Tuan Muda Tampan

Tuan Muda Tampan
Episode 139 : Pengakuan Hasasi Tentang Cindy


__ADS_3

Aku dan Hasasi berjalan menuju keluar daei kebun dan Hasasi langsung menarikku menjauhi rumah dan hal itu membuatku kaget


"Hasasi... kamu mau kemana?"


"Pengen mengobrol denganmu sebentar"


"Mengobrol?"


"Iya..."


"Mengobrol tentang apa?"


"Ya tentang yang tidak aku dan kamu ketahui"


"Maksudnya rahasia kita?"


"Yups"


"Oh baiklah" gumamku menuruti keinginan Hasasi


Hasasi terus menarikku ke sebuah kolam yang letaknya lumayan jauh dari rumah orang tua Hasasi. Kolam tersebut berada di tengah hutan, kolam yang memiliki air yang jernih dan ikan yang besar - besar. Hasasi mengajakku duduk di salah satu kursi taman yang ada di pinggir kolam


"Silahkan duduk disini" gumam Hasasi dan aku langsung duduk di kursi tersebut


"Ini kolammu?"


"Ya ini kolamku, ikan - ikan di dalamnya itu aku pelihara dari aku kecil"


"Bisa sebesar ini?"


"Iya..."


"Dan gak kamu kasih makan?"


"Kasih makan kok"


"Tapi kan..?"


"Ya bukan aku yang ngasih makan ikan"


"Oh begitu... mmm jadi apa yang ingin kamu katakan dan tanyakan Hasasi?"


"Kamu dulu aja, kamu pengen tanya apa?"


"Mmm ya... aku pengen tanya banyak pertanyaan padamu!!"


"Oh ya... silahkan bertanya" gumam Hasasi menatapku


"Tapi jangan ada yang ditutupi tau!!"


"Iya aku tahu... silahkan kamu mau bertanya apa?"


"Aku mau tanya... kenapa kamu kok bisa suka padaku dulu saat kamu pertama kali bertemu denganku"


"Mmmm... baiklah, aku tidak tahu kenapa aku suka padamu... padahal dulu kamu tuh gendut, jelek, dan tidak menggugah seleraku..."


"Oh tidak menggugah selera yak!!" protesku


"Hey dengarkan dulu!!" protes Hasasi


"Hmm baiklah... lanjutkan"


"Tapi aku penasaran dengan dirimu jadi aku perintahkan Dennis untuk mencari tahu asal usulmu tapi hanya mendapatkan fakta kamu anak dari Tony Shinju. Aku dan Dennis tidak percaya karena pasti anak Tony Shinju itu pasti cantik seperti ibunya... jadi untuk meyakinkan aku dan Dennis akhirnya aku menyuruhmu banyak olahraga dan juga oeprasi plastik bahkan saat kamu mengatakan kamu anak dari Tony Shinju itulah yang membuat kami berdua percaya kamu anak dari Tonny Shinju"


"Jadi?"


"Jadi aku punya rasa kepadamu"


"Cuma alasan aku jadi cantik dan anaknya ayah kamu suka padaku?"


"Bukan..."


"Lalu karena apa?"


"Karena... aku sudah tahu kalau aku ... dijodohkan dengamu dari awal"

__ADS_1


"Tapi kata kamu kamu barusan tau"


"Ya emang aku baru tahu selengkapnya dari ayah... dulu aku tahu dari ibuku"


"Oh ya?... emang dulu ibumu mengatakan apa?"


"Ya mengatakan cerita pembantaian itu dan cerita perjodohanku denganmu... ibuku bilang orang tuaku sangat menyesal membunuh keluarga dari calon menantunya dan menyuruhku mencarimu tapi aku menolaknya"


"Kamu dulu menolaknya?"


"Ya... dulu aku pernah menolak saat diberitahu ibuku karena aku masih mencintai Cindy tapi sejalannya waktu Tuhan mempertemukanmu dengan tidak sengaja dan membuatku tersadar bahwa aku seharusnya dulu mempercayai ibuku untuk mencarimu dan menikahimu secepatnya" jelas Hasasi serius


"Pfftt I dont believe you"


"Ya itu aku ceritakan kejadian sebenarnya"


"Tapi kenapa kamu malah mempermainkan hatiku dan selalu tergoda dengan wanita lainnya!!!" protesku


"Aku tidak tergoda Fifiyan... aku menjalankannya hanya demi tugasku sebagai mata - mata dan pemimpin perkumpulan"


"Maksudnya sebenarnya aku mendekati wanita lain bukan tujuanku menyakitimu ... hanya aku menjadi mata - mata untuk melakukan sesuatu"


"Maksudnya melakukan sesuatu itu apa?"


