo," ucap Tyas.


Lea pun memakan croffle nya dan juga minuman boba yang tadi sempat ia pesan bersama Tyas setelah memesan croffle, saat tengah melihat ke sekelilingnya karena tempat tersebut begitu ramai tiba-tiba netranya tidak sengaja melihat seorang pria dan seorang wanita yang duduk bersama di sebuah kursi dengan makanan yang ada di meja tersebut, mereka berdua asik mengobrol entahlah Lea tidak tau apa yang mereka bicarakan, tapi Lea dapat melihat interaksi pria tersebut yang begitu akrab dan berbeda jika berbicara dengan dirinya, 'Kalau sama aku aja kakak gak pernah kayak gitu,' ucap Lea dalam hati.


"Le, lo kenapa?" tanya Tyas, dengan menggoyangkan lengan Lea karena sejak tadi Lea tidak merespon panggilannya.


"Hem, kenapa?" tanya Lea.


"Yeh, malah balik nanya. Harusnya tuh gue yang tanya sama lo, lo kenapa lagi banyak pikiran ya kok gue panggil-panggil gak nyaut?" tanya Tyas.

__ADS_1


"Oh, gue gapapa kok, tadi tiba-tiba keinget kerjaan aja," ucap Lea.


"Lo gak usah mikir itu, sekarang harusnya lo mikir seneng-seneng, Le," ucap Tyas dan diangguki Lea.


Mereka pun kembali dengan obrolan unfaedah yang hanya mereka ketahui dan tuhan ketahui tentunya, "Gue ke kamar mandi bentar ya," ucap Lea.


"Yaudah, mau gue temenin?" tanya Tyas.


"Gak usah deh, lo jagain tas gue aja," ucap Lea.


"Emangnya lo tau dimana letak toiletnya?" tanya Tyas.


"Tuh ada tulisannya masa gue gak tau," ucap Lea dan menunjuk plang toilet.


"Oke deh, kalau gitu hati-hati ya," ucap Tyas dan diacungi jempol oleh Lea.


Lea pun ke kamar mandi sendiri, saat Lea masuk ke dalam kamar mandi cukup ramai bahkan Lea harus mengantri untuk masuk ke dalam toilet. Tapi, tidak berselang lama Lea pun selesai mengantri dan segera masuk ke dalam toilet dan setelah itu Lea pun keluar berjalan menuju Tyas. Baru saja Lea keluar dari area belakang tiba-tiba ia tidak sengaja bertemu dengan pria yang sejak tadi ia perhatikan, Lea ingin berpura-pura tidak kenal, tapi pria tersebut justru menatap intens ke arah Lea dan mau tidak mau Lea pun akhirnya menyapa pria tersebut.


"Kak Noah," sapa Lea.


Sedangkan, pria yang dipanggil itu tetap menatap intens ke arah Lea padahal Lea masih menunduk takut pada Noah, "Kenapa kamu di sini?" tanya Noah, dengan suara beratnya.


"I-itu Lea tadi jalan-jalan sama Tyas," ucap Lea.


"Udah izin?" tanya Noah dan membuat Lea mendongak menatap pria itu, tapi Lea kembali menundukkan kepalanya.


"U-udah kok kak," ucap Lea.


"Terus apa kata aunty?" tanya Noah.


"Katanya Lea gapapa pergi, tapi pulangnya gak boleh sampai jam 8," ucap Lea.


"Yaudah, cepet pulang sekarang mau gelap soalnya," ucap Noah, dengan tegas.


"I-iya kak, kalau gitu saya permisi kak," ucap Lea.


Lea pun pergi meninggalkan Noah, tapi belum sempat Lea pergi jauh dari Noah tiba-tiba ia mendengar suara perempuan memanggil nama Noah.


"Ayo kak," ucap perempuan tersebut.


Lea menatap Noah dan perempuan tersebut dengan perasaan sedih dan kecewa, "Apa sih lo, Le. Sadar kak Noah udah punya pasangan jangan jadi pelakor deh," gumam Lea dan pergi dari tempat tersebut.


.


.


.

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2