Tuan Muda Tampan

Tuan Muda Tampan
Episode 116 : Rahasia Ayah


__ADS_3

Beberapa jam aku bermain pantai sendirian, bermain air, bermain pasir, bermain air itu aja sampai aku mulai bosan. Aku mencoba menelepon kakak tapi tidak diangkat sama kakak, jangan - jangan kakak lupa kalau akan bertemu denganku


"Wajahmu kenapa murung banget kayak gitu... jelek banget tau!" ejek seseorang di belakangku dan aku langsung menoleh ke belakang dan ternyata dia adalah kakak


"Kakak!!!" teriakku kaget dan berlari memeluk kakakku


"Hei adik tersayang... bagaimana keadaanmu?" ucap Steven sambil mengelus rambutku


"Aku baik kak, kakak bagaimana keadaannya?" tanyaku menatap wajah kakak


"Baik juga, kamu jadi tambah kurus !"


"Aku banyak pikiran lah kak" gumamku


"Apa yang kamu pikirkan?"


"Banyak kak, masalah yang rumit"


"Maaf ya lama"


"Huuh dasar, aku jadi manusia panggang tau disini kak"


"Hehehe maaf, tadi aku rapat bentar sama Alex"


"Ha.. jadi yang di bilang Alex..."


"Iya... yang dimaksud Alex adalah kakak"


"Waah gils ya kakak jadi orang penting" ejekku dengan bangga


"Iya lah ... kakaknya siapa dulu dong"


"Hmmm emang bener ya kak kalau kita itu keluarga yang bisa menguasai dunia?"


"Yups, benar... sebenarnya keluarga kita itu tertinggi derajatnya dari pada keluarga yang lain, walaupun saat ini hanya ada aku dan kamu itu tetap saja keluarga kita tertinggi derajatnya"


"Waah keren, aku baru tahu dari Alex malah"


"Iya emang... ayo kita ke rumah, aku ceritakan lebih banyak" ajak Steven menarik lembut tanganku


"Tapi... pertemuan Alex sama kakak bagaimana?"


"Tenang udah diatur dan itu akan mengulur waktu sampai nanti malam"


"Emang Alex tidak tau kalau kakak adalah kakakku?"


"Tidak... tidak ada yang tahu kecuali kamu dan keluarga Stun"


"Oh ya... kenapa kakak tidak menunjukkan identitas asli kakak?"


"Nanti kalau kamu sudah akan menikah dengan Hasasi" ucap Alex berjalan sambil menatap langit


"Hmmm" desahku menundukkan kepala

__ADS_1


"Kenapa? apa yang membuatmu bersedih?"


"Aku bingung kak"


"Bingung apa?"


"Aku bingung memilih antara Alex atau Hasasi"


"Apa yang kamu bingungin, kan tinggal pilih antara dua orang itu"


"Itu tidak semudah omongan kakak"


"Ya udah aku kasih kamu pencerahan mau?"


"Mau kak"


"Ya udah..  ayo ikut kakak" ucap Steven dan terus menarikku menuju ke rumah


"Oh ya ... Fifiyan kamu masih ada waktu menentukan pilihan 2 hari lagi"


"A.. apa dua hari lagi?" ucapku kaget


"Ya... untungnya kamu datang ke Jepang tepat sebelumnya"


"Kenapa kok jadi di kasih waktu setengah tahun?" protesku kepada kakak


"Itu keputusan Hasasi, dia menitipkan pesan ini tadi, kemungkinan kamu disini selama 3 hari... disaat kamu mengambil keputusan itu pas saat acara spesial dan disitu juga adalah awal mulainya peperangan hebat yang akan terjadi"


"Kak... kenapa harus ada perang hebat, kalau aku tidak memilih diantara dua orang itu apakah tetap ada perang hebat?"


"Baiklah" gumamku dan terus berjalan mengikuti langkah kaki kakak


Setelah beberapa menit kami berjalan akhirnya kami sampai di rumahku yang telah usang, berlumut, dan mirip seperti rumah hantu. Tapo emang mirip rumah hantu sih karena banyak nyawa yang tidak berdosa melayang disini


"Ayo kakak antar kamu ke brankas milik ayah" ucap Steven menarikku ke ruang bawah tanah yang belum pernah aku ketahui sebelumnya


"Aku kok baru tahu ada ruang bawah tanah disini kak?"