"Maksudnya akan membunuh dia atau hanya mencari informasi saja"


"Tapi hal itu menyakitkan tahu Hasasi!!" protesku


"Maafkan aku Fifiyan... aku tidak menceritakan kepadamu" gumam Hasasi membelai tanganku dengan lembut


"Lalu kenapa kamu dulu di berita menyatakan kamu akan menikah dengan Cindy?"


"Itu berita yang membuat Cindy..."


"Lalu kenapa aku dulu bisa bertemu kamu dan Cindy di pasar?... waktu itu berada di Jepang!!"


"Mau aku ceritakan atau intinya aja?"


"Ya ceritakan lah" protesku


"Baiklah aku mendengarkan"


"Jadi begini... Saat makan malam itu Cindy bertemu denganku untuk mengatakan kalau dia masih mencintaiku dan dia berusaha untuk berubah dan menunjukkannya kepada ayah ibuku kalau dia akan menjadi calon menantu yang baik..."


"Terus?"


"Lalu... karena aku pada saat itu masih punya sama Cindy, aku memberikan dia kesempatan untuk membuktikannya kepada ayah ibuku. Dan khawatir denganmu aku menyuruh Hansol untuk menemanimu tapi saat itu Hansol berkata kepadaku kalau kamu pulang ke rumahmu jadi aku anggap kamu aman berada di rumahmu dan aku bisa fokus untuk membuktikan cinta Cindy itu..."


"Lalu?" gumamku sedikit kesal


"Kamu kalau kesal aku gak melanjutkannya!!" protes Hasasi


"Lanjutkan!!" protesku


"Hmmm... jadi saat mendapat kabar Hansol itu Cindy mengajakku ke rumah orang tuaku ini, saat itu orang tuaku pergi ada urusan jadi di rumah sepi... Nah Cindy bilang ingin membuatkan orang tuaku makan malam dan memintaku mengajaknya kepasar... tapi saat berada di pasar aku tidak sengaja melihatmu yang juga ada di pasar. Setiap bertemu kamu aku menatapmu dan meminta bawahanku untuk mengawasimu saat aku kehilangan jejakmu..."


"Pantas aku merasa ada yang mengikutiku dari belakang!!" protesku


"Aku khawatir padamu Fifiyan!!"


"Buat apa kamu khawatir padaku!!!"


"Aku saat itu tidak tahu kenapa aku selalu khawatir denganmu... "


"Hmmm..." desahku


"Aku selama berbelanja dengan Cindy aku tidak fokus selalu memikirkanmu memikirkan keadaanmu... Dan tahu gak Fifiyan apa yang aku rasakan saat bertemu kamu secara langsung?"


"Apa yang kamu rasakan?"


"Aku merasa sangat... menyesal, kamu tahu kan wajahku kayak gimana?"


"Aku lupa dengan wajahmu"


"Ya pokok intinya aku menyesal... saat aku melihat kamu tidak apa - apa aku bersyukur di dalam hati tapi saat kamu kabur dari hadapanku saat itulah perasaan menyesal muncul di hatiku, ingin aku mengejarmu tapi disisi lain hatiku mengatakan aku harus membuktikan cinta Cindy... jadi mau gak mau aku harus tahu respon orang tuaku dulu" jelas Hasasi

__ADS_1


"Lalu??..."


"Lalu setelah berbelanja, dia menyuruh pelayan orang tuaku untuk memasakkan makanan untuk orang tuaku tapi aku protes dan aku menyuruh Cindy masak sendiri... akhirnya dia masak sendiri. ya kelihatannya masakan dia enak kalau dilihat dari luar, aku pun tidak diperbolehkan memakan makanan itu"


"Kenapa gak boleh?"


"Katanya untuk orang tuaku jadi harus menunggu makan makam"


"Terus?"


