Tuan Muda Tampan

Tuan Muda Tampan
Episode 10 : Kejadian tidak terduga


__ADS_3

Setelah acara berlangsung lama, akhirnya acarapun berakhir dan pembawa acara meminta Lisa untuk penutupan


“Baik, acara penutup ... silahkan Nona Lisa mengucapkan beberapa kata untuk mengakhiri acara hari ini” ucap pembawa acara


“Terimakasih sekali lagi untuk kalian para tamu undangan yang sudah datang di acara sederhanaku ini. Hati – hati dijalan” ucap Lisa dengan senyum di bibirnya


“...Oh ya, perkenalkan ini adalah teman baikku yang bernama Fifiyan Shinju...” dia mengenalkanku dengan penuh senyum dan itu membuatku gugup


“H...Hai semua, salam kenal “ sapaku dengan ramah. Saat itulah aku melihat dan mendengar semua memujiku


“Waah cantik sekali dia” puji wanita bergaun biru langit dengan motif renda yang sangat bagus


“Apakah dia sudah punya pacar?” tanya salah satu pemuda yang sangat tinggi dan tampan tapi bagiku lebih tampan Hasasi


“I..Itu Fifiyan Shinju? Aku tidak percaya sekarang dia cantik banget dan langsing gak seperti dulu” kata salah satu pemuda yang aku tau di situ tadi tempat Sari Lie dan Kwan Liang berdiri. Dan tidak diduga pemuda itu jalan menuju panggung dan betapa kagetnya aku kalau itu ada Kwan Liang.


“Ka.. Kamu!” seruku, aku kaget kenapa dia berjalan di panggung


“Fifiyan kamu jadi cantik banget sekarang lebih cantik dari Sari Lie, maukah kamu berpacaran denganku lagi”


“Apa dia menembakku sekarang saat aku sudah menjadi cantik dan langsing, apa kamu tidak ingat bagaimana kamu menyakitiku dahulu. Kamu mengatakan seperti itu padaku bagaimana reaksi Sari Lie?” gumamku dalam hati.


Tapi sebelum aku bertanya langsung kepadanya tentang pertanyaanku yang aku simpan dalam hati, tiba – tiba Sari Lie datang ke depan panggung dan berteriak


“Hei wanita kampungan, lu jadi teman Lisa Stun cuma ingin mengambil harta Tuan Stun kan? Dan kamu sekarang mengambil hati tunanganku sekarang... aku kesel sama kamu ya... kenapa kamu enggak mati aja sih... kamu harus diberi pelajaran” bentaknya terhadapku dan tangannya pun diangkat mengudara yang siap untuk mendarat kepipiku sama seperti yang dilakukan oleh Kwan Liang dulu pas acara ulang tahunnya.


Aku pun pasrah dia mau menamparku, aku cuma diam saja dan tanpa aku duga tangannya ditangkis oleh tangan yang putih bersih dengan kemeja hitam kesukaan Hasasi dan benar saja tangan itu milik Hasasi


“Cukup... kenapa kamu mengganggu acara ulang tahun adikku seperti ini. Ini bukan ulang tahun pacarmu dan menampar orang dengan seenaknya dan mengusir dia pergi” tegas Hasasi dengan wajah penuh amarah


“Ka... Kamu, apa kamu enggak tau wanita ini?... Dia wanita kampungan, dulu merebut pacarku dan sekarang merebut pacarku lagi dan dia berteman dengan adikmu karena harta tahu tidak” teriak Sari Lie yang membuat Lisa Stun diam dan para pengunjung juga terdiam


“Kau siapa? Kenapa sok tahu? Dia bukan hanya teman adikku, tapi dia juga ... tunanganku... kamu tidak berhak mengurusi urusanku... kamu bukan siapa – siapaku sekarang” tegas Hasasi lalu menampar Sari Lie, aku kira Kwan Liang akan membela ternyata cuma diam saja tidak berani melakukan apapun. Dan disaat itu juga Sari Lie cuma diam tanpa kata dengan mata berkaca – kaca setelah di tampar oleh Hasasi Stun.


