Tuan Muda Tampan

Tuan Muda Tampan
Episode 144 : Belanja Bahan Makan Malam


__ADS_3

Aku dan Hasasi berjalan memasuki ke swalayan yang ramai pengunjung tersebut. Swalayan itu sangat besar dan banyak barang yang dijual di dalamnya. Di dalam Swalayan, aku mengambil keranjang dan Mataku langsung menatap barang - barang yang akan aku beli


“Kamu mau beli apa Fifiyan?” Tanya Hasasi yang berjalan di sebelahku


“Mmm mau beli daging dulu” gumamku berjalan ke area daging


“Emang mau beli daging apa?”


“Enggak tahu”


“Lah kok gak tau?”


“Ya tergantung dengan stok daging disini” gumamku dan kami sampai di area daging


“Tuh kamu pilih aja dan ini murah juga” ucap Hasasi membuka pintu Kulkas daging dan aku mengambil salah satu daging


“Mmm jangan yang sebelah sini” gumamku langsung menutup pintu kulkas itu


“Kenapa?” Tanya Hasasi kaget


“Ini daging yang udah agak lama” gumamku langsung berjalan menuju kulkas yang lain


“Kok kamu tahu?”


“Ya tahu lah.. keliatan tau... emang kamu mau meracuni orang tuamu” gumamku mengambil daging lainnya


“Oh ya? Aku gak tahu... dulu sama Cindy tinggal ambil apapun yang ada di depan mata”


“Pantas saja ibumu marah besar” tawaku


“Emang kalau udah matang masih keliatan”


“Ya masih lah... rasanya jadi aneh” gumamku mengambil daging yang segar tempat pembungkus daging dan aku langsung menaruh daging tersebut ke dalam keranjangku


“Oh aku baru tahu malah”


“Lain kali silihat dulu kualitas, kebersihan, kerapian, dan tanggal kadaluarsa makanan”


“Aku baru tahu, biasanya aku tinggal ambil aja”


“Ya kamu nanti keracunan gimana” protesku


“Iya Fifiyan... makasih udah mengingatkanku” gumam Hasasi senang


“Senang membantu” gumamku tersenyum dan berjalan menjauhi Hasasi


“Heii... jangan tinggalkan aku” protes Hasasi mengejarku


“Kamu sih lambat”


“Ya kan tadi ngobrol denganmu”


“Ya kan tadi, kita butuh banyak barang” gumamku mengambil bumbu dapur dan memasukkan ke dalam keranjang


“Iya - iya tau... “


“Mmm orang tuamu suka minuman apa?” Tanyaku sambil mengamati botol minuman di salah satu rak

__ADS_1


“Semua suka”


“Mmm rekomendasiin dong” gumamku


“Baiklah” ucap Hasasi dan mengambil beberapa botol di rak dan memasukkan di keranjang


“Wine?, anggur merah?” Tanyaku mengamati botol yang bertuliskan wine dan anggur merah


“Ya... semua suka kan?”


“Ayah ibumu suka?”


“Ayahku aja yang suka, ibuku gak tau”


“Hmmm ngaco kamu Hasasi” gumamku mengambil botol sirup dan memasukan ke keranjang


“Sirup? Buat apa?”


“Buat minuman”


“Minuman apa?”


“Aku mau buat ... es”


“Es?”


“Ya ... es gimana?”


“Es yang dikasih isian kayak es buah” gumamku berjalan menuju rak selanjutnya


“Ya namanya juga wanita” gumamku mengambil beberapa manisan, nata de coco dan buah - buahan kering


“Hmmm tak aku sangka kamu tahu semua Fifiyan”


“Ya tahulah... namanya juga wanita harus tahu semua hal, apalagi masalah dapur”


“Hmmm baguslah... aku cuma tahu masalah dunia kegelapan aja”


“Dunia kegelapan?”


“Ya masa kamu gak paham”


“Ya aku paham”


“Apa yang kamu pahami?”


“Mmm gak tahu” gumamku sambil mengambil beras 5 kg di rak beras


“Dasar kamu ... jadi apa yang kamu pahami?” Gumam Hasasi kesal


“Yang aku pahami ... kenapa kamu tidak membantuku membawa barang berat ini, tangaku mulai kram tahu!!” Protesku


“Oohh kamu gak ngomong sih, mana aku bawakan” gumam Hasasi cengengesan dan langsung mengambil keranjang makanan yang berat itu dari tanganku


“Hmmm gak dari tadi, dasar cwo gak peka!!!” Protesku dan berjalan lagi menuju area buah - buahan


“Ya maaf”

__ADS_1


“Hmmm dasar ya Hasasi”


“Kamu mau beli buah?” Tanya Hasasi


“Iya... buah untuk makanan penutup”


“Baiklah”


“Kamu mau buah apa?”


“Bebas mau buah apapun cocok”


“Hmmm baiklah” gumamku mengambil semangka, melon dan anggur dan memasukkan ke dalam keranjang


“Ada yang mau di beli lagi?”


“Enggak ada... kita ke kasir dulu”


“Baiklah” gumam Hasasi mengikutiku menuju ke kasir


Saat kami sampai di kasir, Hasasi langsung menaruh barang belanjaan ke atas meja dan petugas kasir menghitung semua barang kami dengan teliti


“Tahu gak Fifiyan” gumam Hasasi sambil memijit tangannya


“Tahu apa?”


“Kamu tuh salah ambil keranjang, seharusnya kamu ambil yang keranjang dorong bukan keranjang jinjing” protes Hasasi


“Oh... maaf aku gak liat” gumamku cengengesan


“Hmmm untung istri sendiri”


“Mohon maaf tuan dan nyonya total belanjaannya 585 dolar”


“Oh baiklah” gumamku mengelurkan kartuku dan perugas kasir menggesek kartu itu lalu memberikan kartuku kepadaku


“Terimakasih selamat berbelnja kembali” ucap petugas kasir dan memberikan tas belanjaan kepada Hasasi


“Terimakasih” gumamku dan kami berjalan meninggalkan swalayan


“Kurang dari 1000 dolar... emang hebat ya kamu bisa belanja hemat “ ucap Hasasi kagum


“Ya lah namanya juga berhemat... gak boleh boros - boros” gumamku memasuki mobil


“Cindy kemarin di pasar aja habis 2480 dolar”


“Mahal banget emang beli apa?” Tanyaku kaget


“Hmmm ya barang kayak gini tapi selisihnya banyak banget”


“Ya mana ku tahu” gumamku dan duduk di kursi mobil


“Ya udah kita pulang dulu keburu malam ntar gak matang pas jam makan malam”


“Okey” gumamku menatap kendaraan yang berlalu lalang di luar jendela


Selesai belanja terasa banget badanku terasa sangat capek, ya mungkin karena belanjaannya juga banyak banget jadi gak kerasa aja bikin badan linu semua

__ADS_1


__ADS_2