Tuan Muda Tampan

Tuan Muda Tampan
Episode 135 : Bertemu Orang Tua Hasasi


__ADS_3

Aku sangat gelisah, aku takut salah bicara ataupun salah berkata - kata kepada orang tua Hasasi apalagi orang tua Hasasi sangat disiplin dan sedikit menakutkan


"Apa yang kamu fikirkan Fifiyan?" tanya Hasasi menatapku


"Aku masih gelisah, apa yang harus aku lakukan saat bertemu orang tuamu. Aku takut aku salah berkata atau berbuat Hasasi" gumamku


"Tidak... tidak... santai saja kamu, kan ada aku"


"Tapi kalau aku melakukan kesalahan bagaimana?"


"Tidak... percaya padaku ... pokok kamu seperti biasa aja, ayah sama ibuku baik kok"


"Baiklah Hasasi...tapi kalau aku ada salah bilang ke aku ya"


"Iya tenang aja" gumam Hasasi meminum minuman ringan


"Kamu dari tadi minum mulu" protesku


"Nih katanya kamu pengen nyobain" ucap Hasasi menyerahkan gelas kecil itu kepadaku dan aku langsung meneguk sedikit minuman ringan itu


Uhuuukkk... uuuhhhuukkkk


"Gak enak" gumamku menyerahkan kembali gelas itu kepada Hasasi


"Ya kan tergantung selera"


"Uuhhh lidahku terasa terbakar" gumamku


"Hmmm kan udah aku bilang gak usah meminum minuman seperti itu nanti kamu mabuk. Kamu gak percaya sih!!" ptotes Hasasi mengambil susu kaleng di kulkas


"Ini minum ini biar sedikit netral" gumam Hasasi memberiku susu dan aku langsung meminumnya


"Ya namanya juga penasaran Hasasi"


"Ya emang rasa penasaranmu tinggi sih" gumam Hasasi mengelus rambutku


"Rumah orang tuamu masih jauh?" gumamku


"Sebentar lagi sampai"

__ADS_1


"Oh baiklah" gumamku menatap keluar jendela


Di luar jendela aku melihat pemandangan kota yang sangat indah dan pemandangan orang yang sedang berlalu lalang di jalanan. Tidak lama kemudian mobil memasuki sebuah rumahyang besar dan mewah seperti istana khayalan yang sangat meeah dan megah


"Ayo kita turun... ayah dan ibu sudah menunggu di rumah" ucap Hasasi turun dari mobil dan menggandengku masuk ke dalam rumah


Saat kami sampai di depan pintu, tiba - tiba pintu tersebut terbuka sendiri dan di depan kami berdiri orang tua Hasasi yang dengan penuh senyum


"Hay anakku akhirnya kamu pulang" ucap nyonya Stun sambil memeluk Hasasi


"Ma... kayak anak kecil aja" protes Hasasi


"Walaupun kamu sudah dewasa, mama tetap menganggapmu sebagai anak kecilnya mama" ucap Nyonya Stun sambil tertawa


"Oh ya kamu sudah berani membawa wanita datang ke rumah?" tanya Nyonya Stun menatapku


"Halo tante, saya Fifiyan" ucapku ramah sambil membungkukkan badanku


"Cantik ya wanitamu" goda Nynya Stun


"Iya... dia calon istriku"


"Ini yang namanya nona muda Shinju?" gumam Tuan Stun menatapku


"Hahaha jangan panggil om terlaku muda, panggil aja papa"


"Ba... baik pa" gumamku gemetar


"Kamu terlihat takut melihat papa?" tanya Tuan Stun dan aku hanya menunduk takut


"Ya gara - gara papa pernah memarahin dan mengusir dia jadi dia takut sama papa" gumam Hasasi kesal


"Oh ya... maafkan papa ya nak... papa tidak tahu kamu anak dari tuan Shinju"


"I... iya tidak apa pa" ucapku lirih


"Oh ya kamu sudah mendapatkan warisan dari tuan Shinju?" tanya Tuan Stun menatapku


"Udah... malah udah kami pakai" gumam Hasasi

__ADS_1


"Baguslah... emang kalian berdua sudah dijodohkan sejak kecil dan perjanjian papa dan tuan Shinju untuk melakukan pernikahan bisnis untuk kalian berdua"


"Iya aku di kasih tahu sama calon istriku"


"Tapi apa kamu tidak keberatan dengan pernikahan bisnis dengan nona muda Shinju?" tanya Tuan Stun serius


"Tidak..."


"Kamu sudah serius dengan pilihanmu?" tanya Tuan Stun menatap Hasasi


"Iya aku serius"


"Baiklah... yang penting kamu sudah menerima nona muda Shinju dengan setulus hatimu dan mau menikahinya papa dan tuan Shinju sudah senang" gumam Tuan Stun


"Iya pa..."


"Ya udah istirahat aja dulu kalian berdua" gumam Tuan Stun berjalan masuk ke dalam ruang keluarga


"Tapi tidak ada kamar lagi pa" ucap Nyonya Stun mengikuti Tuan Stun


"Mmmm... emang tidak ada kamar yang kosong?"


"Udah biar dia tidur di kamarku bersamaku saja" ucap Hasasi tegas


"Tapi kan kalian berdua belum menikah... hal itu tidak dibenarkan!" protes Nyonya Stun


"Aku udah sering tidur sekamar dengan dia... kami berdua juga tidak melakukan hal yang aneh kok"


"Tapi..!!!" protes Nyonya Stun


"Udah gak apa... mereka kan udah tunangan ... papa no problem" gumam Tuan Stun sambil meminum kopi hitamnya


"Hmmm ya udah... mama percaya pada kalian berdua" gumam Nyonya Stun mengalah


"Baiklah... kami istirahat dulu pa... ma" ucap Hasasi menggandeng tanganku


"Kami istirahat dulu pa ... ma" gumamku mengikuti perkataan Hasasi


"Ya silagkan... setelah istirahat aku ingin berbicara denganmu Hasasi masalah Lisa" ucap Tuan Stun

__ADS_1


"Ya aku tahu... nanti aku akan menemui papa" gumam Hasasi terus menggandeng tanganku


Aku dan Hasasi berjalan menuju ke kamar Hasasi. Di dalam rumah orang tua Hasasi sangat indah, megah, dan mewah malah lebih mewah dari pada rumah Hasasi dan rumah kakak. Mungkin keluarga Stun penyuka emas, disudut ruangan, langit - langit rumah, lampu, pintu, jendela, dinding, bahkan dekorasinya rumah banyak yang berwarna emas dengan perpaduan krem yang indah dan warna emas ini membuat rumah orang tua Hasasi terlihat sangat mewah


__ADS_2