"Ya setelah memasak, kami berdua menunggu kedatangan orang tuaku dengan mengobrol bersama tapi di sela obrolan itu aku keingat kamu, aku menelepon bawahanku untuk mengawasimu dan aku mengirimu pesan tapi kamu tidak membalasnya. Setelah itu aku dan Cindy menunggu orang tuaku dengan cukup lama dan pada pukul 8 malam orang tuaku pulang"


"Lalu gimana reaksi orang tuamu saat ada Cindy?" tanyaku


"Orang tuaku diam tanpa ekspresi beda saat orang tuaku melihat kamu semalam... lalu Cindy mengajak orang tuaku makan malam bersama dan mengatakan bahwa Cindy ingin menikah denganku, saat itu juga ibuku sangat marah!!!"


"Marah?... marah kenapa?"


"Makananya terasa tidak enak dan ibuku bilang begini... kamu mau membunuh kami berdua untuk mendapatkan restu kami menikahkanmu dengan anakku!! ... begitu"


"Tidak enak bagaimana?"


"Ya makanannya sangat asin, dan di keluargaku makanan asin itu mengartikan bahwa orang yang memasak itu punya dendam dengan yang dimasakkan"


"Tapi kalau di keluargaku makanan asin itu yang masak pengen nikah"


"Ya itu keluargamu beda dengan keluargaku"


"Ohh terus?"


"Terus ibuku marah dan mengusir Cindy untuk kedua kalinya... saat Cindy sudah pergi aku yang dimarahin habis - habisan oleh ibuku"


"Dimarahin gimana?"


"Ya dimarahin... katanya kamu disuruh mencari anak Tuan Shinju kenapa tidak mau!!... malah membawa wanita jahanam seperti itu, kamu mau kami usir sekalian!!" gumam Hasasi sedih


"Lalu?"


"Ya terus keesokannya aku menelepon bawahanku yang mengawasimu dan dia bilang kamu akan pergi dari rumah jadi aku meminta kakakmu menemuimu tapi kata kakakmu kamu sudah pergi ke bandara akhirnya aku menyuruh Hansol mencarimu dan untungnya ketemu kamu di bandara... kalau tidak aku pasti akan kehilanganmu lagi" gumam Hasasi sedih


"Lalu kenapa kamu menyuruh Hansol untuk mengajakku ke markasnya Hansol?"


"Karena untuk menahanmu agar kamu tidak kemana - mana sebelum aku datang menemuimu"


"Tahu gitu aku tidak ikut dengan Hansol" gumamku kesal


"Kalau kamu tidak ikut Hansol aku pasti tidak akan bertemu denganmu sekarang"


"Mmmm bentar jadi kamu dulu bilang menyelidiki kasus adikmu itu bohong!!" protesku


"Iya..." gumam Hasasi lirih


"Kenapa kamu membohongiku!!" protesku marah


"Aku takut kamu akan sakit hati jadi aku harus membohongimu Fifiyan... tapi aku hari ini telah menceritakan fakta yang sebenarnya kepadamu kan" gumam Hasasi lirih


"Hmmm... betapa bodohnya aku selalu mempercayai setiap perkataanmu Hasasi" gumamku kesal


"Fifiyan... maafkan aku bukan aku berniat membohongimu, aku cuma takut kamu ... meninggalkanku. Itu saja yang aku takutkan" gumam Hasasi sedih


"Kalau aku meninggalkanmu memangnya kenapa?


"Ya pasti aku akan kehilangan orang yang ada disebelahku ini untuk selamanya" gumam Hasasi sedih


"Hmmm Hasasi... apa kamu masih mencintai Cindy?" gumamku menundukkan wajahku


"Tidak"


"Apa aku harus mempercayaimu kali ini?" gumamku


"Kalau aku berbohong kepadamu bunuhlah aku dengan cara kejam aku tidak akan balas dendam padamu"


"Hmmmm.. baiklah aku percaya padamu kali ini" desahku


Sejujurnya hatiku sakit saat mendengar pengakuan Hasasi tentang Cindy itu tapi walaupun begitu aku senang pertanyaanku selama ini terjawab hari ini, tapi bagaiamanapun aku masih punya banyak pertanyaan yang aku tujukan kepada Hasasi

__ADS_1


__ADS_2