
Saat di dalam mobil aku melihat furnitur di dalam mobil yang bergaya klasik tapi sangat modern beda dengan mobil milik Alex dan Hasasi yang sangat mewah
"Kamu memandangi apa?" tanya kakak mengagetkanku
"Aku hanya melihat isi mobil kakak"
"Emang kenapa?"
"Beda aja... dan aku baru pertama kali melihat mobil kakak seumur hidupku"
"Ya ... kamu gak minta sih"
"Minta apa?" tanyaku
"Minta naik mobil kakak"
"Ya kan aku aja jarang ketemu kakak malah gak pernah... kakak sibuk mulu sih" gumamku kesal
"Ya maaf deh..." ucap Steven cengengesan
"Dasar ngeselin kakak nih"
"Hahaha jangan kesel dong sama kakak" tawa Steven
"Oh ya kak... "
"Iya... ada apa?" ucap Steven berhenti tertawa da memandangku
"Kakak apa disuruh pernikahan bisnis juga?"
"Tidak... "
"Iihh gak adil... masa aku yang dapet" gumamku
"Ya ... mungkin ayah sama ibu sayang sama kamu"
"Iihh mana ada kayak gitu" protesku
"Iya kan bisa aja..."
"Kakak bohong ya?"
"Enggak kakak enggak bohong"
"Hmmm..."
"Emang kenapa kamu tanya kayak gitu?"
"Ya aku cuma penasaran aja... buat apa ada pernikahan bisnis!" gumamku
"Ada alasannya sebenarnya"
"Apa alasannya kak?" tanyaku penasaran
"Alasannya... mmm... nanti lah kakak jelaskan di cafe, kita turun dulu" gumam Steven membuka pintu mobil
"Loh udah sampai ya!!" gumamku kaget
"Iya... kita makan dulu" ucap Steven berjalan mendahuluiku dan aku mengikuti di belakangnya
Saat melihat nama cafe ternyata kakak tidak mengajakku ke cafe biasa melainkan restaurant internasional yang ada di Jepang, dan aku sendiri pernah datang kemari bersama dengan Hasasi pada waktu itu.
Setelah kami berdua sampai di dalam, kakak langsung mencarikan tempat duduk di ruang VVIP kelas 1 yang berbentuk seperti ruangan tertutup yang cocok untuk mengobrol berdua
"Selamat datang tuan dan nyonya, ini buku menunya" ucap pelayan yang menghampiri kami
"Kamu mau pesan apa?" tanya Steven sambil membuka menu
"Aku mau steak sapi sama salad aja" gumamku sambil menutup menu
"Baiklah... pesan steak sapi 2 salad 1 dan wine putih 1" ucap Steven sambil menutup menunya dan menyerahkan menu itu kepada pelayan yang sedang menulis di sebuah kertas
"Baiklah tuan... mau cash atau ..." ucap pelayan terhenti saat Steven menyerahkan sebuah kartu gold tanpa batasnya dan pelayan langsung menggesek kartu tersebut di mesin dan menyerahkannya kembali kepada Steven
"Baik, terimakasih... mohon di tunggu sebentar" ucap pelayan dengan ramah dan meninggalkan kami
"Jadi?" gumamku
" Apa?"
"Ihh kan lupa.. dasar TUA!!"
"Hei kakak masih muda ya" protes Steven
"Masih muda tapi pelupa" gumamku
__ADS_1
"Hehehe iya kan tadi pembicaraan kita terpotong, apa yang kamu tanyakan tadi?"
