Tuan Muda Tampan

Tuan Muda Tampan
Episode 103 : Kejadian yang menyakitkan


__ADS_3

Aku dan Alex makan berdua di meja yang telah di siapkan. Aku melihat wajah Alex masih sangat merah bahkan dia malah menggenggam erat pisau di tangannya. Karena dia terlihat sangat marah akupun memegang dan mengelus lembut tangan Alex


"Alex... ada apa?" tanyaku lembut sambil terus memegang lembut tangan Alex


"Kesel tau gak!!"


"Kesel kenapa?"


"Ya gimana gak kesel udah tau Hasasi mau menikah malah mau merebut kamu yang jelas - jelas istriku" gumam Alex emosi


"Udah lah sayang jangan khawatir. Kan aku milikmu"


"Kamu harus tetap jadi istriku gak boleh dengan yang lain"


"Iya kamu jangan khawatir"


"Beneran ya?" tanya Alex serius dan aku mengangguk


"Terimakasih ya istriku" gumam Alex senang


"Iya sayang... ya udah kita makan dulu" ucapku


"Baiklah... " ucap Alex senang dan melahap makanannya


Disela - sela makanku aku melihat Hasasi yang sedang memandangku dengan wajah sedihnya, mungkin Hasasi sangat tersiksa menikahi Amelia tapi kan pernikahan hari bahagia untuk apa dia bersedih seperti itu. Aki tidak tega melihat wajah sedihnya tapi aku juga tidak bisa berbuat apa - apa


Karena aku tidak kuat melihat wajah Hasasi, akupun melihat Alex yang masih terlihat begitu marah yang membuat sedikit membuka hatiku untuk Alex dan melupakan Hasasi untuk selamanya. Apalagi Alex juga calon suamiku meskipun calon suami dari pernikahan bisnis.


"Kenapa kamu memandangku dari tadi?" tamya Alex meletakkan pisau dan garpunya di atas piring


"Tidak ada apapun, cuma memandangmu biasa aja"


"Serius?... tapi aku lihat - lihat tadi memandang seseoeang di belakangku!. Kamu melihat Hasasi?"


"a... aku cuma melihat tamu - tamu yang datang " ucapku gugup san Alex langsung menoleh ke belakang dan ternyata Hasasi telah pergi dari tempat awal


"Oohh hmmm" gumam Alex mempercayai ucapanku


"Habis ini acara apa lagi?" tanyaku


"Ya habis ini tuh dansa terus istirahat"


"Oh begitu ya..." gumamku dan Tiba - tiba terdengar suara musik dansa yang sangat merdu lalu Alex menarik tanganku berdiri dari meja


"Mau kemana?" tanyaku kaget


"Kita berdansa"


"Tapi..aku gak mau" ucapku menolak ajakan Alex


"Udah lah ... ikut aja" ucap Alex terus menarikku


Di lantai dansa aku melihat banyak sekali orang - orang yang sedang berkerumun melihat seseorang berdansa, Alex langsung menarikku menerobos kerumunan orang - orang dan aku melihat Hasasi sedang berdansa dengan Amelia.

__ADS_1


Mereka berdua berdansa dengan anggun dan serasi, apalagi gaun berwarna biru yang sangat indah ditambah dengan kerlap kerlip hiasan yang membuatnya tampak bercahaya.


"Mau berdansa?" ajak Alex dan aku menggelengkan kepala


"Tidak apa... kan ada aku... Ayo!!" ucap Alex semangat dan langsung menarikku ke tengah lantai dansa


Kami berdua berdansa dengan anggun dengan gerakan kiri kanan maju belakang dan memutar, gerakan yang terus kami lakukan dan membuat dansa kami terlihat anggun dan mewah. Tapi banyak bisikan - bisikan yang tidak mengenakan keluar dari ucapan orang - orang yang melihat kami berdansa


"Waah ... cantiknya wanita itu!" ucap wanita bergaun putih


"Iya ya... cantik sekali" sahut wanita berbaju ungu


"Bukannya itu wanita tuan Hasasi dulu ya?... kok sekarang bisa dengan tuan Alex?" ucap pria berjas hitam dengan keras


"Iya ya... kok bisa menarik hati tuan Alex yang tampan, kaya, dan direktur perusahaan terbesar nomor satu di dunia!!" ucap wanita di sebelahnya


"Ya... mungkin dia pakai jimat - jimat kayak gitu jadi Tuan Hasasi dan Tuan Alex terpesona dengan wanita itu!" ucap wanita berbaju merah yang sangat kencang


"Cantik aja enggak kok berani - beraninya dia melakukan seperti itu, mending sama aku aja tuan Alex dari pada wanita itu" teriak wanita gendut di belakang kerumunan


"Huusstt ... diam lah kalian.. dia itu calon istri Tuan Alex" gumam salah satu wanita yang berbaju merah muda


"Haah calon istri ... gak cocok banget" ejek salah satu wanita dan semua menyorakiku


"Huuuuuu... pergi sana lah, kamu tidak pantas dengan tuan muda Alex" teriak tamu undangan dengan keras