"Kalian semua pergi dari sini" teriak Hasasi dengan penuh amarah dan semua tamu pergi tapi hanya Sari Lie dan Kwan Liang yang masih ada di acara tersebut


“Ayo Fifiyan kita pergi dari sini” ajak Hasasi menarik badanku dan akupun secara otomatis mendorong kursi roda Lisa Stun


"Kamu mau kemana Hasasi?" teriak Sari Lie


"Bukan urusanmu" Tegas Hasasi


"Kenapa kamu peduli sama wanita kampungan ini, dia gak kaya apalagi cantik" protes Sari Lie dan Hasasi berhenti sejenak


"Terus kenapa? ... Tidak kaya ataupun tidak cantik tidak masalah ... yang penting gak kayak kamu! ... Ingat itu!" tegas Hasasi dengan muka merah menyala


Melihat aku, Hasasi dan Lisa pergi dari acara tersebut membuat Sari Lie dan Kwan Liang cuma diam dan melihat kepergian kami dari acara tersebut. Keheningan perpanjanganpun terjadi, pembawa acara akhirnya buka suara


Hasasi menarikku dan Lisa ke ruangannya. Karena hanya disitu satu – satunya tempat yang tidak boleh siapapun memasukinya sesuai dengan ijin darinya. Selama 15 menit kami diam tanpa kata, karena aku merasa aku telah menghancurkan acara Lisa Stun akhirnya akupun mulai menangis


Hiks....Hiks...Hiks


“Kakak kenapa kakak menangis?” tanya Lisa.


“A...A...Aku telah menghancurkan acara ulang tahunmu” jawabku terbata – bata


“Tidak kok kak, mereka berdua yang menghancurkan acaraku bukan kakak kok” kata – kata Lisa yang menghibur


“Aku yang salah Lisa, aku seharusnya tidak datang ke acara mewah itu. Mereka benar aku wanita kampungan aku tidak pantas berada di pesta mewah itu” kataku sambil mengalirkan mata.


“Sudahlah kak. Jangan menangis, mereka selalu membuat kekacauan kok. Dulu kakakku disakiti oleh mereka berdua sekarang mereka juga mau menyakiti kakak Fifiyan. Hal ini sudah kakak perhitungkan untung kakakku tepat waktu datangnya, kalau telat sedikitpun pasti kakak Fifiyan akan terluka” jelas Lisa sambil mengusap air mataku.

__ADS_1


Aku melihat Hasasi Stun hanya diam saja sambil melihat Samudera Pasifik yang berwarna hitam kelam di hiasi pantulan cahaya rembulan yang begitu indah.


“Kita harus melaksanakan rencana kita” tegasnya tetapi matanya tetap memandang Samudera Pasifik di depannya


“Ba..Baik” jawabku


“Rencana apa?” tanya Lisa


“Kamu tidak perlu tahu, kamu tidur sana sudah malam” tegas Hasasi. Dan Lisa pun cuma diam tanpa kata


“Cici...Cici... Cici”teriak Hasasi, tidak beberapa lama pembantu yang mempunyai rambut pirang datang


“Iya tuan, apa perlu apa?” tanya pembantu itu


“Antar Lisa ke kamarnya, aku mau mengobrol sebentar dengan Fifiyan” tegasnya dan pandangannya tetap tanpa berpaling sedikitpun


“Baik tuan... Mari nona aku antar” ajak pembantu itu dan mulai mendorong kursi roda Lisa


Setelah pembantu itu dan Lisa keluar dari ruangan Hasasi. Tiba – tiba dia duduk di sebelahku dan mulai berkata


“Maaf ya kejadian tadi, kamu pasti keingat dulu saat kamu ditampar oleh Kwan Liang”


“Ti...Tidak... aku sebenarnya takut menghancurkan perta adikmu dan ... yah malah terjadi beneran” jawabku sambil menunduk


“Bukan salahmu, udah jangan sedih” ujarnya sambil menghapus air mataku


“Kok kamu udah di rumah? Bukannya jauh ya Amerika ke Jepang?” tanyaku


“Hei... kamu melupakan sesuatu?”