"Aku tadi bertanya... kenapa harus ada pernikahan bisnis,"
"Sebenarnya pernikahan bisnis itu tidak ada, cuma pernikahan bisnis itu di ada - adain oleh seseorang yang takut kalau perusahaannya bakal bangkrut makanya pernikahan bisnis itu diadakan untuk mempertahankan perusahaannya dengan cara menikahi wanita atau pria yang memiliki perusahaan terbesar atau perusahaan terkaya ataupun perusahaan terkuat sehingga tetap bertahan dan tidak bangkrut" jelas Steven
"Tapi kenapa aku disuruh pernikahan bisnis?" protesku
"Mohon maaf tuan dan nyonya, makanan anda siap" ucap seorang pelayan dan menaruh piring - piring yang berisi makanan di troly ke meja makan
"Terimakasih" ucap Steven dan pelayan itu berlalu meninggalkan kami kembali
"Mmm lezat." gumam Steven mencium aroma steak sapi yang hangat
"Kakaak!!" protesku dan Steven menatapku
"Iya ada apa?"
"Jawablah"
"Hehehe iya - iya adikku sayang.. jadi gini sebenarnya kamu hanya pernikahan bisnis dengan Alex saja" gumam Steven melahap steak panggangnya
"Lalu hubungannya aku dengan Hasasi?" tanyaku penasaran
"Ayah dan ibu tuh menjodohkan kamu dengan Hasasi, jadi bisa dikatakan itu kamu di jodohkan dengan Hasasi bukan karena pernikahan bisnis... jadi diantara Hasasi dan Alex itu beda penjelasannya"
"Jadi apa bedanya?... menurutku sama aja sama - sama menikah"
"Ya emang sama - sama menikah tapi beda lah.. kalau pernikahan bisnis itu menikah karena tujuan tertentu bahkan khusus sedangkan perjodohkan itu menikah tanpa tujuan khusus"
"Pernikahan bisnis itu buat cwe cwo ya?"
"Iya... untuk semua kalangan yang elite"
"Oh begitu... aku masih punya satu pertanyaan"
"Pertanyaan apa?"
"Jadi kenapa kakak tidak menikah?" ucapku mengejek sampai kakak tersedak steak sapi yang sedang dia makan
Uhhuukkk.. uuhhuukk
"Eeh kakak ada apa?" tanyaku kaget
"Ya kan aku pengen tahu kakak iparku nanti" gumamku
"Nanti ya... kakak lagi gak punya target juga"
"Iihhh kenapa gitu... punyalah target napa?" protesku
"Kakak mending membangun keluarga Shinju kembali dari pada memikirkan wanita"
"Tapi kan kalau mau membangun keluarga harus menikah kak" tanyaku polos
"Iya nanti ... yang terpenting kakak masih pengen melihatmu menikah dulu"
"Tidak mau... masa adik menikah duluan kakak dulu lah" gumamku
"Hahaha... emang kamu udah mengambil keputusan bakal menikahi siapa?"
"Ummm belum sih"
"Hahaha ya udah jangan di pikir terlalu berat" gumam Steven menaruh alat makannya di atas piring
"Mmm oh ya kak... nanti kakak ikut?"
"Ikut kemana?"
"Ikut membantu Hasasi"
"Mmm tidak tahu... kayaknya enggak"
"Kenapa enggak kak?"
"Karena itu urusan Hasasi... dan Hasasi juga bilang untuk menjagaku saat hal itu akan berlangsung"
"Menjagaku?"
"Iya... "
"Kak... emang Hasasi bekerja sama dengan pihak mana aja dan Alex bekerja sama dengan pihak mana aja"
"Aku tidak tahu masalah itu, tapi yang ku dengar kwan liang juga ikut membantu Alex"
"Kenapa dia membantu Alex?"