Mendengar ucapan tamu - tamu undangan tersebut membuat hatiku sakit, aku berhenti berdansa dan menunduk sedih di depan Alex


"Apa yang kalian lakukan?" teriak Alex kesal


"Awas saja kalian semua... aku hancurkan perusahaan kalian" teriak Alex marah dan berlari mengejarku


Hasasi dan Amelia hanya diam terkaget dengan peristiwa tersebut. Hasasi langsung menghentikan pesta dansanya dan pergi juga dari lantai dansa tanpa kata - kata


"Mohon maaf... dengan adanya insiden kecil, pesta dansa malam ini dibatalkan, silahkan anda semua beristirahat di kamar masing - masing" ucap MC di depan lantai dansa


Aku berlari menuju kamar, aku sedih, aku menangis sekencang - kencangnya... kenapa mereka menganggapku wanita kotor dan mendugaku dengan hal yang tidak masuk akal. Aku hanya wanita biasa yang mengikuti permintaan ayah untuk menikah dengan Alex dan malah pria yang aku sayang juga menikah dengan sahabatku. Kisah cinta yang sungguh rumit dan menyebalkan.


Pintu kamar terbuka hati - hati dan terlihat Alex dengan sedih dan marah memasuki kamar lalu berjalan ke arahku


"Sayang... jangan dipikirkan ucapan orang lain ya" bujuk Alex dengan nada lembut


"Kenapa alex... kenapa... apa yang salah dengan aku!!" protesku dan terus menangis


"Kamu tidak salah kok, mereka yang salah"


"Aku ... aku salah apa... aku salah apa!!!" teriakku dan terus menangis tiba - tiba Alex langsung memelukku dengan lembut dan mengusap lembut rambutku


"Udah... tenang sayang, kamu adalah istriku dan aku harus melindungimu apapun yang terjadi... kamu jangan menangis lagi ya" ucap lembut Alex dan terus mengusap lembut rambutku


Tangisanku sedikit mereda dan aku melihat di depan pintu ada Hasasi yang menatap kali berdua. Dia memberikanku kode untuk bertemu di tengah malam di ruangan rahasia milik Hasasi dan aku mengangguk mengerti


"Udah jangan menangis lagi ya!" ucap Alex lembut langsung melepaskan pelukannya dan mengusap air mataku

__ADS_1


"Hmmm i... iya " gumamku meredakan air mataku


"Udah kamu jangan nangis lagi ya, jangan dengarkan nitizen yang iri padamu"


"Tapi kan itu menyakitkan Alex" gumamku sedih


"Iya aku tahu, tapi tidak usah kamu hiraukan perkataan mereka.. Ya namanya banyak yang ingin jadi istriku tapi aku menolak mentah - mentah"


"Kenapa?" tanyaku


"Karena... aku menunggumu Fifiyan, dari aku masih kecil sampai sekarang dan akhirnya aku bisa memilikimu seutuhnya" ucap Alex bahagia


"Hmmm aku senang kamu mau menungguku selama itu" ucapku senang walaupun hatiku belum bisa menerima Alex


"Ya bagaimanapun juga kamu istriku dan emang istriku, aku tidak peduli dengan pernikahan bisnis, walaupun bukan karena pernikahan bisnia pun kamu tetap istriku dan aku akan mengejarmu sampai ke ujung dunia sekalipun" ucap Alex senang aku langsung memeluk Alex dengan erat


"Terimakasih ya ...Alex" bisikku di telinga Alex dan melepaskan pelukanku kembali


"Ya udah sekarang kamu tidur ya" ucap Alex menatap jam tadi tangannya


"Tidak... nanti saja. Oh ya kenapa kamu kesini, bukannya acaranya masih di mulai?" tanyaku


"Hasasi membatalkan pesta dansanya"


"Lalu?, bagaimana dengan pernikahannya?" tanyaku kaget


"Aku tidak tahu kalau masalah itu... kamu gak perlu memikirkannya, kamu tidur aja dulu, sekarang udah hampir tengah malam" ucap lembut Alex


"Aku nanti saja... kamu tidurlah dulu"


"Kamu tidak mengantuk?"


"Tidak... aku mau jalan - jalan!" gumamku


"Tapi ini udah tengah malam apalagi kejadian yang tadi..."


"Udah gak apa - apa Alex, aku hanya ingin jalan - jalan... aku ingin menyendiri untuk menenangkan diriku" ucapku dengan tersenyum paksa


"Tapi..."


"Please Alex.." ucapku memohon


"Baiklah... tapi aku temenin ya"


"Tidak usah Alex... aku ingin menyendiri"


"Gak boleh"


"Alex kumohon, biarkan aku menyendiri"


"Hmmm baiklah.. tapi jangan lama - lama ya, kamu harus segera balik ke kamar" ucap Alex dan aku mengangguk setuju


Aku langsung keluar dari kamar dan berlari menuju ruangan rahasia milik Hasasi... ruangan yang tidak ada satupun yang tahu kecuali aku dan Hasasi.

__ADS_1


__ADS_2