"Ya kan kamu dulu masih kecil jadi tidak tahu" gumam Steven dan aku hanya tertawa


"Tunggu sebentar aku ambilkan brankas milik ayah" ucap Steven mengambil sesuatu di pojok ruang bawah tanah


"Besar banget kak!!" gumamku melihat brankas besar milik ayah yang masih utuh berdebu belum tersentuh apapun


"Iya... ini pesan ayah untuk memberitahukanmu ini apabila yang ditakutkan ayah terjadi"


"Emang apa yang akan ditakutkan ayah kak?"


"Ya ... munculnya pertikaian antara keluarga Stun dan keluarga Guan"


"Emang ayah udah memprediksi hal itu?"


"Udah... makanya ayah menyuruhku untuk memberitahumu rahasia ayah ini" gumam  Steven sambil membuka kode sandi brankas ayah

__ADS_1


"Silahkan tuan putri dibaca" ucap Steven membuka brankas dan aku langsung mengambil semua surat yang ada di dalam brankas ada beberapa surat yang ayah simpan dari surat buat aku dan buat kakak tapi aku sangat fokus dengan surat untukku sendiri


Salah satu surat yang menyita perhatianku adalah secarik kertas yang bertuliskan perjanjian pernikahan Hasasi dan Fifiyan dan terdapat tanda tangan ayah dan tuan Stun


"I...ini?" ucapku menunjukkan surat tersebut


"Iya... emang itu adalah surat terbaru yang di tanda tangani oleh ayah, dan surat itu menunjukan bahwa ayah merestui kamu menikah dengan Hasasi"


"Jadi?"


"Coba baca surat yang lain" gumam Steven dan aku membaca satu persatu surat tersebut


Ada surat ayah dan ibu yang ditujukan  kepadaku, aku langsung membaca surat itu dan ternyata surat yang ditulis oleh ayah sendiri


Hai anakku Fifiyan... kalau kamu membaca surat ini pasti kamu sedang bingung memilih di antara dua pilihan kan?... ya ayah tahu dan ayah sudah memprediksi hal tersebut sejak awal, ya karena kesalahan ayah sendiri jadi kamu terjerumus kedalam pilihan yang berat... ayah tahu kamu pasti kuat nak dan ayah yakin begitu. Nak sebenarnya ayah dan ibu memilih Hasasi menjadi suamimu kelak, karena ayah dan ibu yakin dia bisa melindungimu dan menjagamu dengan baik... Tapi kalau kamu nyaman dengan Alex juga tidak apa - apa tetapi hati - hati keluarga Guan itu sangat jahat dan yang ayah dan ibu takutkan adalah kamu disakiti oleh mereka makanya ayah memilih Hasasi menjadi suamimu kelak.. Ayah dan Ibu ingin melihatmu menikah dan menggendong seorang cucu, tapi kalau tidak diizinkan oleh Tuhan, ayah dan ibu berharap kamu bisa bahagia dengan Hasasi nak


Salam cinta ayah dan ibu


Aku sedih saat membaca surat dari ayah dan aku telah paham apa yang diinginkan oleh ayah dan ibu terhadap masa depanku nanti


"Bagaimana... kamu sudah membaca surat dari ayah kan?" gumam Steven mengusap rambutku


"I.. iya kak" gumamku mengusap air mataku


"Jadi pilihan ada ditanganmu... masih ada 2 hari lagi untuk memikirkannya... tapi jangan kamu beritahu Alex masalah ini ya"


"Baik kak"


"Oh ya kakak mau menceritakan aku masalah apa?"


"Ya masalah yang sudah kamu ketahui tadi!"


"Apa itu?"


"Masalah pekerjaan kakak selama ini yang kakak tutup- tutupi padamu"


"Kenapa kaka tutup - tutupi kepadaku kak?"


"Karena kakak gak mau kamu kaget dan bergantung terus kepada kakak jadi kakak ingin kamu menjadi mandiri"


"Tapi kan emang aku sudah mandiri kak" gumamku


"Ya kan kakak ingin mengajarkanmu apalagi dulu waktu kecil kamu adalah anak manja"


"Ya kan namanya juga anak - anak kak" protesku


"Hahaha iya - iya dek maafkan kakakmu ini... kamu mau makan?"


"Mmm boleh lah"


Ya udah kita ke cafe yuk sekalian ngobrol - ngobrol"


"Okey.. bayarin ya" ucapku senang

__ADS_1


"Iya adikku sayang" gumam Steven menggandeng tanganku dengan lembut


Aku dan kakak berjalan menuju mobil untuk pergi makan siang bersama di sebuah cafe apalagi aku juga lapar sekali belum makan apapun dari tadi pagi.


__ADS_2