
Disaat aku menuruni tangga bersama Hasasi, banyak wanita yang memandang Hasasi dengan tatapan aneh. Memang tidak ada yang aneh dengan penampilanku dan Hasasi, tapi saat aku melihatnya pandangannya mereka ternyata tatapan mereka tertuju ke perut Hasasi yang seperti roti sobek.
"Hasasi..."
"Mmm..."
"Bisa gak kamu pesta pantai pakek baju aja!!"
"Kenapa?"
"Banyak wanita yang menatapmu apalagi perutmu itu tahu" protesku kesal
"Yang penting kan tidak memegangnya kan"
"Gak boleh"
"Tapi bagaimana lagi peraturan pesta pantai ini" gumam Hasasi dan aku hanya diam karena kesal
"Ya udah kamu boleh menghukumku nanti setelah acara ini selesai" ucap Hasasi merangkul bahuku
"Kamu mau dihukum apa?"
"Apapun hukumanmu aku terima"
"Gak ah... kamu ketua perkumpulan ya mana berani aku" gumamku
"No Problem... kan aku yang memintamu"
"Baiklah, kita liat aja nanti" gumamku sinis
"Uuuu tatapanmu menakutkan sekali, sepertinya kamu akan menghukumku dengan kejam" ejek Hasasi
"Tidak juga... liat aja ntar" gumamku dan terus berjalan
"Mmm Hasasi... kenapa kamu tahu kalau Kwan Liang menyamar menjadi bawahanmu dan jadi mata - matamu?"
"Mmmm ya tahulah, panjang ceritanya... emang aku udah menduga aja dari awal karena dia selalu ingin mencari info tentang kamu"
"Emang dari kapan dia mencari info tentangku?"
"Dari kamu tidak berada disisiku, setiap malam dia sering menggeledah dokumen tentang kamu bahkan melacak posisimu melalui laptop maupun handphoneku, tapi dia tidak menemukan posisimu"
"Jadi, sebenarnya kamu tahu aku selama ini bersama Alex pun kamu tahu?" tanyaku dan dia mengangguk
"Kalau kamu tahu... kenapa kamu tidak datang menjemputku"
"Kalau aku tidak punya rencana, aku sudah datang menjemputmu"
"Rencana apa?"
__ADS_1
"Rencana pembalasan dendam"
"Ohh mmm oh ya Hasasi, aku beberapa hari yang lalu bermimpi orang tuaku senang aku memilihmu tau gak"
"Oh ya?"
"Ya... apalagi cicin itu kita pakai sekarang"
"Orang tuamu pasti senang di surga"
"Hemmm iya" gumamku tersenyum
"Oh ya Hasasi, jadi kapan kamu melakukan pembalasan dendam?... hari ini?"
"Tidak... tidak hari ini, nanti liat waktu yang tepat"
"Hasasi..." teriak seorang wanita yang berada di belakang kami dan kami berdua menatap seorang wanita yang cantik dan seksi berdiri di belakang kami, tapi sekilas sepertinya aku pernah melihat dia tapi aku tidak tahu dimana
"Ya..." ucap Hasasi dingin
"Hasasi ingat aku?"
"Lalu?"
"Aku mencarimu selama ini, apa kamu merindukan aku?"
"Kenapa ... Hasasi?"
"Tidak ada"
"Siapa wanita disebelahmu Hasasi?"
"Kalau tidak ada hal lain aku akan pergi..." ucap Hasasi dengan dingin dan merangkulku berjalan menjauh
"Hasasi..." teriak wanita itu lagi dan Hasasi menghentikan langkahnya
"Kamu masih ingat aku?" tanya wanita itu sambil memegang tangan kanan Hasasi
"Tidak..."
"Hasasi... kenapa kamu berubah seperti ini, aku mencarimu selama 7 tahun ini, kamu juga tahu aku mencintaimu selama 7 tahun ini... apa kamu tidak ingat ucapanmu untuk menikahiku dikemudian hari?" ucap wanita itu sambil menangis
"Tidak ingat"
"Kenapa Hasasi?, apakah ada wanita lain yang membuatmu berubah seperti inj kepadaku?"
"Bukan urusanmu..."
"Hasasi aku ingat kamu dulu sangat baik dan lembut kepadaku bahkan kamu bilang akan menikahiku ..."
__ADS_1
"Cukup.." ucap Hasasi dan menatapnya dengan tatapan dingin
"Aku sudah muak dengan mu, kamu sudah akan menikah sekarang... tunjukan rasa hormatmu dan jangan menggangguku lagi ... Cindy Wu" ucap Hasasi dingin
Cindy Wu, bukannya dia mantan Hasasi yang dulu kami pernah bertemu saat akan menghadiri pesta Dennis, kenapa dia ada di pesta ini juga?
"Tapi Hasasi... aku sungguh - sungguh mencintaimu"
"Cukup..."
"Has..."
"Aku peringatkan kamu jangan menggangguku lagi "
"Kenapa?"
"Bukan urusanmu"
"Jawab dulu Hasasi... kenapa?" protes Cindy sambil terus menggenggam tangan Hasasi
"Aku sudah punya tunangan"
"Ka.. kamu jahat banget Hasasi!!!" protes Cindy kesal
"Bukan urusanmu lagi dan jangan menggangguku apalagi tunanganku kalau tidak liat saja nanti" ucap Hasasi marah dan Cindy hanya diam saja
"Ayo sayang kita pergi..." ucap Hasasi merangkulku dengan lembut
"Hasasi aku akan ingat perbuatanmu hari ini akan ku balaskan dendamku ini... Aku akan ..."
"Yaa... aku tunggu pembalasan dendammu, salam untuk tunanganmu Alex Guan" ucap Hasasi sinis dan mengajakku pergi menjauh dari Cindy
Setelah pergi menjauh dari Cindy, Hasasi mengajakku ke pinggir pantai di tempat sepi
"Hasasi..."
"Iya sayang"
"Kamu tidak apa - apa?" tanyaku memandang Hasasi yang masih marah
"Tidak apa - apa kok"
"Kalau ada yang mengganjal di hatimu ceritalah kepadaku... aku akan mendengarkan curhatanmu"
"Tidak perlu, aku tidak apa - apa" gumam Hasasi
"Cerita aja Hasasi, aku tidak akan marah" gumamku tersenyum tapi Hasasi hanya menunduk menyembunyikan wajahnya dari tatapanku
Aku tidak tahu ada apa dengan Hasasi, setelah bertemu Cindy dia terlihat sedih, kesal, emosi, dan perasaan yang tidak karu - karuan. Apa yang sebenarnya Hasasi pikirkan?... sungguh aku penasaran dan juga bingung dengan apa yang terjadi hari ini, apalagi Cindy tadi bisa secara terang - terangan mengungkapkan semuanya malam ini dan ada aku lagi disamping Hasasi... tapi yang ku pertanyakan... Apakah Cindy Wu dan Alex benar - benar sudah bertunangan? lalu kenapa Cindy terus mengejar Hasasi?... Sungguh rumit
__ADS_1