“Apa itu?” tanyaku


"Rahasia" ejek Hasasi dengan ketawa


"Oh ya ... 2 bulan lagi kita ke Paris" ucap Hasasi kemudian


"Aku diajak?" tanyaku


"Iyalah"


"Kenapa?"


"Nanti lah aku jelaskan secara rinci rencana kita ... Pokok kamu selama itu denganku di Paris" ucap Hasasi


"Oke"


"Ya udah sana tidur dulu" ucap Hasasi


"Enggak mau" tolakku


"Kenapa? ..." tanyanya dengan memandangi wajahku


"Hei kenapa kamu memandangiku seperti itu?" tanyaku balik


"Emang gak boleh ... gak boleh ya udah" protes Hasasi dengan muka menoleh membelakangi aku


"Iya - iya tuan muda galak ... jangan ngambek" bisikku lirih di telinganya


Tanpa kuduga, tiba - tiba Hasasi mencium pipiku untuk pertama kali dan itu membuat wajahku merah


"Ka ... kamu menciumku" ucapku dan langsung menunduk malu

__ADS_1


"Tau gak ... aku gak mau kamu terluka ... aku gak mau kamu disakitin orang ... karena ..."


"Karena apa?" tanyaku penasaran


"Karena kamu adalah tunanganku ..." ucapnya lirih


"Hahaha ... kamu nih suka banget bercanda" tawaku setelah mendengar kata tunangannya


"I'm very serious ... i'm not joking" ucapnya dengan serius


Aku mendengar dia bilang aku tunangannya membuatku kaget setengah mati, sampai - sampai aku tidak ada tenaga untuk menelan air ludahku sendiri.  Wow aku bisa meluluhkan hati tuan muda yang dingin namun juga tampan ini.


"Hei kenapa kau menatapku seperti itu?" tanya Hasasi mengagetkanku


"Ehh ... mmm... tidak ada" ucapku kaget


"Ayo aku akan menunjukkanmu sesuatu" ucap Hasasi


"Apa itu?" tanyaku penasaran


"Udah ayo"


tanganku langsung dipegang Hasasi dan secara otomatis aku membuntuti Hasasi di belakangnya, kami berjalan keluar ruangan dan menuju ke gudang barang yang ada di dalam rumah ini.


"Hei kenapa kamu mengajakku ke gudang" tanyaku


"Kamu akan tau sendiri" ucap Hasasi, dan di membuang semua kardus yang ada di tembok


"I ... itu ... pintu rahasia?" tanyaku kaget


"Ya .. ini bukan pintu yang luar biasa kok" ucapnya sambil menekan kata sandi untuk membuka pintu itu, dan tidak beberapa lama pintu itu terbuka


"Ayo masuk" ucapnya sambil terus memegang tanganku


"Waaahh ... indah sekali lukisan - lukisan ini" ucapku kagum ketika melihat banyak lukisan yang indah itu


"Siapa yang melukisnya?" tanyaku penasaran


"Aku lah siapa lagi"


"Really?" tanyaku kaget


"Yeah ... sini aku tunjukin sesuatu" ucapnya dan dia terus memegangi tanganku


"Kita kemana?"tanyaku lagi


"udah sampai" ucapnya


Aku melihat tembok yang ditutupi oleh kain yang besar, aku tidak tau apa di balik kain itu


"Apa itu? ... sepertinya tembok rahasia ... atau malah harta karun" gumamku dalam hati


Tiba - tiba Hasasi menarik kain itu dan tanpa kuduga dibalik kain itu adalah ... Lukisan kami berdua


"Bagimana menurutmu? ... Cantik?" Tanyanya dengan serius


"Yeah ...This is very beautiful" ucapku dengan senang, sampai - sampai aku menangis


"This is for you ... aku selama ini membuat ini ..." ucapnya dengan malu - malu namun aku tanpa sadar langsung memeluknya


"Terimakasih Hasasi" ucapku dalam pelukan Hasasi

__ADS_1


Sejujurnya aku tidak tau harus berbuat apa dan bagaimana, emang sih cuma lukisan biasa. Namun, ini sangatlah istimewa bagiku. Orang yang dingin, tanpa perasaan, tidak peduli dengan orang lain ternyata sangatlah ... ROMANTIS.


__ADS_2