__ADS_1
"Dia kan sahabatnya Alex sejak kecil, walaupun kamu mantannya pasti akan berberat hati menyerahkan kamu ke Alex tapi karena Alex adalah sahabatnya dia akan mengikhlaskanmu dengan Alex"
"Hmmm... emang tidak punya pendirian dia" gumamku kesal
"Gitu aja juga mantan pacarmu" ejek Steven dan aku langsung mencubit tangannya
"Aau sakit lah"
"Biarin kakak nakal kok"
"Untung sayang kalau enggak ..."gumam Stevwn menahan amarahnya mungkin cubitanku keras jadi dia merintih kesakitan
"Mmm...Kak kenapa sih hidupku rumit" gumamku
"Sayang hidup itu pasti ada jatuh bangunnya sama halnya roda kehidupan ada kalanya kamu berada di atas dan ada kalanya kamu berada di bawah" ucap Steven mengelus rambutku dengan lembut
"Hmmm... andaikan ayah dan ibu masih hidup pasti mereka selalu ada buatku melindungiku" gumamku menunduk ke meja
"Kan ada kakak... kakak janji akan menjagamu , melindungimu, dan ada buatmu... jadi kalau ada apa - apa kabari kakak ya"
"Hmmm iya kak"
"Oh ya kamu harus pikirkan matang - matang ya ... itu masa depanmu, dan tentukan pilihannya 2 hari lagi disaat bulan purnama di pinggir pantai Sarang"
"Pantai... Sarang?"
"Iya... kamu harus membuat keputusan disitu saat pesta api unggun dan akan ada banyak orang yang menyamar seperti orang lain dan melihat acara kalian saat kamu sudah memutuskan orang yang menyamar itu akan berubah menjadi musuh satu sama lain"
"Kenapa kakak bisa tau?" tanyaku heran
"Karena... kakak yang yang memberikan opsi itu"
"Kakak jahat, kalau aku mati disitu gimana?"
"Tidak akan, kan ada kakak disitu yang akan melindungi kamu"
"Kak aku takut... aku ingin menghilang"
"Ya tidak bisalah kamu menghilang kayak apa aja kamu tiba - tiba menghilang"
"Jadi aku harus bagaimana?" tanyaku bingung
"Kamu tinggal bersama kakak selama dua hari ini, saat waktunya dimulai kakak akan mengajakmu di pantai sarang"
"Lalu Alex kalau mencariku bagaimana?" tanyaku
"Dia sudah tahu... tadi sudah aku beritahu dia dan juga Hasasi ... jadi mereka sekarang sedang mendiskusikannya"
"Bentar bentar... ini lawan apa kawan kok saling mendiskusikan?"
"Iya... mendiskusikan masalah acara api ungun itu bersama dengan petinggi yang lain dan acara api unggun itu dimulai besok "
"Lohh... jadi bakal banyak petinggi yang datang dong?"
"Iya... jadi jawabanmu akan dimulai saat semua orang sudah pergi dan tinggal beberapa orang yang berada di pihak Hasasi dan juga Alex"
"Hmmm kak aku takut sumpah..."
"Takut apa?"
"Takut salah satu meninggal"
"Meninggal atau hidup itu takdir, kalau demi seseorang yang dicintai dia bakal tidak takut mati"
"Hmmm.."
"Udah jangan mikir terlalu berat, sekarang kamu kan sudah punya petunjuk dan semua pilihan ada di tanganmu"
"Hmmm ... baiklah... kak kita pulang yuk" gumamku
"Kenapa?"
"Kepalaku pusing sumpah"
"Ya sudah, ke rumah kakak ya... kamu belum pernah datang kan?"
"Kakak sudah punya rumah dan belum pernah mengajak adiknya ini datang ke rumah... emang kakak jahat, aku aduin ke ayah dan ibu" gumanku kesal
"Hahaha ampun jangan dilaporin nanti kakak dihukum" ucap Steven memohon sambil ketawa
"Au ah... aku marah ke kakak"
"Hahaha kakak minta maaf deh, udah jangan marah - marah lagi... kita pulang yuk, kamu harus istirahat ya" ucap Steven mengajakku pergi dari restoran dan pulang menuju rumah kakak
Aku penasaran dengan rumah kakak apalagi kehidupan kakak yang selama ini kakak sembunyikan dariku, tapi aku masih pusing untuk memilih antara dua pilihan... walaupun sudah jelas ayah dan ibu menginginkan aku menikah dengan Hasasi tapi bagaimana dengan Alex, nanti jangan - jangan dia serius sama aku juga apalagi kesempatanku 2 hari lagi tapi kalau acaranya besok sama aja aku harus mempunyai keputusan bulat sampai besok... jadi pusing
__ADS_1